POSTS
16
September 2019
Berakar Dalam Dia
16
September 2019
Matius 26:69-70
16
September 2019
ENLIGHTEN IN PURITY
15
September 2019
Profil Peneliti Firman
15
September 2019
Matius 4:18-19
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Kepenuhan hidup dalam Kristus

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Kolose 2: 6-8

Jalan orang benar dan jalan orang fasik

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mazmur 1: 1-3

Penjelasan :

Kita terus diingatkan untuk berakar di dalam Yesus. Berakar di dalam Yesus berarti menjadikan Yesus sumber kehidupan kita. Untuk menjadikan Yesus sumber kehidupan kita, kita harus terus membangun hubungan dengan Yesus. Sama seperti tumbuhan yang tidak berpindah, tapi selalu tertanam dan menempel pada tanah, kita juga harus selalu menempel pada Yesus. Kita harus terus membangun keintiman dengan Yesus.

Pertanyaan :

  1. Gambaran apa yang diberikan Paulus dalam menggambarkan kedekatan dan pertumbuhan setelah menerima Kristus?
  2. Gambaran apa yang diberikan pemazmur terkait orang yang suka merenungkan Firman Tuhan?
  3. Mengapa digunakan gambaran seperti itu?
  4. Selama ini apakah kamu sudah memiliki kedalaman hungan, keintiman dengan Tuhan dan Firman-Nya?
  5. Bagaimana kamu menggambarkan keintiman mu dengan Tuhan?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Ezra diberi kuasa oleh raja untuk mengatur kebaktian dalam rumah Allah

7:1 Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia

7:2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub

7:3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot

7:4 bin Zerahya bin Uzi bin Buki

7:5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala.

7:6 Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.

7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta.

7:8 Lalu tibalah ia di Yerusalem pada bulan kelima, yakni pada tahun ketujuh zaman raja itu.

7:9 Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh karena tangan murah Allahnya itu melindungi dia.

7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Ezra 7: 1-10

Penjelasan :

Gaya hidup Ezra yang mengasihi firman telah menjadi teladan. Ia bertekad untuk meneliti, melakukan, serta mengajar firman Tuhan. Ada kehausan untuk mengenal firman Tuhan, dan ada kesungguhan untuk menghidupi firman. Seberapa kita mengenal firman? Mengasihi firman. Tidak setengah-setengah dengan firman. Teliti dan lakukan firman, serta membagikan firman. Biarlah firman itu bertumbuh, menghasilkan buah yang orang lain bisa nikmati.

Pertanyaan :

  1. Siapakah Ezra?
  2. Dari mana Ezra dan ke manakah ia pergi?
  3. Siapakah yang mengutus dia?
  4. Seperti apakah Ezra digambarkan?
  5. Selama ini, bagaimana kondisi kamu dibandingkan dengan kondisi Ezra?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 1: 21-26

Penjelasan :

Kita harus membuang prinsip dan pemikiran yang salah, serta menggantikannya dengan Firman Tuhan. Firman tersebut harus sampai tertanam dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita harus melakukan Firman yang kita terima. Karena, jika kita hanya membaca Firman tapi tidak melakukannya, itu sia-sia. Sebaliknya, ketika kita melakukan Firman, Firman itu tertanam dan menjadi gaya hidup kita.

Pertanyaan :

  1. Apa yang Yakobus ajakarkan dalam menjadi pelaku Firman?
  2. Hal-hal seperti apa yang perlu ada kalau kita mau jadi pelaku Firman?
  3. Apakah selama ini kamu sudah sungguh-sungguh meneliti dan mempelajari kebenaran Firman Tuhan?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Matius 13:23

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

Lukas 8:15

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Markus 4:20

Penjelasan :

Point nya hati yang baik dan tulus yang dapat mengerti maksud Tuhan dalam memenangkan orang yang belum percaya Yesus. Bukan hati yang kalau percaya Yesus, Yesus harus membalas apa yang telah dilakukan orang itu.

Sebagai orang percaya, kita harus punya hati yang baik dan tulus. ketika terima firman dan kita dapat mengerti yang Tuhan mau, yaitu tekun melakukan pekerjaan Bapa di surga.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang dihasilkan dari benih yang jatuh di tanah yang baik itu?
  2. Apa saja penjelasan dan penekanan yang berbeda dalam tiap Injil?
  3. elama ini apakah kamu sudah melakukan hal-hal yang bisa menghasilkan buah?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Matius 13:22

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Lukas 8:14

Penjelasan :

Hari ini kita khusus diajak merenung mengenai benih yang jatuh di semak duri. Yang jatuh di semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

kita harus selalu menjaga hati dan pikiran kita. Bisa saja kita menerima Firman, tetapi kita membiarkan pesaing Firman yaitu kekhawatiran, kenikmatan hidup ada di dalam pikiran kita. Tidak ada keinginan untuk dicabut atau dibasmi. Hasilnya kita tidak menghasilkan buah. Ini yang harus kita waspadai di dalam hidup kita. Jadi bahayanya ada semak duri di dalam hidup.

Pertanyaan :

  1. Mengapa benih tidak bisa tumbuh dengan baik di semak yang berduri?
  2. Dan apakah sebabnya benih yang di tanah berbatu juga tidak sampai berbuah?
  3. Selama ini firman yang kamu baca apakah sampai mengerti dan mendalam lalu hidupmu berbuah?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Perumpamaan tentang seorang penabur

13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.

13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.

13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.

Matius 13:1-9, 18-21

8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Lukas 8:11-13

Penjelasan :

Harusnya Firman Tuhan itu mengubah hidup kita supaya kita menjadi lebih baik dan bertumbuh. Setelah terima Yesus kita mendapatkan karunia mengerti Firman Tuhan. Tetapi keragu-raguan, kekuatiran dapat merampas firman yang diterima. Bahkan pemahaman bahwa semua agama mengajarkan hal sama bisa membuat kita menjadi meragukan ke Tuhanan Yesus. Atau masalah keuangan juga bisa membuat kepercayaan kita kepada Tuhan menjadi lemah.

Firman ini menyadarkan kita untuk terus mengoreksi hati dan pikiran kita, supaya tanah hati kita bukan di pinggir jalan, tidak berbatu dan bukan semak duri. Tetapi tanah hati kita adalah yang baik, supaya setiap hari firman Tuhan mengubah hidup kita.

Pertanyaan :

  1. Dalam perumpamaan ini, apakah benih itu?
  2. Apakah yang menyebabkan benih di pinggir jalan tidak bertumbuh?
  3. Dan apakah sebabnya benih yang di tanah berbatu juga tidak sampai berbuah?
  4. Selama ini ketika kamu membaca ataupun mendengarkan Firman Tuhan, apakah sampai mengerti dan mendalalam?
  5. Apakah firman itu terus tertanam dalam diri kamu atau kamu melupakannya?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Persembahan yang benar

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12:1-2

Penjelasan :

Sebagai orang percaya kita harus mempunyai keinginan yang tulus untuk menyenangkan hati Allah dalam kasih, pengabdian, pujian dan kekudusan, juga mempersembahkan tubuh untuk pelayanan.

Dan kita harus berusaha mendekat kepada Allah, hidup bagi Allah, menyembah Allah dan mentaati Allah. Kita harus tahu yang ditentang Allah dan disukai Allah dengan cara mempersembahkan tubuh, pikiran, dan keinginan kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah dan mati kepada dosa

Pertanyaan :

  1. Apakah nasihat Paulus setelah ia menjelaskan tentang kemurahan Allah?
  2. Apakah selanjutnya yang harus dilakukan?
  3. Apakah maksud dari melakukan hal tersebut?
  4. Apakah kamu selama ini mengerti apa tujuan kamu membaca, merenungkan , dan mempelajari firman Tuhan?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.

10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,

10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Lukas 10:5-9

Penjelasan :

Ketika kita percaya Yesus, Kita menerima kuasa sebagai murid-murid-Nya. Kuasa itu untuk menyembuhkan orang lain sebagai perpanjangan dari pelayanan-Nya. Dan kerinduan Yesus adalah kita sebagai murid Yesus bukan meminta minta tetapi melakukan perintah-Nya, memberitakan Injil karena Kerajaan Allah dekat dengan kita dan melakukan mujizat. Inilah yg harus ktia lakukan sebagai murid Kristus.

Pertanyaan :

  1. \ Hal apakah yang diajarkan Tuhan Yesus jika kita memasuki suatu rumah?
  2. Hal apa pula yang diajarkan Tuhan Tuhan Yesus ketika kita bertemu orang yang sakit?
  3. Hal apa yang Tuhan Yesus ajarkan bagi saudara dalam pembacaan Firman Tuhan hari ini?
  4. Bagaimana sikap mu selama ini jika memasuki suatu rumah atau berkenalan dengan orang baru?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Yohanes 6:29

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Galatia 2:19-20

Penjelasan :

Ternyata perkerjaan yang dikehendaki Allah adalah percaya kepada Yesus yang telah diutus Allah. Setelah percaya kepada karya salib Yesus, kita harus sadar telah mati dan disalibkan bersama Kristus. Dan kita hidup bukan lagi kita sendiri yang hidup, melainkan ada Kristus di hidup kita karena kita percaya. Jadi kalau kita hidup bukan milik kita lagi, kita tidak punya hak atas hidup kita. Kita harus mengikuti perintah dari yang empunya hidup yaitu Kristus, supaya kita hanya melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah.

Pertanyaan :

  1. Apakah pekerjaan yang dikehendaki Allah bagi kamu?
  2. Bagaiamana cara kita seharusnya hidup?
  3. Siapakah yang seharusnya hidup di dalam kamu?
  4. Dan bagaimana cara kamu hidup?
0

09/2019 September, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-1, RENUNGAN

Penjelasan :

Iman membawa hidup kita berkenan di hadapan Allah. Dengan iman, hidup kita berharap dan percaya padaNya. Dengan iman, kita bisa melangkah dalam pengenalan akan Dia. Dengan iman, kita bisa melangkah dalam kebenaran. Dengan iman, kita bisa melangkah menggenapi kehendakNya. Biarlah dengan iman, hidup kita ditemukanNya berkenan di hadapanNya.

Pertanyaan :

  1. Apakah hal yang membuat kita tidak berkenan kepada Allah?
  2. Apa yang harus kita lakukan jika kita sedang melihat hal-hal duniawi dan bukan Allah?
  3. Apkah yang akan kita terima jika kita sungguh-sungguh mencari Allah?
  4. Apakah selama ini kamu beriman kepada Allah yang hidup?
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 26NO NEW POSTS
Skip to toolbar