POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.

1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.

1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”

1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.

1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.

1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:

1:25 “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

Lukas 1:8-25

Penjelasan :

Pada zaman dahulu seorang imam hidupnya dikhususkan untuk melakukantugas di bait Allah. Maka atas kedaulatan Allah, ketika diundi siapakah yamg harus masuk bertugas dalam bait Allah, dan Allah memilih seorang yang bernama Zakharia. Ketika ia sedang membakar ukupan, tampaklah malaikat Tuhan dan melihat hal tersebut maka terkejutlah Zakharia. Ia tidak hanya terkejut tetapi ia tidak percaya oleh pesan yang disampaikan. Bahwa istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Dan anaknya ditentukan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Raja atas dunia ini.

Pertanyaan :

  1. Apakah respons Zakharia ketika malaikat itu tampak?
  2. Apakah yang menyebabkan Zakharia terkejut dan tidak percaya?
  3. Apakah benar dan tepat pesan yang disampaikan oleh malaikat?
  4. Bagaimana seandainya kamu menerima pesan khusus Bacaan: Lukas 1:8-25 seperti itu?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

1 Timotius 4:13

Penjelasan :

Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk bertekun dalam membaca kitab-kitab suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Mengapa bertekun menjadi bagian yang Paulus katakan kepada Timotius? Ketika kita bertekun membaca kitab- kitab suci maka iman kita akan bertumbuh.

Pertanyaan :

  1. Dalam hal apa kita perlu bersungguh-sungguh?
  2. Menurut kamu mengapa hal ini penting?
  3. Bagaimana selama ini kamu bersungguh sungguh dalam melakukan tiga hal ini?
  4. Adakah yang menjadi penghalang bagi mu dalam melakukan tiga hal ini?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Maleakhi 3:8-11

Penjelasan :

Seluruh harta dunia ini adalah milik Tuhan. Bukan milik kita, tetapi dipercayakan kepada kita untuk kita mengelolanya. Untuk dapat setia membawa persembahan, kita perlu melatih diri kita untuk dapat mengelola keuangan kita dimulai dari mengelola keinginan-keinginan kita. Kita dapat mengelola keuangan kita dengan mengeluarkan uang membeli yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Dan kita perlu melibatkan Tuhan ketika kita ingin memakai harta dunia yang ada pada kita.

Pertanyaan :

  1. Siapakah penipu yang Allah maksudkan dalam bacaan ini?
  2. Dalam hal apa manusia menipu Allah?
  3. Menurut kamu apa penyebab manusia menipu Allah?
  4. Bagaimana agar kita tidak menjadi penipu?
  5. Bagaimana dengan hidupmu?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Daniel 3: 13-18

Penjelasan :

Tiga manusia Allah ini telah kita ketahui bahwa mereka setia kepada Allah mereka. Harga yang mereka bayar dalam mengiring Allah mereka tidak mereka hitung karena kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka senantiasa hanya rindu untuk memuja Allah bukan dewa-dewa lain yang ada. Kesetiaan mereka dalam memuja Allah, terbukti.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana iman mereka menurut kamu?
  2. Mengapa mereka dapat memiliki iman seperti itu?
  3. Siapa yang mereka puja?
  4. Mengapa mereka tidak mau memuja dewa-dewa lain? Bahkan rela mati daripada memuja dewa lain?
  5. Bagaimana dengan imanmu menurut kamu sendiri?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Setia dalam perkara yang kecil Nasihat

16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

LUKAS 16:10-12

Penjelasan :

Kita telah memgetahui bahwa kita harus hidup setia. Setia dalam perkara kecil merupakan hal yang samgat penting dalam hidup ini. Terkadang kita tidak menganggap penting hal-hal atau perkara perkara kecil. Justru Alkitab memgajarkan kita agar kita setia dalam perkara kecil. Setia dapat juga dipercayai. Kita sebagai manusia Allah harus melatih diri kita agar menjadi manusia Allah yang dapat dipercayai oleh Allah dan manusia.

Pertanyaan :

  1. Apa yang akan terjadi jika kita setia dalam perkara kecil? Dan bagaimana jika kita tidak setia?
  2. Apakah yang akan terjadi jika dalam hal duniawi kita tidak setia?
  3. Menurut mu, apakah kamu bisa hidup melatih diri untuk setia?
  4. Apakah kamu selama ini menemukan diri kamu telah setia dalam perkara kecil, baik di dalam hal-hal di dunia ini maupun hal yang kekal?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,

24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita.”

24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.

24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.”

24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”

24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi!”

24:23 Ia berkata: “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel.”

24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.”

YOSUA 24: 14-24

Penjelasan :

Yosua adalah pemimpin yang dipilih Allah untuk merebut dan membagi-bagikan tanah yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel pada waktu itu. Pada akhir perjalanan bangsa Israel ini, Yosua memerintahkan agar bangsa Israel setia untuk menyembah Allah dan menantang mereka apakah mereka akan selamanya setia kepada Allah.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang diperintahkan Yosua kepada bangsa Israel?
  2. Bagaimana respons bangsa Israel kepada perintah Yosua ini?
  3. Menurut kamu mengapa setia menyembah Allah itu penting?
  4. Bagaimana selama ini kamu setia dalam menyembah Allah?
  5. Apakah kamu masih memiliki berhala dalam hidupmu? Mengapa?
  6. Kapankah kamu akan setia dengan sungguh hati menyembah Allah?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Pesan penutup

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

1 Timotius 6:11-12

Penjelasan :

Dikatakan dalam ayat yang kita baca, bahwa salah satu yang harus kita kejar adalah kesetiaan. Kesetiaan dalam versi alkitab King James dikatakan faith (iman), dalam versi bahasa Indonesia masa kini dikatakan: percaya kepada Kristus. Jadi kita sebagai manusia Allah harus hidup dalam kesetiaan yang sama juga dengan hidup dalam iman, hidup dalam percaya kepada Kristus. Jadi kita tidak bisa main-main sebagai orang yang telah menyerahkan hidupnya kepada Kristus.

Pertanyaan :

  1. Apakah yang perlu dikejar oleh manusia Allah?
  2. Dalam hal apa kita perlu bertanding?
  3. Hal apa yang perlu kita rebut?
  4. Mengapa kita melakukan semua ini?
  5. Apakah yang selama ini kamu kejar dalam hidup ini?
  6. Apakah dalam hidupmu sehari-hari, kamu masih terpikir untuk bertanding dalam iman dan meraih hidup yang kekal itu?
0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Apolos di Efesus

18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.

18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.

18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.

18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.

18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Kisah Para Rasul 18: 24-28

Penjelasan :

Dalam bacaan ini ada beberapa tokoh yang penting. Apolos, seorang yang belum lama mendengar tentang kebenaran firman tentang Yesus (“jalan Tuhan”). Lalu ada Akwila dan Priskila, suami istri Yahudi rekan pelayanan Paulus yang melayani bersama Paulus di Korintus dan juga bersama berangkat ke Efesus. Apolos seorang yang berani dan cakap mengajar. Tetapi masalahnya ia belum mengetahui kebenaran firman secara lengkap. Dalam hal ini, Akwila dan Priskila, membawa Apolos ke rumah mereka dan menjelaskan kebenaran firman. Kita perlu belajar dari bagaimana Akwila dan Priskila bersikap dalam menghadapi saudara seiman. Mereka melihat kebaikan dalam diri Apolos, walaupun ada kekurangannya. Dan mereka berusaha mengisi kekurangan itu.

Pertanyaan :

    Siapakah Apolos yang disebutkan dalam bacaan ini? Siapakah Akwila dan Priskilla?

    Apakah kelebihan dan kekurangan Apolos?

    Bagaimana Akwila dan Priskilla menyikapi kondisi Apolos? Seberapa mereka sudah mengenal Apolos?

    Pernahkah kamu mengalami ada saudara seiman yang melakukan kesalahan? Bagaimana kamu bersikap?

0

02/2020 Februari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-1, RENUNGAN

Tuhan adalah satu-satunya hakim

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.

4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.

4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Ibrani 10:22-25

Penjelasan :

Dalam bacaan ini Paulus menyatakan diri sebagai hamba Kristus yang dituntut untuk dapat dipercaya. Di jemaat Korintus, mungkin Paulus belum sepenuhnya dipercaya semua orang. Tetapi pernyataan Paulus adalah dia menyatakan dan menganggap penting penilaian Tuhan atas hidupny; bukan penilaian manusia atas dirinya ataupun penilaian dirinya sendiri.

Pertanyaan :

    Apa yang dituntut dari kita sebagai hamba Kristus?

    Bagaimana sikap kita seharusnya satu dengan yang lain?

    Dan bagaimana seharusnya sikap kita menanggapi penilaian orang atas hidup kita?

    Saat kamu menerima penilaian yang kurang baik atas hidupmu dari orang lain, bagaimana perasaan kamu? Bagaimana kamu akhirnya bersikap?

    Selama ini seberapa jauh penilaian orang lain mempengaruhi hidupmu?

0

01/2020 Januari, 2020 KEGA Anak, KEGA, Minggu ke-4, RENUNGAN

10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Ibrani 10:22-25

Penjelasan :

Kita mungkin sudah sering merenungkan ayat-ayat bacaan ini. tetapi mari kita melihat lagi dan memandang bahwa hidup bersama dalam persekutuan dengan saudara seiman yang bersifat saling membangun bukan sebagai suatu perintah. Hidup bersekutu dengansehat adalah salah satu kebutuhan setiap kita.

Pertanyaan :

  1. Apa yang terjadi dalam hidup kita sebagai umat-Nya? (Ibrani 10:22)
  2. Apa yang selanjutnya harus dilakukan? Apakah bersama- sama atau masing-masing?
  3. Apa yang harus kita lakukan dengan semakit giat menjelang kedatangan Tuhan?
  4. Apakah kamu pernah mengalami merasa berjuang sendiri tanpa ada yang memperhatian dan mendorong mu di dalam iman? Apa yang kamu rasakan waktu itu?
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS