POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-5, RENUNGAN

Pencobaan di padang gurun

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”

4:4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

4:6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”

4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Lukas 4: 1-13

Penjelasan :

Waktu itu, Yesus telah berpuasa selama 40 hari, dan ia lapar. Namun, Yesus bertahan dalam pencobaan. Ia tidak mengikuti keinginan dagingNya. Ia tidak diseret dan dipikat oleh keinginanNya. Sebanyak tiga kali Yesus dicobai, sebanyak tiga kali pula Yesus menang atas pencobaan. Yesus bisa menang, karena Ia mengenal Firman, hidup penuh dengan Firman, dan terus memperkatakan Firman. Sama seperti Yesus, setiap kita juga pasti bisa menang atas pencobaan. Tapi, kita harus memberi diri kita dipimpin oleh Firman. Kita harus hidup taat kepada Firman dan terus memperkatakan Firman. Ketika Firman melekat dalam hidup kita, dslam hati dan pikiran kita, kita tidak akan mudah diseret oleh keinginan kita.

Pertanyaan :

  1. Apakah niat dari Iblis yang mencobai Yesus?
  2. Mengapa Tuhan ktia dapat menang dari pencobaan?
  3. Apakah Iblis akan berhenti untuk mencobai Tuhan?
  4. Jika kamu mengalami seperti Tuhan Yesus, apakah kamu akan menang?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Baby, 2019 Toga, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-5, RENUNGAN
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Mazmur 136:1a

Penjelasan :

Akan banyak orang yang mengaku ia adalah pengikut Kristus. Namun dari hidupnyalah kita dapat melihat apakah ia benar- benar pengikut Kristus atau bukan. Jika kita mengaku adalah pengikut Kristus pastilah kita akan mencintai FirmanNya dan melakukan apa yang tertulis di dalamnya.

Aktivitas :

Mewarnai

Gerak & Lagu :

Kubersyukur

Doa :

Tuhan, terima kasih untuk perlindunganMu sepanjang tahun 2019 ini, kami sekeluarga sangat bersyukur kepadaMu. Terus sertai kehidupan kami sepanjang tahun yang baru, supaya kami terus menjadi berkat untuk sekitar kami, amin.

0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

KEJADIAN 22:1-18

Kita mungkin sudah mengetahui siapakah Abraham yang pada saat Allah memanggil dia keluar dari tanah asalnya, tanah tempat ia dan keluarganya tinggal. Ketika dipanggil Allah, ia masih bernama Abram dan bukan dididik dari keluarga yang takut dan menyembah Tuhan. Tetapi ketika Allah memanggil, ia langsung berespons: Taat.

Abram taat dan mulai menghadapi berbagai pengalaman iman, baik secara Pribadi, maupun bersama. Allah pun berkali-kali berfirman, antara lain tentang perjanjian sunat dan janji keturunan kepada Abram pada saat berusia sembilan puluh sembilan tahun. Allah juga mengubah nama mereka menjadi Abraham dan Sara.

Sampai kemudian sungguh janji itu digenapi. Anak yang lahir dari Sara ini bernama Ishak. Namun Allah memberi perintah agar Abraham mempersembahkan anak yang dijanjikan tersebut untuk dikorbankan. Dan seperti kita baca, Abraham tidak bernegosiasi tetapi berespons taat.

Melalui ketaatannya inilah, Abraham mendapat berkat dan menjadi berkat.

Walau melalui proses kehidupan yang sangat panjang yang dialami Abraham selama kira-kira dua puluh lima tahun, kita menyaksikan bahwa berkat yang diberikan melalui Abraham kekal adanya hingga kita pun mengalaminya.

Mari kita terus belajar dari Abraham untuk melatih diri kita sebagai manusia Allah untuk hidup menjadi pelaku Firman yang taat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang diperintahkan Allah kepada Abraham?
    2. Kapan Abraham melakukan perintah Allah? Adakah negosiasi antara Abraham dan Allah?
    3. Mengapa Abraham dapat hidup sedemikian taat kepada Allah? Dan berkat apakah yang dialami oleh Abraham?
    1. Apakah saudara sepenuhnya taat kepada Allah? Mengapa?
    2. Apakah yang saudara lihat dalam hidup saudara tahun ini dalam merespons setiap perkataan Allah (= Firman Tuhan)? Seberapa saudara taat dan seberapa saudara mengabaikannya? Tuliskan dan temukan mengapa!
    3. Cobalah mengevaluasi diri saudara sepanjang 2019 dalam seberapa besar saudara merespons Firman Tuhan dan seberapa besar saudara mengabaikannya? Berkat apa yang saudara alami ketika merespons Firman Tuhan. Tuliskan!
    1. Jika saudara serius di tahun 2020 mau menjadi pribadi yang merespons Firman Tuhan, tuliskan keputusan dan langkah apa saja yang saudara akan lakukan dan taati!
    2. Datanglah kepada Tuhan, bawalah apa yang saudara telah tuliskan!
    3. Ambil waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan kompak untuk mengucap syukur dan saling mendoakan serta menceritakan apa yang menjadi keputusan saudara di tahun 2020.

Topik Doa:

Bawa korban syukur atas apa yang Tuhan telah lakukan atas kota dan bangsa kita. Berkatilah penduduknya, pemerintahan atas kota dan bangsa kita.
0