Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Efesus 1:3

Penjelasan :

Saat kita berdoa, kita sering meminta berkat dari Tuhan- berkat untuk sehat, mendapat uang, untuk memperbaiki hubungan, dan berkat-berkat duniawi yang lain. Tapi apa yang kita harus minta dari Tuhan adalah berkat rohani- pernahkah kita berdoa untuk mengenalNya lebih lagi? Tuhan mengaruniakan berkat-berkat rohani, yang kita bisa pakai untuk mengeluarkan buah-buat roh, supaya kita menyalurkan berkat itu bagi sekitar kita.

Pertanyaan :

  1. Siapakah yang sepatutnya kita puji? Mengapa?
  2. Apakah yang dikaruniakan bagi kita?
  3. Bacalah kembali Efesus 1:3 dengan perlahan dan apakah kamu dapat melihat berkat tersebut?
  4. Bicaralah dengan Tuhan, terimalah berkat rohani yang kamu terima dan catatlah.
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-2, RENUNGAN
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
Matius 4:24

Penjelasan :

Wow, banyak orang yang datang kepada Yesus karena ingin disembuhkan. Nah, kita juga dapat melakukan apa yang Yesus lakukan lho asalkan hati kita penuh dengan belas kasihan. Mujizat engga mungkin bisa terjadi kalau kita cuek dan engga perduli dengan kesulitan orang lain.

Aktivitas :

Maze

Gerak & Lagu :

Hati yg gembira adalah obat

Doa :

Yesus, penuhilah hatiku ini dengan belas kasihMu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan ajaib seperti yang Engkau lakukan.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
And Abraham said, “My son, God will provide for Himself the lamb for a burnt offering.” So the two of them went together
(Genesis 22:8 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham untuk bertahan dalam pengujian iman.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Kejadian 22:1-19

REFLECTION

  1. Hal apakah yang Tuhan perintahkan kepada Abraham? (Ayat 1-2)
  2. Bagaimanakah respon Abraham kepada Tuhan? (Ayat 3-14) Mengapa Abraham berani mempersembahkan Ishak? (Ibrani 11:17-19)
  3. Apakah janji Tuhan kepada Abraham? (Ayat 15-19)

DEVOTION

Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang begitu banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit melalui Ishak tetapi sampai suatu ketika Allah meminta kembali Ishak dari Abraham. Sebuah pengujian yang besar dan bertubi-tubi dari Allah kepada Abraham. Bagi orang yang tidak memiliki kekuatan roh, mungkin Tuhan sedang mempermainkan dirinya tetapi bagi Abraham yang memiliki kekuatan spiritual pencobaan ini tidak menggoncangkan dirinya. Tanpa kompromi Abraham menyerahkan Ishak kepada Allah. Abraham sanggup menyerahkan Ishak kepada Allah karena kekuatan rohaninya dalam melihat sanggup menembus dunia roh. Abraham berani mempersembahkan (membunuh) Ishak karena Ia percaya bahwa pekerjaan roh akan terjadi yaitu bahwa Allah akan sanggup membangkitkan kembali Ishak dari kematian (Ibrani 11:17-19). Hanya orang-orang yang memiliki kualitas rohani yang kuat yang mampu melihat alam roh bekerja dan mempercayai apa yang terjadi di alam roh sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang kuat di dalam roh akan terus mengalami janji-janji Tuhan yang mustahil menjadi kenyataan. Orang yang tidak kuat sebagai manusia rohani akan mengalami kemiskinan pengalaman iman yang luar biasa sehingga ia akan terus melihat bahwa Allah tidak ada, ketika ia melihat bahwa Allah tidak ada maka matilah imannya dalam mengikut Tuhan.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita memiliki kekuatan roh untuk dapat taat kepada Tuhan walaupun berat? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

13:11Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

13:12Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

13:13Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

13:14Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

ROMA 13:11-14

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

IBRANI 11:1

Lakukan pembacaan Firman Tuhan ini secara perlahan, kata demi kata sambil merenungkan dan minta pimpinan Roh.

Waktu menjelang kedatangan Tuhan semakin mendekat. Sepatutnyalah kita bangkit! Bangkit untuk terus memiliki iman yang bertumbuh. Iman yang setia. Iman yang semakin kudus. Iman yang hidup dalam kebenaran dan terus berjaga-jaga, dengan mengenakan perlengkapan senjata rohani.

Mari fokuskan mata dan pikiran kita kepada Kristus. Agar pada masa-masa yang sukar kita tetap dapat teguh berdiri melalui setiap situasi yang ada.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Hal apakah yang harus kita ketahui?
    2. Hal apakah yang harus kita tanggalkan?
    3. Hal apakah yang harus kita kenakan?
    1. Apakah dalam satu minggu ini saudara semakin menyadari tentang pentingnya waktu yang ada?
    2. Apakah dalam satu minggu ini saudara telah ʻmenangʼ menanggalkan hal-hal daging dan memilih lebih hidup di pimpin oleh Roh Kudus?
    3. Bagaimana dalam satu minggu ini saudara melihat pertumbuhan iman saudara? Bercerminlah, perhatikanlah kondisi saudara sendiri sambil berdialog dengan Roh Kudus.
    1. Langkah apakah yang akan saudara lakukan agar saudara dapat senantiasa menyadari pentingnya waktu yang ada?
    2. Langkah apakah yang saudara akan lakukan agar saudara bersama keluarga dan kompak dapat bangun dari tidur dan bertumbuh dalam iman?
    3. Mulailah bersaksi kepada sekitar saudara tentang Yesus adalah Tuhan dalam waktu-waktu hidup saudara.

Topik Doa:

Doakan rekan-rekan pelayanan saudara dengan pimpinan Roh Kudus.
0

Skip to toolbar