06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA

ABRAHAM – HIS SPIRITUAL JOURNEY

Father abraham – today look on us from above, the offspring of thy faith, the children of the Christ-like love
(James weldon Johnson)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham dalam berharap kepada Tuhan supaya kita dapat terus hidup dalam janji-janji Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,

8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.

8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.

8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.

8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.

8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.

8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.

8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;

8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.

8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.

8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.

8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.

8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:

Kejadian 8:1-15

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Roma 4:18

REFLECTION

  1. Hal apakah yang terjadi kepada Abraham? (Ayat 1-9)
  2. Apakah Firman Tuhan kepadanya? (Ayat 10)
  3. Apakah respon Abraham dan Sara setelah mendengar hal tersebut?(Ayat 11-15 & Roma 4:18)

DEVOTION

Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang begitu banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit, namun kenyataannya Abraham belum memiliki satu anakpun sampai usia tuanya. Allah sendiri telah memberikan janji kepada Abraham bahwa tahun depan setelah perkataan Tuhan, Abraham akan memiliki anak dari Sara. Pada waktu itu, Sara sudah mati haid (menopause) sehingga tidak dapat mengandung anak lagi, dalam ketidakpercayaan Sara tertawa karena menanggap mustahil apa yang Tuhan katakan namun tidak bagi Abraham. Abraham percaya kepada janji Allah yang terlihat mustahil sehingga Ia menjadi berharap sekalipun tidak ada dasar untuk percaya dan berharap bahwa Ia akan memiliki keturunan. Hanya manusia rohani yang dapat melihat apa yang telah terjadi di alam roh. Dalam alam roh, Abraham telah melihat bahwa suatu saat nanti ia akan memiliki keturunan sehingga di dunia nyata Ia menjadi percaya dan tetap berharap meskipun sekeliling berkata mustahil. Seringkali kita gagal menjadi percaya dan berharap kepada Tuhan karena kita tidak kuat di dalam spiritual/ roh sehingga kita tidak dapat mempercayai janji Tuhan yang juga adalah roh. Janji Tuhan yang adalah roh akan menjadi kenyataan jika dipegang dengan iman. Apabila kita tidak menjadi kuat dalam roh, kita tidak akan pernah bisa memperoleh semua janji-janji yang Allah berikan. Dengan kekuatan rohnya, Abraham berhasil “menarik” janji Tuhan di alam roh ke dalam dunia yang nyata. Apakah kamu masih terus percaya dan berharap akan janji Tuhan? Atau kamu sering tergoyahkan? Kuatlah di dalam roh!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita masih bimbang dan tidak percaya akan janji Tuhan? Apakah kita sering berhenti berharap kepada Tuhan? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini

Author


Avatar