POSTS
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Khotbah Petrus

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,

2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:

2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.

2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

2:35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”

2:38 Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Kisah Para Rasul 2: 14-41

Penjelasan :

Pengenalan Petrus akan Yesus mengubah hidupnya. Ia yang awalnya takut mengakui Yesus, akhirnya berapi-api memberitakan Yesus. Kasihnya akan Yesus meluap-luap, memulihkan serta mengubahkan hidupnya. Persekutuan dan pengenalan kita akan Yesus seharusnya mengubah hidup kita. Memulihkan segenap hidup kita, sehingga kita dimampukan untuk menggenapi kehendakNya.

Pertanyaan :

  1. Apa yang dilakukan Petrus di hadapan banyak orang?
  2. Ketika kamu membaca perkataan Petrus, perbedaan apa yang kamu lihat bila dibandingkan dengan dia pada waktu menyangkal Yesus?
  3. Perubahan seperti apa yang terjadi ketika kamu mengalami perjumpaan dengan Kristus?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Petrus akan menyangkal Yesus

26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

26:32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”

26:33 Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”

26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

26:35 Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.

Petrus menyangkal Yesus

26:69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”

26:70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.”

26:71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”

26:72 Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.”

26:73 Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.”

26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.

26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Matius 26: 30-35, 69-75

Penjelasan :

Sebelum ditangkap, Yesus memperingatkan murid-muridNya bahwa iman mereka akan terguncang. Namun Petrus dengan berani mengatakan kalau dia tidak akan menyangkal Yesus. Bahkan ia mengatakan bahwa ia juga rela mati bersama Yesus. Namun, ketika Yesus ditangkap, iman Petrus goyah. Hari itu Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Awalnya Petrus mempunyai keyakinan yang kuat, namun saat tekanan dan masalah datang, imannya guncang. Bagaimana dengan kita? Apakah iman kita guncang saat menghadapi tantangan? Kita tidak pernah tau kapan tantangan akan datang. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri kita dengan membangun manusia roh kita. Jadi, saat masalah datang, iman kita tidak akan goyah.

Pertanyaan :

  1. Apa peringatan yang diberikan Yesus kepada para murid?
  2. Bagaimana respons Petrus saat itu?
  3. Bagaimanan kenyataannya ketika tantangan itu datang?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

13:21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

13:22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.

13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

13:24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”

13:25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”

13:26 Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

13:28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”

19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Yohanes 13: 21-30, 19: 25-27

Penjelasan :

Murid yang dikasihi Yesus ini adalah Yohanes. Yohanes adalah orang yang sangat dikasihi Yesus dan dekat kepada Yesus. Saat perjamuan malam, Yohanes bersandar dekat kepada Yesus. Di saat murid-murid lain kabur karena takut ditangkap, Yohanes dengan berani mendampingi Yesus. Ketika Yesus disalib, Yohanes menjadi satu-satunya murid Yesus yang tercatat ada di bawah salib Yesus. Bahkan Yohanes dipercayakan untuk menjaga Maria, ibu Yesus. Yohanes digerakkan untuk bertindak benar karena kasih di dalam hatinya. Hari ini, kita juga memiliki kasih Tuhan di dalam hati kita. Tapi apakah kita juga tergerak untuk melakukan yang benar seperti Yohanes?

Pertanyaan :

  1. Dalam perjamuan malam itu, apa yang dilakukan oleh murid yang dikasihi Yesus?
  2. Dan apa yang dilakukan oleh Yesus kepada murid yang dikasihi itu?
  3. Apa isi percakapan Yesus dengan murid itu waktu Yesus disalibkan?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.

2:16 Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

1 Korintus 2: 14-16

Penjelasan :

Manusia rohani memiliki pikiran Kristus. Manusia rohani adalah manusia yang dipimpin oleh Roh. Manusia yang menundukkan segenap hidupnya di bawah pimpinan Roh, termasuk pikiran. Secara otomatis, pikiran Kristus ada pada manusia rohani. Saat kita memiliki pikiran Kristus, hidup kita tidak lagi sesuai dengan prinsip-prinsip dunia. Hidup kita sesuai dengan kehendakNya. Kita mengerti kehendakNya.

Pertanyaan :

  1. Siapakah yang dapat menerima hal-hal yang dari Roh Allah?
  2. Mengapa hanya manusia rohani yang dapat memahami maksud dari Roh Allah?
  3. Siapakah yang dapat memiliki pikiran Kristus?
  4. Menurut kamu sendiri, bagaimana hidup mu dalam satu minggu ini?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

13:26 Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

13:28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Yohanes 13: 1-2, 26-30

Yudas mengkhianati Yesus

26:14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.

26:15 Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

26:16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Matius 26: 14-16

Penjelasan :

Yudas jatuh karena hitung-hitungan. Ia berkompromi dengan uang; ia yang awalnya mengelola uang, akhirnya “menjual” Yesus. Uang menguasai hidupnya. Kesetiaanmu bukan hal hitung-hitungan, dan bukan hal kompromi. Tidak menghitung apa yang akan diperoleh, tetapi menghitung apa yang bisa dilakukan. Jika Kristus yang menguasai hidup kita, seharusnya kita berikan yang terbaik bagiNya. Apa yang kita bisa berikan untuk membangun KerajaanNya.

Pertanyaan :

  1. Apa yang terjadi dengan Yudas Iskariot, sebelum dan sesudah perjamuan itu?
  2. Apa yang Yudas lakukan ketika bertemu imam-imam kepala?
  3. Dari hal ini, menurut kamu apakah Yudas sungguh-sungguh mengikut Yesus?
  4. Selama ini apakah kamu pernah menghitung-hitung apa yang akan kamu dapatkan kalau mengikut Tuhan?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya

20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.

20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Yesus menampakkan diri kepada Tomas

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Yohanes 20:19-29

Penjelasan :

Seringkali kita sulit mempercayai sesuatu karena hal itu tidak masuk akal bagi kita. Begitu juga yang dirasakan Tomas saat itu. Awalnya, kebangkitan Yesus bukanlah sesuatu yang masuk akal bagi Tomas. Namun, saat Tomas melihat Yesus, ia langsung bertobat. Tomas bukan hanya menjadi percaya, tapi ia memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Keraguannya telah digantikan dengan iman yang teguh.

Pertanyaan :

  1. Apakah kamu pernah ragu akan Tuhan?
  2. Apakah keraguan itu masih ada?
  3. Maukah kamu membuang semua keraguanmu dan percaya kepada Tuhan?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Hari perhentian yang disediakan Allah

4:1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

4:2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

4:3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

4:4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.”

4:5 Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

4:6 Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

4:7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Ibrani 4:1-7

Penjelasan :

Kita diingatkan untuk tidak mengeraskan hati kita. Ketika kita mendengar suara Tuhan, yaitu FirmanNya, kita harus memiliki hati yang lembut. Kita harus punya sikap yang mau dibentuk, mau ditegur, dan mau belajar. Jika kita mengeraskan hati kita, kebiasaan kita yang salah akan tetap melekat dalam hidup kita, dan kita tidak akan bisa bertumbuh.
Aku mau memiliki sikap hati yang lembut dan mau dibentuk.

Pertanyaan :

  1. Peringatan apakah yang dikatakan Roh Kudus ketika kamu membaca Firman Tuhan hari ini?
  2. Firman Tuhan apakah yang berbicara secara jelas kepada kamu ketika membacanya?
  3. Adakah pencerahan yang Roh Kudus singkapkan ketika kamu membaca?
  4. Mintalah Roh Kudus menyingkapkan kepada mu jika ada hal-hal yang mendukakan Roh Kudus yang kamu lakukan.
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Efesus 2:8-10

Penjelasan :

Inilah bukti kasih karuniaNya, bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita melainkan karena pemberian dariNya. Ia yang telah memilih dan mempersiapkan kita dari semula, menetapkan tujuan yang mulia bagi kita. Biarlah kita hidup sesuai tujuan yang ditetapkanNya bagi kita, yaitu untuk melakukan pekerjaan baik. Setia hidup di dalamnya.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana hari-hari hidup mu?
  2. Apakah kamu masih hidup dipimpin oleh Roh Allah atau lebih dipimpin daging?
  3. Apakah kamu menyadari tujuan hidup mu?
  4. Seberapa besar kamu masih terus menyadari kasih karunia Allah?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

Kekayaan orang-orang yang terpilih

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Efesus 1:3-4

Penjelasan :

Allah sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Allah juga telah memberikan berkat rohani kepada kita sejak awal. Berkat rohani ini bersifat kekal, berkat ini akan tetap sampai selama-lamanya. Tapi seringkali kita hanya berfokus pada berkat jasmani, apa yang dibutuhkan saat ini. Padahal berkat jasmani tidak bersifat kekal. Maukah kamu berfokus pada berkat rohani yang Tuhan berikan kepadamu?

Pertanyaan :

  1. Siapakah yang mengaruniakan kepada kita berkat rohani?
  2. Kapankah Allah memilih kita?
  3. Untuk apakah Allah memilih kita?
  4. Renungkanlah, berkat-berkat rohani apa yang telah disediakan Allah bagi kamu?
0

08/2019 Agustus, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”

1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;

1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Yohanes 1: 14-17

Penjelasan :

Kasih karunia berasal dari Yesus Kristus. Bukan hanya sekali, melainkan terus menerus. Kasih karunia demi kasih karunia Ia berikan bagi kita. Kasih karuniaNya senantiasa melimpah bagi kita, selalu lebih dari cukup. Hidup kita ditebusNya, bukti kasihNya yang mulia dan tanpa syarat bagi kita. Bukan hanya sampai di situ, pemeliharaanNya dan penyertaanNya setiap detiknya, juga bukti kasih karuniaNya bagi kita. Kasih karuniaNya selalu melingkupi kita, di saat kita tertawa lepas atau menitikkan air mata sekalipun. Dimanapun dan kapanpun, kasih karuniaNya membuktikan bahwa tanganNya selalu menggandeng kita. Oleh karena itu, biarlah kita hidup juga senantiasa mengasihiNya.

Pertanyaan :

  1. Siapakah Firman itu dan dimanakah Firman itu tinggal serta dalam bentuk apakah Ia nampak?
  2. Apakah kesaksian dari Yohanes?
  3. Dan apakah yang akan kita peroleh dari kepenuhan-Nya?
  4. Dari manakah kasih karunia dan kebenaran itu datang?\
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 69NO NEW POSTS
Skip to toolbar