POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.

1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.

1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”

1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.

1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.

1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:

1:25 “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

Lukas 1:8-25

Penjelasan :

Pada zaman dahulu seorang imam hidupnya dikhususkan untuk melakukantugas di bait Allah. Maka atas kedaulatan Allah, ketika diundi siapakah yamg harus masuk bertugas dalam bait Allah, dan Allah memilih seorang yang bernama Zakharia. Ketika ia sedang membakar ukupan, tampaklah malaikat Tuhan dan melihat hal tersebut maka terkejutlah Zakharia. Ia tidak hanya terkejut tetapi ia tidak percaya oleh pesan yang disampaikan. Bahwa istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Dan anaknya ditentukan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Raja atas dunia ini.

Pertanyaan :

  1. Apakah respons Zakharia ketika malaikat itu tampak?
  2. Apakah yang menyebabkan Zakharia terkejut dan tidak percaya?
  3. Apakah benar dan tepat pesan yang disampaikan oleh malaikat?
  4. Bagaimana seandainya kamu menerima pesan khusus Bacaan: Lukas 1:8-25 seperti itu?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Efesus 5:15-19

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Kolose 3:16-17

Kalau kita perhatikan, ayat-ayat bacaan hari ini adalah ayat-ayat yang mendahului perintah Tuhan terkait peran kita di dalam keluarga maupun peran kita sebagai hamba dan tuan/ pemimpin.

Mari kita perhatikan bahwa ternyata kita diperintahkan untuk bertanggung jawab menjalankan peran kita, sangat berkaitan dalam hidup kita yang dipenuhi / dipimpin oleh Roh Kudus. Berkaitan dengan hidup yang mengandalkan Tuhan. Berkaitan dengan kehidupan bersama di dalam Kristus yang saling merendahkan diri dan saling membangun.

Kalau kita mau berhasil dalam menjalankan peran-peran ini, kita harus hidup bergantung kepada Tuhan, melekat kepada Tuhan, menggunakan iman Kristus. Bahkan kita harus hidup dalam komunitas yang saling merendahkan diri satu sama lain. Hidup saling menjaga satu sama lain. Mari kita hidup mengandalkan Tuhan, hidup dengan iman Kristus, mulai dari “saya”. Hidup dalam komunitas yang saling bertanggung jawab, saling menjaga.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perhatikan, setelah ayat-ayat bacaan hari ini, apa yang diajarkan Paulus?
    2. Hal-hal apa yang harus kita lakukan?
    3. Apa kaitannya perintah-perintah-Nya dan perintah tentang tanggung jawab kita yang kita baca di hari-hari kemarin?
    1. Selama ini bagaimana saudara hidup mengandalkan Tuhan? Apa yang sudah saudara lakukan dan belum lakukan dari perintah hari ini?
    2. Dengan siapa saudara biasa melakukan proses saling membangun? Dari yang sudah saudara lakukan seminggu ini bersama teman saudara; apakah ada peningkatan dalam ketaatan saudara kepada Firman Tuhan?
    3. Apa yang mau saudara lakukan lebih lagi bersama dengan teman komunitas sepakat saudara?
    1. Kalau saudara belum memiliki teman sepakat; berdoa dan betindaklah agar saudara dapat hidup saling menjaga.
    2. Ceritakan komitmen saudara dalam membangun keterbukaan dengan teman sepakat saudara! Dan apa yang saudara mau lakukan untuk menolong teman sepakat saudara dapat semakin bertumbuh.
    3. Berdoalah untuk teman sepakat saudara, dengarkan apa yang Tuhan mau sampaikan kepada teman saudara! Sampaikan apa yang saudara dapat dengan hati yang sungguh mengasihi dia!

Topik Doa:

Bersyukur dan bersyukurlah bagi keadaan kota dan bangsa kita
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

1 Timotius 4:13

Penjelasan :

Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk bertekun dalam membaca kitab-kitab suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Mengapa bertekun menjadi bagian yang Paulus katakan kepada Timotius? Ketika kita bertekun membaca kitab- kitab suci maka iman kita akan bertumbuh.

Pertanyaan :

  1. Dalam hal apa kita perlu bersungguh-sungguh?
  2. Menurut kamu mengapa hal ini penting?
  3. Bagaimana selama ini kamu bersungguh sungguh dalam melakukan tiga hal ini?
  4. Adakah yang menjadi penghalang bagi mu dalam melakukan tiga hal ini?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Efesus 6:5-9

Sebagai hamba, hari ini kita diingatkan agar taat dengan takut dan gentar dan tulus hati. Melakukan bukan hanya ketika diawasi, tetapi justru dengan segenap hati, walaupun tidak ada orang yang melihat kita melakukan sesuatu kita bekerja seperti sedang melayani Tuhan.

Dan sebagai pemimpin, kita diingatkan untuk berbuat baik dan menjauhkan ancaman. Berbuat baik kepada orang-orang yang kita pimpin, dengan kata lain adalah melayani mereka. Dan peringatan yang diberikan adalah kita sebenarnya sama di hadapan Tuhan: Tuhan tidak memandang muka, posisi, jabatan, kekayaan atau apa pun… kita semua pelayan walaupun kita berstatus pemimpin.

Mari kita mendatangkan sorga di bumi dengan melakukan semua ini. Mulai dari “saya”, jadi pelayan yang taat dan pemimpin yang melayani.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Kualitas apa yang diingatkan kepada kita sebagai hamba?
    2. Dan apa yang diingatkan kepada kita sebagai pemimpin?
    3. Apa yang membedakan tuan dan hamba di hadapan-Nya?
    1. Kalau saudara bandingkan dengan Firman Tuhan, bagaimana kualitas saudara dalam melayani sebagai hamba?
    2. Bagaimana juga dengan sikap saudara selama ini sebagai pemimpin? Siapkah saudara mempertanggungjawabkan sikap saudara di hadapan Tuhan?
    3. Apakah selama ini saudara merasa lebih dari orang-orang yang saudara pimpin? Apakah saudara sudah meluangkan waktu untuk memikirkan kesejahteraan mereka?
    1. Perubahan apa yang saudara mau lakukan sepanjang hari ini bahkan sampai seminggu ke depan untuk menjadi hamba maupun pemimpin yang semakin baik?
    2. Mari akui kekurangan maupun kelebihan saudara dalam sikap dan perilaku saudara sehari-hari dalam menjadi hamba maupun pemimpin? Akui kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Doakan juga teman komunitas sepakat saudara agar dia dapat melakukan komitmen nya dan mengalami terobosan!

Topik Doa:

Berkatilah pekerja-pekerja yang bekerja di pemerintahan bangsa kita.
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Maleakhi 3:8-11

Penjelasan :

Seluruh harta dunia ini adalah milik Tuhan. Bukan milik kita, tetapi dipercayakan kepada kita untuk kita mengelolanya. Untuk dapat setia membawa persembahan, kita perlu melatih diri kita untuk dapat mengelola keuangan kita dimulai dari mengelola keinginan-keinginan kita. Kita dapat mengelola keuangan kita dengan mengeluarkan uang membeli yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Dan kita perlu melibatkan Tuhan ketika kita ingin memakai harta dunia yang ada pada kita.

Pertanyaan :

  1. Siapakah penipu yang Allah maksudkan dalam bacaan ini?
  2. Dalam hal apa manusia menipu Allah?
  3. Menurut kamu apa penyebab manusia menipu Allah?
  4. Bagaimana agar kita tidak menjadi penipu?
  5. Bagaimana dengan hidupmu?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Taat dan kasih

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Efesus 5:22-33; 6:1-4

Peran dalam rumah tangga adalah peran yang sehari-hari kita jalani. Perintah bagi suami adalah untuk mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat. Istri diperintahkan untuk tunduk dan hormat kepada suaminya. Anak-anak diperintahkan untuk taat dan hormat. Orang tua / bapa diperintahkan untuk mendidik di dalam ajaran Tuhan tanpa membangkitkan amarah.

Kenyataannya, hal sehari-hari inilah yang sukar untuk kita laksanakan dengan konsisten, khususnya karena kita melihat orang yang harus kita kasihi, hormati, taati, ataupun ajarkan … jauh dari harapan kita. Sedangkan standar ketaatan kita kepada Firman Tuhan adalah lakukan semua itu: mengasihi, menghormati, mentaati, ataupun mendidik … “seperti untuk Tuhan.”

Mari kita terus memandang bahwa Tuhan terlibat dalam segala aspek kehidupan kita. Hanya ada satu cara untuk membawa sorga ke bumi. Yaitu langkah ketaatan. Ketidaktaatan pada perintah Tuhan tidak akan pernah membawa sorga ke bumi. Melalui langkah ketaatan kita, Allah akan bekerja, Kerajaan Allah dinyatakan. Mari, mulai dari “saya,” jangan tunda lagi!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa saja peran saudara dalam keluarga? Bacalah bacaan hari ini dengan berfokus pada tanggung jawab peran tersebut!
    2. Apa tanggung jawab peran saudara tersebut?
    3. Kualitas seperti apa yang Tuhan perintahkan saudara lakukan dalam peran tersebut?
    1. Selama ini kualitas seperti apa yang saudara lakukan dalam melakukan peran saudara? Sebagai suami/istri, sebagai anak atau sebagai orang tua?
    2. Apa yang saudara harus tingkatkan dalam melakukan peran saudara lebih lagi?
    3. Apabila Tuhan melihat saudara melakukan peran saudara, apakah Tuhan akan puas dengan cara saudara melakukan itu? Bagaimana saudara seharusnya meningkatkannya?
    1. Tindakan apa yang saudara mau lakukan hari ini sebagai langkah awal meningkatkan kualitas peran saudara?
    2. Mari, akuilah kekurangan saudara dalam melakukan peran saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling mendoakan dan membangun! Doakan sungguh-sungguh agar teman sepakat saudara dapat bertumbuh dan mengalami terobosan dalam melakukannya!

Topik Doa:

Berdoa bgi kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia.
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Daniel 3: 13-18

Penjelasan :

Tiga manusia Allah ini telah kita ketahui bahwa mereka setia kepada Allah mereka. Harga yang mereka bayar dalam mengiring Allah mereka tidak mereka hitung karena kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka senantiasa hanya rindu untuk memuja Allah bukan dewa-dewa lain yang ada. Kesetiaan mereka dalam memuja Allah, terbukti.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana iman mereka menurut kamu?
  2. Mengapa mereka dapat memiliki iman seperti itu?
  3. Siapa yang mereka puja?
  4. Mengapa mereka tidak mau memuja dewa-dewa lain? Bahkan rela mati daripada memuja dewa lain?
  5. Bagaimana dengan imanmu menurut kamu sendiri?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Kolose 3: 22-4:1

Dua peran berbeda dibahas dalam bacaan kita. Peran hamba atau pelayan adalah peran kita semua. Bagi seorang karyawan, ia adalah “hamba” terhadap perusahaan tempat ia bekerja. Bagi penjual, ia adalah “hamba” terhadap para pelanggannya.

Setiap anak Tuhan juga adalah hamba / pelayan Tuhan yang diutus Tuhan, melayani orang lain dan melayani jiwa-jiwa. Bahkan pemimpin pun, menurut ajaran Kristus, harus menjadi pelayan bagi semua. Sebagai hamba mari kita taat dan melayani dengan penuh ketulusan. Demikianlah hamba dapat mendatangkan sorga di bumi.

Bagaimana dengan peran sebagai tuan? Dalam tingkat yang berbeda-beda, satu saat kita akan dipercaya menjadi pemimpin. Kalau kita sudah belajar bersikap benar dalam peran sebagai hamba / pelayan, kita akan lebih mudah mengerti, bijaksana dan punya sikap benar pula sebagai pemimpin. Pemimpin / tuan harus juga melayani karena pemimpin juga pelayan bagi yang dipimpin. Mari kita bersikap adil dan bijaksana sebagai pemimpin. Cara kita memimpin dapat mendatangkan sorga kepada setiap mereka.

Mari datangkan sorga di bumi dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Peran apa saja yang disebutkan dalam bacaan ini? Apakah tanggung jawab peran masing-masing?
    2. Apakah peran ini saling mendukung atau saling bertabrakan satu sama lain?
    3. Dengan perbedaan ini, apakah berarti ada yang lebih rendah atau tinggi martabatnya?
    1. Dalam hal apa saudara memiliki peran hamba? Apakah saudara sudah berlaku sebagai hamba yang taat dan setia?
    2. Apa penghalang dan pergumulan saudara dalam berlaku sebagai hamba yang setia?
    3. Bagaimana dengan peran saudara sebagai pemimpin? Dalam hal apa saudara dipercayakan untuk memimpin? Apakah saudara sudah mengenali orang-orang yang saudara pimpin?
    1. Perubahan apa yang mau saudara lakukan untuk menjadi hamba dan pemimpin yang semakin baik?
    2. Mari akui keberhasilan dan kegagalan saudara kepada teman komunitas sepakat saudara!
    3. Lakukan saling menguatkan dalam komunitas sepakat saudara! Pastikan teman sepakat saudara semakin bertumbuh dalam perannya sebagai hamba maupun pemimpin!

Topik Doa:

Bawa dalam doa bagi keamanan di negara kita. Biarlah perlindungan Tuhan nyata bagi rakyat Indonesia.
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Setia dalam perkara yang kecil Nasihat

16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

LUKAS 16:10-12

Penjelasan :

Kita telah memgetahui bahwa kita harus hidup setia. Setia dalam perkara kecil merupakan hal yang samgat penting dalam hidup ini. Terkadang kita tidak menganggap penting hal-hal atau perkara perkara kecil. Justru Alkitab memgajarkan kita agar kita setia dalam perkara kecil. Setia dapat juga dipercayai. Kita sebagai manusia Allah harus melatih diri kita agar menjadi manusia Allah yang dapat dipercayai oleh Allah dan manusia.

Pertanyaan :

  1. Apa yang akan terjadi jika kita setia dalam perkara kecil? Dan bagaimana jika kita tidak setia?
  2. Apakah yang akan terjadi jika dalam hal duniawi kita tidak setia?
  3. Menurut mu, apakah kamu bisa hidup melatih diri untuk setia?
  4. Apakah kamu selama ini menemukan diri kamu telah setia dalam perkara kecil, baik di dalam hal-hal di dunia ini maupun hal yang kekal?
0

02/2020 Februari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga

3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Kolose 3:18-21

Di dalam hubungan keluarga kita memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang sebagai suami, ada yang sebagai istri. Ada yang sebagai anak; ada yang sebagai orang tua, ada yang keduanya. Masing-masing peran mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Di dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing inilah kita harus melakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Inilah jalan untuk mendatangkan sorga di bumi: melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai peran kita.

Tetapi yang sering kali terjadi adalah kita menuntut orang atau pihak lain melakukan perannya. Tapi ingat, bukan itu yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Yang kita perlu lakukan adalah fokus kepada tanggung jawab kita. Kalau kita melihat apakah orang lain melakukan perannya, tanpa sadar kita akan menuntut dan menghakimi. Hasilnya bukan sorga yang kita rasakan, tetapi sebaliknya kita mendatangkan neraka.

Bagaimana kalau kita melakukan tanggung jawab kita dan orang lain tidak melakukan perannya? Sekali lagi, kita harus ingat kita melakukannya seperti untuk Tuhan. Bagaimana? Dengan segenap hati bukan dengan sikap menuntut.

Siap taat kepada Firman-Nya? Mulailah dari “saya.”

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Peran apa saja yang disebutkan dalam bacaan ini? Apakah tanggung jawab peran masing-masing?
    2. Apakah peran ini saling mendukung atau saling bertabrakan satu sama lain?
    3. Dengan perbedaan ini, apakah berarti ada yang lebih rendah atau tinggi martabatnya?
    1. Apakah peran-peran saudara dalam keluarga saudara?
    2. Apakah saudara sudah taat melakukan tugas dan tanggung jawab saudara sesuai peran itu?
    3. Apa sebenarnya kesulitan yang saudara hadapi?
    1. Ambillah komitmen saudara untuk bertanggung jawab dalam peran saudara dan nyatakan komitmen saudara kepada Tuhan!
    2. Ceritakan kepada saudara ataupun teman komunitas sepakat saudara, keberhasilan dan kegagalan saudara untuk sepenuhnya melakukan tanggung jawab peran saudara dalam keluarga!
    3. Mari lakukan saling mendoakan dan mendorong! Pastikan teman komunitas sepakat saudara terbangun dan semakin teguh dalam melakukan perannya!

Topik Doa:

Berdoa bagi negara-negara yang Tuhan ingatkan untuk saudara berdoa. Lepaskanlah berkat bagi negara,pemerintahan dan rakyatnya.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 298NO NEW POSTS