POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Daniel 3: 13-18

Penjelasan :

Tiga manusia Allah ini telah kita ketahui bahwa mereka setia kepada Allah mereka. Harga yang mereka bayar dalam mengiring Allah mereka tidak mereka hitung karena kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka senantiasa hanya rindu untuk memuja Allah bukan dewa-dewa lain yang ada. Kesetiaan mereka dalam memuja Allah, terbukti.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana iman mereka menurut kamu?
  2. Mengapa mereka dapat memiliki iman seperti itu?
  3. Siapa yang mereka puja?
  4. Mengapa mereka tidak mau memuja dewa-dewa lain? Bahkan rela mati daripada memuja dewa lain?
  5. Bagaimana dengan imanmu menurut kamu sendiri?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Kolose 3: 22-4:1

Dua peran berbeda dibahas dalam bacaan kita. Peran hamba atau pelayan adalah peran kita semua. Bagi seorang karyawan, ia adalah “hamba” terhadap perusahaan tempat ia bekerja. Bagi penjual, ia adalah “hamba” terhadap para pelanggannya.

Setiap anak Tuhan juga adalah hamba / pelayan Tuhan yang diutus Tuhan, melayani orang lain dan melayani jiwa-jiwa. Bahkan pemimpin pun, menurut ajaran Kristus, harus menjadi pelayan bagi semua. Sebagai hamba mari kita taat dan melayani dengan penuh ketulusan. Demikianlah hamba dapat mendatangkan sorga di bumi.

Bagaimana dengan peran sebagai tuan? Dalam tingkat yang berbeda-beda, satu saat kita akan dipercaya menjadi pemimpin. Kalau kita sudah belajar bersikap benar dalam peran sebagai hamba / pelayan, kita akan lebih mudah mengerti, bijaksana dan punya sikap benar pula sebagai pemimpin. Pemimpin / tuan harus juga melayani karena pemimpin juga pelayan bagi yang dipimpin. Mari kita bersikap adil dan bijaksana sebagai pemimpin. Cara kita memimpin dapat mendatangkan sorga kepada setiap mereka.

Mari datangkan sorga di bumi dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Peran apa saja yang disebutkan dalam bacaan ini? Apakah tanggung jawab peran masing-masing?
    2. Apakah peran ini saling mendukung atau saling bertabrakan satu sama lain?
    3. Dengan perbedaan ini, apakah berarti ada yang lebih rendah atau tinggi martabatnya?
    1. Dalam hal apa saudara memiliki peran hamba? Apakah saudara sudah berlaku sebagai hamba yang taat dan setia?
    2. Apa penghalang dan pergumulan saudara dalam berlaku sebagai hamba yang setia?
    3. Bagaimana dengan peran saudara sebagai pemimpin? Dalam hal apa saudara dipercayakan untuk memimpin? Apakah saudara sudah mengenali orang-orang yang saudara pimpin?
    1. Perubahan apa yang mau saudara lakukan untuk menjadi hamba dan pemimpin yang semakin baik?
    2. Mari akui keberhasilan dan kegagalan saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling menguatkan dalam komunitas sepakat saudara! Pastikan teman sepakat saudara semakin bertumbuh dalam perannya sebagai hamba maupun pemimpin!

Topik Doa:

Bawa dalam doa bagi keamanan di negara kita. Biarlah perlindungan Tuhan nyata bagi rakyat Indonesia.
0