POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Efesus 1:22-23

Penjelasan :

Kita, jemaat, adalah tubuh Kristus. Dan segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Kristus. Artinya, kita segala sesuatu juga telah diletakkan dibawah Tubuh Kristus. Kita, sebagai Tubuh Kristus memiliki kuasa yang sangat besar, kita memiliki otoritas di atas segala sesuatu. Kita bisa melakukan banyak hal untuk memuliakan Allah dengan menyalurkan kuasa yang diberikan kepada kita.

Pertanyaan :

  1. Tetapi, apakah selama ini kita sadar akan kuasa ini?
  2. Dan apakah kita sudah mempergunakan kuasa ini sesuai dengan rencana Allah?
  3. Bagaiaman seharusnya hubungan kita dengan Kristus?
  4. Sudahkah kamu selama ini bersikap benar sebagai Tubuh Kristus?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
Kisah 9:40

Penjelasan :

Yes, kuasa Tuhan sanggup membangkitkan orang yang telah mati. Kuasa itu terjadi ketika Petrus berdoa kepada Tuhan.
Mari papa/mama ajak anak kita untuk berdoa bagi 1 orang yang sedang dalam kesulitan agar orang tersebut mengalami mujizat dari Tuhan.

Aktivitas :

Mewarnai

Gerak & Lagu :

Sbab Dia hidup
Ada hari esok

Doa :

Tuhan, aku berdoa bagi ….. Tolonglah ….. agar Tuhan memberikan jalan keluar dari masalahnya dan ia dapat mengalami mujjzatMu.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

The truth is, if we don’t learn to submit to authority, we won’t ever learn to submit to God

(Joyce Meyer)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi hati kita sehingga kita dapat terus menerus taat kepada Firman Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Jatuhnya Yerikho

6:1 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.

6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.

6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,

6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

6:6 Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: “Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN.”

6:7 Dan kepada bangsa itu dikatakannya: “Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN.”

6:8 Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka.

6:9 Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup.

6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! –maka kamu harus bersorak.”

6:11 Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.

6:12 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN.

6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.

6:14 Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.

6:15 Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.

6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!

6:17 Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.

6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.

6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN.”

6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

6:21 Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.

6:22 Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: “Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.”

6:23 Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.

6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

6:25 Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.

6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: “Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!”

6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.

Yosua 6:1-27

REFLECTION

  1. Apa janji dan perintah Tuhan kepada Yosua? (Ayat 2-5)
  2. Hal apa yang terjadi di akhir cerita ini? (Ayat 20-21, 27)

DEVOTION

Pernahkah kita mendengar ada sebuah tembok bangunan yang runtuh karena dikelilingi dan disoraki oleh sebuah bangsa? Ya, ini adalah kisah mengenai tembok Yerikho. Tuhan berfirman kepada Yosua untuk mengelilingi kota Yerikho selama tujuh hari karena Tuhan mau memberikan kota tersebut kepada bangsa Israel. Yosua meneruskan Firman yang ia telah dapati kepada rakyatnya tetapi tanpa memberitahukan berapa hari mereka perlu mengelilingi kota tersebut. Petunjuk yang ada hanyalah “Janganlah kamu bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! – maka kamu harus bersorak.” Tidak ada kepastian yang diterima oleh bangsa Israel, berapa hari atau berapa minggu atau berapa tahun mereka perlu mengelilingi tembok tersebut, tetapi yang bangsa Israel lakukan adalah tunduk dan taat kepada perintah Yosua. Satu hari berjalan, tidak ada yang terjadi. Dua hari, tiga hari, empat hari, tetap tidak ada yang terjadi, tetapi tidak ada satu orangpun yang berkata-kata, mereka semua tetap mengikuti perintah Yosua karena mereka mempercayai bahwa Tuhan akan menyerahkan kota tersebut kepada mereka. Sampai di hari dimana ketaatan mereka telah menjadi sempurna, pada hari ketujuh, Allah memerintahkan untuk mereka bersorak. Sorakan Allah bersama-sama dengan sorakan seluruh bangsa Israel membuat mereka mampu meruntuhkan tembok benteng yang dibangun dengan kekokohan yang nyaris sempurna. Generasi kedua ini belajar membangun manusia roh mereka, mereka mempercayai perintah Yosua sehingga mentaatinya tanpa ada satu pun pertanyaan dan ketidakpercayaan yang keluar dari mulut mereka. Di akhir cerita, Allah bekerja melalui ketaatan Yosua dan bangsa Israel dalam membangun manusia rohnya. Ketika kita membangun manusia roh dalam ketaatan, kita akan melihat perbuatan tangan Tuhan yang ajaib terus dinyatakan di dalam kehidupan kita. Let’s walk in submission and obedience!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah berjalan di dalam submission and obedience kepada Firman Tuhan? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga kamu dapat terus tunduk dan taat kepada Firman!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Petrus akan menyangkal Yesus

26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

26:32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”

26:33 Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”

26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

26:35 Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.

Petrus menyangkal Yesus

26:69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”

26:70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.”

26:71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”

26:72 Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.”

26:73 Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.”

26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.

26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Matius 26:30-35; 69-75

Setiap kali kita menyebut “murid yang menyangkal Yesus” kita pasti ingat kepada Petrus. Ketika Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa mereka akan tergoncang imannya, Petrus dengan semangat mengatakan bahwa ia tidak akan tergoncang; bahkan ia menyatakan kesediaannya untuk mati bersama Yesus.

Tetapi kenyataannya, Petrus menyangkal mengenal Yesus tiga kali. Bahkan ketika ditanya oleh seorang perempuan. Petrus ternyata tidak sekuat dan setangguh yang dia kira. Dia bisa gagal dan mengalami ketakutan. Berdosa dan menyangkal mengenal Tuhan.

Kita juga mungkin pernah melakukan hal serupa. Kita bertekad melakukan sesuatu yang baik dan benar, sesuai kehendak Tuhan. Tetapi pada waktu ada tantangan, kita tidak jadi melakukannya. Karena itu kita perlu terus membangun manusia roh, supaya oleh kekuatan kasih akrunia Tuhan kita bertindak.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa peringatan yang diberikan Yesus kepada para murid?
    2. Bagaimana respons Petrus saat itu?
    3. Bagaimana kenyataannya ketika tantangan itu datang?
    1. Selama ini apakah saudara pernah mengalami seperti Petrus: saudara bertekad untuk melakukan kebenaran tetapi saudara gagal melakukannya!
    2. Cobalah saudara ingat kembali, apa yang membuat saudara gagal? Rasa takutkah? Takut akan apa? Kesombongankah? Kesombongan akan apa?
    3. Datanglah kepada Bapa, akui segala kelemahan saudara! Mintalah kekuatan yang baru dari Bapa! Biarlah kasih dan penghiburan Bapa menguatkan saudara kembali untuk terus maju melakukan kehendak-Nya!
    1. Apa yang mau saudara lakukan agar saudara memiliki kekuatan dari Tuhan dalam melakukan kebenaran?
    2. Berceritalah satu sama lain akan kegagalan-kegagalan yang pernah dialami bersama keluarga dan kompak saudara!

Topik Doa:

Berdoalah dan bersyukurlah bagi pemimpin-pemimpin rohani saudara.
0

Skip to toolbar