POSTS
16
September 2019
Berakar Dalam Dia
16
September 2019
Matius 26:69-70
16
September 2019
ENLIGHTEN IN PURITY
15
September 2019
Profil Peneliti Firman
15
September 2019
Matius 4:18-19
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

YOHANES 14:26

Roh Allah ditempatkan di dalam kita ini sebagai bukti bahwa Allah tidak pernah mau jauh dari kita. Ia ditempatkan untuk menyertai, mengajar, untuk membimbing setiap kita. Karena Ia sungguh-sungguh rindu dekat kepada kita. Apakah saudara semakin menyadari hal ini?

Allah tidak pernah meninggalkan saudara seorang diri, seperti anak yatim piatu. Tetapi ke mana pun Ia menyertai. Karena itu, ajaklah terus Ia berkomunikasi, memohon bimbingan-Nya. Seperti Henokh yang senantiasa bergaul, berjalan dengan Allah.

Dengan kita senantiasa berkomunikasi dengan Roh Allah yang ada di dalam kita, kita akan semakin mengalami kedekatan dengan Allah, semakin menyaksikan bimbingan-Nya. Hingga kita akan semakin mengajar kita untuk mengerti apa yang Ia percayakan kepada kita.

Mari kita menjaga hidup kita kudus, sebab tanpa kita mengejar kekudusan dikatakan kita tidak akan dapat melihat Allah – Ibrani 12:14. Dekatkanlah diri saudara, maka Ia pun akan mendekat kepada saudara – Yakobus 4:8A

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dilakukan oleh Roh Allah kepada saudara? Yohanes 14:26
    2. Apa yang kita lakukan agar kita senantiasa dapat melihat Allah ada bersama kita? Ibrani 12:14
    3. Apakah janji Allah kalau kita mendekat kepada-Nya? Yakobus 4:8A.
    1. Adakah pengalaman saudara ketika menyadari ada Roh Allah di dalam saudara? Apakah itu?
    2. Adakah pengalaman saudara ketika saudara menjaga kekudusan hidup saudara, saudara dapat melihat Tuhan, melihat pimpinan-Nya? Tuliskan kesaksian saudara.
    3. Apakah saudara pernah mengalami janji Tuhan bahwa ketika saudara mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan saudara mengalami Ia begitu dekat kepada saudara?
    1. Rindukah saat ini saudara mengalami kembali pengalaman-pengalaman saudara bersama Tuhan? Apakah yang saudara akan lakukan?
    2. Datanglah dengan iman kepada Allah dengan penuh keberanian, alami kembali Pribadi yang mengasihi saudara dan alami kasih-Nya.
    3. Bagikan pengalaman saudara hari ini ketika mendekatkan diri kepada Allah kepada keluarga, teman kompak dan siapapun yang saudara jumpai. Bagikan kasih Allah kepada mereka.

Topik Doa:

Doakan pembangunan yang sedang terus berjalan di Indonesia.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Hidup oleh Roh

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

ROMA 8:1-15

15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

1 KORINTUS 15:54-58

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah yang kemenangan yang mengalahkan dunia : iman kita.
1 Yohanes 5:4

Setelah Yesus naik ke surga, Allah mendekat dengan mengirimkan Roh Kudus tinggal di dalam kita. Roh Kudus mau memimpin kita agar kita sungguh menjadi anak-anak Allah. Dengan mengikuti pimpinan Roh Kudus, kita tidak tidak lagi mengikuti keinginan daging kita.

Melalui Roh-Nya tersebut, Ia menuntun kita untuk menggenapi misi Bapa, amanat-Nya yang Ia berikan sebelum manusia dijadikan. Yaitu berkuasa dan menghasilkan buah / bermultiplikasi. Melalui Roh-Nya, Ia memberikan kita kuasa. Bahkan kuasa untuk mengalahkan dunia. Dunia ini berbicara tentang hal-hal di dunia ini (dunia bisnis, dunia pendidikan, dunia seni dan sebagainya). Semua hal tersebut seharusnya hanya untuk kemuliaan Allah – maksud awal dari rencana Allah.

Melalui apakah kita dapat melakukan hal ini? Dengan menyadari bahwa Roh-Nya diberikan tinggal di dalam kita agar kita menyadari pula bahwa kita diberi otoritas mengalahkan kuasa maut, kuasa dosa, mengalahkan dunia melalui iman. Iman yang kita terus bangun ketika kita semakin rindu mengenal Dia melalui hubungan yang lekat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah yang lahir dari Allah? Dan apakah yang di-ʼhasilkanʼ oleh orang yang lahir dari Allah? Dan melalui apakah kemenangan terjadi? 1 Yohanes 5:4
    2. Apakah iman itu menurut pemikiran saudara?
    3. Siapakah yang memberikan kemenangan itu? Dan apakah yang menjadi bagian kita sebagai orang yang diberikan kemenangan? 1 Korintus 15:55-58.
    1. Apa yang saudara alami melalui Roh Allah yang ada di dalam saudara ketika membaca Firman Tuhan? Apa yang Ia nyatakan?
    2. Iman seperti apa yang terbangun di dalam saudara ketika saudara bersekutu dengan Firman Tuhan?
    3. Apa yang ditaruh Roh Allah di dalam saudara? Pejamkanlah mata saudara, mulailah renungkan kembali Firman yang telah ditaruh di dalam saudara. Saudara dapat sambil memperkatakan secara perlahan dengan bahasa saudara sendiri.
    1. Apa yang saudara alami? Naikkan syukur kepada Tuhan.
    2. Tuliskan apa yang saudara akan lakukan sepanjang hari ini bersama Allah?
    3. Ceritakan pengalaman saudara bersama Roh Allah yang ditempatkan di dalam saudara kepada keluarga, teman kompak, komunitas saudara. Dengarkanlah pengalaman mereka dan salinglah mendoakan!

Topik Doa:

Berdoalah agar Tuhan memberikan hikmat kepada anak-anak Tuhan yang diberi visi Ilahi dalam membangun masa depan bangsa ini dalam segala bidang.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Perintah supaya saling mengasihi

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

YOHANES 15:9-17

Allah bukan hanya menganggap kita umat-Nya, manusia yang diciptakan untuk melakukan perintah-perintah-Nya. Tetapi Ia menganggap kita sahabat-Nya. Ia adalah Sahabat yang rela berkorban demi kita, sahabatnya. Allah kita yang terlebih dahulu menganggap kita sahabat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah tanpa ʻmemperdulikanʼ diri-Nya sendiri sebagai Pribadi yang besar. Tetapi rela merendahkan diri-Nya agar Ia dapat dekat kepada kita dan menganggap kita sahabat-Nya.

Bahkan dikatakan bahwa Ia yang terlebih dahulu memilih dan menetapkan kita yang dulunya masih berdosa untuk bersama dengan-Nya menyelesaikan misi Bapa – Kejadian 1:26-27 (Bermultiplikasi = menghasilkan buah).

Semua ini Ia yang terlebih dahulu memulainya. Ia yang rindu dekat dengan kita, Ia yang menjadikan kita sahabat-Nya, Ia yang memilih dan menetapkan kita, Ia yang terlebih dahulu mengasihi kita. Semua Ia yang memulai agar kita mengalami dan dapat menyelesaikan amanat-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah kita di pandangan Allah menurut bacaan hari ini?
    2. Mengapa Allah dapat memandang kita demikian?
    3. Apakah yang saudara temukan dari isi hati Allah melalui bacaan hari ini?
    1. Apakah yang saudara alami ketika membaca Firman Tuhan hari ini?
    2. Apakah saudara semakin mengerti bagaimana saudara di pandangan Allah dan isi hati-Nya kepada saudara?
    3. Apakah saudara mengalami hati Allah yang senantiasa merindukan dekat dengan-Nya?
    1. Pejamkan mata saudara sejenak, renungkan kasih Allah kepada diri saudara. Bagaimana Ia begitu mengasihi saudara bahkan rela mati bagi saudara, karena Ia tidak mau jauh dari saudara.
    2. Ucapkan syukur, panjatkan kekaguman saudara akan kemurahan Allah, akan isi hati-Nya yang senantiasa rindu dekat dengan saudara. Bahkan rela mati bagi saudara.
    3. Ceritakan dan ajaklah kembali keluarga, teman kompak, komunitas saudara dalam mendekat kepada Allah. Alamilah Allah secara bersama!

Topik Doa:

Doakan agar pemberantasan hal-hal yang merusak masa depan bangsa kita dapat terus dilakukan.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

YOHANES 15:1-8

Banyak ayat Firman Tuhan yang menyatakan bahwa Allah-lah yang terlebih dahulu ingin dekat kepada manusia. Ia menjadikan manusia bukan hanya untuk melakukan perintah-perintah-Nya saja. Tetapi Allah terlebih rindu menyertai kita, berjalan bersama kita setiap waktu.

Bahkan kita perlu lebih lagi menyadari bahwa Ia terlebih rindu kita senantiasa lekat dengan-Nya. Bukan hanya mendekat.

Dari bacaan Firman hari ini, kita dapat lebih jelas melihat bagaimana kerinduan Allah kepada kita. Carang / ranting pohon tidak dapat hidup kalau ia terlepas dari pokok. Inilah gambaran hubungan Allah dengan kita. Ia mau kita lekat. Hingga kita dapat merasakan apa yang Ia rasakan dan memiliki apa yang Ia miliki. Itulah isi hati-Nya bagi kita.

Biarlah kita terus semakin mengerti, mengalami dan menyelami bahwa Allah kita begitu rindu dekat hingga lekat kepada-Nya senantiasa.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Seperti apakah sesungguhnya hubungan carang dan pokok anggur?
    2. Apakah yang terjadi jika tidak lekat? Dan menurut saudara mengapa harus lekat?
    3. Apakah yang saudara dapatkan, alasan Allah mengapa Ia rindu saudara melekat kepada-Nya?
    1. Refleksikan diri saudara, bagaimana hubungan saudara dengan Allah?
    2. Apakah saudara semakin dapat melihat, mengerti dan mengalami mengapa Allah senantiasa rindu dekat dengan saudara?
    3. Apakah yang saudara alami dan dapatkan ketika saudara menyadari dan mengalami hubungan yang dekat dengan Allah?
    1. Datanglah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa Allah sangat rindu saudara dekat hingga lekat kepada-Nya. Bersekutulah dengan berdialoglah dengan Tuhan, mulailah dengan syukur dan nyatakan kekaguman saudara tentang Dia.
    2. Apakah yang saudara alami? Apakah saudara rindu mengalami hubungan yang lekat dengan Allah senantiasa? Buatlah keputusan apa yang saudara ingin lakukan.
    3. Ceritakan dan ajaklah bersama-sama keluarga, teman kompak dan komunitas saudara dalam mengalami hubungan yang lekat dengan-Nya hari ini.

Topik Doa:

Berdoa bagi gereja Tuhan agar dapat menghidupi kebenaran Firman Tuhan dan menjadi saksi Kristus.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

YAKOBUS 4:8

Tuhan Yesus datang sebagai manusia dan tinggal di tengah umat-Nya. Selama Ia tinggal di bumi ini, Ia hidup bergaul dengan manusia ciptaan-Nya dan tidak membangun “tembok”, jarak, jenjang dengan manusia. Karena Ia datang agar manusia mengenal bagaimana Pribadi Allah melalui diri-Nya.

Bahkan sejak kelahiran-Nya, Ia telah membuat orang majus yang dari jauh pun mau datang untuk mempersembahkan persembahan mereka yang terbaik.

Tujuan-Nya adalah agar semua orang diselamatkan. Namun bukan hanya sampai diselamatkan, tetapi dapat berjumpa dekat dan intim setiap waktu dengan Allah (seperti perenungan hari Senin lalu). Namun Firman hari ini meneguhkan kita, bahwa kita harus memiliki kerinduan kepada Allah karena Allah senantiasa rindu kepada kita. Kita perlu mendekatkan diri kita dengan sikap hati bukan hanya sikap lahiriah saja.

Sadarilah senantiasa, bahwa Allah kita pemilik hidup kita. Ia tidak mau kita mendua hati. Karena oleh penebusan-Nya, Ia menjadikan kita milik kepunyaan-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang terjadi ketika kita mendekat kepada Allah?
    2. Apa yang harus kita lakukan ketika kita mendekat kepada Allah?
    3. Apakah saudara melihat bagaimana kerinduan Allah ketika kita mendekat?
    1. Menurut saudara, mengapa ketika kita datang mendekat kepada Allah, kita harus mentahirkan tangan dan menyucikan hati?
    2. Bagaimana selama ini sikap saudara ketika saudara mendekat kepada-Nya?
    3. Apakah saudara yakin ketika saudara datang mendekat, Allah senantiasa rindu didekati? Apakah saudara memiliki pengalaman ini? Praktikkanlah saat ini untuk mendekat kepada-Nya.
    1. Apakah yang saudara alami ketika saudara mempraktikkan pertanyaan nomor 2 C?
    2. Apakah yang saudara inginkan hari ini kepada Allah? Ambillah waktu untuk bertanya kepada Tuhan tentang keinginan-Nya atas hidup saudara.
    3. Ceritakanlah pengalaman saudara ketika mendekat kepada Allah kepada keluarga, teman kompak dan komunitas saudara.

Topik Doa:

Doakan Presiden dan Wakil Presiden kita agar diberi hikmat dalam memutuskan keputusan yang ada dengan bijaksana.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

TUHAN menampakkan diri di gunung Sinai

19:1 Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga.

19:2 Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.

19:3 Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel:

19:4 Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.

19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

19:7 Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya.

19:8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.

19:9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

19:10 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.

19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

19:12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.

19:13 Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu.”

19:14 Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.

19:15 Maka kata Musa kepada bangsa itu: “Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan.”

19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

19:17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

19:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

19:20 Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

19:21 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: “Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa.

19:22 Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka.”

19:23 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Tidak akan mungkin bangsa itu mendaki gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kepada kami, demikian: Pasanglah batas sekeliling gunung itu dan nyatakanlah itu kudus.”

19:24 Lalu TUHAN berfirman kepadanya: “Pergilah, turunlah, kemudian naiklah pula, engkau beserta Harun; tetapi para imam dan rakyat tidak boleh menembus untuk mendaki menghadap TUHAN, supaya mereka jangan dilanda-Nya.”

19:25 Lalu turunlah Musa mendapatkan bangsa itu dan menyatakan hal itu kepada mereka.

KELUARAN 19:1-25

Bacaan kita hari ini mengisahkan keadaan manusia pada zaman Musa setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Mereka belum lama melintasi tanah kering di Laut Teberau. Dan kemudian Tuhan mengatakan kepada mereka untuk menguduskan diri mereka karena Allah ingin turun, berjumpa, mendekat kepada umat pilihan-Nya. Dalam hal ini kita mau bersama melihat bahwa Tuhan memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan manusia.

Mereka diminta untuk menguduskan diri mereka dan mentaati perintah-Nya, dikarenakan Allah mengetahui jika manusia tidak kudus dan tidak taat maka manusia akan mati bukan karena Allah jahat tetapi karena kekudusan Allah tersebut.

Mereka diminta untuk menguduskan diri mereka dan mentaati perintah-Nya, dikarenakan Allah mengetahui jika manusia tidak kudus dan tidak taat maka manusia akan mati bukan karena Allah jahat tetapi karena kekudusan Allah tersebut.

Dalam Mazmur 24:3-6 pun Daud menuliskan pesan yang sama bagi kita. Rindukah kita dapat mengalami keintiman ketika Allah mendekati kita?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah perintah Allah kepada bangsa Israel ketika Ia ingin turun menemui orang-orang pilihan-Nya?
    2. Apakah hal yang manusia harus jaga agar dapat bersekutu ketika Allah mendekat kepada manusia?
    3. Mengapa kita harus menjaga diri kita senantiasa?
    1. Apakah saudara menyadari bahwa Allah senantiasa rindu mendekat kepada saudara? Seberapa tingkat kesadaran saudara menurut saudara?
    2. Bagaimana hari-hari ini saudara menjaga hidup saudara?
    3. Hal apa yang saudara lakukan dalam menjaga hidup saudara?
    1. Datanglah kepada Tuhan, dengan iman saudara yakin bahwa saudara berada di hadirat Allah bertemu muka dengan muka di hadapan Allah dan berdialoglah dengan-Nya.
    2. Ceritakan kepada keluarga, teman kompak dan komunitas bagaimana saudara menyadari bahwa Tuhan rindu dekat dengan saudara?
    3. Ceritakan juga kepada mereka, apa yang saudara alami ketika merima pencerahan hari ini. Dan salinglah membangun!

Topik Doa:

Berkatilah orang-orang yang berniat jahat untuk menghancurkan bangsa Indonesia, mereka boleh mengalami kasih Allah.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Ketekunan

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

IBRANI 10:19-23

Sejak semula Allah menjadikan manusia dengan tujuan agar manusia berkuasa dan melakukan perintah Allah saja. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Allah senantiasa mencari manusia. Ketika manusia pertama dan istrinya yaitu Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, Ia datang mencari dan membuatkan pakaian bagi mereka. Ini adalah bukti bahwa sejak dahulu kala Ia senantiasa rindu mendekat kepada manusia walaupun manusia sudah berdosa.

Hingga hari ini, kerinduan Allah untuk senantiasa dekat dengan kita pun masih tetap sama. Karya salib-Nya bagi kita merupakan sebuah bukti bahwa Allah ingin dekat kembali dengan kita. Dengan karya salib, tabir penghalang untuk manusia mendekat kepada Allah telah terbelah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah ingin agar Ia dapat mendekat kepada manusia tanpa batasan apa pun. Dan semua ini dimulai dari pihak Allah.

Dalam bacaan kita hari ini, kita (manusia ciptaan Allah) diajak untuk menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh. Kita harus semakin menyadari kita telah dilayakkan oleh darah-Nya, tidak ada lagi halangan yang menghadang. Kita perlu terus sungguh menyadari bahwa Ia terlebih rindu mendekat kepada kita.

Mari kita menghadap Allah dan menikmati hubungan yang indah dengan Allah kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah bukti yang dilakukan Allah bahwa Ia senantiasa rindu dekat dengan kita?
    2. Apakah yang kita perlu lakukan untuk menghadap Allah?
    3. Apa yang Allah telah dibersihkan oleh Allah agar kita dapat berani senantiasa mendekat kepada Allah?
    1. Seberapa besar hari ini saudara menyadari bahwa Allah senantiasa rindu mendekat kepada saudara?
    2. Apakah masih ada penghalang dari pihak saudara untuk datang kepada Allah? Datanglah hampiri Tuhan dengan iman saudara bahwa saudara telah dilayakkan untuk mendekat kepada-Nya.
    3. Menurut saudara, bagaimanakah kerinduan saudara dalam mendekat kepada Allah?
    1. Apakah yang saudara mau lakukan dalam hal mendekat kepada Allah? Adakah kebenaran yang saudara terima hari ini?
    2. Buatlah keputusan yang dapat saudara lakukan untuk merespons Firman Tuhan ini.
    3. Bagikan apa yang saudara alami bersama Tuhan hari ini kepada keluarga, teman kompak dan komunitas saudara. Dan salinglah membangun!

Topik Doa:

Berdoalah agar Allah terus menyingkapkan hal-hal yang tidak benar atas kota-kota di Indonesia.
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Kita sudah belajar membangun kehidupan bergaul dengan Allah sepanjang minggu yang lalu. Dan tentunya kita tidak akan berhenti dalam membangun hidup bergaul dengan Allah. Karena kita menyadari bahwa Allah kita senantiasa rindu untuk terus dekat dengan kita. Karena untuk memiliki hubungan yang dekat inilah Ia mau datang ke dunia untuk menebus dosa kita. Agar kita tanpa batasan dapat mendekat kepada Allah.

Dalam minggu ini, kita bersama-sama mau terus membangun hubungan dengan Allah. Kita terus melatih diri untuk hidup sadar mendekat kepada Allah. Hal yang menjadi bagian kita adalah menyadari bahwa Tuhan terlebih dahulu rindu dekat dengan kita dan membangun niat yang disengaja.

Mari kita tanpa rasa tertuduh datang mendekatkan diri kepada Allah, karena karya penebusan-Nya membukakan jalan bagi kita untuk dekat dengan-Nya senantiasa.

Selamat mengalami hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan!

Ayat Hafalan:

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Yakobus 4:8A
0

09/2019 September, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

1:14 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,

1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”

1:16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman

1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”

1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,

1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Yudas 1: 14-23

Ingatkah kita akan renungan kita yang lalu bagaimana Henokh hidup sebagai orang yang hidupnya membangun pergaulan dengan Allah senantiasa. Dan orang yang hidup bergaul dengan Allah, tentunya akan mengetahui hal-hal yang tersembunyi, yang hanya diberitahukan-Nya kepada orang yang hidup dekat dengan-Nya. Seperti yang terjadi pada diri Henokh, ia bernubuat akan waktu yang terakhir.

Henokh bernubuat bahwa pada waktunya Tuhan bersama para kudus akan menghukum orang fasik yang berkata-kata melawan Tuhan. Selanjutnya Yudas menjelaskan bahwa perkataan mereka adalah persungutan dan mereka hidup menuruti hawa nafsu.

Sebaliknya kita, seperti yang terus menerus pemimpin kita ajarkan, kita harus membuang hal-hal daging dan hidup dipimpin oleh Roh Allah yang telah berdiam di dalam kita. Kita perlu senantiasa hidup membangun diri di atas iman kita yang suci yang senantiasa percaya penuh kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai pusat hidup kita. Kita perlu terus berdoa dengan dipimpin oleh Roh Allah bukan hanya berbahasa Roh. Dan tidak memilih lagi hidup menundukkan diri kepada hal-hal daging seperti yang telah kita renungkan dua minggu lalu.

Sadarilah senantiasa kita telah hidup di waktu yang terakhir. Mari kita terus memberi diri hidup dipimpin oleh Roh Allah dengan senantiasa bergaul dengan Allah melalui Firman Tuhan. Mendengar serta melihat pimpinan-Nya senantiasa agar kita dapat semakin mengetahui isi hati-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah isi nubuat Henokh yang telah dinyatakan ribuan tahun yang lalu? Apakah saudara setuju dengan nubuat Henokh tersebut?
    2. Apakah nasihat rasul-rasul Kristus bagi kita?
    3. Apakah perintah yang diberikan kepada kita oleh rasul-rasul Kristus?
    1. Perhatikan bagaimana cara hidup saudara hari-hari ini? Apakah telah ada perubahan menuju iman kepada Kristus?
    2. Apakah saudara mau terus membangun hidup yang dipimpin oleh Roh Allah daripada daging? Sungguhkah?
    3. Apakah saudara akan melakukan perintah Tuhan yang saudara terima hari ini melalui Firman Tuhan?
    1. Apakah saudara sungguh rindu merespons Firman Tuhan dengan hidup terus bergaul dengan Allah? Ambillah waktu berdoa dengan Tuhan.
    2. Bagaimana caranya saudara akan merespons Firman Tuhan ini?
    3. Ambillah waktu bersama keluarga dan kompak saudara. Salinglah berbagi, mendengar, membangun. Ingat ini waktu yang terakhir. Pergunakanlah waktu yang ada!

Topik Doa:

Berdoalah bagi orang-orang yang memberi diri untuk dunia keluarga, agar mereka dapat membangun keluarga-keluarga menjadi keluarga yang sehat dan berbahagia.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 89NO NEW POSTS
Skip to toolbar