PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Saksi-saksi iman

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

11:7 Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.”

11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

11:20 Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.

11:21 Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.

11:22 Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

11:23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

11:28 Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.

11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.

11:30 Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

11:32Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

IBRANI 11:1-40

Beberapa waktu yang lalu kita telah merenungkan tentang iman. Dan hari ini kita akan lebih dalam merenungkan tentang iman. Iman adalah percaya penuh hanya kepada Yesus Kristus. Kepada Dia yang telah menggenapi segala janji Tuhan melalui karya Salib. Dia yang juga adalah Firman yang hidup.

Jadi sebagai orang yang percaya kepada-Nya, kita harus memiliki iman (percaya) penuh dan berpegang penuh kepada Firman Tuhan. Pada minggu lalu kita telah merenungkan hal ini.

Kita perlu membaca Firman bukan karena kewajiban tetapi kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. Dan ketika kita mengalami perjumpaan dengan Firman dan mengerti apa yang dimaksud Firman tersebut, maka Firman akan bertumbuh menjadi iman.

Seperti tokoh-tokoh iman yang kita baca, mereka mengerti maksud Firman dan mereka bertindak dalam hidup sesuai Firman dan iman mereka. Demikian pula kita mau memiliki hidup dan sikap seperti itu terhadap Firman dan mengalami pertumbuhan iman.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah iman menurut pengertian saudara melalui bacaan ini?
    2. Bagaimana cara para tokoh iman beriman kepada Sang Firman?
    1. Bagaimana selama ini saudara beriman kepada Yesus Kristus?
    2. Bagaimana saudara melihat para tokoh iman merespons setiap Firman?
    1. Apakah saudara sungguh-sungguh rindu menjadi manusia rohani yang beriman?
    2. Apakah yang akan saudara lakukan sebagai respons saudara? Bagikan kepada keluarga, kompak dan komunitas saudara.

Topik Doa:

Doakanlah orang-orang yang berada di sekeliling kita, agar mereka merasakan kasih Tuhan melalui anak-anak Tuhan.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Dalam bulan Juli ini kita telah merenungkan bagaimana kita sebagai manusia rohani melihat dan membangun diri kita di atas apa yang telah Tuhan Yesus selesaikan di kayu salib. Bagian kita adalah melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah yaitu percaya dan membangun iman di dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Selanjutnya sebagai manusia rohani, kita perlu untuk memautkan hati dan hidup kita kepada Firman Tuhan. Karena hanya Firman Tuhan yang akan mendatangkan iman bagi kita sebagai orang-orang yang senantiasa mengaktifkan percaya, beriman hanya kepada Yesus Kristus.

Minggu ini, kita akan terus membangun hidup kita sebagai manusia rohani. Agar perjalanan kita dalam mengiring Kristus terus berjalan menuju kepada hidup kekal. Mari terus beri waktu untuk bersekutu dengan Pusat Hidup kita yang memberikan kepada kita kehidupan kekal. Dan taatilah setiap apa yang Ia taruh dan perintahkan kepada kita.

Topik Doa:

Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” Yohanes 12:50
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Kepenuhan hidup dalam Kristus

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Kolose 2:6-8

Jalan orang benar dan jalan orang fasik

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mazmur 1:1-3

Ketika kita mempelajari hubungan kita dengan Tuhan, keintiman dan kedalaman hubungan kita dengan Dia, termasuk dengan Firman-Nya; selalu diumpamakan dengan tanaman yang menghasilkan buah. Kita tidak digambarkan dengan hewan atau burung atau hal lain, tetapi seperti tumbuhan, dan seperti pohon.

Tumbuhan dan pohon, memiliki keunikan yaitu tidak berpindah-pindah – kecuali dipindahkan manusia. Pohon berakar dan memiliki kedalaman. Inilah gambaran hubungan yang terus-menerus, tidak berhenti. Ini menggambarkan ketekunan. Ini menggambarkan eratnya keintiman.

Kiranya perenungan kita sepanjang minggu ini, menolong kita membangun keintiman yang mendalam dan ketekunan, sampai kita tanpa sadar menghasilkan buah – bukan dari diri kita sendiri, tapi dari keintiman kita dengan Dia; keintiman kita dengan Firman Tuhan!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Gambaran apa yang diberikan Paulus dalam menggambarkan kedekatan dan pertumbuhan setelah menerima Kristus?
    2. Gambaran apa yang diberikan pemazmur terkait orang yang suka merenungkan Firman Tuhan?
    3. Mengapa digunakan gambaran seperti itu?
    1. Selama ini apakah saudara sudah memiliki kedalaman hubungan, keintiman dengan Tuhan dan Firman-Nya? Bagaimana saudara menggambarkan keintiman saudara dengan Dia?
    2. Apakah yang ingin saudara lakukan untuk lebih dapat intim dengan Dia?
    3. Hari ini, ketika saudara beribadah, nikmati keintiman dengan Dia, karena Diam au mengasihi dan memberkati saudara! Dia lebih rindu daripada saudara sendiri! Buang segala keraguan, rasa tertuduh atau apa pun yang menghalangi! Dia mengasihi saudara!
    1. Keintiman hubungan seperti apa yang saudara alami bersama Tuhan hari ini? Apa yang saudara mau lakukan untuk meningkatkan keintiman dengan Dia?
    2. Usahakan untuk dapat bersama membangun keintiman dengan Tuhan bersama Kompak dan keluarga saudara! Nikmatilah hubungan dengan Dia bersama-sama!

Topik Doa:

Doakan bagi anak-anak Tuhan yang bekerja di pemerintahan bangsa Indonesia agar hidup mereka menjadi teladan dan mereka menyadari ada mata Tuhan yang memperhatikan mereka.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Ezra diberi kuasa oleh raja untuk mengatur kebaktian dalam rumah Allah

7:1 Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia

7:2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub

7:3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot

7:4 bin Zerahya bin Uzi bin Buki

7:5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala.

7:6 Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.

7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta.

7:8 Lalu tibalah ia di Yerusalem pada bulan kelima, yakni pada tahun ketujuh zaman raja itu.

7:9 Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh karena tangan murah Allahnya itu melindungi dia.

7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Ezra 7:1-10

Ezra adalah seorang imam keturunan Harun. Tapi ia bukan hanya imam, ia juga disebut sebagai ahli kitab. Di tengah kondisi bangsa Israel yang sebelumnya ada dalam masa pembuangan, ada Ezra yang mempelajari Firman Tuhan. Ia tentunya bukan baru sebentar mempelajari Firman. Ia belajar dengan tekun. Karena ketekunannya inilah ia kemudian dipakai oleh Tuhan memulihkan bangsanya.

Perhatikan sikap Ezra: “Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar …” Dan seperti yang diterangkan, ia sudah melakukannya di tengah kondisi bangsanya yang sudah kehilangan takut akan Tuhan!

Bagaimana dengan saudara?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah Ezra?
    2. Dari mana Ezra dan ke manakah ia pergi? Siapakah yang mengutus dia?
    3. Seperti apakah Ezra digambarkan?
    1. Selama ini, bagaimana kondisi saudara dibandingkan dengan kondisi Ezra?
    2. Pakah kondisi sekeliling saudara menghalangi atau mendukung saudara dalam mempelajari Firman Tuhan?
    3. Apakah saudara memiliki kerinduan besar mempelajari Firman Tuhan terlepas dari kondisi dan situasi sekeliling saudara?
    1. Bagaimana saudara mau meningkatkan kerinduan saudara dalam mempelajari kebenaran-Nya?
    2. Apa yang mau saudara lakukan supaya saudara bisa menjadi berkat lewat saudara melakukan Firman Tuhan?
    3. Diskusikan dengan membahas kerinduan saudara dalam Kompak dan keluarga saudara! Dan lakukan tindakan saling menguatkan!

Topik Doa:

Berdoa bagi setiap menteri-menteri yang ada di pemerintahan ini, agar dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepada mereka dengan hati yang penuh sukacita dan hikmat dari Tuhan.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Pendengar atau pelaku firman

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 1:21-26

Dalam bacaan hari ini Yakobus menekankan hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi pelaku Firman. Firman Tuhan harus sampai tertanam dalam hidup kita. Artinya kita perlu menerima Firman Tuhan dengan hati yang lemah lembut, hati yang mau dibentuk, mau diubahkan; tidak berpegang kepada prinsip-prinsip yang salah. Ketika kita membaca Firman, kita harus membuang prinsip-prinsip pribadi kita dan menggantinya dengan kebenaran Firman Tuhan.

Lalu sekali lagi disebutkan kita perlu meneliti dan bertekun. Meneliti, berarti kita mempelajari, merenungkan, membicarakan dengan Kompak dan keluarga. Bertekun artinya kita mulai mempraktikkan kebenaran. Kalaupun gagal kita terus berusaha dengan sambil terus berusaha praktik sesuai kebenaran Firman! Kita pasti dimerdekakan oleh kebenaran-Nya!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang Yakobus ajarkan dalam menjadi pelaku Firman?
    2. Hal-hal seperti apa yang perlu ada kalau kita mau jadi pelaku Firman?
    1. Apakah selama ini saudara sudah sungguh-sungguh meneliti dan mempelajari kebenaran Firman-Nya?
    2. Ketika saudara gagal menjadi pelaku Firman Tuhan, apakah saudara berhenti? Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang tekun?
    1. Kebenaran Firman Tuhan apa yang sedang saudara tekuni untuk lakukan dalam sebulan terakhir ini? Hal-hal apa yang sedang saudara belajar untuk lakukan?
    2. Bagikan hal-hal yang sedang saudara tekuni untuk lakukan! Dengarkan dan diskusikan bersama Kompak dan keluarga saudara bagaimana saudara mau saling mengingatkan dan mendorong untuk jadi pelaku yang tekun!

Topik Doa:

Doakan bagi setiap pemimpin di setiap departemen dan divisi pelayanan yang ada. Abbalove Industri memiliki 8 departemen dengan puluhan divisi pelayanan.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Matius 13:23

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

Lukas 8:15

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Markus 4:20

Dalam perumpamaan ini, benih yang jatuh di tanah yang baiklah yang menghasilkan buah berkali-kali lipat.

Hal-hal yang ditekankan adalah pertama ia mengerti. Ketika ia mengerti, pengertiannya berubah, cara pikirnya, pandangannya berubah. Disebutkan pula di Markus, ia menyambut: ada sikap yang aktif, sikap menerima sampai ke dalam hati. Lalu dalam kitab Lukas, dijelaskan bahwa ia menyimpan / memegang Firman itu. Dan ada unsur ketekunan. Hasilnya kemudian, ada buah-buah yang dihasilkan.

Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara memiliki semua itu?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dihasilkan dari benih yang jatuh di tanah yang baik itu?
    2. Apa saja penjelasan dan penekanan yang berbeda dalam tiap Injil?
    1. Selama ini apakah saudara sudah melakukan hal-hal yang bisa menghasilkan buah?
    2. Apakah yang masih kurang saudara lakukan? Mengapa?
    3. Tanpa Firman kita tidak bisa menghasilkan buah kebenaran! Datanglah kepada Bapa, akuilah secara jujur kondisi saudara agar Firman-Nya bisa mengubah saudara!
    1. Apakah yang saudara mau tingkatkan agar Firman Tuhan sungguh tertanam dalam hidup saudara!
    2. Diskusikan segera dengan Kompak dan keluarga saudara, agar saudara bisa saling menolong dan berpacu menjadi pelaku-pelaku Firman-Nya!

Topik Doa:

Doakan bagi pekerjaan misi yang Tuhan telah percayakan untuk dikelola oleh gereja Tuhan.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Matius 13:22

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Lukas 8:14

Selanjutnya dalam perumpamaan itu, menyambung bacaan kita kemarin, ada benih yang jatuh di tengah semak duri.

Orang ini tidak dikatakan tidak mengerti. Jadi mungkin dia mengerti. Dia menerima Firman Tuhan. Bahkan Firman Tuhan tersebut sempat bertumbuh. Tetapi tidak bisa bertumbuh maksimal karena terhimpit. Firman Tuhan itu terhimpit. Firman Tuhan tidak menjadi yang utama. Terhimpit oleh apa? Terhimpit kekuatiran, tipu daya kekayaan, dan juga kenikmatan hidup.

Ternyata hal-hal tersebut bisa menggantikan posisi Firman Tuhan dalam hati manusia sehingga walaupun kita menerima Firman itu, tapi tidak bisa bertumbuh sesuai harapan. Dan akhirnya tidak berbuah, ataupun berbuah tetapi tidak matang.

Bagaimana dengan saudara?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang terjadi dengan benih yang jatuh di tengah semak duri?
    2. Apakah Firman Tuhan sempat bertumbuh?
    3. Apakah yang kemudian menghalangi benih itu menghasilkan buah?
    1. Selama ini, apakah yang menghalangi Firman Tuhan dan kebenaran-Nya menjadi yang paling utama dalam hidup saudara?
    2. Dari tiga penghalang yang disebutkan dalam bacaan, apakah yang paling bisa menjadi penghalang bagi saudara untuk praktik Firman Tuhan?
    3. Datanglah kepada Bapa dan akui kondisi saudara di hadapan Dia! Minta anugerah Bapa untuk saudara bisa teguh dalam bertumbuh dan mempraktikkan kebenaran!
    1. Perubahan apa yang mau saudara lakukan untuk menangani hal-hal yang dapat menghalangi saudara taat kepada Firman Tuhan?
    2. Lakukan saling membangun dalam Kompak dan keluarga saudara, untuk bisa saling mendorong dan saling menjaga agar kita bersama-sama dapat mempraktikkan Firman Tuhan!

Topik Doa:

Doakan dengan pimpinan Roh Allah bagi setiap para penatua kita beserta keluarga.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Perumpamaan tentang seorang penabur

13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.

13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.

13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.

Matius 13:1-9, 18-21

8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Lukas 8:11-13

Dalam perumpamaan tentang penabur, kita melihat beberapa contoh bagaimana benih yang tidak bertumbuh maksimal, benih yang gagal bertumbuh menghasilkan buah. Kita mau belajar dari kegagalan-kegagalan ini. Khususnya hari ini dari benih yang jatuh di pinggir jalan dan tanah berbatu.

Dikatakan dalam kasus benih yang jatuh di pinggir jalan, orang yang mendengar (ataupun membaca) Firman tidak mengerti sehingga benih Firman tersebut diambil/dicuri dan tidak membawa manfaat sama sekali. Dalam kasus berikutnya, orang itu menerima Firman dengan gembira, tetapi tidak berakar, tidak mendalam. Tidak tahan ketika ada penindasan, aniaya atau pencobaan.

Bagaimana dengan saudara?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Dalam perumpamaan ini, apakah benih itu?
    2. Apakah yang menyebabkan benih di pinggir jalan tidak bertumbuh?
    3. Dan apakah sebabnya benih yang di tanah berbatu juga tidak sampai berbuah?
    1. Selama ini ketika saudara membaca ataupun mendengarkan Firman Tuhan, apakah sampai mengerti dan mendalam? Apakah Firman itu terus tertanam dalam diri saudara atau kemudian saudara melupakannya?
    2. Apakah Firman Tuhan yang mempengaruhi saudara selama sebulan terakhir ini? Masihkah Firman Tuhan tersebut mempengaruhi saudara?
    3. Datanglah kepada Bapa dan sembahlah Dia! Lalu sempatkan saudara berdiam diri untuk mengingat apa yang sedang Tuhan ajarkan melalui Firman-Nya kepada saudara!
    1. Apakah perubahan yang sedang terjadi dalam hidup saudara dalam sebulan ini karena Firman Tuhan? Apa yang sedang saudara terus lakukan?
    2. Lakukan saling membangun dengan Kompak dan keluarga saudara dengan saling bertanya apa dan menceritakan apa yang sedang Tuhan ubah dalam hidup saudara!

Topik Doa:

Berdoalahdengan pimpinan Roh Allah bagi penggenapan visi yang telah Tuhan beri. Agar gereja Tuhan dapat berjalan sesuai dengan arahan-Nya.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Persembahan yang benar

12:1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12:1-2

Paulus dalam bacaan ini menasihati kita untuk mempersembahkan tubuh kita, hidup kita kepada Allah. Selanjutnya kita diberi nasihat untuk tidak menjadi serupa, tidak mengikuti dunia ini. Kecenderungan kita adalah memiliki pikiran, perilaku, dan gaya hidup yang sama dengan lingkungan kita yaitu dunia ini dengan segala nafsu dan keinginannya.

Untuk menjadi berbeda dengan dunia ini diperlukan usaha yang disengaja. Kita perlu berubah dengan memperbaharui pikiran kita. Bagaimana caranya supaya pikiran kita dibaharui sesuai dengan kehendak Tuhan? Tentunya melalui Firman Tuhan. Hanya melalui Firman Tuhan, Alkitab, kita bisa belajar mengerti kehendak Tuhan kita.

Dari hal ini kita dapat mengerti sesungguhnya apa tujuan kita membaca dan mengerti Firman Tuhan, yaitu supaya pada akhirnya kita mempersembahkan tubuh yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Dia.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah nasihat Paulus setelah ia menjelaskan tentang kemurahan Allah? (ayat 1)
    2. Apakah selanjutnya yang harus dilakukan (ayat 2)?
    3. Apakah maksud dari melakukan hal tersebut (ayat 2)?
    1. Apakah saudara selama ini mengerti apa tujuan saudara membaca, merenungkan, dan mempelajari Firman Tuhan?
    2. Pikiran apakah yang sungguh sudah berubah dalam diri saudara?
    3. Sudahkah saudara dapat mempersembahkan persembahan hidup yang kudus, berkenan kepada Allah?
    1. Apakah yang akan saudara lakukan agar pikiran dan hidup saudara berubah secara terus-menerus?
    2. Diskusikan cara saudara saling menolong dalam Kompak dan keluarga saudara untuk berubah tidak lagi serupa dengan dunia ini!

Topik Doa:

Berdoalah dengan pimpinan Roh Allah bagi masa depan bangsa Indonesia.
0

07/2019 Juli, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Minggu ini kita akan belajar bersama bagaimana Firman Tuhan dapat mengubah hidup kita semakin sesuai dengan kehendak-Nya.

Firman Tuhan dalam bentuk Alkitab sudah diberikan Tuhan kepada kita untuk kita mengalami pertumbuhan dalam mengenal Dia. Tetapi kenyataannya ada banyak orang yang tidak memanfaatkan Alkitab yang begitu berharga. Ada yang malas membacanya. Ada yang membaca hanya sekilas saja, ada yang membaca hanya sebagai kewajiban, dan sebagainya.

Bagaimana dengan saudara? Apakah Firman Tuhan dalam Alkitab sungguh menjadi sarana untuk mengubah hidup saudara? Bagaimana Firman Tuhan sungguh dapat mempengaruhi dan mengubah kehidupan kita?

Mari kita bersama-sama merenungkan kebenaran sampai kebenaran Firman Tuhan itu mengubah hidup kita.

Selamat merenungkan dan mengalami kuasa Firman Tuhan!

Topik Doa:

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 76NO NEW POSTS
Skip to toolbar