POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
Karakter, Ragam

Memasuki tahun yang baru, manusia pada umumnya selalu membawa harapan dan semangat yang baru. Dengan berbekal sebuah resolusi yang baru saja dibuat atau diperbaharui di akhir tahun sebelumnya, kita semua berharap bahwa resolusi itu akan terwujud nyata di tahun yang baru kita masuki ini.

“Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah–yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.” (Roma 12:2, BIS-1985)

Memasuki tahun yang baru, manusia pada umumnya selalu membawa harapan dan semangat yang baru. Dengan berbekal sebuah resolusi yang baru saja dibuat atau diperbaharui di akhir tahun sebelumnya, kita semua berharap bahwa resolusi itu akan terwujud nyata di tahun yang baru kita masuki ini. Mungkin ini adalah sebuah resolusi yang benar-benar baru, atau tidak sedikit juga yang merupakan pengulangan atau pembaharuan dari resolusi tahun lalu yang belum terwujud. Apa pun isi resolusi itu, tahun baru menjadi waktu yang terbaik, yang tepat, yang kita yakini sebagai momentum untuk terwujudnya harapan menjadi kenyataan.

Spirit is a strength – Semangat adalah sebuah kekuatan

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Ams. 18:14). Firman Tuhan menunjukkan kepada kita betapa pentingnya “semangat”. “Semangat” ialah sebuah kekuatan yang dahsyat; bahkan penderitaan pun bisa ditanggung oleh orang yang bersemangat. Kita pun harus memiliki “semangat” yang menjadi kekuatan ini, dan setelah memilikinya kita harus tetap menjaganya.

“Semangat” menjadi modal awal dalam mewujudkan resolusi yang sudah kita buat. “semangat” bagaikan pasokan daya listrik bagi lampu agar tetap menyala dan mengalahkan kegelapan, atau bagi barang-barang elektronik untuk tetap berfungsi sebagaimana rancangannya. “Semangat” bagaikan baterai bagi sebuah ponsel agar tetap bisa menerima panggilan telepon maupun melakukan fungsi-fungsi lainnya. Seperti sebuah ponsel mahal dan canggih yang kehilangan segala kemampuannya ketika daya di baterai habis, demikianlah kehidupan kita tanpa “semangat”.

Mindset is the drive – Pola pikirlah yang menggerakkan kita

Pola pikir kita (atau kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah gabungan dari seluruh keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat, dan pemikiran kita — tentang diri kita sendiri, orang lain, dan bagaimana kehidupan berjalan. Pola pikir ialah saringan kita gunakan untuk menafsirkan segala sesuatu yang kita lihat dan alami. Pola pikir kita membentuk kehidupan kita dan menarik kepada diri kita hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti dari pola pikir itu. Bagaimana pola pikir kita menentukan ke mana kehidupan kita bergerak. Pola pikir menggerakkan kehidupan kita.

Kita menyikapi, bereaksi terhadap, dan pada kenyataannya menciptakan “dunia” atau “alam kehidupan” kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kitalah yang memberi tahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, serta mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Contohnya, kita mungkin memiliki pola pikir (karena berbagai pengalaman sebelumnya) yang memberi tahu kita, “Kehidupan ini sangat keras; kita harus berjuang bahkan sekadar untuk hidup pas-pasan.” atau kita mungkin memiliki pola pikir yang “lebih positif” seperti, “Aku punya kemampuan yang hebat. Aku pasti berhasil, apa pun rintangan dan kesulitannya!” Hasil dari masing-masing pola pikir terlihat dari kehidupan masing-masing individu.

Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak. Setiap pola pikir menggerakkan cara hidup tertentu dan membuahkan hasil yang nyata, entah kita menyadari pola pikir itu maupun tidak. Pola pikir bahwa kehidupan ini sangat keras dan kita harus berjuang bahkan sekadar untuk hidup pas-pasan akan menggerakkan cara hidup biasa berjuang dan bekerja keras; tetapi juga yang serba kesulitan dan merasa tak mungkin lepas dari perjuangan serta kondisi pas-pasan. Di sisi lain, pola pikir bahwa diri sendiri punya kemampuan hebat dan pasti berhasil apa pun rintangan atau kesulitannya akan menggerakkan cara hidup yang pantang menyerah dan percaya diri; tetapi juga yang alergi terhadap kegagalan dan cenderung berani melakukan segala cara demi keberhasilan. Kita tidak perlu menyadari keberadaan sebuah pola pikir; kita hanya perlu melihat cara hidup kita dan hasil-hasilnya. Hasil yang kita alami dan peroleh dalam kehidupan kita pasti sesuai dengan pola pikir yang kita yakini.

Pola pikir menggerakkan perilaku dan kehidupan kita. Maka, kita harus memiliki pola pikir yang benar untuk menghasilkan perilaku yang benar dan kehidupan yang maksimal.

New mindset creates changes – Pola pikir yang baru menciptakan perubahan

Bagaimana kita dapat memiliki pola pikir yang baru, yang menciptakan perubahan perilaku dan cara hidup?

1. Think out the box
(berpikir secara kreatif di luar kebiasaan)

Umumnya, kita terbiasa berpikir lazim dan logis, dengan pola “belajar” atau pemahaman yang sistematis dan runut, sehingga tanpa sadar kita menciptakan sebuah kotak pemikiran yang rapi dan teratur lalu kita terus-menerus berdiam di dalam kotak itu. Perubahan pemikiran menjadi “out of the box” berarti berpikir di luar kebiasaan, di luar kelaziman dan rutinitas, dengan pikiran yang kreatif dan ide-ide baru.

2. Be up to date at the moment
(sesuai dengan waktu dan momentum)

Titik awal juga berarti momentum untuk melakukan sesuatu. Konsep waktu memiliki dua pengertian dalam bahasa Yunani: “kronos”, artinya dimensi rutin waktu, dan “kairos”, yaitu momentum waktu. Pembaharuan pikiran juga berarti kesesuaian dengan momentum ini, saat ini, dan tepat peluang.

3. Stay in target
(berada dalam target sasaran)

Tujuan yang jelas mendorong kita untuk segera bergerak mencapainya. Pemikiran yang diarahkan tetap pada sasaran akan mengembangkan imajinasi dan ide-ide baru untuk mengambil langkah awal yang sukses.

4. Keep it under control
(tidak lepas kendali)

Pikiran tidak dapat dibatasi; bisa mengembara ke mana saja sementara tubuh kita diam di tempat. Tanpa pengendalian pikiran yang sehat, kita akan terjebak dalam fantasi belaka. Pembaharuan budi juga berarti tetap dalam penguasaan diri, tidak membiarkan pikiran kita menjadi lepas kendali.

5. Walk on the way of truth
(berjalan dalam kebenaran)

Masing-masing orang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda, tetapi kebenaran adalah tetap. Hakikat pembaharuan budi adalah perubahan sikap berpikir ke arah yang lurus, benar, adil, suci, dan mulia sesuai dengan Firman Tuhan. Tetap berjalan dalam jalur kebenaran memastikan kita tiba pada tujuan akhir setelah segala prosesnya.

Dengan pola pikir yang telah diubahkan menjadi baru sesuai Firman Tuhan, kita akan semakin mengerti kehendak Tuhan, yaitu mana yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna. Inilah yang dimaksud dalam perkataan Firman Tuhan tentang pembaharuan budi dan mengetahui kehendak Allah.

0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-4, RENUNGAN

5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Yakobus 5: 14-16

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

1 Yohanes 1: 7-9

Penjelasan :

Light reveals everything hidden in the darkness. Hidup dalam terang berarti tidak ada yang ditutup-tutupi. Diperlukan keaktifan untuk terbuka dan mengaku dosa. Bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi ketika kita buka hati kita, kita sedang biarkan Allah bekerja memulihkan kita.

Pertanyaan :

  1. Apakah selama ini kamu mempraktikkan saling mengaku dosa dengan komunitas terdekat kamu?
  2. Kalau belum apa yang menjadi penghalang?
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-4, RENUNGAN
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Filipi 1:21

Penjelasan :

Jika kita hidup di dunia ini pastilah ada tujuannya lho. Yesus ingin agar hidup kita senantiasa jadi berkat dan terang bagi banyak orang.

Aktivitas :

Lomba berjalan dengan buku diatas kepala

Gerak & Lagu :

Yesus didalam rumahku Senang senanglah

Doa :

Pakailah hidupku Tuhan untuk jadi terang dan garam dimanapun aku berada.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

When we have the Holy Spirit we have all that is needed to be all that God desires us to be

(Aiden Wilson Tozer)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi sangat terbiasa dan peka untuk terus dipimp- in oleh Roh Allah di setiap hari-hari kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Di istana Babel

1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

1:10tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”

1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

1:12″ Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.

1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.

1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Daniel 1:1-21

REFLECTION

  1. Apa Daniel minta kepada pegawai istana dan bagaimana respon pegawai tersebut? (Ayat 8-9)
  2. Hal apa yang terjadi dengan Daniel dan kawan-kawannya? (Ayat 15, 18-20)

DEVOTION

Berbicara tentang growing in spirituality tidak akan luput untuk kita belajar membi- arkan diri kita terus menerus dipimpin oleh Roh Allah yang berdiam di dalam kita. Tetapi untuk memberi diri dipimpin oleh Roh setiap saatnya, kita butuh menyang- kal setiap keinginan jiwa yang kita miliki. Belajar dari kisah Daniel, bagaimana ia memilih untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan raja. Ia mengetahui bahwa makanan raja sudah didoakan dan dipersembahan kepada berhala-berhala, sehingga ia tidak mau menajiskan dirinya dengan hal tersebut. Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego menyingkirkan keinginan daging mereka dan mengikuti Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan inilah yang membuat Allah mengaruniakan kasih dan sayang dari pemimpin istana kepada mereka, bahkan didapati bahwa tidak ada yang setara dengan mereka karena mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan. Ketika kita sungguh-sungguh membiarkan diri dipimpin oleh Roh setiap saatnya, kita pasti akan menjadi pribadi yang berbeda dan orang lain akan menyadari hal ini bahkan memberikan kita kasih dan sayang. Tetapi untuk bersungguh-sungguh membangun manusia Roh, kita perlu mematikan dan menyingkirkan keingi- nan-keinginan daging kita dan turut dengan Firman saja yang memimpin hidup kita. Kita tidak bisa lagi dipimpin oleh pikiran dan perasaan kita. Akan sangat tidak nyaman karena perlu melepas banya sekali ego, tetapi biarlah kita menjadi rela untuk menyangkal diri dan memikul Salib setiap saatnya karena kita telah menyadari betapa besarnya, lebarnya, tingginya dan dalamnya kasih Tuhan terha- dap hidup kita. Berjalanlah dengan mata yang tertuju kepada Kristus setiap saatn- ya, sehingga kita jadi terbiasa untuk terus dipimpin oleh Roh Allah di dalam kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah terbiasa membangun manusia Rohmu setiap harinya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Nyanyian kemenangan bagi orang Israel

149:1 Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.

149:2 Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!

149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!

149:4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

149:5 Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!

149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

149:7 untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,

149:8 untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi,

149:9 untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

MAZMUR 149:1-9

Seperti halnya bersyukur, menyembah dan memuji Tuhan pun memiliki kuasa. Ketika kita menyembah dan memuji Tuhan, kita pun merasakan sesuatu yang baik dari Allah bagi kita. Kita akan mendapatkan kekuatan, kelegaan, kesembuhan dan berbagai kemenangan rohani.

Menyembah dan memuji Tuhan tidak hanya kita lakukan dengan nyanyian walaupun dapat melalui nyanyian juga. Kita dapat pula lakukan dengan kata-kata pengagungan (menyatakan kebesaran Tuhan), mempersembahkan tubuh, berdoa, termasuk juga dalam segala tindakan, perkataan, hobi, talenta kita yang dilakukan setiap detik. Semua itu adalah bentuk menyembah dan memuji Tuhan.

Ketika kita menyembah dan memuji Tuhan seperti yang tertera di atas (bukan hanya melalui nyanyian saja), sesungguhnya kita sedang menyadari bahwa kita senantiasa ada di hadirat Allah, kita sedang menyadari bahwa Allah ada senantiasa bersama kita.

Dan semua yang diciptakan-Nya seharusnya dan sepatutnya hanya menyembah dan memuji Tuhan, Allah Pencipta segalanya. Karena hanya Dia saja satu-satunya yang patut untuk disembah. Bukan yang lain! Dengan demikian maka kita akan mendapatkan bagian dari Allah bagi kita. Tentunya bukanlah harta, kedudukan tetapi melebihi dari hal tersebut, yaitu keintiman dan hal-hal yang kekal dari Allah.

Jika kita orang-orang yang mengasihi-Nya, orang yang ditebus-Nya, tentunya kita tidak akan henti-hentinya menyembah dan memuji-muji Allah kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perintah apa saja yang terdapat di dalam Mazmur 149 ini?
    2. Apa yang dapat terjadi di balik menyembah dan memuji Tuhan?
    3. Apa yang akan kita terima jika kita menyembah dan memuji Tuhan?
    1. Selama ini, apakah pemikiran dan perbuatan yang saudara anggap menyembah dan memuji Tuhan?
    2. Bagaimana selama ini saudara menyembah dan memuji Tuhan? Dan biasanya kapan saudara menyembah dan memuji Tuhan?
    3. Apa saudara pernah mengalami sesuatu ketika menyembah dan memuji Tuhan? Kapan terakhir kalinya saudara mengalami Tuhan secara mendalam?
    1. Datanglah kepada Tuhan, mulailah naikkan penyembahan dan pujian saudara kepada Allah dengan takut dan hormat.
    2. Tanyakan kepada anggota keluarga, Kompak dan Komsel saudara apa yang mereka alami ketika mereka menyembah dan memuji Tuhan. Jika mereka mengalami kesulitan, dukunglah mereka dan ajar dan ajaklah mereka menyembah dan memuji Tuhan bersama.
    3. Datanglah sekali lagi kepada Tuhan, dan bertanyalah : Tuhan, hal apa yang Engkau inginkan dari padaku? (Lakukan dengan menjurnal – menulis). Taatilah yang Tuhan katakan.

Topik Doa:

Tetap kita menggunakan Doa Bapa Kami sebagai topik Doa. Lakukanlah dengan hati yang menghormati Bapa dan menyadari kehadiran-Nya.
0

Skip to toolbar