PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Kekayaan orang-orang yang terpilih

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

1:11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya–

1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

1:13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Efesus 1: 3-14

Penjelasan :

Kasih karunia Allah sangat besar bagi kita. Karena kasih karunia Allah, kita dipilih, ditebus, dan dijadikan anakanakNya. Kita dipilih supaya kita bisa hidup kudus dan membawa kemuliaan bagi namaNya. Karena kasih karunia Allah, kita juga dijamin sampai akhir oleh Roh Kudus. Allah sudah memberikan kasih karunia yang melimpah bagi kita, jangan sampai kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah itu.

Pertanyaan :

  1. Apa yang sudah Tuhan lakukan bagi hidupmu?
  2. Bagaimana kamu membalas kasih karunia Tuhan bagi hidupmu?
  3. Apakah yang menjadi pengertian kamu dari Firman hari ini?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.
2 Tesalonika 1:11

Penjelasan :

Papa / mama, mari ajak anak kita untuk menceritakan 1 kebaikan yang mereka rasakan/terima dari keluarga atau orang lain.
Lalu kita ajak anak kita untuk berdoa dan memberkati orang tersebut.

Aktivitas :

Isilah tanda _ dengan huruf vocal

Gerak & Lagu :

Terima Kasih Tuhan untuk kasih setiaMu

Doa :

Terima kasih Tuhan untuk …… (sebutkan nama orang yang telah memberkati anak kita). Berkati ….. atas kebaikan hatinya. Pakailah …… agar sepanjang hidupnya ia dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

To God, our journey is just as important as our destination

Beth Moore

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti dan menerima insight serta kita memiliki hati yang lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan melalui teladan Musa.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Musa lahir dan diselamatkan

2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;

2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

2:4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

2:7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?”

2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.

2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Musa membela bangsanya Ia lari ke tanah Midian

2:11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.

2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”

2:14 Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”

2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

2:16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.

2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.

2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?”

2:19 Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.”

2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.”

2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

2:22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.”

Musa diutus TUHAN

2:23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.

2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

2:25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

3:6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

3:16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.

3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.

3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.

3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,

3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”

4:1 Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?”

4:2 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”

4:3 Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya” –Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya

4:5–“supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.”

4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu.” Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.

4:7 Sesudah itu firman-Nya: “Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.” Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.

4:8 “Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua.

4:9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.”

4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”

4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”

4:13 Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.

4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.

4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”

Keluaran 2:1-4:17

REFLECTION

  1. Apa yang menyebabkan Musa membunuh orang Mesir yang menyiksa orang Israel? (Keluaran 2:11-15)
  2. Apa akibat dari tindakan Musa? (Keluaran 2:15-25)
  3. Bagaimana kehidupan Musa setelahnya sampai ia bertemu dengan Tuhan dalam rupa semak api? (Keluaran 3:1-4:17)

DEVOTION

Musa telah menyadari bahwa hidupnya perlu menjadi dampak dan menyatakan kebenaran bagi sekitarnya sejak masa mudanya sebagai pangeran Mesir. Musa tidak bersukacita atas ketidakadilan dan aniaya yang terjadi atas bangsanya. Musa taat kepada Firman yang Allah sampaikan di dalam hatinya dan inilah yang membawa Musa mengalami proses pemurnian dan pendewasaan sebelum benar-benar sampai pada misi yang Allah ingin percayakan. Musa perlu melewati 40 tahun melepaskan semua atribut pangeran dan kenyamanannya. Musa sudah dipersiapkan sejak lama untuk mampu mempercayai tuntunan tiang awan dan tiang api di padang gurun. Kesetiaan dan kelemahlembutan hati Musa memberi kesempatan untuk Allah menuntun fase-fase kehidupannya. Mengubah Musa yang tidak pandai bicara menjadi seorang pemimpin atas sebuah bangsa. Ada hubungan yang kuat antara lamanya seseorang diproses dan besarnya tanggung jawab yang akan ia terima. Tuhan meletakkan tuntunan dari Firman di hati setiap manusia untuk melakukan kehendak Bapa dan memuliakan nama-Nya. Perjalanan mentaati tuntunan Tuhan tersebut beriringan dan tak dapat dilepaskan dari perjalanan iman untuk serupa dengan Kristus. Seringkali kita hanya berfokus pada pencapaian kita. Namun pada akhirnya yang paling berharga bukanlah pencapaian kita lagi, melainkan keserupaan dengan Kristus itu sendiri. Spirit inilah yang perlu kita terus pelihara untuk dapat membangun manusia Roh kita setiap harinya.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah memiliki kerelaan untuk diproses serupa Kristus lebih daripada apapun? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus dipimpin oleh Roh dan mengejar keserupaan dengan Kristus!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya

20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.

20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Yesus menampakkan diri kepada Tomas

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Yohanes 20:19-29

Dalam bacaan ini kita membaca bagaimana Tomas tidak ada bersama murid-murid Yesus yang lain ketika Yesus menunjukkan diri-Nya setelah bangkit dari kematian. Dan ketika murid-murid yang lain menceritakan hal itu, Tomas menjawab dengan keras dan tidak percaya. Dalam pikirannya, ia tidak bisa menerima bahwa Yesus bisa bangkit dan hidup kembali.

Kemudian Yesus menemui murid-murid-Nya sekali lagi dan secara khusus mengatakan kepada Tomas agar ia percaya. Tomas kemudian percaya setelah melihat bukti. Dari hal ini kita bisa belajar bahwa ada hal-hal di luar logika pikiran kita yang bisa dilakukan oleh Tuhan. Iman tidak selalu sesuai pikiran kita yang sangat terbatas.

Tomas, menurut sejarah, diduga menjadi martir di India. Ia meninggal sebagai misionaris yang berani bertindak. Ia tidak lagi dikenal sebagai peragu. Bagaimana dengan kita, apakah kita masih sering meragukan Firman-Nya?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang dialami murid-murid yang tidak dialami Tomas?
    2. Sebaliknya, apa yang kemudian dilakukan khusus oleh Yesus bagi Tomas?
    3. Apakah pesan Yesus bagi kita yang tidak bisa melihat Yesus secara langsung?
    1. Selama ini dalam hal apa saudara masih meragukan Tuhan dan Firman-Nya?
    2. Pernahkah saudara mengalami bahwa apa yang saudara ragukan itu ternyata benar? Apa yang kemudian terjadi dengan iman saudara?
    3. Datanglah kepada Bapa, mintalah Dia mengingatkan saudara akan keraguan yang masih ada di dalam saudara! Akuilah dan mintalah pertolongan Bapa agar saudara bisa menang atas semua keraguan!
    1. Hal apakah yang mau saudara lakukan agar saudara menang atas semua keraguan?
    2. Ceritakan dan diskusikan apa yang saudara alami melalui meditasi ini kepada keluarga dan kompak saudara!

Topik Doa:

Bersyukurlah atas anugerah keselamatan yang sudah diberikan di dalam hidup saudara.
0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Murid-murid langsung Yesus yang kita kenal sebagai rasul-rasul, mengalami perjalanan rohani dalam hidup mereka. Itulah yang akan kita coba renungkan bersama dalam meditasi minggu ini. Mereka semua adalah manusia biasa seperti kita. Mereka tidak sempurna, mereka punya berbagai kelemahan juga. Tetapi ketika mereka benar-benar bertobat, mereka terus bertumbuh menjadi saksi Kristus yang luar biasa. Menurut sejarah, sebagian besar rasul Yesus meninggal sebagai martir karena tetap memegang iman mereka. Tetapi ada juga yang tidak bertobat, yaitu Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.

Mari kita merenungkan bagaimana kehidupan beberapa dari mereka. Dari teladan mereka, mari kita belajar berespons dengan benar. Ketika kita bertobat ada kasih karunia yang akan memampukan kita berubah. Karena itu mari kita terus membangun manusia roh, membangun hidup yang terus dipimpin Roh. Pada waktunya kita akan semakin efektif menjadi saksi-Nya sperti teladan dari rasul-rasul yang luar biasa. Selamat bermeditasi dan mengalami Tuhan!

Topik Doa:

“Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Yohanes 20:29
0

Skip to toolbar