PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Yohanes 15: 1-8

Penjelasan :

Sumber kehidupan kita ada di dalamNya. Hanya di dalamNya, hidup kita berbuah. Kuncinya adalah “melekat”. Tetap terhubung dengan Tuhan. Menjadi satu denganNya. Ketika kita melekat denganNya, maka kita akan menerima apa yang kita minta dan namaNya semakin dipermuliakan.

Pertanyaan :

  1. Siapakah Allah dan siapakah kita menurut Firman yang kita baca?
  2. Apakah yang dilakukan kepada kita agar kita dapat mengerti dan melakukan kehendak Allah?
  3. Apakah tujuan kita tinggal senantiasa di dalam Kristus?
  4. Apakah yang selama ini kamu minta di dalam doa? Apakah semua itu untuk memuliakan Bapa?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1 Korintus 14:2-4

Penjelasan :

Kita perlu membangun manusia Roh kita. Salah satu caranya adalah dengan berbahasa Roh. Saat kita berbahasa Roh, kita sedang membangun hubungan dengan Allah. Kita “terhubung” (connect) dengan Allah (yang adalah Roh) melalui berbahasa Roh. Ketika kita terhubung dengan Allah, kita akan bertumbuh dan semakin peka akan pimpinan Allah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun manusia Roh kita melalui bahasa Roh. Walaupun kita belum berbahasa Roh, kita tetap perlu membangun manusia Roh kita. Kita bisa melakukannya dengan membangun kehausan akan Tuhan.

Pertanyaan :

  1. Kepada siapakah kita berkata-kata ketika kita berbahasa roh?
  2. Apakah yang terjadi ketika kita berbahasa roh?
  3. Seberapa kamu menyadari tentang pentingnya berbahasa roh?
  4. Apakah kamu punya pengalaman ketika berbahasa roh?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Ibrani 5: 14

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Matius 4: 4

Penjelasan :

Tubuh kita memerlukan makanan supaya memiliki kekuatan yang cukup. Tanpa makanan, tubuh kita akan menjadi lemah. Begitu juga Roh kita. Roh kita memerlukan “makanan” supaya menjadi kuat. Dan makanan yang Roh kita perlukan adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita terima perlu kita “cerna” dengan baik. Kita bisa “mencerna” Firman dengan merenungkan, mempelajari, dan menanamkan Firman di dalam hati dan pikiran kita. Ketika kita terus “makan Firman Tuhan”, kita akan semakin kuat dan bertumbuh, sehingga kita akan bisa membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Kita akan bisa semakin mengerti apa yang menjadi kehendak Allah.

Pertanyaan :

  1. Makanan seperti apakah yang dimakan oleh orang yang sudah bertumbuh di dalam Kristus? (dewasa rohani)
  2. Apakah manfaatnya jika kita makan makanan keras itu?
  3. Bagaimana selama ini makanan roh kamu?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Tak ada lagi perhambaan

4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Galatia 4:1-7

Penjelasan :

Melalui Firman hari ini kita belajar bahwa ketika kita menerima Tuhan, status kita bukan hanya hamba, melainkan anak-Nya. Sebagai anak-Nya, kita diberi warisan kuasa yaitu untuk menguasai dunia. Hari ini kita harus sadar bahwa bila kuasa untuk menguasai dunia aja ada dalam hidup kita, apalagi kuasa untuk menguasai hal-hal lainnya, termasuk menguasai diri dari dosa, ayo kita terus menerus sadar bahwa kita adalah Anak Allah dan kita mau terus menerus sadar untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Bapa kita.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang harus kita lakukan agar kita menjadi tuan?
  2. Siapakah kita sesungguhnya di pandangan Allah?
  3. Bagaimana keadaan kamu selama ini di dalam Kristus?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa

8:26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.

8:27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.

8:28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”

8:29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.

8:30 Dan Yesus bertanya kepadanya: “Siapakah namamu?” Jawabnya: “Legion,” karena ia kerasukan banyak setan.

8:31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.

8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.

8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

Lukas 8: 26-33

Penjelasan :

Yesus memerintahkan roh jahat untuk meninggalkan orang ini. Dan apa yang Yesus katakan (perintahkan) terjadi. Kita pun memiliki kuasa yang sama. Kita punya otoritas untuk melakukan pekerjaan Allah. Bahkan dikatakan, kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang Yesus lakukan selama hidup di bumi.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang Tuhan lakukan dari pembacaan kita hari ini terhadap orang yang dikuasai oleh roh roh jahat itu?
  2. Apa yang terjadi setelah itu?
  3. Kapankah kamu terakhir menggunakan otoritas yang telah Tuhan berikan kepada kamu?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Lukas 10: 19

Penjelasan :

Tuhan telah memberikan kita kuasa. Kuasa yang dimaksud di sini adalah otoritas dan kekuatan. Kita diberikan otoritas atas apa yang jahat. Sehingga kita dapat melakukan perintahNya. Kita diberikan kekuatan untuk melawan musuh. Sehingga kita akan mampu melaksanakan rencanaNya. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut akan apapun. Kuasa, yaitu otoritas dan kekuatan, yang Tuhan berikan lebih dari cukup bagi kita.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang diberikan kepada kita?
  2. Untuk apakah Ia memberikan kepada kita Kuasa?
  3. Apakah yang Roh katakan kepada mu ketika kamu membaca secara perlahan dan teliti?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Perlengkapan rohani

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Efesus 6:10-20

Penjelasan :

Melalui Firman hari ini kita perlu belajar bahwa di dalam hidup ini yang sedang kita perangi bukan sebatas darah dan daging, melainkan memerangi roh. Iblis selalu mencari cara untuk menjatuhkan kita lewat setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita, oleh karena itu kita harus terus berjaga-jaga, dan tidak boleh lengah (memberi kesempatan sekecilpun untuk iblis). Kadang kala kita sendiri suka masih teralihkan oleh tipu daya iblis, sehingga fokus kita bukan ke Tuhan, melainkan ke diri kita sendiri. Tetapi kita harus belajar, sebagai orang benar, yang mengambil alih hidup kita seharusnya kebenaran, dengan demikian kita bisa melawan iblis. Oleh karena itu, kita harus selalu memperlengkapi diri kita dengan perlengkapan senjata Allah.

Pertanyaan :

  1. Apakah nasihat Paulus di penghujung suratnya kepada jemaat Efesus?
  2. Apakah yang harus kita sadari dalam peperangan ini?
  3. Apa saja perlengkapan yang harus kita kenakan setiap hari?
  4. Selama ini apakah kamu menyadari kamu ada dalam peperangan rohani?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

6:3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

6:4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

6:5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

6:6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;

6:7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela

6:8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,

6:9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;

6:10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

2 Korintus 6: 3-10

Penjelasan :

Dalam segala hal, Paulus hidup dengan menunjukkan kalau ia adalah pelayan Allah. Paulus tahu kalau ia sudah menerima kasih karunia dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, Paulus digerakkan untuk hidup sebagai pelayan Allah. Bagaimana dengan kita? Kita sebagai orang-orang yang juga sudah menerima kasih karunia seharusnya melakukan hal yang sama. Kita perlu belajar hidup sebagai pelayan Allah.

Pertanyaan :

  1. Dari bacaan Firman hari ini, hal-hal apa yang Paulus lakukan dan alami?
  2. Dari hal-hal tersebut apakah yang paling memyulitkan menurut kamu?
  3. Bagaimana respon Paulus dalam menghadapi semua itu?
  4. Pernahkah kamu mengalami tekanan atau aniaya karena kamu mengasihi dan melayani Tuhan?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Paulus dalam pelayanannya

6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

6:2 Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

2 Korintus 6: 1-2

Penjelasan :

Kasih karunia Allah begitu melimpah. Kasih karunia yang sudah kita terima, janganlah disia-siakan. Bukan berarti hidup bebas melakukan dosa, melainkan hidup taat melakukan kebenaran. Hargai karuniaNya, bukti kasihNya yang mulia bagi kita. Biarlah hidup kita menjadi persembahan yang berkenan di hadapanNya. Kejar persekutuan denganNya. Kejar kehendakNya.

Pertanyaan :

  1. Apakah nasihat Paulus kepada jemaat Korintus waktu itu?
  2. Kasih karunia seperti apa yang kamu terima dari Tuhan sampai saar ini?
  3. Selama ini bagaimana kamu mempergunakan kasih karunia yang Tuhan berikan?
0

07/2019 Juli, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-2, RENUNGAN

Hidup menurut daging atau Roh

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Galatia 5: 16-26

Penjelasan :

Kita memiliki dua pilihan: dipimpin oleh Roh atau dipimpin oleh daging. Kita tidak bisa tidak memilih keduanya. Jika kita tidak hidup dipimpin oleh Roh, pasti hidup kita dipimpin oleh daging. Tapi ketika kita mengikuti pimpinan Roh, secara otomatis kita meninggalkan kedagingan kita. Pilihannya ada di tangan kita, apakah kita mau hidup oleh Roh, atau oleh daging. Dan pilihan kita akan menentukan buah apa yang akan dilihat dan dinikmati orang-orang di sekitar kita. Oleh karena itu kita perlu terus membangun manusia roh kita. Jika kita tidak membangun manusia roh kita, sebenarnya kita sedang hidup dalam daging.

Pertanyaan :

  1. Apa yang harus dilakukan supaya kita tidak menuruti keinginan daging?
  2. Apakah buah dari mengikuti pimpinan Roh?
  3. Apakah buah dari tidak mengikuti pimpinan Roh?
  4. Apakah selama ini kamu sudah hidup didalam pimpinan Roh?
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 21NO NEW POSTS
Skip to toolbar