Marketplace, Ragam

10 Tips Blusukan di Tempat Kerja

Sebagai seorang pemimpin di lingkungan kerja, agar bisa selalu terhubung dengan staf dan rekan kerja, Anda perlu “turun ke lapangan” untuk bertemu dan berbicara dengan tim Anda, mengajukan pertanyaan, dan berada di sana untuk membantu bila diperlukan. Praktek ini di dunia kerja disebut dengan istilah management by wandering around. Gaya kepemimpinan seperti ini sedang dipopulerkan oleh Presiden Indonesia, Bp. Joko Widodo, yang terkenal dengan blusukan-nya.

Sebetulnya gaya kepemimpinan blusukan atau management by wandering around sudah dikenal sejak jaman kehidupan Yesus, namun kembali populer diperbincangkan di masa kini. Yesus selalu turun ke pasar-pasar, ke pesisir pantai, ke bukit-bukit, semuanya demi berjumpa dengan banyak orang, berdialog dengan mereka dan menolong mereka secara on-the-spot ketika diperlukan. William Hewlett dan David Packard, pendiri Hewlett Packard (HP), juga sering menggunakan pendekatan ini di perusahaan mereka. Tom Peters, dalam bukunya “In Search of Excellence” yang sangat sukses pada tahun 1982, mengutip cerita gaya kepemimpinan blusukan di perusahaan HP dan perusahaan lain yang menggunakan gaya yang sama – dan sejak saat itu, istilah management by wandering around (MBWA ) segera menjadi populer.

Apa manfaat dari blusukan di dalam perusahaan?
Jika Anda mempraktekkan gaya kepemimpinan blusukan di dalam perusahaan, Anda dapat menuai hal-hal positif sebagai berikut:

  1. Mendekatkan diri dengan staf dan tim kerja
    Ketika staf atau tim melihat Anda sebagai sosok yang rendah hati dan bukan hanya sebagai bos yang main perintah, mereka akan lebih terbuka dan memberitahu Anda apa yang tengah terjadi. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang masalah sebelum hal itu benar-benar menjadi masalah yang tidak tertangani.
  2. Menanamkan kepercayaan
    Staf dan tim yang mengenal Anda dengan lebih baik, akan lebih mempercayai Anda pula. Anda pun akan secara alami berbagi berbagai informasi, sekaligus meruntuhkan penghalang komunikasi dengan staf dan tim.
  3. Mempelajari berbagai pengetahuan dalam keseluruhan proses usaha
    Berdiri dari kursi Anda dan belajar apa yang terjadi setiap hari di lapangan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang fungsi dan proses kerja di perusahaan Anda.
  4. Mendapatkan akuntabilitas
    Ketika berinteraksi setiap hari dengan tim Anda, berbagai tugas kepada tim akan lebih cepat selesai, karena semua orang menjadi lebih termotivasi untuk menindaklanjuti instruksi kerja dari Anda. Mereka akan lebih bertanggung jawab karena mengetahui bahwa Anda akan selalu berada di samping mereka ketika dibutuhkan
  5. Meningkatkan semangat kerja staf dan tim
    Staf dan tim akan merasa lebih nyaman melakukan pekerjaan mereka ketika merasa diperhatikan, didengar, diberikan solusi dan diberi kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide. Hal ini tidak akan pernah terwujud bila Anda sering “bersembunyi” di belakang meja kerja Anda saja.
  6. Meningkatkan produktivitas
    Banyak ide-ide kreatif akan datang dari gaya kepemimpinan blusukan, karena ketika Anda turun ke lapangan, orang-orang merasa lebih santai untuk berkomunikasi. Ini memancing peningkatan produktivitas, karena staf dan tim lebih bersemangat untuk berkontribusi lebih besar. Hal ini tidak akan tercapai jika Anda sekedar memanggil mereka ke dalam ruang kerja Anda sebagai pimpinan, yang seringkali bagi mereka dapat terkesan menegangkan dan menyeramkan.

Bagaimana menerapkan blusukan di perusahaan?
Gaya kepemimpinan blusukan adalah suatu upaya untuk memahami berbagai masalah yang dihadapi oleh staf Anda, apa yang mereka lakukan, dan apa yang dapat Anda dukung untuk membuat pekerjaan mereka lebih efektif. Dengan berbagai manfaat yang sudah dijelaskan tadi, berikut adalah beberapa tips untuk menerapkannya:

  1. Bersikaplah santai dan informal ketika turun ke lapangan
    Karyawan Anda akan merasakan santai juga ketika Anda menunjukan sikap santai. Jangan bersikap terlalu formal atau kaku walau Anda adalah pimpinan, agar mereka tidak merasa tegang dan dapat merespon sesuai berbagai pertanyaan Anda dengan tepat.
  2. Banyak mendengarkan dan mengamati ketimbang berbicara
    Gunakan kesempatan ini untuk mendengarkan secara aktif. Ketika orang mendapati bahwa Anda tulus mendengarkan mereka, mereka akan mengungkapkan berbagai hal dengan lebih terbuka pula.
  3. Mintalah umpan balik
    Biarkan semua karyawan tahu bahwa Anda mengharapkan ide-ide mereka untuk membuat situasi kerja yang lebih baik. Tahan diri agar tidak menggurui dan memerintahkan apa yang Anda pikirkan, supaya Anda benar-benar dapat melihat apa yang orang lain katakan.
  4. Blusukanlah secara merata
    Jangan menghabiskan lebih banyak waktu hanya pada orang tertentu saja, atau bagian tertentu saja, karena hal ini akan menciptakan kecemburuan atau kecurigaan. Anda harus bersikap adil dalam berdialog dengan berbagai tingkat atau bagian.
  5. Berikan penghargaan secara spontan
    Jika Anda melihat sesuatu yang baik, tunjukkan apresiasi atau berikan pujian pada orang tersebut. Ini adalah cara yang efektif untuk menunjukkan rasa terima kasih Anda, sekaligus memotivasi orang tersebut untuk mencapai hal yang lebih besar/tinggi lagi.
  6. Gunakan blusukan sebagai bentuk meeting yang baru
    Ketimbang selalu melakukan rapat-rapat di ruang rapat tertutup, sekali-kali lakukanlah rapat dengan orang-orang di tempat kerja mereka dan di “kandang” mereka. Hal ini dapat membuat mereka merasa lebih nyaman. Komunikasikan harapan dan kebutuhan kepemimpinan/perusahaan saat blusukan, sehingga semua orang tahu apa yang dianggap penting oleh perusahaan.
  7. Jangan gunakan waktu blusukan untuk menilai atau mengkritik
    Ketika Anda ada di sekitar staf dan tim untuk mengkritik, marah atau mencela, ini bisa membuat mereka gugup atau bahkan takut, sehingga mereka akan bekerja dengan keraguan dan cenderung melakukan kesalahan yang tidak perlu. Namun tetaplah bersikap tegas, karena teguran tetap diperlukan apabila terjadi pelanggaran berat misalnya korupsi, kriminalitas, perbuatan amoral,dsb.
  8. Menjawab pertanyaan secara terbuka dan jujur
    Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, katakan dengan jujur lalu tindak lanjuti dengan mencari tahu jawabannya. Jangan mengarang jawaban, karena menceritakan setengah kebenaran atau ketidakbenaran dapat menghancurkan kepercayaan staf dan tim kepada Anda sebagai pimpinannya.
  9. Berkomunikasilah dengan aktif
    Gunakan kesempatan blusukan untuk mengkomunikasikan hal-hal terpenting dari perusahaan, yaitu tujuan, nilai-nilai dan visi perusahaan. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk saling berbagi informasi, demi membantu staf dan tim untuk lebih memahami perusahaan, sehingga mereka melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik karena mengerti alasan di balik pekerjaan yang harus dilakukan.
  10. Gunakan blusukan sebagai sarana membangun hubungan personal
    Blusukan tidak selalu membahas tentang pekerjaan-pekerjaan-pekerjaan. Gunakan kesempatan ini juga untuk membangun hubungan. Kenalilah nama-nama istri dan anak-anak staf Anda. Cari tahu apa yang mereka suka lakukan atau di mana mereka akan pergi berlibur. Humor, tertawa dan bersenang-senang boleh disisipkan di tengah-tengah blusukan. Anda mungkin akan terkejut melihat betapa luar biasanya berhubungan secara pribadi dengan orang-orang di kantor Anda.

Author


Avatar