POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Tuhan adalah satu-satunya hakim

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.

4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.

4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Ibrani 10:22-25

Penjelasan :

Dalam bacaan ini Paulus menyatakan diri sebagai hamba Kristus yang dituntut untuk dapat dipercaya. Di jemaat Korintus, mungkin Paulus belum sepenuhnya dipercaya semua orang. Tetapi pernyataan Paulus adalah dia menyatakan dan menganggap penting penilaian Tuhan atas hidupny; bukan penilaian manusia atas dirinya ataupun penilaian dirinya sendiri.

Pertanyaan :

    Apa yang dituntut dari kita sebagai hamba Kristus?

    Bagaimana sikap kita seharusnya satu dengan yang lain?

    Dan bagaimana seharusnya sikap kita menanggapi penilaian orang atas hidup kita?

    Saat kamu menerima penilaian yang kurang baik atas hidupmu dari orang lain, bagaimana perasaan kamu? Bagaimana kamu akhirnya bersikap?

    Selama ini seberapa jauh penilaian orang lain mempengaruhi hidupmu?

0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

1 Petrus 2:21-24

Dituliskan bagi kita bahwa kita harus hidup menuruti teladan Kristus.

Kristus memberi teladan yang luar biasa. Ia tidak hanya memberikan diri-Nya datang ke dunia tetapi mengalami banyak penderitaan agar manusia berdosa dipulihkan hubungannya dengan Bapa supaya amanat Allah yang semula dapat terjadi.

Yesus memberi teladan dengan menjaga diri-Nya tidak mengikuti keinginan daging. Tidak seperti yang pernah dialami oleh Adam yang tidak menjaga dirinya untuk hidup sesuai dengan Firman hingga jatuh ke dalam dosa. Padahal kepada Adam-lah Bapa memberikan misi-Nya untuk dilakukan.

Tidak demikian dengan Yesus. Ia mengerti untuk apa Ia datang ke dunia, yaitu untuk melakukan misi Bapa. Karena itu Ia menjaga diri-Nya dengan tidak mengikuti keinginan daging, tetapi hidup berfokus pada kebenaran yaitu kepada tujuan semula manusia diciptakan, kepada apa yang telah di-firmankan Allah sejak semula kepada manusia.

Karena itu, kita terus diingatkan untuk memulainya dari “saya” dalam membangun manusia roh kita (membangun manusia yang dipimpin oleh Roh Allah) dengan senantiasa membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman. Agar kita hidup semakin mengenal Dia dan mengerti kalau kita hidup, kita hidup dengan mengikuti keteladanan-Nya. Yaitu selama hidup-Nya di bumi ini, Yesus senantiasa menjaga hidup sesuai Firman (mati terhadap dosa), menderita, bahkan ketika dicaci maki, Ia tidak membalas, agar amanat Allah semula (Kejadian 1:28) digenapi.

Maukah kita hidup mengikuti teladan Yesus? Hidup berfokus menyelesaikan misi Bapa dengan dimulai dari “saya” yang terus menerus membangun manusia roh serta membangun gaya hidup saling dengan rekan komunitas sepakat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Untuk apa kita dipanggil? Dan apa yang diperintahkan bagi kita?
    2. Apa saja yang pernah dialami Yesus?
    3. Apa yang dilakukan oleh Yesus ketika Ia mengalami hal-hal tersebut?
    1. Apakah saudara telah mengetahui tujuan saudara masih hidup di dunia hingga hari ini?
    2. Apa yang selama ini saudara lakukan jika dianiaya, dicaci maki, ataupun penderitaan termasuk sakit penyakit datang kepada diri saudara?
    3. Bagaimana seharusnya respons saudara ketika hal tersebut datang? Apakah sama dengan respons saudara selama ini?
    1. Kebenaran apa yang saudara terima pada hari ini? Apa yang Tuhan katakan kepada saudara?
    2. Jika segala macam hal yang tidak enak menurut daging saudara alami hari ini, apa yang akan saudara lakukan?
    3. Apa yang saudara akan lakukan dengan rekan komunitas sepakat saudara?

Topik Doa:

Berdoalah bagi komunitas-komunitas agar imannya terbangun dan bergerak bersama menyelesaikan misi Bapa.
0