POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-5, RENUNGAN

Pencobaan di padang gurun

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”

4:4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

4:6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”

4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Lukas 4: 1-13

Penjelasan :

Waktu itu, Yesus telah berpuasa selama 40 hari, dan ia lapar. Namun, Yesus bertahan dalam pencobaan. Ia tidak mengikuti keinginan dagingNya. Ia tidak diseret dan dipikat oleh keinginanNya. Sebanyak tiga kali Yesus dicobai, sebanyak tiga kali pula Yesus menang atas pencobaan. Yesus bisa menang, karena Ia mengenal Firman, hidup penuh dengan Firman, dan terus memperkatakan Firman. Sama seperti Yesus, setiap kita juga pasti bisa menang atas pencobaan. Tapi, kita harus memberi diri kita dipimpin oleh Firman. Kita harus hidup taat kepada Firman dan terus memperkatakan Firman. Ketika Firman melekat dalam hidup kita, dslam hati dan pikiran kita, kita tidak akan mudah diseret oleh keinginan kita.

Pertanyaan :

  1. Apakah niat dari Iblis yang mencobai Yesus?
  2. Mengapa Tuhan ktia dapat menang dari pencobaan?
  3. Apakah Iblis akan berhenti untuk mencobai Tuhan?
  4. Jika kamu mengalami seperti Tuhan Yesus, apakah kamu akan menang?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-5, RENUNGAN

Pengujian dan pencobaan

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Yakobus 1: 12-16

Penjelasan :

Ketika kita tahan uji dalam pencobaan, kita akan menerima mahkota kehidupan. Tapi sebenarnya dari manakah pencobaan ini datang? Kita tidak pernah dicobai Tuhan. Juga bukan iblis yang mencobai kita. Tapi kita dicobai oleh keinginan kita sendiri. Keinginan bukanlah dosa, itu bukanlah sesuatu yang salah. Tetapi ketika keinginan itu dibuahi, atau dituruti, itu akan melahirkan dosa. Dan upah dari dosa adalah maut. Jadi, kita perlu melatih diri kita untuk taat kepada Firman Tuhan, bukannya mengikuti keinginan daging. Ketika kita terus melatih diri kita untuk taat kepada Firman Tuhan, kita akan tahan uji dalam pencobaan.

Pertanyaan :

  1. Apa yang diperintahkan jika kita sedang ada dalam pencobaan?
  2. Siapakah yang sesungguhnya mencobai manusia?
  3. Bagaimana caranya agar kita tidak diseret dan dipikat keinginan diri sendiri?
  4. Apa yang akan diterima jika manusia dapat tahan uji ketika pencobaan datang?
  5. Bagaiamana selama ini kamu berespons saat kamu mengalami pencobaan, seperti tiba-tiba ingin suatu makanan atau barang atau yang lainnya?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Yohanes 14: 10-14

Penjelasan :

Ketika percaya, kuasaNya dinyatakan melalui kita. Kita diberi kuasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. Kuncinya terletak pada kepercayaan kita. Percaya sepenuhnya pada Allah. Percaya dan berserah penuh padaNya. Percaya bahwa kuasaNya nyata tercurahkan dalam hidup kita. Percaya bahwa kuasaNya nyata mengalir melalui hidup kita. Biarlah ketika kita percaya ada tembok-tembok kemustahilan yang diruntuhkan, dan dengan begitu kuasaNya yang tidak terbatas bekerja.

Pertanyaan :

  1. Apa yang Yesus minta untuk kita percaya?
  2. Apa yang terjadi kalau orang sungguh-sungguh percaya?
  3. Apa yang dapat dilakukan oleh orang yang sungguh-sungguh percaya?
  4. Selama ini bagaimana kualitas kepercayaanmu kepada Yesus?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

Roh Allah dan roh antikristus

4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

4:3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

4:5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

4:6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

1 Yohanes 4: 1-6

Penjelasan :

Seringkali banyak hal di dunia ini yang membuat kita khawatir ataupun takut. Namun, hari ini kita diingatkan, bahwa ada Roh yang jauh lebih besar dari apapun di dunia ini. Dan Roh itu berdiam di dalam kita. Jadi, seharusnya tidak ada lagi yang kita takutkan. Sadarkah kita kalau Roh Allah yang begitu besar diam di dalam kita?

Pertanyaan :

  1. Menurut ayat-ayat ini bagaimana kita dapat membedakan Roh Allah dan roh antikristus?
  2. Bagaimana seharusnya kita bersikap menghadapi berbagai situasi/pengajaran di dunia ini?
  3. Bagaimana Roh yang ada di dalam kita dibandingkan dengan roh antikristus?
  4. Selama ini apakah ada keraguan/ketakutan di daalammu melakukan pekerjaan Kristus?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

Kabar selamat kepada Sion

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,

61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Yesaya 61: 1-3

Penjelasan :

Ayat-ayat ini adalah nubuatan tentang Yesus, yang diurapi Roh Kudus. Namun, nubuatan ini tidak berhenti di saat Yesus menyelesaikan tugasNya. Setelah Yesus naik ke Sorga, Ia memberikan Roh Kudus kepada murid-muridNya. Yesus telah mengurapi gereja dengan Roh Kudus. Sekarang, Ia mengutus kita untuk melanjutkan apa yang Ia lakukan: menyampaikan kabar baik, merawat orang-orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan, dan memberitakan tahun rahmat Tuhan. Namun,

Pertanyaan :

  1. Apakah kita bersedia memberikan diri untuk melaksanakan tugas ini?
  2. Maukah kita memberi hidup kita untuk melakukan pekerjaanNya?
  3. Maukah memberikan hidupmu untuk melakukan kehendakNya dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarmu?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

1:1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,

1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

1 Petrus 1: 1-2

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kisah Para Rasul 1: 8

Penjelasan :

Bukan hanya dikuduskan oleh Firman, melainkan juga dikuduskan oleh Roh Kudus. Roh Kudus hadir bukan hanya sebagai Penolong dan Penghibur. Roh Kudus hadir memberikan kuasa bagi kita untuk menjadi saksiNya. Kehadiran Roh Kudus membuktikan bahwa bahwa Ia Allah yang tidak pernah sekalipun meninggalkan kita sendiri. Ia setia bersama kita. KuasaNya ada bersama kita. Ia Allah yang akan menyatakan kuasaNya yang tidak terbatas melalui diri kita. Biarlah kita punya hati yang lemah lembut. Lemah lembut untuk dipimpin olehNya. Lemah lembut untuk dikuduskan oleh Roh Kudus. Karena ketika ada kelemahlembutan, di situlah Roh Kudus bekerja melalui diri kita. Menjadi saksi-saksiNya kemanapun kita melangkah.

Pertanyaan :

  1. Menurut 1 Petrus 1:1-2, siapakah kita?
  2. Apakah yang dilakukan Roh Kudus atas kita dan apakah tujuan-Nya?
  3. Apakah kamu menyadari akan kuasa yang Roh Kudus berikan atas hidupmu?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

Mengenai pentahbisan Harun dan anak-anaknya

29:1 “Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

29:2 roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.

29:3 Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.

29:4 Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.

29:5 Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;

29:6 kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.

29:7 Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

29:8 Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.

29:9 Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

29:10 Kemudian haruslah kaubawa lembu jantan itu ke depan Kemah Pertemuan, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan itu.

29:11 Haruslah kausembelih lembu jantan itu di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.

29:12 Haruslah kauambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan kaububuh dengan jarimu pada tanduk-tanduk mezbah, dan segala darah selebihnya haruslah kaucurahkan pada bagian bawah mezbah.

Keluaran 29:1-12

Penjelasan :

Untuk mempersiapkan Harun sebagai imam, dibutuhkan banyak persiapan yang rumit. Anak-anak Harun pun juga harus melakukannya. Kita, yang dipanggil menjadi imam-imamNya sekarang, tidak perlu melakukan hal-hal rumit seperti Harun, tetapi kita butuh banyak persiapan untuk menguduskan diri kita sendiri sebelum kita melayani orang lain. Ini karena kitalah perantara orang-orang yang belum mengenal Tuhan dengan Tuhan, jadi mereka melihat pribadi dan rupa Tuhan dari kita. Jadi sebelum melayani, kita harus siap dan kudus- jangan sampai kita munafik dan menghilangkan jiwa-jiwa.

Pertanyaan :

  1. Hal apa yang harus dilakukan Musa terhadap Harun sebagai Imam dalam bacaan ini?
  2. Apa yang dialami Harun dalam acara pentahbisan itu?
  3. Bagaimana seharusnya kita memandang diri kita sebagai imam?
  4. Selama ini apakah kamu sudah memperlakukan hidup kamu sebagai imam Allah yang kudus?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

51:4 Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.

51:5 Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.

51:6 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.

51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

51:8 Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.

Yesaya 51:4-8

Penjelasan :

“Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.” Tuhan ingin semua bangsa diselamatkan, dan itulah tugas kita sebagai gerejaNya- kita adalah perpanjangan tanganNya untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal kasihNya. Kita harus mengarahkan pandangan ke atas, tapi juga melihat kondisi di bumi, melakukan misi Tuhan dan keinginanNya sebagai gereja. Mari kita juga berdoa dan menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin kita.

Pertanyaan :

  1. Apa yang bangsa-bangsa perlu perhatikan?
  2. Kapan keselamatan itu tiba?
  3. Apakah isi hati Tuhan yang kamu dapatkan?
  4. Apakah kamu rindu untuk memberi diri untuk memberi keselamatan dan menghadirkan kerajaan Allah?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

Mengenai doa jemaat

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul–yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta–dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

1 Timotius 2: 1-7

Penjelasan :

Betapa dalam dan lebarnya kasih Allah itu. Tidak ada satu pun yang luput dari kasihNya. HatiNya mengasihi bangsa-bangsa. HatiNya mengasihi segenap umat manusia. Ia Allah yang esa. Ia Allah yang hidup. Tidak ada allah lain selain daripadaNya. Satu- satunya jalan kebenaran dan hidup. Biar kebenaran ini memenuhi bumi. Kebenaran yang disaksikan GerajaNya, bahwa Ia satu-satunya Allah yang hidup dan layak disembah. Hanya di dalamNya ada kemenangan sejati. Biar kita menjadi saksi Allah yang hidup, sehingga bangsa kita dimenangkan dan dipenuhi damai sejahtera.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang dikehendaki Allah bagi semua orang?
  2. Apakah isi kesaksian yang seharusnya kita saksikan senantiasa?
  3. Siapakah Tuhan yang Esa itu menurut kamu?
  4. Siapakah yang senantiasa kamu saksikan dalam hidup?
  5. Apakah kamu menyadari bahwa kamu mempunyai seorang pengantara dengan Allah yang esa?
0

12/2019 Desember, 2019 KEGA Anak, KEGA, KEGA Anak, Minggu ke-3, RENUNGAN

6:1(6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;

6:2(6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.

6:3(6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

6:4(6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

6:5(6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: “Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!”

6:6(6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!

6:7(6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.

6:8(6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”

6:9(6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.

6:10(6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

6:11(6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

6:12(6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”

6:13(6-14) Lalu kata mereka kepada raja: “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.”

6:14(6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.

6:15(6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!”

6:16(6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”

6:17(6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.

6:18(6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

6:19(6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;

6:20(6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”

6:21(6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: “Ya raja, kekallah hidupmu!

6:22(6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

6:23(6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

6:24(6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.

6:25(6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!

6:26(6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.

6:27(6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”

6:28(6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Daniel 6:1-29

Penjelasan :

Dari kisah Daniel kita diingatkan lagi tentang betapa hebat Tuhan yang kita sembah, dan bahwa dia mengizinkan perkara- perkara sementara terjadi di hidup kita supaya lebih banyak orang percaya. Daniel memiliki sudut pandang Tuhan, dan bukan dunia- meskipun kerajaan mengeluarkan larangan, Daniel tetap melakukan hal yang benar dan menyembah Tuhan, padahal kalau dilihat dari sisi pandang manusia sangat bodoh. Tetapi karena Daniel mengerti isi hati dan maksud Tuhan, dia diselamatkan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Mari kita seperti Daniel yang melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pertanyaan :

  1. Hal apa yang menjadi dasar Daniel dimasukan ke gua singa?
  2. Apa yang terjadi pada Daniel ketika pengumuman itu di umumkan?
  3. Menurut kamu, mengapa Daniel begitu berani dalam tindakan dan perkataannya?
  4. Apa yang terjadi di dalam gua singa?
  5. Apa sesungguhnya kehendak Tuhan di balik peristiwa ini?
  6. Bagaimana respon kamu hari-hari ini ketika mengalami tekanan?
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 35NO NEW POSTS