POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Milikilah waktu menyembah Dia dan mendengar suara-Nya tanpa diganggu dan teralihkan oleh hal lain. Datanglah sebagai anak yang mengenal Bapa dan rindu mendengar suara Bapa.

REFLECTION

Hal pengajaran yang sesat

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Matius 7:15-23


  1. Siapakah yang akan masuk kerajaan Sorga? (Ayat 21)
  2. Menurut Yesus, sama seperti apakah orang-orang yang melakukan banyak hal namun tidak mengenal Bapa? (Ayat 22-23)
  3. Bacalah Matius 7:15-23 versi The Message dan renungkanlah!

DEVOTION

Firman Tuhan mengatakan orang-orang yang tidak mengenal isi hati-Nya akan tetap dapat melakukan banyak hal yang terlihat rohani, seperti mengusir setan, menceritakan tentang Yesus kemana-mana, dan membuat banyak mujizat, namun hal-hal tersebut sama sekali tidak mengesankan ataupun memukau bagi Tuhan. Bahkan, Yesus menyebut mereka sebagai pembuat kejahatan. Alkitab versi The Message menuliskan: Knowing the correct password, saying “Master, Master”s isn’t going to get you anywhere with me, what is required is serious obedience – doing what my Father wills.

CHALLENGE

Dalam kehidupan kita, apakah kita memiliki ketaatan yang serius untuk mengenal dan melakukan kehendak Bapa semakin dalam setiap harinya? Ceklah hatimu, akuilah dan miliki hati yang mau bertobat!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Mulailah hari dengan ucapan syukur yang benar-benar lahir dari hatimu untuk kamu berikan kepada-Nya. Sembahlah Dia dengan keinginan untuk semakin mengenal dan memiliki persekutuan yang dalam Bapa.

REFLECTION

Maria dan Marta

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Lukas 10:38-42


  1. Apa yang dilakukan oleh masing-masing Maria dan Marta, apa perbedaann- ya? (Ayat 39-40)
  2. Apa yang Yesus katakan untuk menjawab Marta? (Ayat 41)
  3. Apakah bagian terbaik yang tidak akan diambil dari pada Maria? (Ayat 41)

DEVOTION

Marta tidak terbiasa untuk berdiam dan sibuk melayani, sementara Maria mengetahui hanya duduk di kaki Yesus untuk mendengarkan isi hati-Nya. Sebagai anak, kita cenderung tidak terbiasa untuk dekat dan bersekutu dengan Bapa. Padahal persekutuan dan pengenalan akan Bapa adalah bagian terbaik yang tidak akan diambil dari kita. Jika kita menyibukkan diri dengan melayani, akan ada waktunya hal-hal tersebut tidak menjadi milik kita lagi. Namun, persekutuan dengan Bapa bersifat kekal dan perlu menjadi satu-sat- unya hal yang kita kejar dan anggap paling berharga.

CHALLENGE

Refleksikanlah kebenaran yang kamu terima hari ini dengan kondisi hidupmu. Apakah kamu lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengenal isi hati Tuhan (percaya, bertumbuh dalam iman, dan rela mengikut Dia) atau melaku- kan banyak pelayanan sampai membuatmu kehilangan waktu pribadimu dengan Dia? Milikilah hati yang ingin bertobat dan buatlah komitmen untuk semakin dekat dengan-Nya!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Datanglah kepada Bapa dengan kerinduan untuk mengenal Dia dan isi hati-Nya lebih dalam lagi. Sembahlah Dia dengan segenap hatimu dan fokus- kanlah dirimu sepenuhnya kepada suara-Nya tanpa teralihkan oleh hal-hal lain.

REFLECTION

Hal pengajaran yang sesat

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Matius 7:15-23


  1. Apa yang perlu kita waspadai? (Ayat 15-16)
  2. Apa yang akan dihasilkan oleh masing-masing pohon yang baik dan pohon yang tidak baik? (Ayat 17-20)
  3. Darimanakah kita akan dapat mengenal dan membedakan pohon yang baik dan pohon yang tidak baik? (Ayat 20)

DEVOTION

Menjadi sebuah hal yang sesat atau melenceng dari kebenaran apabila kita melakukan banyak hal-hal rohani tanpa menjadi semakin dekat dan intim dengan Bapa. Tuhan sangat tertarik dengan isi hati kita, namun sayangnya kita tertarik pada isi tangan Tuhan lebih daripada isi hati-Nya. Kita terbiasa menambah waktu pelayanan kita dan mengurangi waktu kita untuk mere- nungkan dan mendengarkan suara-Nya. Padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa hanya pohon yang baik yang akan menghasilkan buah yang baik. Demikianlah hanya orang yang benar-benar melekat pada Yesus yang bisa menghasilkan buah-buah yang baik dalam kehidupannya.

CHALLENGE

Setelah mendengar kebenaran Firman Tuhan hari ini, ceklah hatimu dan akuilah kepada kompak-mu apakah lewat pelayananmu selama ini kamu menjadi semakin dengan dan kenal dengan hati-Nya atau justru menjadi jauh dan sibuk? Milikilah hati yang ingin bertobat dan buatlah komitmen untuk semakin dekat dengan-Nya!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Berbahasa rohlah dan samakanlah frekuensi hati dan pikiranmu dengan hatiN- ya sehingga kamu dapat menerima dengan lembut kebenaran hari ini yang memerdekakan kamu.

REFLECTION

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia

9:22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah.”

Lukas 9:22-27


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, apa solusi untuk kita terlepas dari sikap hati tidak mau diganggu / berubah?
  2. Setiap orang yang mau mengikut Yesus, ia harus lakukan apa? (Ayat 23)
  3. Bagaimana cara kita menyelamatkan nyawa kita? (Ayat 24)

DEVOTION

Sangkal diri dan pikul salib adalah jawaban yang kita perlukan ketika kita bergumul dengan zona nyaman yang kita miliki, khususnya ketika kita tidak suka diganggu/ berubah. Ego kita menginginkan kenyamanan, segala sesuatu sesuai dengan ekspektasi yang kita bayangkan dan membenci perubahan yang terjadi secara drastis. Salib menjadi jawaban untuk mematikan ego kita. Sehingga, kita mengalami kita hidup, namun bukan lagi kita yang hidup, melainkan Kristus yang hidup.

CHALLENGE

Mulailah membuat list hal-hal di dalam kehidupanmu yang kamu sadari perlu mengalami pertobatan, namun jika kamu masih enggan untuk melakukannya, hampirilah otoritas rohanimu dan kompakmu, mintalah pertolongan kepada mereka untuk membantu dan mendukungmu dalam proses keluar dari zona nyaman!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Datanglah kepada Bapa dengan hati yang siap untuk diubahkan dan mengala- mi kuasa kasih dan kebenaran yang mampu memerdekakan!

REFLECTION

Penuhilah panggilan pelayananmu

4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

2 Timotius 4:1-8


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, apa yang tidak disukai oleh orang yang tidak ingin berubah?
  2. Apa yang menjadi pesan Paulus untuk kita lakukan? (Ayat 2)
  3. Akan datang waktunya orang akan seperti apa? (Ayat 3)

DEVOTION

Paulus di dalam suratnya kepada Timotius berpesan dengan sungguh-sungguh untuk kita beritakan Firman, selalu siap sedia baik atau tidak baik waktunya. Kita perlu belajar menyatakan apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Namun hal ini tidak akan dapat bisa dinya- takan oleh orang yang tidak ingin diganggu / berubah. Ia akan lebih mement- ingkan reputasinya ketimbang Firman Tuhan ditegakkan. Ia lebih mengasihi dirinya sendiri, mencari cara dan jalan teraman agar hal-hal yang selama ini ia pegang dengan erat dan tanpa sadar menjadi berhala tidak terusik oleh Firman. Entah itu popularitas, apa kata orang terhadap dirinya, penerimaan manusia, dan masih banyak lagi. Hal-hal seperti ini perlu diserahkan dan ditaruh di bawah kaki salib Kristus. Kita perlu mengalami dan terus-menerus menyadari bahwa perkenanan Bapa adalah satu-satunya yang kita pegang dalam hidup.

CHALLENGE

Dengarkanlah khotbah “Don’t Take The Fake – Darwin Liang” dan catatlah insight apa yang kamu dapat melalui khotbah tersebut!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Milikilah waktu yang pribadi bersama dengan Bapa sebelum kamu memulai hari dan melakukan banyak hal. Sembahlah Dia dan penuhilah hatimu dengan kasih-Nya!

REFLECTION

Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.

4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Jangan memfitnah orang

4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.

4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan

4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Yakobus 4:1-17


Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Efesus 5:14


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, sikap hati seperti apa yang merupakan bentuk zona nyaman dan perlu ditinggalkan?
  2. Apa yang perlu kita ganti? (Yakobus 4:9)
  3. Kata kerja apa yang digunakan dan menjadi perintah untuk kita lakukan? (Efesus 5:14)

DEVOTION

Sikap hati tidak mau diganggu / berubah adalah zona nyaman yang harus kita belajar lepaskan setiap saat. Pertumbuhan rohani setiap orang Kristen bukan- lah suatu hal yang perlu dipaksa. Pertumbuhan terjadi secara natural atau alamiah. Namun pertumbuhan kita akan menjadi stagnan ketika kita terus mempertahankan sikap hati tidak mau diganggu / berubah. Teguran baik dari Firman Tuhan langsung maupun dari otoritas rohani menjadi suatu hal yang sangat tidak mengenakkan bagi orang yang tidak mau berubah, namun ketika kita belajar melepaskan sikap hati tersebut dan menggantikannya dengan mulai mendengar teguran ataupun arahan dari Firman Tuhan melalui otoritas kita, disitulah titik mula pertumbuhan terjadi.

CHALLENGE

Hampirilah otoritas rohanimu dan mintalah untuk dievaluasi mengenai hal-hal apa saja di dalam kehidupanmu yang perlu bertobat dan berubah!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Mulailah hari ini berdoa dan menyembah Dia dengan kesungguhan hati, serah- kanlah setiap beban pikiran dan perasaanmu kepada-Nya dengan sikap hati percaya kalau Ia adalah Tuhan yang memegang dan menjaga hidupmu.

REFLECTION

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”

3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

8 Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”

9 Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

11 Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.”

12 Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.”

15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Yunus 1


Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

Efesus 5:11


Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Yohanes 10:10


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, siapakah solusi dari setiap ketagihan dan keterikatan kita?
  2. Apa yang Tuhan lakukan ketika Yunus sedang dalam perjalanan menuju Tarsis? (Yunus 1:4)
  3. Apa yang menjadi tujuan Yesus datang? (Yoh 10:10)

DEVOTION

Yesus adalah satu-satunya solusi dari setiap zona nyaman yang membatasi kita untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan. Bahkan untuk kita keluar dari zona nyaman, kita juga memerlukan kasih karunia. Yesuslah yang selalu menginisia- si, yang memulai, yang menghampiri setiap kita, Ia menghujani kita dengan kasih-Nya yang tidak pernah ada habisnya. Ketika kita mengalami perjumpaan dengan Yesus yang personal, kita jadi mengerti maksud hati-Nya, tidak pernah ada sedikitpun maksud Yesus untuk menyakiti ataupun melukai kita dari setiap Firman Tuhan yang disampaikan-Nya untuk kita lakukan. Sehingga, kejarlah perjumpaan dengan Bapa, carilah Dia dengan segenap hati. Ketika kita telah berjumpa dengan-Nya, kerelaan akan timbul dengan sendirinya untuk meninggalkan zona nyaman yang kita miliki.

CHALLENGE

Mulailah berkomitmen untuk setia dengan perkara kecil, datang kepada Bapa dan bersekutu dengan-Nya setiap pagi sebelum memulai aktivitas apapun, inipun adalah langkah awal keluar dari zona nyamanmu!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Berdoalah dengan benar kepada Bapa, isilah doamu bukan untuk memuaskan nafsumu, tetapi berdoalah agar kehendak Bapa terjadi di dalam hidupmu.

REFLECTION

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”

3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

8 Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”

9 Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

11 Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.”

12 Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.”

15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Yunus 1


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, contoh nyata seperti apakah yang merupakan usaha kita mempertahankan rasa nyaman?
  2. Bagaimana cara Yunus berangkat ke Tarsis? (Yunus 1:3b)
  3. Apa yang dilakukan Yunus selama perjalanan berlangsung? (Yunus 1:5b)

DEVOTION

Bukti dari Yunus memberhalakan rasa nyamannya dapat dilihat dari apa yang ia lakukan setelah mendengar Tuhan berfirman kepadanya. Yunus tidak masalah untuk bangun dan pergi, bahkan ia rela mengeluarkan biaya untuk membayar perjalanannya, tapi bukan Niniwe yang menjadi destinasi perjala- nannya, melainkan Tarsis. Di Firman Tuhan bahkan dengan jelas dikatakan, ia sengaja menuju Tarsis karena ia tahu Tarsis jauh dari hadapan Tuhan. Rasa nyaman tidak melulu hanya soal melakukan dosa. Bahkan di dalam gerejapun orang bisa mengalami rasa nyaman. Orang Kristen yang bergabung ke gereja bukan untuk membangun tubuh Kristus tetapi untuk mendapat keuntungan bagi diri mereka sendiri. Musik yang enak, kotbah yang menyenangkan telinga, program-program yang menghibur dan segala macam bentuk pelayanan yang mendatangkan rasa nyaman. Artinya tindakan yang kita lakukan hanyalah buah, tapi kita perlu izinkan Tuhan menyelidiki hati, sehing- ga kita mengetahui apa yang menjadi motivasi hati ketika kita melakukan segala sesuatu, termasuk di dalam pelayanan, apakah kita sedang tinggal dalam zona nyaman, atau sungguh-sungguh melalukan kehendak Bapa?

CHALLENGE

Hal apa seringkali membuatmu tidak mau meninggalkan zona nyamanmu? Akuilah kepada teman kompak ataupun teman komselmu dan mintalah mereka untuk meneguhkanmu dengan Firman Tuhan!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Datanglah kepada Bapa terlepas dari bagaimana perasaan dan pikiranmu, mulailah harimu dengan menaikkan pujian dan ucapan syukur.

REFLECTION

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”

3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

8 Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”

9 Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

11 Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.”

12 Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.”

15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Yunus 1


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, rasa nyaman yang seperti apa yang berbahaya?
  2. Apa yang menjadi perintah Tuhan kepada Yunus? (Yunus 1:2)
  3. Bagaimana respon Yunus terhadap apa yang Tuhan telah firmankan kepada-Nya? (Yunus 1:3)

DEVOTION

Bukanlah suatu kesalahan dan hal yang tidak diperbolehkan bagi kita untuk mengalami rasa nyaman. Namun menjadi suatu hal yang salah ketika kita men-tuhan-kan rasa nyaman kita. Seperti kisah Yunus, dapat dilihat bahwa respon Yunus berlawanan denga firman Tuhan, mengapa? Karena Yunus lebih mementingkan rasa nyamannya ketimbang apa yang firman Tuhan katakan. Ia memilih untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan, di saat Tuhan menyuruhnya untuk pergi ke kota Niniwe. Artinya, suatu hal yang mustahil bagi kita untuk melakukan firman Tuhan dan di saat yang bersamaan tetap tinggal di dalam zona nyaman kita.

CHALLENGE

Akuilah kepada otoritas rohanimu Firman Tuhan apa yang sebenarnya telah berbunyi di hatimu namun kamu enggan untuk melakukannya karena itu artinya kamu harus keluar dari zona nyamanmu, setelah akui, lakukanlah dengan sesegera mungkin!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA

PRAY & WORSHIP

Datanglah kepada Bapa dengan kerinduan untuk mengenal Dia dan isi hati-Nya lebih dalam lagi. berdoalah agar hari ini kamu mengalami perjumpaan pribadi dengan Bapa yang mengubahkan hidupmu.

REFLECTION

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Efesus 5:14


Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.

4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Yakobus 4:1-10


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, bagaimana ciri orang yang mati rohani?
  2. Apa yang harus kita lakukan terlebih dulu sehingga Kristus akan bercahaya atas kita? (Efesus 5:14)
  3. Mengapa dikatakan kita salah berdoa? (Yakobus 4:3)

DEVOTION

Ketika kita melakukan segala cara untuk mempertahankan rasa nyaman, sama saja artinya kita sedang berusaha untuk memuaskan hawa nafsu kita. Di awal kita akan rasakan hati nurani kita berbunyi, menyatakan bahwa apa yang kita lakukan ataupun kejar adalah hal yang salah, namun jika kita terus-menerus abaikan, maka lama-kelamaan hati nurani kita menjadi tumpul. Alhasil hati kita menjadi hati yang kaku, keras dan dingin. Di titik itulah kita mengalami yang namanya mati rohani. Firman Tuhan katakan, kita perlu untuk bangun dari tidur, dan bangkit dari kematian rohani kita, artinya kita perlu tinggalkan zona nyaman kita untuk alami Kristus bercahaya atas kita.

CHALLENGE

Setelah mendengar dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, tiliklah hatimu dan akuilah kepada kompak-mu hal-hal apa saja yang masih menjadi zona nyamanmu dan buatlah komitmen yang dapat dipraktekkan untuk mem- bantumu keluar dari zona nyamanmu!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 37NO NEW POSTS
Skip to toolbar