PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

Pelayanan Paulus di Tesalonika

2:1 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.

2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.

2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.

2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis–hal itu kamu ketahui–dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi–Allah adalah saksi–

2:6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

2:9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.

2:10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.

2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

2:12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

1 Tesalonika 2: 1-12

Penjelasan :

Paulus tidak hanya sekedar memberitakan Injil kepada orangorang di Tesalonika. Paulus menunjukkan kasihnya terhadap jemaat. Bahkan ia mengasihi jemaat selayaknya seorang ibu terhadap anaknya. Ia juga mendidik dan menasehati jemaat selayaknya seorang bapa. Paulus telah memberikan teladan dalam menjadi bapa dan ibu rohani bagi jemaat. Dan semua hal itu ia lakukan dengan berdasarkan kasih.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana sikap Paulus terhadap jemaat Tesalonika?
  2. Apa yang bisa kamu teladani dari Paulus?
  3. Apakah kamu sudah bertindak dengan kasih sama seperti Paulus?
  4. Kalau belum apakah masalahnya?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-1, RENUNGAN
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 8:17

Penjelasan :

Apa arti ayat di atas? Maksudnya adalah ketika kita memiliki Yesus dalam hidup kita, hidup kita bukanlah untuk berbuat dosa dan mengikuti apa yang kita inginkan, namun hidip kita untuk mengikut Kristus.

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-1, RENUNGAN, TOGA
Sometimes faith will make you look stupid; until it starts to rain
(unknown)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Nuh supaya kita dapat terus hidup berkenan di hadapan Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Air bah

7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;

7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.

7:4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.”

7:5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.

7:6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.

7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.

7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,

7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

7:10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.

7:11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.

7:12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.

7:13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu,

7:14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap;

7:15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu.

7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

7:17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi.

7:18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.

7:19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit,

7:20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.

7:21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia.

7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.

7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.

7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Air bah surut

8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,

8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.

8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.

8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.

8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.

8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.

8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.

8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;

8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.

8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.

8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.

8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.

8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:

8:16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;

8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”

8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.

8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.

8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Kejadian 7:1 – 8:22

REFLECTION

  1. Apakah Firman Allah kepada Nuh dan apakah yang terjadi setelahnya? (Kej 7:1-24)
  2. Siapakah yang Allah ingat dan apakah yang terjadi? (Kej 8:1-19)
  3. Hal apakah yang Nuh lakukan dan bagaimanakah respon Tuhan? (Kej 8:20-22)

DEVOTION

Allah tidak tertarik kepada apa yang ada di luar, Ia tertarik kepada spirituality kita. Allah adalah Roh, kita hanya dapat terkoneksi kuat dengan Allah apabila kita memiliki kekuatan roh. Kekuatan roh hanya dapat dibangun dengan ketaatan yang radikal kepada Tuhan. Nuh adalah orang yang membangun kekuatan rohnya dengan ketaatan kepada Allah sampai begitu detail. Nuh tidak pernah memiliki bayangan tentang membangun bahtera namun lewat mendengar dan melakukan Firman Allah dengan detail dan tepat, Ia dapat membangun bahtera yang Allah inginkan. Bahtera yang Nuh bangun digunakan semata-mata untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Ketaatan kita hanyalah semata-mata untuk keuntungan diri kita dan bukan untuk keuntungan Tuhan. Dengan kita taat kepada Firman, hidup kita pasti akan terjaga seperti yang dialami Nuh. Tidak sampai disitu, ketika air bah itu terus datang, Allah mengingat Nuh sehingga Allah menutup mata air dan memberhentikan hujan lebat dari langit. Kualitas spiritual kita sangat menarik perhatian Allah. Allah sangat tertarik kepada kualitas spiritual kita. Kualitas spiritual kita dapat mendatangkan berkat tersendiri bagi kita. Orang yang terus membangun kualitas spiritual-nya akan mengalami pengalaman-pengalaman baru dan berkat yang berbeda dari orang pada umumnya. Kejarlah pertumbuhan spiritual/ roh-mu lebih dari apapun.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita masih terus membangun kekuatan roh kita? Apakah kita masih taat dengan sungguh-sungguh atau kita sering mengabaikan Firman? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk praktek tidak mengabaikan Firman hari ini!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Dibenarkan oleh karena iman

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

GALATIA 3 : 1-4

Jemaat di Galatia menerima tulisan Paulus yang keras. Paulus hingga dua kali mengatakan bahwa mereka itu bodoh – sudah mengetahui kebenaran namun tidak berubah.

Tentunya hal ini dikatakan kepada Paulus bukan tanpa alasan. Tentunya Paulus sangat mengasihi jemaat di Galatia hingga ia berbicara sekeras ini kepada mereka.

Hari ini … mari kita kembali membaca ulang dengan perlahan sambil merefleksikannya dengan kehidupan kita sendiri (sambil bercermin), bagaimanakah keadaan kita.

Jika penatua kita terus mengajarkan dan mengingatkan kepada kita untuk terus membangun manusia roh (manusia yang hidupnya dipimpin oleh Roh kudus – taat kepada Firman Tuhan dan bukan mengikuti pimpinan daging dan ego). Tentunya penatua kita sangat mengasihi kita, mereka tidak mau kita menjadi umat Allah yang bodoh. Tetapi hidup sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah alasannya bagi jemaat Galatia sehingga Paulus menyatakan bahwa mereka bodoh?
    2. Bagaimanakah seharusnya kita hidup?
    3. Hal apa yang seharusnya kita lakukan agar hidup kita tidak sia-sia dan bodoh?
    1. Refleksikan diri saudara, apakah saudara sama dengan jemaat Galatia?
    2. Apakah yang seharusnya ada dalam hidup saudara? Dan siapakah menurut saudara yang memimpin hidup saudara dalam satu minggu ini?
    3. Bagaimanakah cara hidup saudara dalam satu minggu ini?
    1. Apakah yang akan saudara lakukan hari ini setelah merenungkan Firman hari ini?
    2. Apakah yang saudara ingin lakukan pula kepada keluarga dan kompak saudara setelah saudara mendapat pencerahan hari in?
    3. Apakah yang Roh perintahkan untuk saudara lakukan? Ambil waktu bertanya hal ini kepada Roh Kudus. Lalu lakukanlah!!!

Topik Doa:

Doakan saudara-saudara maupun keluarga kita yang telah percaya kepada Kristus agar terus memiliki kehausan akan kebenaran.
0

Skip to toolbar