PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-4, RENUNGAN

4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.”

4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”

4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”

4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.

4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

Yohanes 4: 31-38

Penjelasan :

“Makanan” Yesus adalah melakukan kehendak Allah. Oleh karena itu, selama Yesus hidup di bumi, Ia fokus dalam melaksanakan tujuan Allah dalam hidupNya. Kita pun perlu melakukan hal yang sama. Kita perlu fokus terhadap rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tapi apa rencana Tuhan itu? Tuhan memberikan kita kuasa untuk “menuai” jiwa-jiwa. Artinya, membawa jiwa-jiwa yang hilang kembali kepada Allah. Apakah kamu sudah melakukan kehendak Allah dalam hidupmu?

Pertanyaan :

  1. Apakah makanan Yesus?
  2. Untuk apakah kita diutus oleh Yesus?
  3. Apakah kamu menyadari bahwa kamu di dunia ini dipercayakan untuk menuai oleh Allah?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-4, RENUNGAN
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Matius 25:21

Penjelasan :

Tuhan mengajarkan kepada kita supaya kita setiap dalam segala hal. Terutama setiap dalam perkara-perkara kecil. Contohnya: mengembalikan barang yang kita pinjam, membantu papa mama dirumah, bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita.

Aktivitas :

Mencari perbedaan

Gerak & Lagu :

God is so good

Doa :

Tuhan, aku mau setiap dalam perkara-perkara kecil dalam hidupku agar aku semakin dipercayakan hal-hal yang besar oleh Engkau.

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

“So everyone who hears these words of Mine and acts on them, will be like a wise man [a far-sighted, practical, and sensible man] who built his house on the rock

Matthew 7:24 (AMP)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi sangat terbiasa dan peka untuk terus dipimp- in oleh Roh Allah di setiap hari-hari kita sehingga hidup kita dibangun di atas fondasi batu karang.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Dua macam dasar

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Matius 7:24-27

REFLECTION

  1. Seperti apa orang yang mendengar dan melakukan perkataan Tuhan? (Ayat 24-25)
  2. Apakah yang akan terjadi kepada orang yang mendengar tetapi tidak melakukan perkataan Tuhan? (Ayat 26-27)

DEVOTION

Terdapat dua macam dasar yang dapat kita pilih untuk mendirikan rumah, apakah kita mau mendirikan di atas dasar pasir atau dasar batu karang. Dalam kedua cerita ini, terdapat kesamaan, yaitu mereka sama-sama mendengarkan Firman Tuhan dan sama-sama terkena badai. Tetapi yang membedakan adalah ketika terjadi badai, rumah yang dibangun di atas dasar batu karang tetap berdiri teguh. Sama dengan hidup kita, seluruh orang Kristen bisa mendengar- kan Firman Tuhan, tetapi yang membedakan kita sebagai orang yang dipimpin oleh roh adalah kita tidak berhenti sampai di titik mendengarkan Firman Tuhan, tetapi kita juga melakukan Firman tersebut sehingga ketika badai kehidupan terjadi, kita bisa tetap berdiri teguh karena kita berpegangan kepada Firman Tuhan. Jika kita membangun hidup kita bukan dengan dasar Firman, pasti kita akan goncang dan hebatlah kerusakan yang terjadi. Perjala- nan kekristenan bukan hanya menjadi perjalananan kita memiliki banyak pengetahuan tentang Firman, tetapi esensi yang sesungguhnya adalah ketika kita membiarkan diri kita sepenuhnya dipimpin oleh Firman: kita hanya melakukan hal yang Firman minta untuk kita lakukan, respon, pikiran, perasaan dan kehendak kita hanya dipimpin oleh perkataan Firman saja, disinilah kita sedang membangun diri di atas dasar batu karang terus menerus sehingga badai sebesar apapun yang terjadi, tidak akan mampu menggon- cang hidup kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Tuliskan dan praktekan bagaimana langkah untuk kamu hari ini membangun manusia rohanimu!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Saksi-saksi iman

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

11:7 Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.”

11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

11:20 Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.

11:21 Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.

11:22 Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

11:23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

11:28 Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.

11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.

11:30 Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

11:32Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

IBRANI 11:1-40

Beberapa waktu yang lalu kita telah merenungkan tentang iman. Dan hari ini kita akan lebih dalam merenungkan tentang iman. Iman adalah percaya penuh hanya kepada Yesus Kristus. Kepada Dia yang telah menggenapi segala janji Tuhan melalui karya Salib. Dia yang juga adalah Firman yang hidup.

Jadi sebagai orang yang percaya kepada-Nya, kita harus memiliki iman (percaya) penuh dan berpegang penuh kepada Firman Tuhan. Pada minggu lalu kita telah merenungkan hal ini.

Kita perlu membaca Firman bukan karena kewajiban tetapi kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. Dan ketika kita mengalami perjumpaan dengan Firman dan mengerti apa yang dimaksud Firman tersebut, maka Firman akan bertumbuh menjadi iman.

Seperti tokoh-tokoh iman yang kita baca, mereka mengerti maksud Firman dan mereka bertindak dalam hidup sesuai Firman dan iman mereka. Demikian pula kita mau memiliki hidup dan sikap seperti itu terhadap Firman dan mengalami pertumbuhan iman.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah iman menurut pengertian saudara melalui bacaan ini?
    2. Bagaimana cara para tokoh iman beriman kepada Sang Firman?
    1. Bagaimana selama ini saudara beriman kepada Yesus Kristus?
    2. Bagaimana saudara melihat para tokoh iman merespons setiap Firman?
    1. Apakah saudara sungguh-sungguh rindu menjadi manusia rohani yang beriman?
    2. Apakah yang akan saudara lakukan sebagai respons saudara? Bagikan kepada keluarga, kompak dan komunitas saudara.

Topik Doa:

Doakanlah orang-orang yang berada di sekeliling kita, agar mereka merasakan kasih Tuhan melalui anak-anak Tuhan.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Dalam bulan Juli ini kita telah merenungkan bagaimana kita sebagai manusia rohani melihat dan membangun diri kita di atas apa yang telah Tuhan Yesus selesaikan di kayu salib. Bagian kita adalah melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah yaitu percaya dan membangun iman di dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Selanjutnya sebagai manusia rohani, kita perlu untuk memautkan hati dan hidup kita kepada Firman Tuhan. Karena hanya Firman Tuhan yang akan mendatangkan iman bagi kita sebagai orang-orang yang senantiasa mengaktifkan percaya, beriman hanya kepada Yesus Kristus.

Minggu ini, kita akan terus membangun hidup kita sebagai manusia rohani. Agar perjalanan kita dalam mengiring Kristus terus berjalan menuju kepada hidup kekal. Mari terus beri waktu untuk bersekutu dengan Pusat Hidup kita yang memberikan kepada kita kehidupan kekal. Dan taatilah setiap apa yang Ia taruh dan perintahkan kepada kita.

Topik Doa:

Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” Yohanes 12:50
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Yohanes 15: 1-8

Penjelasan :

Sumber kehidupan kita ada di dalamNya. Hanya di dalamNya, hidup kita berbuah. Kuncinya adalah “melekat”. Tetap terhubung dengan Tuhan. Menjadi satu denganNya. Ketika kita melekat denganNya, maka kita akan menerima apa yang kita minta dan namaNya semakin dipermuliakan.

Pertanyaan :

  1. Siapakah Allah dan siapakah kita menurut Firman yang kita baca?
  2. Apakah yang dilakukan kepada kita agar kita dapat mengerti dan melakukan kehendak Allah?
  3. Apakah tujuan kita tinggal senantiasa di dalam Kristus?
  4. Apakah yang selama ini kamu minta di dalam doa? Apakah semua itu untuk memuliakan Bapa?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Baby, KEGA, KEGA Baby, Minggu ke-3, RENUNGAN
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Mazmur 126:5

Penjelasan :

Siapakah yang suka berdoa bagi hidup orang lain. Contoh: berdoa bagi orang yang sakit, kesusahan, bersedih hati, dll…
Tuhan mendengar lho setiap doa dan permohonan kita… Ayoo semangat dan tidak bosan-bosan ya untuk berdoa.

Gerak & Lagu :

Kita kerja
sama sama 3x
(Sambil pegang tangan bersilang)

Doa :

Tuhan, aku mau semakin giat menabur dalam doa bagi hidup orang lain.

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

You will know these people because of what they do. Good things don’t come from people who are bad, just as grapes don’t come from thornbushes, and figs don’t come from thorny weeds

Matthew 7:16 (ERV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman hati kita sehingga kita dapat terus menanti-nantikan Tuhan dan penggenapan janji-Nya untuk kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal pengajaran yang sesat

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Matius 7:15-23

REFLECTION

  1. Apa yang perlu kita waspadai? (Ayat 15) Bagaimana cara kita mengenalinya? (Ayat 16-20)
  2. Bagaimana kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga? (Ayat 21-23)

DEVOTION

Pengajaran sesat adalah pengajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Yesus tidak mementingkan apa yang ada di luar kita, tapi Dia mengutamakan kedalaman hati kita. Apa yang tersembunyi di hati kita, setiap dosa dan kejadi- an-kejadian yang kita sembunyikan, kedalaman kita, itulah yang Yesus ingin kita akui supaya Ia bisa. Tetapi seringkali kita mengikuti orang-orang Farisi, mereka hanya mementingkan apa yang ada di luar, apa yang mereka lakukan dan dilihat oleh orang lain, tetapi mereka tidak benar-benar menghidupi Firman, berjumpa dengan Bapa dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Orang yang sungguh-sungguh mengejar keserupaan dengan Kristus adalah orang yang terus membangun apa yang tidak terlihat karena yang tidak terlihat merupakan hal yang kekal – “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah semen- tara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18) Untuk mengenali orang-orang yang bersungguh hati terhadap Tuhan, kita cukup melihat dari buahnya saja. Karena orang yang terus menerus membangun manusia rohnya, pasti akan berbuah dan buahnya pasti baik. Bangunlah keinti- man kita dengan Bapa sehingga kita mengenal Dia dengan baik karena pada hari-hari terakhir, yang tidak tergoncangkan oleh dunia ini hanyalah pengena- lan kita akan Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Tuliskan dan praktekan bagaimana langkah untuk kamu hari ini membangun manusia rohanimu!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada pemuridmu untuk kamu menjadi semakin kuat dalam rohmu untuk mengerjakan hal yang tak kelihatan!

0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Kepenuhan hidup dalam Kristus

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Kolose 2:6-8

Jalan orang benar dan jalan orang fasik

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mazmur 1:1-3

Ketika kita mempelajari hubungan kita dengan Tuhan, keintiman dan kedalaman hubungan kita dengan Dia, termasuk dengan Firman-Nya; selalu diumpamakan dengan tanaman yang menghasilkan buah. Kita tidak digambarkan dengan hewan atau burung atau hal lain, tetapi seperti tumbuhan, dan seperti pohon.

Tumbuhan dan pohon, memiliki keunikan yaitu tidak berpindah-pindah – kecuali dipindahkan manusia. Pohon berakar dan memiliki kedalaman. Inilah gambaran hubungan yang terus-menerus, tidak berhenti. Ini menggambarkan ketekunan. Ini menggambarkan eratnya keintiman.

Kiranya perenungan kita sepanjang minggu ini, menolong kita membangun keintiman yang mendalam dan ketekunan, sampai kita tanpa sadar menghasilkan buah – bukan dari diri kita sendiri, tapi dari keintiman kita dengan Dia; keintiman kita dengan Firman Tuhan!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Gambaran apa yang diberikan Paulus dalam menggambarkan kedekatan dan pertumbuhan setelah menerima Kristus?
    2. Gambaran apa yang diberikan pemazmur terkait orang yang suka merenungkan Firman Tuhan?
    3. Mengapa digunakan gambaran seperti itu?
    1. Selama ini apakah saudara sudah memiliki kedalaman hubungan, keintiman dengan Tuhan dan Firman-Nya? Bagaimana saudara menggambarkan keintiman saudara dengan Dia?
    2. Apakah yang ingin saudara lakukan untuk lebih dapat intim dengan Dia?
    3. Hari ini, ketika saudara beribadah, nikmati keintiman dengan Dia, karena Diam au mengasihi dan memberkati saudara! Dia lebih rindu daripada saudara sendiri! Buang segala keraguan, rasa tertuduh atau apa pun yang menghalangi! Dia mengasihi saudara!
    1. Keintiman hubungan seperti apa yang saudara alami bersama Tuhan hari ini? Apa yang saudara mau lakukan untuk meningkatkan keintiman dengan Dia?
    2. Usahakan untuk dapat bersama membangun keintiman dengan Tuhan bersama Kompak dan keluarga saudara! Nikmatilah hubungan dengan Dia bersama-sama!

Topik Doa:

Doakan bagi anak-anak Tuhan yang bekerja di pemerintahan bangsa Indonesia agar hidup mereka menjadi teladan dan mereka menyadari ada mata Tuhan yang memperhatikan mereka.
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1 Korintus 14:2-4

Penjelasan :

Kita perlu membangun manusia Roh kita. Salah satu caranya adalah dengan berbahasa Roh. Saat kita berbahasa Roh, kita sedang membangun hubungan dengan Allah. Kita “terhubung” (connect) dengan Allah (yang adalah Roh) melalui berbahasa Roh. Ketika kita terhubung dengan Allah, kita akan bertumbuh dan semakin peka akan pimpinan Allah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun manusia Roh kita melalui bahasa Roh. Walaupun kita belum berbahasa Roh, kita tetap perlu membangun manusia Roh kita. Kita bisa melakukannya dengan membangun kehausan akan Tuhan.

Pertanyaan :

  1. Kepada siapakah kita berkata-kata ketika kita berbahasa roh?
  2. Apakah yang terjadi ketika kita berbahasa roh?
  3. Seberapa kamu menyadari tentang pentingnya berbahasa roh?
  4. Apakah kamu punya pengalaman ketika berbahasa roh?
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 231NO NEW POSTS
Skip to toolbar