PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
Pendampingan Kompak, Video Pengajaran
Artikel ini khusus untuk pengguna web version, untuk mobile version silahkan lihat di artikel sebelumnya

Opening

SERI PENGAJARAN

KOMPAK (Komunitas Sepakat)
Eddy Leo

Seri 1

Menjadi Murid Sejati



Seri 2

Agenda Kompak



Seri 3

Hidup Dalam Terang



Seri 4

KOMPAK Adalah Gaya Hidup



Seri 5

Coram Deo dan Keluarga



Seri 6

Coram Deo dan Pekerjaan



Seri 7

Coram Deo dan Menenangkan Jiwa



Seri 8

Coram Deo dan Pusat Solusi

2

Marketplace, Ragam

Artikel kali ini secara khusus saya tujukan kepada generasi Y (tahun kelahiran 1981–1995) dan generasi Z (tahun kelahiran setelah 1995). Di kalangan generasi Y dan Z, sering kali muncul diskusi tentang apa yang lebih baik dipilih setelah lulus kuliah; bekerja di perusahaan sebagai pegawai secara jangka panjang, atau bekerja untuk sementara saja sambil mencari pengalaman dan modal usaha, atau langsung merintis bisnis/usaha sendiri? Diskusi pada topik ini bisa panjang dan lama; dan kerap berakhir dengan keputusan “pilih aman” dengan bekerja saja di perusahaan walupun di hati ingin sekali punya bisnis sendiri atau justru tekad bulat untuk tidak bekerja sebagai pegawai sama sekali meskipun harus berhemat luar biasa karena hidup dari uang tabungan. Alasan masing-masing keputusan ekstrem ini kuat dan bermacam-macam.

Sebenarnya, tidak ada pilihan benar atau salah, lebih baik atau kurang baik, di antara keduanya. Semuanya tergantung pada pertimbangan apa saja yang menjadi prioritas. Berikut saya sajikan beberapa pertimbangan untuk generasi Y dan Z memilih berbisnis. Jika pertimbangan-pertimbangan ini menjadi prioritas, pilihan berbisnis tentu lebih tepat.

1. Saat ini terbuka berbagai peluang bisnis melalui kemajuan teknologi dan internet, sehingga kita semakin mudah untuk memulai bisnis baru (start up) dengan modal minim. Kini proses memasarkan dan memperkenalkan produk ke masyarakat bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dan dengan modal kecil, bahkan bisa dilakukan dari rumah saja tanpa perlu sewa tempat usaha khusus.

2. Media sosial semakin marak menawarkan inspirasi dan ide kreatif untuk berbisnis. Generasi Y dan Z adalah generasi internet yang sangat kreatif, mereka bisa memadukan berbagai hal yang dilihat di internet (misalnya, YouTube, Instagram, dsb.), lalu mengolahnya menjadi hal-hal atau produk baru yang diminati pasar.

3. Kecenderungan tekad mandiri semakin besar di kalangan masyarakat modern. Banyak sekali anak muda dari generasi Y dan Z yang bertekad untuk mengubah hidupnya serta tak takut menghadapi tantangan. Melalui usaha sendiri, mereka cukup yakin bisa mengubah hidup mereka menjadi lebih baik, dan hal ini memang tak cukup cepat atau efektif terjawab dengan bekerja sebagai pegawai perusahaan. Tekad yang semacam ini sangat berguna dalam masa perintisan awal berbisnis serta ketika kesulitan datang dalam perjalanannya kemudian.

4. Kebebasan waktu dan gaya hidup semakin berharga di tengah-tengah laju kehidupan saat ini. Generasi Y dan Z suka hal-hal yang tidak terstruktur dan tidak terikat dengan peraturan serta komitmen atau keterbatasan waktu; mereka suka bereksplorasi dan beraktualisasi diri (apalagi, hal ini sudah dilatih sejak mereka sekolah dan kuliah). Bekerja di perusahaan cenderung berisiko menimbulkan ritme rutinitas yang monoton dan membelenggu kreativitas.

5. Pelatihan menjadi wirausaha telah lazim diterapkan sejak usia sekolah. Banyak sekolah dan universitas yang sudah melatih siswanya memiliki pola pikir wirausaha. Sejak usia muda bahkan dini, mereka sudah diperkenalkan kepada gagasan menjadi pengusaha dan dilatih bagaimana cara berbisnis (walau tekniknya masih sederhana). Pelatihan ini memunculkan bakat dan impian berbisnis di antara anak muda, dan layak ditindaklanjuti saat usia dewasa.

6. Pelajaran hidup dari orang tua menjadi kebijakan untuk kehidupan diri sendiri di masa depan. Generasi Y dan Z melihat contoh orang tua dan menyimpulkan sendiri apa yang mereka inginkan untuk kehidupan mereka nantinya. Bagi anak yang orang tuanya menjadi pegawai bergaji seumur hidup, mungkin sekali mereka tidak ingin bekerja keras banting tulang dan terikat segala komitmen yang kaku sampai usia tua, tanpa berhasil menyejahterakan keluarga sampai akhir hayat. Bagi anak yang lahir di keluarga pengusaha, mereka pun amat mungkin melihat dinamika kehidupan yang dinamis, kreatif, tidak terikat dengan waktu, tidak diperintah-perintah oleh orang lain, dan menghasilkan kesejahteraan serta kenyamanan hidup bagi keluarga.

7. Banyak program pelatihan pengembangan diri yang memotivasi diri untuk berwirausaha kini tersedia. Generasi Y dan Z kenyang disajikan berbagai program, acara, dan seminar yang membakar mimpi mereka untuk menjadi makmur melalui jalur bisnis. Begitu banyak para pembicara sukses di kelas nasional maupun internasional yang menjadi inspirasi kaum muda untuk berwirausaha, sehingga anggapan bahwa kemakmuran hanya efektif dan cepat tercapai melalui jalur bisnis menjadi anggapan yang semakin umum.

8. Lebih baik dan aman untuk mengambil risiko tinggi sebelum berkeluarga. Selagi belum punya anak dan harus menghidupi keluarga, generasi Y dan Z berani mengambil risiko lebih tinggi. Mereka umumnya berusia sekitar 20 tahun; belum menikah dan tentu saja tidak memiliki anak. Mereka tak harus memikirkan penghidupan orang lain kecuali dirinya sendiri. Sehingga, risiko yang ditanggung masih sangat kecil kalaupun terjadi kegagalan dalam berbisnis. Apalagi kalau orang tua mendukung pilihan berbisnis dan siap menolong saat terjadi kegagalan itu.

9. Budaya kolaborasi semakin kuat dan marak di bidang pekerjaan apa pun. Generasi Y dan Z dikenal sebagi generasi yang kuat dalam berkolaborasi satu sama lain. Mereka biasa mengerjakan hampir segala sesuatu bersama-sama dengan komunitas yang sebidang; membentuk berbagai start up bisnis, berdiskusi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, bahkan mendanai suatu proyek penting secara patungan. Semua ini sudah menjadi budaya sejak mereka masih bersekolah atau berkuliah, dan terus semakin kuat ketika mereka mulai menghasilkan uang. Kolaborasi banyak mendatangkan keuntungan dalam hal faktor resiko, pendanaan, ide kreatif, dan jejaring, apalagi dalam hal berbisnis.

Jika pertimbangan-pertimbangan ini juga Anda (atau anak Anda) yakini serta prioritaskan, jalur wirausaha patut menjadi pilihan.

Selain semua pertimbangan tadi, tentu ada faktor-faktor lain yang juga berperan. Contohnya: jenis kepribadian yang cenderung introvert (sehingga menyukai cara “aman” dan menggemari konsistensi rutinitas) atau cenderung ekstrovert (sehingga mudah bosan dan menyukai dinamika perubahan yang terus-menerus); bakat serta impian atau panggilan hati untuk berkarier di perusahaan daripada merintis bisnis/usaha sendiri; dan banyak lagi lainnya. Yang jelas, jalur berbisnis atau bekerja sebagai pegawai keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing; tidak ada yang lebih baik atau lebih unggul untuk semua orang dan semua situasi. Banyak juga orang yang berhasil di jalur karier atau profesi dan menanjak dari posisi pegawai pemulai hingga menjadi direktur perusahaan besar, selain banyak orang yang sukses makmur dengan bisnisnya. Apa pun pilihan yang akan diambil, hal yang paling penting supaya tidak salah jalan ialah meminta hikmat dan tuntunan Tuhan. Alhasil, pilihan itu memuliakan Tuhan yang kita percaya, kita selalu berjalan di jalan yang Tuhan tetapkan, dan kita akan mengalami umur panjang, kekayaan, dan kehormatan.

0

05/2019 Mei, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Yohanes 8: 1-11

Penjelasan :

Perempuan dalam kisah ini adalah Maria Magdalena. Walaupun Maria Magdalena memiliki masa lalu yang kacau, saat ia berjumpa dengan Yesus, ia mengalami perubahan total. Maria Magdalena menjadi murid Yesus yang begitu setia. Hidupnya menjadi berkat, dan Tuhan memakai dirinya untuk menyentuh banyak orang. Ketika kita disentuh kasih Bapa, Tuhan juga bisa memakai kita untuk menyentuh hati sesama kita.

Pertanyaan :

  1. Apa yang dialami Maria Magdalena saat ia disentuh kasih Bapa?
  2. Apakah menurut kamu sangat mungkin orang berubah setelah di sentuh kasih Bapa?
  3. Apakah kamu memiliki pengalaman hari – hari ini ketika disentuh kasih Bapa?
  4. Apakah kamu siap dipakai untuk menyentuh hati sesamamu?
0

05/2019 Mei, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Matius 5:5

Penjelasan :

Apa yang dimaksud dengan lemah lembut? Lemah lembut itu artinya mudah diajar, mudah diberi nasehat, dan hatinya penuh damai sejahtera.

Gerak & Lagu :

Kasih Yesus sungguh manis dan indah

Doa :

Aku mau Tuhan memiliki hati yang lemah lembut supaya hidupku semakin indah dan menyenangkanMu.

Penjelasan :
0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA
The remarkable about God is that when you fear God, you fear nothing else, whereas if you do not fear God, you fear everything else.
Oswald Chambers

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi takut akan Tuhan dan melakukan seluruh kehendak-Nya di seluruh aspek kehidupan kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

13:16 Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

13:17 Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

13:18 Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

13:19 Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka

13:20 selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.

13:21 Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Kisah Para Rasul 13:16-23

13:36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

Kisah Para Rasul 13:36a

78:70 dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;

78:71 dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.

78:72 Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Mazmur 78:70-72

REFLECTION

  1. Apa yang Allah nyatakan tentang Daud? (Ayat 22, 36a)
  2. Janji apa yang diberikan oleh Tuhan kepada Daud? (Ayat 23)
  3. Dari manakah asal Daud? (Mazmur 78:70-71)
  4. Apa yang Daud lakukan? (Mazmur 78:72)

DEVOTION

Daud adalah orang yang sangat takut akan Tuhan, kita dapat lihat ini dari perkataan Tuhan tentang Daud “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Daud bukanlah seorang yang luar biasa jika kita melihat titik awal perjalanan kehidupannya, Daud merupakan seorang anak bungsu yang diabaikan oleh keluarganya, ia tinggal dan berada di kandang kambing domba – tempat yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tetapi dikatakan bahwa Tuhan memilih Daud dan mengambilnya dari kandang kambing domba tersebut. Daud bisa tidak memiliki apapun dalam kehidupannya, Daud bisa diabaikan dan tidak dipedulikan oleh semua orang yang bersama-sama dengannya, tetapi Daud begitu melekat intim dengan Tuhan sehingga ia memiliki kualitas hati takut akan Tuhan yang begitu luar biasa sehingga dikatakan di dalam kisah para rasul “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya”.

Ketika kita intim dengan Tuhan dan firman-Nya, pasti kita hanya akan melakukan kehendak Tuhan karena hubungan personal kita dengan Tuhan, membawa kita kepada kualitas hati takut akan Tuhan. Kita akan mengerti hal apa yang disukai dan dirindukan oleh Tuhan untuk kita lakukan, sehingga kita dapat melakukan kehendak Allah pada zaman kita sekarang ini. Tidak perlu menjadi orang hebat untuk dapat melakukan kehendak Allah, tapi dimulai dari titik kita intim dan melekat dengan Tuhan sehingga kita memiliki kualitas hati takut akan Tuhan. Mari kita level up bersama dalam takut akan Tuhan.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kualitas hati takut akan Tuhan sudah kita miliki? Kehendak Allah apa yang sudah kita lakukan? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat takut akan Tuhan setiap saatnya!

0

05/2019 Mei, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Galatia 5:16-26

Seperti yang kita renungkan dalam minggu yang lalu, bahwa pilihan ada di tangan kita. Apakah kita mau memilih dipimpin oleh Roh atau dipimpin oleh daging! Tidak ada pilihan lain di antara dua hal tersebut!

Dan untuk masing-masing pilihan sudah jelas buahnya! Buah atau tindakan seperti apa yang mau kita hasilkan? Buah adalah hasil, akibat dari apa yang diserap dan diolah oleh suatu tanaman. Cepat atau lambat buahnya akan keluar. Yang melihat dan menikmatinya adalah orang-orang di sekitar kita!

Apa yang mau saudara pilih! Pilihlah membangun manusia roh maka saudara tidak akan hidup di dalam daging! Tetapi kalau saudara tidak mau membangun manusia roh saudara dengan tekun, saudara dengan sendirinya sudah memilih hidup di dalam daging!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang harus dilakukan supaya kita tidak menuruti keinginan daging?
    2. Apakah buah dari mengikuti pimpinan Roh?
    3. Apakah buah dari tidak mengikuti pimpinan Roh?
    1. Apakah selama ini saudara sudah secara sadar memilih untuk hidup di dalam pimpinan Roh? Apa saja tindakan saudara untuk melakukannya?
    2. Saat seperti apa saudara tidak memilih untuk dipimpin Roh? Apakah hasilnya?
    3. Datanglah kepada Bapa dengan hormat dan takut akan Dia! Biarlah saudara mendengar dari Bapa akan perubahan apa yang Dia inginkan dari hidup saudara!
    1. Pilihan apa yang saudara buat hari ini? Tuliskan komitmen saudara!
    2. Diskusikan dan bagikan dengan keluarga dan komunitas saudara agar saudara bisa saling mengingatkan dan saling menolong dalam anugerah-Nya!

Topik Doa:

Doakan agar Tuhan terus menyingkapkan dan menuntun setiap langkah kita menuju visi.
0

Skip to toolbar