POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–

2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Efesus 2:4-6

Penjelasan :

Karena kasih Allah yang begitu besar bagi kita, kita diselamatkan. Dosa kita diampuni, dan kita dibangkitkan bersama Kristus. Allah juga telah menyediakan tempat untuk kita di Sorga. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah ini. Allah sudah menyediakan yang terbaik bagi kita. Tapi apakah kita sudah memberikan yang terbaik bagi Allah?

Pertanyaan :

  1. Apakah yang Allah Bapa lakukan kepada kita?
  2. Kalau begitu, bagaimana sifat Allah kita?
  3. Apakah kamu selama ini sudah menyadari apa yang sudah Allah lakukan bagi kamu?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Markus 12:42-43

Penjelasan :

Apa yang dilihat oleh Tuhan dari kejadian tersebut? Tuhan melihat hati bukan seberapa besar uang yang diberikan. Walaupun kita masih kecil, jangan pernah ragu untuk memberi ya, karena yang dilihat Tuhan bukanlah jumlah yang kita berikan tapi Tuhan melihat hati kita.

Aktivitas :

Menggosok uang koin dengan pensil

Gerak & Lagu :

Betapa hatiku berterima kasih Yesus (Hanya ini Tuhan persembahan ku)

Doa :

Terima kasih Tuhan karena Engkau tidak melihat apa yang dilihat oleh manusia namun Engkau melihat hatiku.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu

(1 Timotius 4 : 12 TB)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus menerus membangun manusia Roh sehingga kita dapat menyatakan kebesaran Tuhan kepada orang lain.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud tiba di medan pertempuran

17:12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.

17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.

17:14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.

17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

17:16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

17:17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: “Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu.

17:18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.

17:19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin.”

17:20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang.

17:21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan.

17:22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat.

17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.

17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.”

17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

17:27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: “Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia.”

17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

17:29 Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

17:30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.

17:31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.

17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

17:38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

17:39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

1 Samuel 17:12-39

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Timotius 4:12

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi antara Daud dan Saul? Bagaimana respon Daud? (Ayat 32-37)
  2. Perintah apa yang Tuhan berikan untuk kita? (1 Timotius 4:12)

DEVOTION

Berbicara tentang membangun manusia Roh, Daud menjadi salah satu teladan yang dapat kita ikuti. Daud memiliki tujuh saudara laki-laki dan Daud adalah anak paling bungsu. Jika kita melihat latar belakang Daud pada pasal 16, kita akan menemukan bahwa Daud merupakan anak yang tidak diperhitungkan oleh keluarganya, bahkan oleh orang tuanya, ia dianggap rendah karena ia masih sangat muda, tetapi ia tidak menjadi tawar hati karena hal tersebut, Daud tetap membangun manusia Roh; memberikan dirinya terus menerus dipimpin oleh Roh Allah yang ada di dalamnya hingga ia dapat taat kepada Firman setiap saatnya. Ketika bangsa Israel ketakutan karena Goliat mendatangi mereka dan Saul pun tidak berani maju menghadapinya, tetapi yang menjadi respon Daud adalah ia mendatangi Saul, menguatkan kembali kepercayaan Saul bahwa Tuhan ada di pihak Israel, sehingga tidak perlu untuk menjadi takut dan tawar hati, bahkan ia rela memberi diri untuk maju dan menghadapi Goliat. Karena melihat teladan iman yang diberikan oleh Daud, Saul pun kembali mempercayai penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel dan berkata “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Ketika kita berfokus untuk membangun manusia Roh kita, pasti jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) akan ikut mengikuti Firman. Kita merasa seperti Firman merasa, kita berpikir seperti Firman berpikir dan kita bertindak sesuai Firman bertindak. Dan ketika kita membangun manusia Roh, pasti kita akan menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita juga sehingga mereka dapat mengalami kebesaran Tuhan. “Let no one look down on [you because of] your youth, but be an example and set a pattern for the believers in speech, in conduct, in love, in faith, and in [moral] purity.” Tidak peduli berapapun usia kita, tetapi jadilah teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita sehingga Tuhan semakin dinyatakan!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitarmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus membangun manusia Roh, mengapa?

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Petrus menyembuhkan orang lumpuh

3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.

3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.”

3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.

3:6 Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”

3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Khotbah Petrus di Serambi Salomo

3:11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.

Kisah Para Rasul 3:1-11

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama

4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.

4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.

4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem

4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”

4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru.

4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,

4:16 dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.

4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu.”

4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.

4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.”

4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

4:22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Kisah Para Rasul 4:1-22

Dalam bacaan ini, Petrus dan Yohanes melakukan sejumlah hal bersama dalam kesatuan. Melakukan mukjizat bersama, menyatakan kebenaran bersama, menghadapi tekanan aniaya bersama.

Petrus dan Yohanes, dua pribadi yang sifatnya jauh berbeda. Mereka mau bekerja sama, saling mendukung, saling menjaga untuk melakukan kebenaran. Inilah yang kita perlu teladani dalam bentuk Komunitas Sepakat. Mari kita bersehati dan bersepakat untuk sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan. Kita sama-sama rindu membangun manusia roh. Rindu bertumbuh bersama melakukan kebenaran. Rindu mengalirkan kasih Tuhan kepada sesama. Walaupun kita memiliki banyak perbedaan. Mengalami berbagai konflik. Kita tetap mau saling merendahkan diri, saling menolong, saling menegur, saling bersedia ditegur. Bahkan berlomba-lomba mencari kebenaran.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa saja yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes bersama?
    2. Siapakah yang tampak lebih menonjol?
    3. Apakah hasil dari kerjasama mereka?
    1. Apakah saudara bersedia merendahkan hati satu sama lain untuk bisa saling mendukung dalam bertumbuh bersama?
    2. Hal-hal apa yang mungkin bisa menghalangi saudara dalam bersehati, bersepakat untuk bertumbuh bersama?
    3. Datanglah pada Bapa, doakan orang atau keluarga yang dengannya saudara mau bertumbuh bersama di dalam Tuhan!
    1. Perubahan apa yang saudara harus lakukan agar saudara bisa saling membangu, bersehati dan bersepakat bertumbuh dengan orang lain? Lakukanlah perubahan sikap tersebut!
    2. Ceritakanlah rencana perubahan tersebut dan lakukan saling mendoakan dengan keluarga dan teman kompak saudara!

Topik Doa:

Berdoa dan bersyukurlah bagi kota dan bangsa dimana kita dilahirkan dan dibesarkan.
0

Skip to toolbar