POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Apolos di Efesus

18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.

18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.

18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.

18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.

18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Kisah Para Rasul 18: 24-28

Penjelasan :

Dalam bacaan ini ada beberapa tokoh yang penting. Apolos, seorang yang belum lama mendengar tentang kebenaran firman tentang Yesus (“jalan Tuhan”). Lalu ada Akwila dan Priskila, suami istri Yahudi rekan pelayanan Paulus yang melayani bersama Paulus di Korintus dan juga bersama berangkat ke Efesus. Apolos seorang yang berani dan cakap mengajar. Tetapi masalahnya ia belum mengetahui kebenaran firman secara lengkap. Dalam hal ini, Akwila dan Priskila, membawa Apolos ke rumah mereka dan menjelaskan kebenaran firman. Kita perlu belajar dari bagaimana Akwila dan Priskila bersikap dalam menghadapi saudara seiman. Mereka melihat kebaikan dalam diri Apolos, walaupun ada kekurangannya. Dan mereka berusaha mengisi kekurangan itu.

Pertanyaan :

    Siapakah Apolos yang disebutkan dalam bacaan ini? Siapakah Akwila dan Priskilla?

    Apakah kelebihan dan kekurangan Apolos?

    Bagaimana Akwila dan Priskilla menyikapi kondisi Apolos? Seberapa mereka sudah mengenal Apolos?

    Pernahkah kamu mengalami ada saudara seiman yang melakukan kesalahan? Bagaimana kamu bersikap?

0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Hidup menurut daging atau Roh

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Galatia 5:16-26

Mengapa kita terus menerus diingatkan untuk membangun manusia roh (membangun manusia yang hidup dipimpin oleh Roh Allah dan bukan keinginan daging)? Karena kita ditebus Allah dari dosa kita, agar kita menyelesaikan misi Bapa yang pernah diberikan kepada Adam, namun Adam gagal. Yesus datang sebagai Adam yang akhir (1 Korintus 15:45) untuk memulihkan manusia. Agar manusia kembali kepada amanat Allah yang semula (Kejadian 1:28) dan menyelesaikan misi tersebut.

Dalam menyelesaikan misi Bapa, kita sebagai manusia tebusan, tidak boleh hidup dipimpin oleh keinginan daging tetapi hidup dipimpin oleh Roh Allah. Jika kita hidup dipimpin oleh Roh maka akan menghasilkan buah Roh, jika kita dipimpin oleh daging pun akan menghasilkan buah daging.

Melalui buah Roh inilah kita dapat menyelesaikan misi Bapa. Buah Roh akan dirasakan oleh sesama kita dan melalui hal itu kita dapat menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan kita hingga hubungan mereka dipulihkan dengan Bapa. Dengan demikian maka kita melakukan multiplikasi beranak cucu dan memenuhi bumi dengan orang-orang yang tidak saja telah berpindah ke dalam kerajaan Allah tetapi melahirkan orang-orang yang hidup sesuai dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Orang-orang yang telah menjadi murid Yesus dan hidup untuk menyelesaikan misi Bapa. Kita semua diberi amanat dan juga kuasa untuk menaklukkan hal-hal dunia dan keinginannya.

Semua ini dapat terjadi kalau kita tetap hidup membangun manusia roh kita yang dimulai dengan membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman setiap waktu. Dan terus membangun gaya hidup akuntabilitas (gaya hidup saling) dengan komunitas sepakat saudara.

Mari kita bersama-sama menyelesaikan misi Bapa. Mulailah dari “saya” dahulu dalam membangun manusia roh senantiasa dan terus membangun gaya hidup saling dengan rekan komunitas sepakat!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perintah apa yang dikatakan kepada saudara?
    2. Bagaimana cara menang dari keinginan daging?
    3. Jika kita sadar bahwa kita adalah milik Kristus, apa yang seharusnya menjadi bagian hidup kita?
    1. Bagaimana cara hidup saudara hari-hari ini dalam membangun manusia roh?
    2. Apa yang hari-hari ini saudara lakukan ketika keinginan daging dan hawa nafsu itu menguasai hidup saudara?
    3. Apakah saudara menyadari bahwa saudara hidup untuk menyelesaikan misi Bapa?
    1. Jika saudara menyadari, apa yang akan senantiasa menjadi komitmen hidup saudara?
    2. Langkah praktis apa yang akan saudara lakukan agar hidup saudara senantiasa untuk menyelesaikan misi Bapa?
    3. Komitmen apa yang akan saudara lakukan bersama rekan kompak dalam menyelesaikan misi Bapa?

Topik Doa:

Berdoalah bagi para Penatua, pemimpin, pemurid serta murid-murid saudara.
0