PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
05/2019 Mei, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Lukas 19:1-10

Penjelasan :

Zakheus adalah pemungut cukai yang berdosa dan sombong, tapi saat dia berjumpa dengan Tuhan, dia berubah total dan bertobat. Tuhan rindu untuk membentuk hati kita, tetapi jika kita mengeraskan hati kita, kita tidak akan bisa merasakan kasih dan kehadiratNya. Untuk berubah, diri kita sendiri harus ada usaha- memberikan waktu untuk berdialog dengan Tuhan, melembutkan hati kita dan baca FirmanNya.

Pertanyaan :

  1. Hal apakah yang dilakukan oleh Zakheus sebelum berjumpa Tuhan?
  2. Hal apakah yang dilakukan oleh Zakheus setelah berjumpa Tuhan?
  3. Menurut kamu, apakah yang menyebabkan Zakheus dapat berubah?
  4. Refleksikan dengan diri kamu, pikirkan hal apa yang kamu alami sebelum dan setelah berjumpa dengan Tuhan?
0

05/2019 Mei, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa.
Roma 4:18a

Penjelasan :

Apa ya membuat Abraham koq yakin sekali akan janji Tuhan? Abraham bisa yakin akan janjiNya karena Abraham mengenal siapa Tuhannya. Tuhan Yesus engga pernah bohong dan Ia pasti menepati janji-janjiNya.

Aktivitas :

Mewarnai gambar

Gerak & Lagu :

Firman Tuhan kudengar

Doa :

Tuhan, biarlah hatiku semakin percaya kepadaMu dan semakin mengenalMu.

Penjelasan :
0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA
The most powerful testimony is a Godly life.
Unknown

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus menuntun kita ketika merenungkan Firman hari ini agar kita dalam level up dalam kesalehan kita terhadap Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.

1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?

1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”

1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,

1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: “Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,

1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,

1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,

1:21katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Ayub 1:1-22

REFLECTION

  1. Apa yang Tuhan katakan mengenai Ayub? (Ayat 8)
  2. Pencobaan apa yang terjadi di dalam hidup Ayub? (Ayat 13-19)
  3. Bagaimana respon Ayub? (Ayat 20-22)

DEVOTION

Pernahkah kita membayangkan seluruh hal yang kita miliki hilang dalam sekejap mata? Seluruh anggota keluarga, tempat tinggal, barang-barang dan harta kekayaan hilang begitu saja. Apa yang menjadi respon kita? Apakah rasa marah, kecewa, putus asa dan pahit hati terhadap Tuhan yang muncul? Atau kita mampu untuk tetap mempercayai Tuhan di setiap musim kehidupan kita? Melalui perenungan hari ini, kita dapat melihat bagaimana respon hati Ayub yang menunjukan kesalehannya sudah sangat teruji. Bahkan Tuhan katakan “Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”.

Kesalehan kita akan teruji ketika kita tidak lagi memiliki apapun yang kita pegang di tangan kita, kita tidak lagi memegang achievement, pride, kekuasaan ataupun kekayaan, tetapi ketika kita kembali ke titik 0 kita – titik dimana kita tidak memegang dan tidak memiliki apapun juga. Apakah kita mampu untuk tetap taat dan melakukan kehendak Tuhan? Apakah kita masih dapat mempercayai hati dan janji-Nya terhadap hidup kita? Atau sebaliknya, kita menjadi tawar hati bahkan pahit hati dan berlari menjauh daripada Tuhan? Biarlah lewat setiap goncangan yang terjadi, kita dapat melihat ini sebagai pemurnian iman kita dimana kesalehan kita menjadi semakin level up setiap saatnya sehingga membawa kita semakin menuju kepada kekekalan dan keserupaan dengan Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apa yang menjadi respon hatimu ketika goncangan dan situasi yang tidak ideal terjadi? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada pemuridmu hari ini untuk kamu dapat level up di dalam kesalehanmu!

0

05/2019 Mei, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

25:1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Matius 25:1-13

Dalam perumpamaan yang mungkin sudah sering kita baca ini, kita mau merenungkan apa yang menjadi kesalahan gadis-gadis yang bodoh ini agar kita tidak jatuh dalam kesalahan yang sama.

Gadis-gadis yang bodoh ini tidak membawa minyak. Dan sewajarnya mereka bisa mengetahui bahwa gadis-gadis yang bijaksana membawa minyak. Tetapi mereka tidak bertindak apa-apa. Mereka sebenarnya masih memiliki waktu, sebelum mereka semua sama-sama tertidur, untuk membeli minyak. Tapi mereka tidak melakukannya. Mereka, entah mengapa, menunggu sampai pelita mereka hampir padam, baru pergi mencari minyak. Dan mereka terlambat!

Apakah dengan waktu yang ada kita mau menunda-nunda? Atau kita mau bersiap mulai hari ini juga, giat membangun manusia roh kita tanpa melewatkan waktu sedikit pun? Pilihan di tangan saudara masing-masing!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah perbedaan antara gadis-gadis yang bodoh dan yang bijaksana?
    2. Adakah kesempatan bagi gadis-gadis yang bodoh untuk memperbaiki kesalahannya sejak awal?
    3. Apa yang kemudian dilakukan oleh gadis-gadis yang bodoh? Apa akibatnya?
    1. Selama ini apakah saudara menggunakan waktu yang ada untuk bersiap ataukah saudara berlaku tenang-tenang seperti gadis-gadis yang bodoh?
    2. Apakah menurut saudara, saudara sudah bertindak bijaksana dalam menggunakan waktu saudara dan berusaha mengenal kehendak Tuhan?
    1. Ambillah tindakan segera kalau saudara belum melakukan langkah serius dalam membangun manusia roh saudara!
    2. Apakah saudara dan keluarga atau komunitas saudara termasuk dalam komunitas gadis yang bijaksana atau bodoh? Diskusikan segera dan bertindaklah bersama!

Topik Doa:

Berdoa agar Gereja Tuhan bangkit dan memasyurkan nama Yesus.
0

Skip to toolbar