POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Maleakhi 3:8-11

Penjelasan :

Seluruh harta dunia ini adalah milik Tuhan. Bukan milik kita, tetapi dipercayakan kepada kita untuk kita mengelolanya. Untuk dapat setia membawa persembahan, kita perlu melatih diri kita untuk dapat mengelola keuangan kita dimulai dari mengelola keinginan-keinginan kita. Kita dapat mengelola keuangan kita dengan mengeluarkan uang membeli yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Dan kita perlu melibatkan Tuhan ketika kita ingin memakai harta dunia yang ada pada kita.

Pertanyaan :

  1. Siapakah penipu yang Allah maksudkan dalam bacaan ini?
  2. Dalam hal apa manusia menipu Allah?
  3. Menurut kamu apa penyebab manusia menipu Allah?
  4. Bagaimana agar kita tidak menjadi penipu?
  5. Bagaimana dengan hidupmu?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Taat dan kasih

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Efesus 5:22-33; 6:1-4

Peran dalam rumah tangga adalah peran yang sehari-hari kita jalani. Perintah bagi suami adalah untuk mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat. Istri diperintahkan untuk tunduk dan hormat kepada suaminya. Anak-anak diperintahkan untuk taat dan hormat. Orang tua / bapa diperintahkan untuk mendidik di dalam ajaran Tuhan tanpa membangkitkan amarah.

Kenyataannya, hal sehari-hari inilah yang sukar untuk kita laksanakan dengan konsisten, khususnya karena kita melihat orang yang harus kita kasihi, hormati, taati, ataupun ajarkan … jauh dari harapan kita. Sedangkan standar ketaatan kita kepada Firman Tuhan adalah lakukan semua itu: mengasihi, menghormati, mentaati, ataupun mendidik … “seperti untuk Tuhan.”

Mari kita terus memandang bahwa Tuhan terlibat dalam segala aspek kehidupan kita. Hanya ada satu cara untuk membawa sorga ke bumi. Yaitu langkah ketaatan. Ketidaktaatan pada perintah Tuhan tidak akan pernah membawa sorga ke bumi. Melalui langkah ketaatan kita, Allah akan bekerja, Kerajaan Allah dinyatakan. Mari, mulai dari “saya,” jangan tunda lagi!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa saja peran saudara dalam keluarga? Bacalah bacaan hari ini dengan berfokus pada tanggung jawab peran tersebut!
    2. Apa tanggung jawab peran saudara tersebut?
    3. Kualitas seperti apa yang Tuhan perintahkan saudara lakukan dalam peran tersebut?
    1. Selama ini kualitas seperti apa yang saudara lakukan dalam melakukan peran saudara? Sebagai suami/istri, sebagai anak atau sebagai orang tua?
    2. Apa yang saudara harus tingkatkan dalam melakukan peran saudara lebih lagi?
    3. Apabila Tuhan melihat saudara melakukan peran saudara, apakah Tuhan akan puas dengan cara saudara melakukan itu? Bagaimana saudara seharusnya meningkatkannya?
    1. Tindakan apa yang saudara mau lakukan hari ini sebagai langkah awal meningkatkan kualitas peran saudara?
    2. Mari, akuilah kekurangan saudara dalam melakukan peran saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling mendoakan dan membangun! Doakan sungguh-sungguh agar teman sepakat saudara dapat bertumbuh dan mengalami terobosan dalam melakukannya!

Topik Doa:

Berdoa bgi kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia.
0