POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-4, RENUNGAN

4:9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.

4:10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!

4:11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?

4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Pengkhotbah 4: 9-12

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Matius 18: 19-20

Penjelasan :

Berjuang menjadi hal yang sulit jika dilakukan sendiri. Untuk dapat setia berjuang sampai akhir, kita butuhkan komunitas. Komunitas yang sepakat membawa kuasa yang dahsyat. Meskipun pintu yang dilalui sesak, dengan adanya komunitas, kita bisa saling menopang dan saling menguatkan.

Pertanyaan :

  1. Selama ini bagaimana kamu berjuang melakukan kebenaran dalam hidupmu?
  2. Pernahkah kamu mengalami pertolongan dari saudara seiman dalam mentaati Firman-Nya?
  3. Perubahan apa yang akan kamu lakukan dalam berjuang melakukan kebenaran?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-4, RENUNGAN
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
2 Korintus 9:6-7

Penjelasan :

Sudahlah kamu berbuat kebaikan hari ini? Ayo sebutkan kebaikan apa yang sudah kamu lakukan. Contoh: membantu mama membereskan kamar tidur/membereskan mainannya/dll. Jika belum, ayo kita lakukan ya selama masih ada waktu.

Aktivitas :

Cari 5 perbedaan 2 gambar

Gerak & Lagu :

I love You, Jesus Deep down in my heart

Doa :

Tuhan, aku ingin menjadi berkat bagi sesamaku di sepanjang hidupku.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

You are not your sin, your failure, or your past – you are who God says you are in Christ

(James Macdonald)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti perenungan hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Ratu Wasti dibuang

1:1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–,

1:2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,

1:18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran.

Ester 1:1-2:18

REFLECTION

  1. Siapakah Ester? (Ester 2:7)
  2. Bagaimanakah Ester dapat diangkat menjadi ratu menggantikan raju Wasti? (Ester 2:15-18)

DEVOTION

Masa lalu dan latar belakang kita tidak mengurangi kemampuan Allah untuk merencanakan dan membawa kita kepada masa depan yang baik dan penuh harapan asalkan kita percaya kepada-Nya. Seringkali, kita menjadikan apa yang telah terjadi di masa lalu sebagai sesuatu untuk terus menerus disalahkan dan fokus kita teralih dari rencana Allah atas hidup kita. Ester adalah yatim piatu dan penduduk asing di negeri Persia. Namun, Ester mengarahkan pandangannya pada kesempatan yang ia miliki untuk menjadi ratu. Dalam kitab Ester, kita tidak akan menemukan Ester atau Mordekhai berdoa meminta pertolongan Tuhan secara langsung. Tindakan Ester yang percaya sepenuhnya, melangkah dalam iman dan taat pada otoritas-otoritasnya menunjukkan bagaimana Ester mempraktekkan kebenaran dengan sesungguhnya. Tuhan memperhitungkan dan bekerja lewat kesungguhan hati kita. Menjadi hal yang pasti bahwa Tuhan hendak memakai hidup kita dan membawa kita kepada hal-hal yang lebih besar dari yang dapat kita pikirkan atau bayangkan. Agar dapat menuju hal tersebut, kita perlu mengosongkan tangan kita dari menggenggam masa lalu dan latar belakang kita (kegagalan, penilaian, kesalahan orang lain atas kita, ketidakidealan, pola-pola atau keterbatasan yang ada) supaya kita hanya memegang janji Tuhan saja sehingga Roh Tuhan yang ada di dalam kita dapat terus mendobrak setiap batasan jiwa dan tubuh yang menghalangi pengenalan kita akan Tuhan. Perselisihan dan penyesalan kita terhadap masa lalu akan menghabiskan energi kita dan membuat kita mengalami stagnasi. Oleh karena itu, kita perlu berdamai dengan masa lalu kita bahkan menjadikannya sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah ada masa lalu atau latar belakang yang selama ini menghalangimu untuk mempercayai janji Tuhan? Ceritankanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat memegang janji Tuhan setiap saatnya!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Hal memberi sedekah

6:1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

MATIUS 6:1-4

Yesus memberi makan lima ribu orang

6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.

6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.

6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”

6:37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”

6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”

6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.

6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.

6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

MARKUS 6:30-44

Tuhan Yesus dalam hidup-Nya tidak pernah memikirkan segala sesuatu untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia tidak pernah berpikir mencari keuntungan bagi diri-Nya. Ia selalu melakukan segala sesuatu seperti yang Ia lihat dilakukan oleh Bapa-Nya. Dan hati Bapa kita penuh dengan kasih, dengan perbuatan kasih.

Salah satu peristiwa yang begitu jelas terlihat bagaimana Tuhan Yesus mengasihi manusia dan memberi tanpa hitung-hitungan. Yaitu ketika orang banyak mengikut Yesus dan Yesus memberi mereka makan. Jumlah yang diberi makan oleh Tuhan Yesus lebih dari lima ribu orang. Andai Tuhan tidak memiliki kehidupan yang suka memberi, maka Ia pasti akan menghitung semua itu. Namun syukur kepada Allah, Tuhan kita justru memberi mereka makan hingga kenyang tanpa satu orang pun membayar roti dan ikan yang mereka makan.

Tentunya Tuhan tidak hanya waktu itu saja memberi. Ia memberi kesembuhan secara cuma-cuma, Ia memberi kebebasan secara cuma-cuma.

Bagaimana kehidupan kita sebagai murid-murid-Nya? Apakah kita masih memiliki sikap hati yangkita ingin diketahui oleh banyak orang ketika kita memberi? Atau kita memberi dengan sikap hati ingin memperoleh kembali atau memperoleh balasan atas apa yang kita beri? Ayo kita belajar meneladani kehidupan Tuhan kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Bagaimanakah yang Tuhan ajarkan kepada saudara dalam hal memberi? Matius 6: 1-4
    2. Keteladanan seperti apa yang saudara dapatkan dari Tuhan dalam hal ini? Markus 6: 30-44
    3. Apa yang Tuhan ajarkan kepada murid-murid-Nya pada saat itu dalam memberi? Markus 6:30-44
    1. Bagaimana sikap hati saudara selama ini dalam hal memberi?
    2. Adakah selama ini saudara berharap sesuatu baik dari Tuhan maupun dari sesama ketika saudara memberi kepada orang lain?
    3. Pernahkah saudara merasa begitu bersukacita ketika saudara memberi kepada orang lain dengan hati tulus?
    1. Datanglah kepada Tuhan dan katakan : Tuhan, adakah hari ini Engkau mau aku memberi sesuatu kepada seseorang? Seberapa yang Engkau ingin aku beri? (Lakukan dengan menjurnal – menulis). Taatilah yang Tuhan katakan.
    2. Apakah yang saudara ingin bagikan kepada anggota keluarga, Kompak dan Komsel saudara dalam hal memberi? Jadilah teladan bagi mereka dan salinglah membangun dan menyaksikan bagaimana Allah bekerja dalam hidup saudara ketika saudara mentaati Tuhan.
    3. Percayakah saudara kepada Tuhan, ketika Ia mengatakan sejumlah angka untuk saudara memberi. Baik kepada seseorang, untuk pekerjaan Tuhan, ataupun untuk pekerjaan misi?

Topik Doa:

Hari ini kita masih kembali datang kepada Bapa dengan Doa Bapa Kami dengan ikuti Roh Allah memimpin di dalam doa.
0

Skip to toolbar