POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Efesus 5:15-19

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Kolose 3:16-17

Kalau kita perhatikan, ayat-ayat bacaan hari ini adalah ayat-ayat yang mendahului perintah Tuhan terkait peran kita di dalam keluarga maupun peran kita sebagai hamba dan tuan/ pemimpin.

Mari kita perhatikan bahwa ternyata kita diperintahkan untuk bertanggung jawab menjalankan peran kita, sangat berkaitan dalam hidup kita yang dipenuhi / dipimpin oleh Roh Kudus. Berkaitan dengan hidup yang mengandalkan Tuhan. Berkaitan dengan kehidupan bersama di dalam Kristus yang saling merendahkan diri dan saling membangun.

Kalau kita mau berhasil dalam menjalankan peran-peran ini, kita harus hidup bergantung kepada Tuhan, melekat kepada Tuhan, menggunakan iman Kristus. Bahkan kita harus hidup dalam komunitas yang saling merendahkan diri satu sama lain. Hidup saling menjaga satu sama lain. Mari kita hidup mengandalkan Tuhan, hidup dengan iman Kristus, mulai dari “saya”. Hidup dalam komunitas yang saling bertanggung jawab, saling menjaga.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perhatikan, setelah ayat-ayat bacaan hari ini, apa yang diajarkan Paulus?
    2. Hal-hal apa yang harus kita lakukan?
    3. Apa kaitannya perintah-perintah-Nya dan perintah tentang tanggung jawab kita yang kita baca di hari-hari kemarin?
    1. Selama ini bagaimana saudara hidup mengandalkan Tuhan? Apa yang sudah saudara lakukan dan belum lakukan dari perintah hari ini?
    2. Dengan siapa saudara biasa melakukan proses saling membangun? Dari yang sudah saudara lakukan seminggu ini bersama teman saudara; apakah ada peningkatan dalam ketaatan saudara kepada Firman Tuhan?
    3. Apa yang mau saudara lakukan lebih lagi bersama dengan teman komunitas sepakat saudara?
    1. Kalau saudara belum memiliki teman sepakat; berdoa dan betindaklah agar saudara dapat hidup saling menjaga.
    2. Ceritakan komitmen saudara dalam membangun keterbukaan dengan teman sepakat saudara! Dan apa yang saudara mau lakukan untuk menolong teman sepakat saudara dapat semakin bertumbuh.
    3. Berdoalah untuk teman sepakat saudara, dengarkan apa yang Tuhan mau sampaikan kepada teman saudara! Sampaikan apa yang saudara dapat dengan hati yang sungguh mengasihi dia!

Topik Doa:

Bersyukur dan bersyukurlah bagi keadaan kota dan bangsa kita
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Efesus 6:5-9

Sebagai hamba, hari ini kita diingatkan agar taat dengan takut dan gentar dan tulus hati. Melakukan bukan hanya ketika diawasi, tetapi justru dengan segenap hati, walaupun tidak ada orang yang melihat kita melakukan sesuatu kita bekerja seperti sedang melayani Tuhan.

Dan sebagai pemimpin, kita diingatkan untuk berbuat baik dan menjauhkan ancaman. Berbuat baik kepada orang-orang yang kita pimpin, dengan kata lain adalah melayani mereka. Dan peringatan yang diberikan adalah kita sebenarnya sama di hadapan Tuhan: Tuhan tidak memandang muka, posisi, jabatan, kekayaan atau apa pun… kita semua pelayan walaupun kita berstatus pemimpin.

Mari kita mendatangkan sorga di bumi dengan melakukan semua ini. Mulai dari “saya”, jadi pelayan yang taat dan pemimpin yang melayani.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Kualitas apa yang diingatkan kepada kita sebagai hamba?
    2. Dan apa yang diingatkan kepada kita sebagai pemimpin?
    3. Apa yang membedakan tuan dan hamba di hadapan-Nya?
    1. Kalau saudara bandingkan dengan Firman Tuhan, bagaimana kualitas saudara dalam melayani sebagai hamba?
    2. Bagaimana juga dengan sikap saudara selama ini sebagai pemimpin? Siapkah saudara mempertanggungjawabkan sikap saudara di hadapan Tuhan?
    3. Apakah selama ini saudara merasa lebih dari orang-orang yang saudara pimpin? Apakah saudara sudah meluangkan waktu untuk memikirkan kesejahteraan mereka?
    1. Perubahan apa yang saudara mau lakukan sepanjang hari ini bahkan sampai seminggu ke depan untuk menjadi hamba maupun pemimpin yang semakin baik?
    2. Mari akui kekurangan maupun kelebihan saudara dalam sikap dan perilaku saudara sehari-hari dalam menjadi hamba maupun pemimpin? Akui kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Doakan juga teman komunitas sepakat saudara agar dia dapat melakukan komitmen nya dan mengalami terobosan!

Topik Doa:

Berkatilah pekerja-pekerja yang bekerja di pemerintahan bangsa kita.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Taat dan kasih

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Efesus 5:22-33; 6:1-4

Peran dalam rumah tangga adalah peran yang sehari-hari kita jalani. Perintah bagi suami adalah untuk mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat. Istri diperintahkan untuk tunduk dan hormat kepada suaminya. Anak-anak diperintahkan untuk taat dan hormat. Orang tua / bapa diperintahkan untuk mendidik di dalam ajaran Tuhan tanpa membangkitkan amarah.

Kenyataannya, hal sehari-hari inilah yang sukar untuk kita laksanakan dengan konsisten, khususnya karena kita melihat orang yang harus kita kasihi, hormati, taati, ataupun ajarkan … jauh dari harapan kita. Sedangkan standar ketaatan kita kepada Firman Tuhan adalah lakukan semua itu: mengasihi, menghormati, mentaati, ataupun mendidik … “seperti untuk Tuhan.”

Mari kita terus memandang bahwa Tuhan terlibat dalam segala aspek kehidupan kita. Hanya ada satu cara untuk membawa sorga ke bumi. Yaitu langkah ketaatan. Ketidaktaatan pada perintah Tuhan tidak akan pernah membawa sorga ke bumi. Melalui langkah ketaatan kita, Allah akan bekerja, Kerajaan Allah dinyatakan. Mari, mulai dari “saya,” jangan tunda lagi!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa saja peran saudara dalam keluarga? Bacalah bacaan hari ini dengan berfokus pada tanggung jawab peran tersebut!
    2. Apa tanggung jawab peran saudara tersebut?
    3. Kualitas seperti apa yang Tuhan perintahkan saudara lakukan dalam peran tersebut?
    1. Selama ini kualitas seperti apa yang saudara lakukan dalam melakukan peran saudara? Sebagai suami/istri, sebagai anak atau sebagai orang tua?
    2. Apa yang saudara harus tingkatkan dalam melakukan peran saudara lebih lagi?
    3. Apabila Tuhan melihat saudara melakukan peran saudara, apakah Tuhan akan puas dengan cara saudara melakukan itu? Bagaimana saudara seharusnya meningkatkannya?
    1. Tindakan apa yang saudara mau lakukan hari ini sebagai langkah awal meningkatkan kualitas peran saudara?
    2. Mari, akuilah kekurangan saudara dalam melakukan peran saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling mendoakan dan membangun! Doakan sungguh-sungguh agar teman sepakat saudara dapat bertumbuh dan mengalami terobosan dalam melakukannya!

Topik Doa:

Berdoa bgi kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Kolose 3: 22-4:1

Dua peran berbeda dibahas dalam bacaan kita. Peran hamba atau pelayan adalah peran kita semua. Bagi seorang karyawan, ia adalah “hamba” terhadap perusahaan tempat ia bekerja. Bagi penjual, ia adalah “hamba” terhadap para pelanggannya.

Setiap anak Tuhan juga adalah hamba / pelayan Tuhan yang diutus Tuhan, melayani orang lain dan melayani jiwa-jiwa. Bahkan pemimpin pun, menurut ajaran Kristus, harus menjadi pelayan bagi semua. Sebagai hamba mari kita taat dan melayani dengan penuh ketulusan. Demikianlah hamba dapat mendatangkan sorga di bumi.

Bagaimana dengan peran sebagai tuan? Dalam tingkat yang berbeda-beda, satu saat kita akan dipercaya menjadi pemimpin. Kalau kita sudah belajar bersikap benar dalam peran sebagai hamba / pelayan, kita akan lebih mudah mengerti, bijaksana dan punya sikap benar pula sebagai pemimpin. Pemimpin / tuan harus juga melayani karena pemimpin juga pelayan bagi yang dipimpin. Mari kita bersikap adil dan bijaksana sebagai pemimpin. Cara kita memimpin dapat mendatangkan sorga kepada setiap mereka.

Mari datangkan sorga di bumi dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Peran apa saja yang disebutkan dalam bacaan ini? Apakah tanggung jawab peran masing-masing?
    2. Apakah peran ini saling mendukung atau saling bertabrakan satu sama lain?
    3. Dengan perbedaan ini, apakah berarti ada yang lebih rendah atau tinggi martabatnya?
    1. Dalam hal apa saudara memiliki peran hamba? Apakah saudara sudah berlaku sebagai hamba yang taat dan setia?
    2. Apa penghalang dan pergumulan saudara dalam berlaku sebagai hamba yang setia?
    3. Bagaimana dengan peran saudara sebagai pemimpin? Dalam hal apa saudara dipercayakan untuk memimpin? Apakah saudara sudah mengenali orang-orang yang saudara pimpin?
    1. Perubahan apa yang mau saudara lakukan untuk menjadi hamba dan pemimpin yang semakin baik?
    2. Mari akui keberhasilan dan kegagalan saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling menguatkan dalam komunitas sepakat saudara! Pastikan teman sepakat saudara semakin bertumbuh dalam perannya sebagai hamba maupun pemimpin!

Topik Doa:

Bawa dalam doa bagi keamanan di negara kita. Biarlah perlindungan Tuhan nyata bagi rakyat Indonesia.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga

3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Kolose 3:18-21

Di dalam hubungan keluarga kita memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang sebagai suami, ada yang sebagai istri. Ada yang sebagai anak; ada yang sebagai orang tua, ada yang keduanya. Masing-masing peran mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Di dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing inilah kita harus melakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Inilah jalan untuk mendatangkan sorga di bumi: melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai peran kita.

Tetapi yang sering kali terjadi adalah kita menuntut orang atau pihak lain melakukan perannya. Tapi ingat, bukan itu yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Yang kita perlu lakukan adalah fokus kepada tanggung jawab kita. Kalau kita melihat apakah orang lain melakukan perannya, tanpa sadar kita akan menuntut dan menghakimi. Hasilnya bukan sorga yang kita rasakan, tetapi sebaliknya kita mendatangkan neraka.

Bagaimana kalau kita melakukan tanggung jawab kita dan orang lain tidak melakukan perannya? Sekali lagi, kita harus ingat kita melakukannya seperti untuk Tuhan. Bagaimana? Dengan segenap hati bukan dengan sikap menuntut.

Siap taat kepada Firman-Nya? Mulailah dari “saya.”

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Peran apa saja yang disebutkan dalam bacaan ini? Apakah tanggung jawab peran masing-masing?
    2. Apakah peran ini saling mendukung atau saling bertabrakan satu sama lain?
    3. Dengan perbedaan ini, apakah berarti ada yang lebih rendah atau tinggi martabatnya?
    1. Apakah peran-peran saudara dalam keluarga saudara?
    2. Apakah saudara sudah taat melakukan tugas dan tanggung jawab saudara sesuai peran itu?
    3. Apa sebenarnya kesulitan yang saudara hadapi?
    1. Ambillah komitmen saudara untuk bertanggung jawab dalam peran saudara dan nyatakan komitmen saudara kepada Tuhan!
    2. Ceritakan kepada saudara ataupun teman komunitas sepakat saudara, keberhasilan dan kegagalan saudara untuk sepenuhnya melakukan tanggung jawab peran saudara dalam keluarga!
    3. Mari lakukan saling mendoakan dan mendorong! Pastikan teman komunitas sepakat saudara terbangun dan semakin teguh dalam melakukan perannya!

Topik Doa:

Berdoa bagi negara-negara yang Tuhan ingatkan untuk saudara berdoa. Lepaskanlah berkat bagi negara,pemerintahan dan rakyatnya.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kolose 3:23

Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Untuk menyelesaikan misi Bapa, untuk menyatakan sorga di bumi, satu-satunya jalan adalah dengan taat pada Firman-Nya. Hari ini ada satu perintah mendasar yang kita mau pelajari dan renungkan bersama: yaitu melakukan apa pun dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan untuk manusia.

Kita mungkin sudah sering mendengar dan merenungkan kebenaran ini, tapi apakah kita sudah mentaatinya. Dan apakah kita sudah terus-menerus mentaatinya? Mentaati kebenaran ini sering kali tidak mudah. Tantangannya adalah daging kita. Tantangannya juga adalah ketika melihat orang atau institusi yang kita hadapi sehari-hari.

Yang kita hadapi sehari-hari adalah orang ataupun institusi yang jauh dari sempurna. Tetapi perintah Tuhan adalah untuk kita melakukan yang terbaik seperti untuk Tuhan. Perintah, tetaplah perintah. Kita tidak bias berpura-pura atau mengabaikan seakan itu adalah perintah. Pilihan ada d tangan kita. Maukah kita mulai dari “saya”? Saya mau taat dengan segenap hati saya!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Menurut Firman ini, bagaimana seharusnya kita melakukan hal sehari-hari?
    2. Dalam hal apakah kita harus praktikkan hal ini?
    1. Selama ini dalam hal apa saudara sudah mentaati perintah ini?
    2. Dalam hal apa saudara merasa saudara belum melakukan dengan segenap hati?
    3. Seberapa sering saudara berhasil taat dan seberapa sering saudara gagal melakukan dengan segenap hati?
    1. Apa yang mau saudara lakukan untuk meningkatkan ketaatan saudara sepanjang minggu ini?
    2. Terbukalah dengan keluarga dan teman komunitas sepakat saudara! Ceritakan pergumulan saudara dalam ketaatan saudara kepada Firman-Nya!
    3. Lakukan saling membangun dan mendoakan bersama keluarga dan teman komunitas sepakat saudara!

Topik Doa:

Mari kita mendukung dalam doa bagi program pemerintahan kita agar di beri hikmat dalam mengerjakannya.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Dua macam dasar

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Matius 7:24-27

Perikop yang kita baca hari ini menutup sejumlah pengajaran Yesus yang biasa disebut sebagai khotbah di bukit. Yesus sudah mengajarkan banyak hal dalam khotbah-Nya. Dan banyak orang yang mendengarkan Dia. Yesus menutup khotbah-Nya dengan menjelaskan bahwa hidup orang yang sudah mendengar pengajaran-Nya akan dibedakan dari bagaimana orang merespons ajaran-Nya.

Yang merespons dengan melakukan ajaran Kristus, seperti membangun rumah di atas batu karang; sebaliknya yang tidak melakukan seperti membangun rumah di atas pasir. Kedua macam orang dengan dua macam respons ini memiliki banyak kesamaan. Keduanya membangun rumah dan keduanya mengalami tantangan serupa.

Demikian pula kita, kita dapat memilih untuk taat atau pun tidak taat kepada perintah-Nya. Apa pun pilihan kita, kita sedang membangun “rumah” kehidupan kita. Dan pada suatu saat, kita pasti mengalami tantangan. Tantangan akan membuat perbedaan, apakah kita akan hancur atau tetap teguh berdiri.

Mari kita mulai dari “saya”, dengan memilih untuk taat kepada perintah-Nya. Kita akan sungguh membangun sorga di bumi.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Dalam perumpamaan ini apa hal yang sama yang dilakukan oleh kedua orang tersebut?
    2. Dan apa yang sama yang dialami oleh kedua orang itu?
    3. Sebaliknya apa perbedaan yang dilakukan dan yang dialami oleh mereka?
    1. Hari – hari ini sudahkah saudara mulai menjalankan misi Bapa dalam diri saudara? Atau saudara hanya sekedar mendengarkan dan merenungkan saja?
    2. Coba evaluasi kembali kebenaran apa yang sudah saudara taati lebih lagi dalam seminggu terakhir!
    3. Datanglah kepada Bapa dengan rendah hati untuk minta agar saudara terus bertumbuh dalam ketaatan!
    1. Buatlah komitmen untuk muali membangun ketaatan dalam hidup saudara, tanpa kompromi!
    2. Akuilah kalau masih ada keraguan dan kebimbangan untuk taat sepenuhnya; akuilah kepada keluarga dan teman komunitas sepakat saudara!
    3. Mulailah saling membangun dan memperkatakan perkataan iman bahwa saudara mampu taat oleh iman Kristus!

Topik Doa:

Mari kita mendukung dalam doa bagi keadaan yang berhubungan dengan kesehatan pada hari-hari ini.
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Sepanjang minggu lalu kita sudah merenungkan bahwa kita harus menyadari bahwa kita ada untuk menyelesaikan misi Bapa. Kita dipanggil untuk menyatakan Kerajaan Allah di muka bumi ini.

Minggu ini kita akan merenungkan lebih lagi bagaimana kita mendatangkan sorga di bumi melalui hidup kita sehari-hari.

Menyelesaikan misi Bapa harus mulai dari “saya”. Kita tidak menunggu orang lain kita mulai dari “saya” yang membangun manusia roh. Membangun hidup yang taat kepada Tuhan dan perintah-Nya. Membangun ketaatan dari hal yang kita pelajari dari Firman Tuhan. Membangun ketaatan bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan iman Kristus, dengan melekat pada Kristus. Dan juga dengan hidup dalam akuntabilitas satu sama lain.

Mari kita mendatangkan sorga di bumi. Mulai dari “saya” yang membangun manusia roh. Bersama dengan komunitas sepakat dan keluarga kita.

Ayat Hafalan:

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” – Kolose 3:23
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Hidup menurut daging atau Roh

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Galatia 5:16-26

Mengapa kita terus menerus diingatkan untuk membangun manusia roh (membangun manusia yang hidup dipimpin oleh Roh Allah dan bukan keinginan daging)? Karena kita ditebus Allah dari dosa kita, agar kita menyelesaikan misi Bapa yang pernah diberikan kepada Adam, namun Adam gagal. Yesus datang sebagai Adam yang akhir (1 Korintus 15:45) untuk memulihkan manusia. Agar manusia kembali kepada amanat Allah yang semula (Kejadian 1:28) dan menyelesaikan misi tersebut.

Dalam menyelesaikan misi Bapa, kita sebagai manusia tebusan, tidak boleh hidup dipimpin oleh keinginan daging tetapi hidup dipimpin oleh Roh Allah. Jika kita hidup dipimpin oleh Roh maka akan menghasilkan buah Roh, jika kita dipimpin oleh daging pun akan menghasilkan buah daging.

Melalui buah Roh inilah kita dapat menyelesaikan misi Bapa. Buah Roh akan dirasakan oleh sesama kita dan melalui hal itu kita dapat menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan kita hingga hubungan mereka dipulihkan dengan Bapa. Dengan demikian maka kita melakukan multiplikasi beranak cucu dan memenuhi bumi dengan orang-orang yang tidak saja telah berpindah ke dalam kerajaan Allah tetapi melahirkan orang-orang yang hidup sesuai dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Orang-orang yang telah menjadi murid Yesus dan hidup untuk menyelesaikan misi Bapa. Kita semua diberi amanat dan juga kuasa untuk menaklukkan hal-hal dunia dan keinginannya.

Semua ini dapat terjadi kalau kita tetap hidup membangun manusia roh kita yang dimulai dengan membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman setiap waktu. Dan terus membangun gaya hidup akuntabilitas (gaya hidup saling) dengan komunitas sepakat saudara.

Mari kita bersama-sama menyelesaikan misi Bapa. Mulailah dari “saya” dahulu dalam membangun manusia roh senantiasa dan terus membangun gaya hidup saling dengan rekan komunitas sepakat!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perintah apa yang dikatakan kepada saudara?
    2. Bagaimana cara menang dari keinginan daging?
    3. Jika kita sadar bahwa kita adalah milik Kristus, apa yang seharusnya menjadi bagian hidup kita?
    1. Bagaimana cara hidup saudara hari-hari ini dalam membangun manusia roh?
    2. Apa yang hari-hari ini saudara lakukan ketika keinginan daging dan hawa nafsu itu menguasai hidup saudara?
    3. Apakah saudara menyadari bahwa saudara hidup untuk menyelesaikan misi Bapa?
    1. Jika saudara menyadari, apa yang akan senantiasa menjadi komitmen hidup saudara?
    2. Langkah praktis apa yang akan saudara lakukan agar hidup saudara senantiasa untuk menyelesaikan misi Bapa?
    3. Komitmen apa yang akan saudara lakukan bersama rekan kompak dalam menyelesaikan misi Bapa?

Topik Doa:

Berdoalah bagi para Penatua, pemimpin, pemurid serta murid-murid saudara.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 108NO NEW POSTS