PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Galatia 2 : 19-20

19. Sebab melalui torat aku telah mati bagi torat, supaya aku dapat hidup bagi Allah.

20. Aku telah disalibkan bersama Kristus. Aku hidup, tetapi bukan lagi aku, melainkan Kristus hidup di dalam aku. Dan apa yang sekarang aku hidup di dalam daging, aku hidup oleh iman Putra Allah yang telah mengasihi aku dan yang telah menyerahkan diri-Nya demi aku. (MILT)

Ulangi kembali membaca ayat di atas secara perlahan (saudara dapat mengganti kata aku dengan nama saudara) dan lakukan sambil membayangkan setiap katanya. Lakukan sambil berdialog dengan Tuhan sebelum membaca tulisan di bawah ini.

Paulus mengatakan kepada jemaat Galatia bukan hanya hal yang ia ketahui, tetapi hal yang ia alami dan hidupi. Yaitu hidupnya bukan dia lagi tetapi Kristus. Dalam beberapa minggu ini Tuhan sedang mengingatkan hal ini bagi kita semua. Sebagai manusia Allah, kita tentunya memiliki kerinduan untuk hidup menyenangkan Tuhan, hal yang dapat kita lakukan adalah kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi membiarkan Kristus yang hidup dan memerintah hidup kita. Dengan demikian, kita akan hidup oleh iman Putera Allah, yaitu hidup sesuai dengan perkataan dan mengikuti pimpinan-Nya. Bukan lagi hidup dengan apa kata kita dan apa kata orang lain.

Dengan hidup seperti ini tentunya kita akan hidup taat melakukan perintah-Nya setiap waktu, kita akan rindu untuk melekat terus kepada-Nya. Karena kita menyadari bahwa jika kita hidup hari ini, hidup kita hanya bagi Allah saja.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Bagaimana seharusnya kita hidup?
    2. Siapakah yang seharusnya hidup di dalam kita?
    3. Kepada siapa seharusnya kita hidup?
    1. Apakah saudara telah hidup bagi Allah? Atau masih hidup bagi diri dan keinginan saudara sendiri?
    2. Menurut saudara, mengapa saudara masih hidup demikian?
    3. Masih adakah hal yang saudara harus buang agar hidup saudara hanya bagi Allah? Tuliskan dan perkatakan hal apa yang saudara harus dan mau buang dalam hadirat Tuhan.
    1. Berdoalah minta kebenaran Firman dan ucapkan hal tersebut kepada diri saudara sendiri. Ulangi hal tersebut sesering mungkin dalam hari ini.
    2. Ambillah komitmen dan bawa dalam doa, agar saudara terus menyadari untuk membuang hal yang jahat dan kotor dan terus menerima Firman Tuhan serta memperkatakan Firman tersebut sesering mungkin.
    3. Miliki waktu bersama keluarga dan kompak saudara. untuk saling membagikan, membangun dan mendoakan.

Topik Doa:

Berdoa bagi keadaan cuaca hari-hari ini. Kita percaya Allah berdaulat dalam segala keadaan.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Kita telah hidup di dalam Kristus dan Kristuslah yang seharusnya hidup di dalam kita, karena kita telah menjadi milik Kristus. Dengan demikian tentulah kita senantiasa memiliki kerinduan untuk mengenal dan hidup dekat dengan Kristus, yang pasti akan membuat kita secara otomatis bertumbuh di dalam iman Kristus.

Sebagai manusia milik Kristus, kita tentunya tidak pernah lelah dan jemu untuk berdoa, membaca, merenungkan, memperkatakan bahkan mentaati setiap perintah yang Firman telah nyatakan bagi kita. Tentunya kita terus memiliki waktu dan keinginan untuk bersekutu dengan Firman-Nya. Karena kita senantiasa memiliki kerinduan untuk menyenangkan Tuhan dengan menjadi pelaku Firman yang taat bukan hanya membaca dan percaya kepada Firman saja.

Bersama keluarga, kompak dan saudara seiman kita mau terus memiliki iman yang bertumbuh dalam pengenalan Kristus dengan kita tetap memiliki gaya hidup saling (hidup dalam akuntabilitas) setiap waktu.

Mari kita hidup bagi Allah dan hidup menyenangkan Dia selalu!

Ayat Hafalan:

“Oleh karena segala pemberian dan janji Allah kepada kita itu, janganlah kita sekedar percaya akan hal-hal yang dijanjikan kepada kita, tetapi marilah kita masing-masing sungguh-sungguh berusaha untuk menjalankan apa yang kita percaya itu.
2 Petrus 1:5a (TSI)
0

Skip to toolbar