POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-4, RENUNGAN

1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

1:7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

2 Petrus 1: 5-10

Penjelasan :

Perjuangan akan menjadi sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Kita perlu mengetahui tujuan perjuangan kita, apa yang kita mau capai. Tujuan dari perjuangan kita adalah untuk mengenal pribadiNya. Inilah keberhasilan yang sejati, bahwa kita mencapai hidup yang kekal yaitu pengenalan akanNya. Oleh karena itu, kita perlu sempurnakan perjuangan kita dengan kasih; kasih akan saudara dan kasih akan semua orang.

Pertanyaan :

  1. Hal apa lagi yang perlu ditambahkan atas iman kita?
  2. Apa dampaknya bila semua itu ada dengan berlimpah- limpah?
  3. Selama ini apakah yang kamu kejar dalam hidup sehari- harimu?
  4. Apakah ada yang ingin kamu capai?
  5. Buatlah komitmen yang baru untuk terus membangun imanmu dan pengenalan mu akan Tuhan!
0

06/2019 Juni, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-4, RENUNGAN
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Galatia 5:13

Penjelasan :

Dalam Yesus kita adalah pemenang dan merdeka. Kita dikasihi oleh Tuhan bukan karena perbuatan kita lagi tapi kita dikasihi karena anugrahNya. Jadi marilah kita hidup untuk melayani…

Gerak & Lagu :

Aku Bahagia
Bahagia 3*
(Yesua angkat bebanku dan buang kelaut)

Doa :

Terima kasih Tuhan untuk anugrahMu yang besar bagi hidupku. Sehingga aku dikasihi bukan karena perbuatanku tapi karena anugrahMu.

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

The more you believe and trust God, the more limitless your possibilities become for your family, your career, your life!

(Rick Warren)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat terus mempercayai dan bersandar kepada Tuhan disetiap musim kehidupan sebagai bukti kita terus membangun kekuatan roh kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Perapian yang menyala-nyala

3:1 Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.

3:2 Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.

3:3 Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.

3:4 Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: “Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:

3:5 demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;

3:6 siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!”

3:7 Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.

3:8 Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.

3:9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: “Ya raja, kekallah hidup tuanku!

3:10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,

3:11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

3:12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.”

3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.

3:20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

3:21 Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

3:22 Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.

3:23 Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.

3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!”

3:25 Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”

3:26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

3:27 Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.

3:28 Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

3:29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.”

3:30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Daniel 3:1-30

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–

2 Korintus 5:7

REFLECTION

  1. Ketetapan apa yang Raja Nebukadnezar keluarkan? (Ayat 4-7)
  2. Bagaimana respon Sadrakh, Mesakh dan Abednego? (Ayat 16-18)
  3. Keajaiban apa yang Tuhan lakukan di akhir cerita? (Ayat 24-30)

DEVOTION

Bersandar kepada Tuhan setiap saat, bukan menjadi sesuatu yang mudah untuk kita lakukan. Ada masa-masa dimana apa yang kita lihat dan dengar membuat kita tidak dapat berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Tetapi dikatakan bahwa kita perlu hidup karena percaya dan bukan karena melihat. Kisah dapur perapian, menjadi pengalaman iman yang sangat besar yang dapat kita teladani. Kesungguhan hati yang ditujukan oleh Sadrakh-Mesakh-Abednego membuat mereka tidak mau menyembah allah lain – patung yang dibuat oleh Nebukadnezar, sehingga mereka perlu menanggung konsekuensi untuk masuk ke dalam dapur perapian. Kesungguhan hati kepada Tuhan dan kekuatan roh mereka tidak membuat mereka berhenti untuk masuk ke dapur perapian. Jika menilai menggunakan penglihatan jasmani, kita bisa lihat bahwa Tuhan gagal menolong mereka. Tetapi Tuhan membawa pengalaman iman yang baru untuk mereka, sekalipun mereka perlu masuk ke dalam dapur perapian, tetapi Tuhan menolong mereka dengan membuat mereka tidak terluka dan tidak terbakar sedikitpun. Ketika raja melihat hal ini, heranlah ia dan memanggil Sadrakh-Mesakh-Abednego keluar, raja mendapati bahwa mereka tidak mempan oleh api, rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Hingga raja berkata “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abed- nego!” Ada masa-masa dimana sepertinya Tuhan tidak menolong kehidupan kita dan kita dibiar- kan masuk ke dalam lembah kekelaman. Biarlah kita kembali menyadari bahwa kita hidup bukan dengan apa yang kita lihat, tapi dengan apa yang kita percayai dan apa yang kita percayai terletak pada kekuaran manusia roh kita! Percayalah kepada Tuhan, bersungguh hatilah kepada Dia setiap saatnya! Sehingga kita akan mendapati bahwa Tuhan mampu membawa kita dari suatu kemustahi- lan yang ada kepada kemustahilan yang lainnya sebab kebesaran-Nya akan terus dinyatakan kepada siapa yang percaya dan terus bersandar kepada Dia!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu bersandar kepada Tuhan setiap saatnya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Terbukalah dengan pemuridmu, apa yang menjadi penghalangmu untuk dapat terus menerus percaya dan bersandar kepada Tuhan?

0

06/2019 Juni, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

MATIUS 15:8-9

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

1 TIMOTIUS 4:7-9

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Roma 12:1

Pemikiran kita tentang ibadah terkadang adalah datang berkumpul bersama-sama untuk menyembah, memuji dan sebagainya. Hal tersebut tidaklah salah. Namun kita perlu hal yang tidak kalah pentingnya dalam memiliki pengertian tentang ibadah.

Roma 12 mengatakan bahwa ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kita.

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa beribadah itu melakukan segala sesuatu itu sepadan (hati dan perkataan haruslah sama = tidak munafik) dan lebih taat kepada Tuhan daripada manusia.

Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk melatih diri dalam beribadah, dalam membangun kehidupan di dalam Tuhan. Hal-hal demikian menjadi hal yang sangat perlu menjadi perhatian bagi kita dalam membangun kehidupan menyukai ibadah.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah ibadah yang sejati itu menurut Roma 12:1?
    2. Apakah ibadah menurut ajaran Tuhan dalam Matius 15:8-9?
    3. Bagaimana Paulus mengajarkan Timotius dalam berlatih ibadah?
    1. Bagaimana selama ini saudara berpikir tentang ibadah?
    2. Pencerahan apakah yang saudara terima tentang ibadah?
    3. Latihan ibadah ataukah latihan badani yang lebih menjadi prioritas dalam hidup saudara selama ini?
    1. Hal apakah yang akan saudara lakukan dalam membangun kehidupan menyukai ibadah mulai hari ini?
    2. Tanyakan kepada anggota keluarga, Kompak dan Komsel saudara pencerahan dan ibadah seperti apa yang selama ini mereka bangun? Ceritakan pula apa yang saudara alami bersama Tuhan.
    3. Teruslah ambil waktu untuk bertanya kepada Tuhan : Tuhan, aku rindu menyenangkan Engkau. Apa yang Engkau mau aku lakukan bagi-Mu hari ini? (Lakukan dengan menjurnal – menulis). Taatilah yang Tuhan katakan.

Topik Doa:

Mari datang kepada Bapa dengan Doa Bapa Kami yang diucapkan dengan hati yang menyadari Bapa yang senantiasa memandang kita dengan kasih yang tak terbatas.
0

Skip to toolbar