POSTS
17
November 2019
Hidup Di Dalam Kristus
17
November 2019
Amsal 21:23
17
November 2019
DIBALIK KUASA SALIB
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
Marketplace, Ragam

“Life is a series of natural and spontaneous changes. Don’t resist them, (because) that only creates sorrow. Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like.” (Lao Tzu)

Selamat tahun baru 2016! Tanpa terasa, waktu begitu cepat berlalu dan kita semua sudah memasuki tahun 2016. Jika kita menengok sejenak kembali ke tahun 2015 yang baru berlalu, banyak sekali peristiwa dan perubahan yang terjadi dengan begitu cepat, bahkan tanpa terduga, di dunia ini. Salah satu contohnya adalah perkembangan teknologi dan merek ponsel. Berbagai merek muncul silih berganti, dan yang lebih awal segera tersingkir lalu tergantikan oleh yang lebih baru. “Nokia” yang berjaya di puncak pasar belasan tahun yang lalu, digeser oleh “Blackberry”. “Blackberry” yang sempat menikmati masa-masa kejayaan sesaat pun tersalip oleh “Iphone” dan “Samsung”. Bahkan saat ini, kedua merek ini sedang was-was dengan hadirnya merek-merek sarat fitur dan berharga hemat seperti “Xiao Mi” dan “Asus”. Ini hanyalah contoh kecil tentang bagaimana perubahan berjalan dengan begitu cepat, penuh kejutan dan tidak terstruktur.

Mari kita lihat dengan lebih seksama. Di dalam dunia sekarang ini, struktur, isi, dan proses kerja telah berubah jauh dari puluhan tahun yang lalu. Dunia kerja saat ini:

  • lebih kompleks,
  • lebih berbasis pada tim dan kolaborasi,
  • lebih tergantung pada keterampilan sosial (people skill),
  • lebih tergantung pada kompetensi teknologi,
  • lebih banyak tekanan waktu (deadline),
  • lebih luwes dalam hal tempat (kurang bergantung pada lokasi geografis).

Dalam dunia sekarang ini, kebanyakan perusahaan pun mengalami transformasi yang sangat cepat dan sulit diprediksi, dan karenanya, perusahaan dituntut untuk menjadi lebih ramping agar lebih gesit; lebih berfokus pada nilai tambah dari perspektif pelanggan (added value); lebih kompetitif, dinamis dan strategis; kurang hirarkis dalam struktur organisasi dan dan dalam otoritas pengambilan keputusan.

Secara lebih terperinci, perubahan pada perusahaan meliputi hal-hal berikut:

  1. Berkurangnya hirarki struktur organisasi. Hirarki yang rumit dan tidak bisa merespons perubahan tuntutan pasar dengan cepat, misalnya gagal melakukan inovasi yang berkelanjutan, akan semakin memudar. Hirarki perusahaan digantikan oleh kerja sama tim secara lintas fungsi di dalam perusahaan, sehingga pengambilan keputusan lebih terdesentralisasi & cepat
  2. Batasan antar departemen yang semakin tipis. Batas antar departemen serta antar kategori pekerjaan (manajer, profesional, teknis) menjadi lebih fleksibel dan ada kebutuhan yang lebih besar untuk kerja sama dan berbagi pengetahuan. Semua pihak saling bersinergi, saling berkaitan dan semakin saling tergantung.
  3. Sinergi kerja yang menjadi semakin dominan. Perusahaan sekarang dituntut untuk bisa membuat keputusan yang cepat, memiliki budaya kerja yang semakin efisien, dan meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha.
  4. Munculnya perspektif manajemen yang baru. Karyawan tidak lagi hanya mematuhi peraturan dan perintah, melainkan juga harus berkomitmen untuk mengejar tujuan dan misi organisasi. Pengaburan batas-batas antar bagian juga mempengaruhi peran organisasi. Karyawan mendapatkan wewenang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan para pimpinan dituntut untuk mendukung anggota timnya serta menjadi seorang pelatih bagi mereka.
  5. Aliran perubahan yang semakin deras. Perubahan akan mengalir semakin deras dan tidak bisa dibendung oleh kekuatan apapun. Perubahan merasuki segala jenis kehidupan manusia dan ini sangat mempengaruhi cara kerja berbagai perusahaan, sehingga dengan sendirinya mempengaruhi cara Anda mengelola pekerjaan dan tim kerja pula.

Selama dua dekade terakhir ini, berbagai perubahan ini telah mengakibatkan munculnya berbagai pola kerja yang baru, sekaligus perkembangan teknologi dan gaya hidup manusia. Setidaknya, tiga hal berikut adalah dampak yang ditimbulkan oleh fenomena ini di dalam pekerjaan dan cara kerja kita masing-masing:

  1. Tuntutan keterampilan kerja yang serba bisa dan serba simultan (multi talented dan multi tasking) Pimpinan dan karyawan kini dituntut untuk mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu yang bersamaan (secara simultan), dan bahkan tidak jarang dituntut untuk sanggup mengerjakan berbagai tugas yang lintas fungsi, misalnya, seorang Marketing Manager mampu menyusun laporan analisa keuangan di Departemen Marketing, Seorang General Affair Supervisor perlu mengerti tentang pengoperasian mesin di pabrik.
  2. Tuntutan penguasaan kemampuan berurusan dengan orang (interpersonal skill) Sifat dan gaya kerja karyawan di perusahaan semakin kompleks dan semakin mengalami tekanan yang kuat untuk mencapai target kerja yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap orang dituntut memiliki kemampuan pengelolaan manusia, penanganan konflik, dan negosiasi.
  3. Tuntutan pergeseran fokus pengusaha Pengusaha saat ini perlu bergeser fokus kepada pengembangan kompetensi karyawan, pengembangan yang terus menerus, dan keseimbangan hidup para karyawan (misalnya, tidak sekadar menuntut jam kerja panjang tanpa menimbulkan kelelahan fisik serta mental yang akan mengakibatkan turunnya produktivitas). Pergeseran fokus ini dipengaruhi oleh adanya berbagai tuntutan tenaga kerja, demonstrasi para buruh dan berbagai perubahan peraturan ketenagakerjaan dari pemerintah, dan berbagai faktor lainnya.

Setelah Anda membaca ulasan mengenai arus perubahan di dunia kerja di atas, siapkah Anda menghadapinya? Siap yang dimaksud di sini adalah siap secara rohani, intelektual, maupun fisik, dalam menghadapi perubahan. Alkitab mengingatkan kita berkali-kali tentang perlunya bersikap waspada terhadap berbagai hal di dalam kehidupan. Agar menjadi siap dan waspada, kita perlu membangun manusia rohani kita sebagai prioritas pertama, agar kita memiliki ketahanan dan mampu “berenang” di dalam derasnya arus perubahan dunia kerja, bukan justru “terhanyut” dan “tenggelam”. Kekuatan di dalam (kualitas manusia rohani) akan membuat Anda siap menghadapi perubahan di luar, termasuk yang terjadi di dunia kerja. Selamat membangun manusia rohani dan sukses menghadapi perubahan!

“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.” (1 Tes. 5:6)
“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk. 21:36)

0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-4, RENUNGAN

Siapa yang diselamatkan

13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”

13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.

13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.

13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

13:30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

Lukas 13: 22-30

Penjelasan :

Kita memang menerima keselamatan karena kasih karunia Allah. Tetapi ada bagian yang kita tetap harus lakukan. Kita perlu “berjuang masuk melalui pintu yang sesak.” Kita perlu taat kepada perintah Allah, bukannya terus hidup dalam dosa. Mungkin hal ini membuat kita tidak nyaman, karena kita tidak boleh mengikuti ego kita. Tapi inilah bagian kita, dan Allah juga telah memberikan kita kemampuan untuk melakukannya.

Pertanyaan :

  1. Tetapi apakah kita memiliki keinginan untuk melakukannya?
  2. Apakah selama ini kamu sudah berjuang untuk melakukan kebenaran firman Tuhan?
  3. Dalam hal apa kamu kurang taat pada perintah-Nya?
  4. Sejauh mana kamu berani berjuang dan rela berkorban?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-4, RENUNGAN
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Matius 10:42

Penjelasan :

Firman Tuhan mengajarkan kita bahwa apapun yang kita lakukan, lakukan semuanya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Aktivitas :

Menggambar bentuk air
Mewarnai gambar A
Menempel bentuk air pada gambar A

Gerak & Lagu :

Yesus yg termanis buat jiwaku

Doa :

Ajarku melakukan apa yang Engkau ajarkan.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

While all else may change, God’s promises remain firm

(Jimmy Carter)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman hati kita sehingga kita dapat terus menanti-nantikan Tuhan dan penggenapan janji-Nya untuk kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud menjadi raja atas seluruh Israel

5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.

5:2 Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”

5:3 Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

5:4 Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

5:5 Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

2 Samuel 5:1-5

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yakobus 1:12

REFLECTION

  1. Apa yang bangsa Israel katakan kepada Daud? (Ayat 1-2)
  2. Mengapa kita perlu berbahagia di dalam setiap pencobaan? (Yakobus 1:12)

DEVOTION

Tuhan adalah Allah yang tidak berhutang, ada “upah” yang Dia berikan ketika kita bersungguh hati terhadap-Nya. Daud tidak tiba-tiba menjadi raja atas Israel, ada proses pembentukan yang sangat panjang yang perlu Daud alami hingga membuat Ia menjadi siap untuk diangkat menjadi raja. Memberi diri untuk mengalahkan Goliat, dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh, bersembunyi di dalam Gua Adulam, berlari dari tempat yang satu ke tempat lainnya, kotanya terbakar habis dan rakyat ingin melemparinya dengan batu. Proses yang panjang dan sangat menyakitkan. Tetapi Daud tetap setia di dalam setiap proses tersebut, hingga rakyat Israel yang awalnya membenci Daud pun menghampiri Daud dan meminta Daud untuk memimpin bangsa Israel karena pada akhirnya mereka menyadari bahwa Daud adalah orang yang diurapi oleh Tuhan untuk menjadi raja. Ketika kita setia berjalan di dalam proses kehidupan ini, kita pasti akan mendapati bahwa Tuhan tidak berhutang dan menyediakan kita “upah”, bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Ia menghargai kerelaan dan kesetiaan kita berada di proses tersebut. Tuhan tidak hanya sampai di titik menyediakan kita sebuah reward di akhir perjalanan kita, tetapi Ia Allah yang juga menemani setiap langkah kita bahkan memberikan kita kasih karunia ketika menjalani setiap proses yang ada. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Biarlah kita terus bertekun di dalam proses pengujian yang ada di depan kita karena Tuhan sudah menyediakan mahkota kehidupan untuk setiap kita yang mengasihi Dia!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Bagaimana responmu dalam menghadapi setiap pencobaan yang ada?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada pemuridmu untuk kamu dapat bertekun di dalam proses pengujian yang ada!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Hal berpuasa

6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

MATIUS 6:16-18

Kesalehan yang palsu dan yang sejati

58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:

58:3 “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.

58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?

58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

YESAYA 58:1-12

Berpuasa bukanlah hanya untuk menahan rasa lapar atau memindahkan waktu kita makan. Tetapi puasa memiliki makna, tujuan dan kuasa yang lebih dalam. Maka sangat disayangkan kalau kita berpuasa tetapi kita tidak mengerti makna dan tujuan serta kuasa di balik puasa itu.

Tetapi hari ini, kita bersyukur pada Tuhan, kita diingatkan kembali akan makna, tujuan dan kuasa dari kita berpuasa itu.

Mari kita tambahkan puasa dalam kita membangun kehidupan rohani kita. Kita berdoa dan berpuasa. Janganlah kita berpuasa tanpa berdoa, apalagi berpuasa dalam berdoa! Tetapi marilah kita berpuasa sambil memanjatkan doa yang tidak putus seperti Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini. Bahkan kita bisa justru bertindak dengan memperhatikan kebutuhan orang lain dan peduli terhadap mereka.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Puasa yang bagaimana yang Tuhan ajarkan bagi kita dalam Matius 6?
    2. Apakah yang Firman Tuhan katakan tentang berpuasa yang Tuhan kehendaki? Yesaya 58:1-12
    3. Apakah yang akan kita terima jika kita melakukan puasa seperti yang Tuhan kehendaki? Yesaya 58:1-12
    1. Apakah saudara masih memiliki waktu-waktu berpuasa secara konsisten dalam 1 bulan ini?
    2. Apakah saudara memiliki pengertian seperti yang Firman Tuhan katakan dalam berpuasa selama ini?
    3. Apakah saudara memiliki pengalaman dalam berpuasa seperti yang Firman Tuhan katakan?
    1. Apakah saat ini saudara memiliki komitmen dalam berpuasa? Tuliskan dan lakukan untuk Tuhan komitmen saudara ini.
    2. Apakah saudara mau berdoa agar anggota keluarga, Kompak dan Komsel saudara memiliki kerinduan untuk berpuasa secara benar dan mereka mau berkomitmen untuk Tuhan dalam melakukan puasa ini?
    3. Ambillah waktu untuk berdialog dengan Tuhan dengan berkata : Tuhan, katakan isi hati-Mu, aku siap mendengar Tuhan. (Lakukan dengan menjurnal – menulis). Bersyukurlah dan taatilah yang Tuhan katakan!

Topik Doa:

Mari kita kembali berdoa dengan Doa Bapa Kami dengan sikap hati hormat dan menyadari Tuhan ada di depan saudara.
0

Skip to toolbar