POSTS
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1 Korintus 14:2-4

Penjelasan :

Kita perlu membangun manusia Roh kita. Salah satu caranya adalah dengan berbahasa Roh. Saat kita berbahasa Roh, kita sedang membangun hubungan dengan Allah. Kita “terhubung” (connect) dengan Allah (yang adalah Roh) melalui berbahasa Roh. Ketika kita terhubung dengan Allah, kita akan bertumbuh dan semakin peka akan pimpinan Allah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun manusia Roh kita melalui bahasa Roh. Walaupun kita belum berbahasa Roh, kita tetap perlu membangun manusia Roh kita. Kita bisa melakukannya dengan membangun kehausan akan Tuhan.

Pertanyaan :

  1. Kepada siapakah kita berkata-kata ketika kita berbahasa roh?
  2. Apakah yang terjadi ketika kita berbahasa roh?
  3. Seberapa kamu menyadari tentang pentingnya berbahasa roh?
  4. Apakah kamu punya pengalaman ketika berbahasa roh?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.
Ayub 4:8

Penjelasan :

Yaa, bagi setiap kita Tuhan ajarkan bahwa mata Tuhan selalu melihat tanpa henti.
Jika papa dan mama memberikan nasihat atau larangan terhadap sesuatu pastilah maksud papa dan mama adalah demi kebaikan kita. Demikian pula dengan Tuhan kita. Apapun yang tertulis di dalam Alkitab adalah untuk kebaikan kita semuanya.

Aktivitas :

Membuat teropong dari kertas

Gerak & Lagu :

Jangan lelah bekerja di ladangNya Tuhan

Doa :

Terima kasih Tuhan karena FirmanMu terang dan pelita bagi kaki dan jalan-jalanku. Aku tidak akan tersesat dan aku dapat melihat terang yang menuntun di dalam hidupku.

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

We have forgotten that the path is narrow

Paul Washer

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus membangun diri yang kuat Roh, sehingga kita mengikut Kristus dengan sungguh-sungguh sekalipun pintunya sesak dan jalannya sempit.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Jalan yang benar

7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Matius 7:12-14

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Matius 16:24

REFLECTION

  1. Apa yang menjadi isi seluruh hukum taurat dan kitab para nabi? (Ayat 12)
  2. Pintu dan jalan apa yang perlu kita masuki? (Ayat 13-14)
  3. Hal apa yang perlu kita lakukan untuk mengikut Yesus? (Matius 16:24)

DEVOTION

Perjalanan mengikut Yesus, bukanlah suatu perjalanan yang mudah. Kita perlu menyangkal diri kita, memikul salib dan mengikut Dia. Kita tidak bisa membi- arkan diri kita dipimpin oleh daging lagi ketika kita mau mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh. Setiap orang yang radikal, pasti akan semakin membenci dosa dan semakin mengasihi Yesus. Tetapi tidak semua orang Kristen adalah orang percaya dan tidak semua orang percaya mau radikal mengikut Yesus. Ketika kita sungguh-sungguh mau mengarahkan hidup kita kepada Firman dan kita ingin menjadi serupa dengan Kristus, kita perlu rela untuk berjalan di pintu yang sesak dan jalan yang sempit. Kita perlu rela untuk menyangkal daging. Ya, akan sangat tidak nyaman untuk tidak membiarkan hidup kita dipimpin oleh jiwa kita yang rusak. Kita pasti akan dianggap “aneh” atau “bodoh” oleh dunia ini, but it’s ok, it’s fine untuk dunia menganggap kita berbeda karena kita memang berbeda. Dunia katakan kita “bodoh” karena mereka tidak mengenal Firman-Nya. Jalan menuju kekekalan memang sesak dan sempit, sehingga dikatakan sedikit orang yang mendapatinya. Kita perlu hidup radikal dalam mengikut Kristus, berani dan rela untuk masuk di pintu yang sesak dan berjalan dalam jalan yang sempit, berani dan rela untuk dilihat berbeda dari dunia ini serta menyangkal diri dan memikul salib kita karena hanya melalui jalan inilah kita benar-benar menjadi semakin serupa dengan Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Sejujurnya, pintu dan jalan manakah yang kamu sedang jalani? Hal apa saja yang telah kamu lakukan untuk menyangkal diri dan mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling ceritalah apa yang kamu mau lakukan untuk menjadi semakin kuat di dalam roh dan menjadi radikal dalam mengikut Kristus!

0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Ezra diberi kuasa oleh raja untuk mengatur kebaktian dalam rumah Allah

7:1 Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia

7:2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub

7:3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot

7:4 bin Zerahya bin Uzi bin Buki

7:5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala.

7:6 Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.

7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta.

7:8 Lalu tibalah ia di Yerusalem pada bulan kelima, yakni pada tahun ketujuh zaman raja itu.

7:9 Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh karena tangan murah Allahnya itu melindungi dia.

7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Ezra 7:1-10

Ezra adalah seorang imam keturunan Harun. Tapi ia bukan hanya imam, ia juga disebut sebagai ahli kitab. Di tengah kondisi bangsa Israel yang sebelumnya ada dalam masa pembuangan, ada Ezra yang mempelajari Firman Tuhan. Ia tentunya bukan baru sebentar mempelajari Firman. Ia belajar dengan tekun. Karena ketekunannya inilah ia kemudian dipakai oleh Tuhan memulihkan bangsanya.

Perhatikan sikap Ezra: “Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar …” Dan seperti yang diterangkan, ia sudah melakukannya di tengah kondisi bangsanya yang sudah kehilangan takut akan Tuhan!

Bagaimana dengan saudara?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah Ezra?
    2. Dari mana Ezra dan ke manakah ia pergi? Siapakah yang mengutus dia?
    3. Seperti apakah Ezra digambarkan?
    1. Selama ini, bagaimana kondisi saudara dibandingkan dengan kondisi Ezra?
    2. Pakah kondisi sekeliling saudara menghalangi atau mendukung saudara dalam mempelajari Firman Tuhan?
    3. Apakah saudara memiliki kerinduan besar mempelajari Firman Tuhan terlepas dari kondisi dan situasi sekeliling saudara?
    1. Bagaimana saudara mau meningkatkan kerinduan saudara dalam mempelajari kebenaran-Nya?
    2. Apa yang mau saudara lakukan supaya saudara bisa menjadi berkat lewat saudara melakukan Firman Tuhan?
    3. Diskusikan dengan membahas kerinduan saudara dalam Kompak dan keluarga saudara! Dan lakukan tindakan saling menguatkan!

Topik Doa:

Berdoa bagi setiap menteri-menteri yang ada di pemerintahan ini, agar dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepada mereka dengan hati yang penuh sukacita dan hikmat dari Tuhan.
0

Skip to toolbar