POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Amsal 27:17
Pengkhotbah 4:7-12

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”

(Amsal 27:17)

Dalam kitab Pengkhotbah, penulis melihat berbagai kesia-siaan di dunia ini. Dan salah satunya adalah orang yang hidup sendiri. Seperti yang sudah kita pelajari di waktu-waktu lalu, setiap kita membutuhkan komunitas. Manusia diciptakan untuk hidup bersama dan saling menolong. Tetapi kita sering kali didorong oleh Iblis maupun oleh rasa ego kita, untuk hidup sendiri. Kita perlu belajar dari Firman Tuhan hari ini, bahwa Tuhan menjadikan kita untuk hidup dalam kebersamaan dan komunitas yang saling menolong. Pada masa sekarang ini, orang sering berada di tengah keramaian, ataupun memiliki teman-teman; tetapi hidup dalam dunianya sendiri. Kita perlu hidup dalam komunitas yang benar-benar berinteraksi satu sama lain, peduli satu sama lain, saling menjaga dan menolong satu sama lain. Komunitas kita yang terdekat adalah keluarga kita sendiri. Mulailah hidup peduli dan peka dengan keluarga kita sendiri. Banyak orang cenderung untuk bergaul dengan banyak orang tapi tidak membangun hubungan dengan orang terdekat kita, keluarga terdekat kita. Kalau kita memiliki hubungan yang kurang baik dengan keluarga kita. Mari kita mulai memperbaikinya. Orang-orang yang menjadi bagian keluarga kita jelas ditentukan oleh Tuhan; karena kita tidak memilih kita dilahirkan dalam keluarga yang mana. Memang kita memilih pasangan hidup kita; tetapi kalau kita sampai sudah menikah, pasti itu terjadi dengan seizin Tuhan; karena Tuhan yang menjadikan keluarga. Komunitas kedua yang ada dalam Rumah Tuhan adalah Komsel atau pun Kompak. Sudahkah kita hidup dalam sebuah Komsel? Komsel adalah sebuah komunitas kecil yang terdiri dari beberapa orang percaya, yang sifat keanggotaannya tetap. Komsel adalah wadah bagi kaum percaya untuk menerapkan gaya hidup Kristus di dalam mempraktikkan kuasa Firman. Gaya hidup Kristus adalah gaya hidup “saling” yang bersifat positif dan membangun dengan Firman Tuhan sebagai dasar. Melalui komunitas kita dapat mempraktikkan Firman Tuhan lebih nyata. Justru dalam komunitas, para anggota dapat saling memberikan semangat, motivasi, kekuatan, penghiburan, dan solusi untuk permasalahan hidup kita. Dalam komunitas,kita belajar menghargai pendapat orang, kita belajar rendah hati, kita belajar memahami orang, kita belajar mengasihi, kita belajar mendengar, belajar mengampuni, dll. Setiap anggota pasti mengalami pertumbuhan rohani yaitu kedewasaan. Kedewasaan berpikir, berbicara, dan bertindak. Kalau saudara belum terlibat mengikuti Komsel, jangan mencari dan mengharapkan Komsel yang sempurna, karena kita tidak akan pernah menemukan yang sempurna, karena terdiri dari manusia-manusia yang memang tidak sempurna. Tapi, berdoalah, minta tuntunan Tuhan Yesus untuk meletakkan kamu dalam sebuah Komsel yang terbaik buatmu. Dan ketika kamu ditempatkan dalam sebuah Komsel itu, maka percayalah, itulah yang terbaik buatmu, yang sudah ditentukan oleh Dia bagimu.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan hari ini, kebenaran apakah yang Roh Kudus ingin sampaikan kepada saudara?
  2. Ketika saudara mau menjadi pelaku Firman Tuhan, apakah Firman itu benar sudah dipraktikkan di dalam komunitas (Keluarga maupun Kompak/Komsel) tempat saudara ada? Renungkan dan refleksikan!
  3. Jikalau saudara belumterlibat dalam Komsel, cari informasi, ikuti dan tertanamlah! Kalau saudara sudah ada dalam Komsel, hal apakah yang akan saudara kerjakan untuk membangun setiap anggotanya?
Topik Doa:
Berdoalah agar setiap kita memiliki hubungan lebih dekat dengan keluarga dan komunitas kita!

3

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Yosua 1:1-9

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Yosua 1:8

  Dalam bacaan hari ini, kita membaca bagaimana Yosua diangkat menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel. Dari kondisi ini dan juga perkataan Firman Tuhan kepada Yosua, kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya Yosua mengalami keraguan, “kecut hati”, dan tawar hati. Tetapi Firman Tuhan datang menguatkan Yosua, dan Yosua diperintahkan untuk memperkatakan Firman Tuhan. Memperkatakan di dalam NIV “…depart from your mouth…”, sedangkan dalam Injil Shellabear 2010 “..jangan berhenti mempercakapkan..” Artinya ini adalah sesuatu yang sangat penting kalau mempercakapkan terus menerus dari mulut kita. Bisa jadi ada dari kita berpikir bahwa memperkatakan firman setiap hari adalah tindakan sia-sia dan membuang energi percuma. Salah besar!Justru ketika kita memperkatakan firman kita sedang mengetuk pintu surga dan menggerakkan Roh Kudus bekerja. Roh Kudus selalu bekerja berdasarkan Firman yang diucapkan. Sebelum langit dan bumi ada, “…Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kej.1:2). Ketika Tuhan hendak menciptakan terang Ia berkata, ” ‘Jadilah terang’. Lalu terang itu jadi.”(Kej.1:3). Sesudah firman diucapkan barulah Roh Kudus bekerja menciptakan terang, maka jadilah terang. Firman Tuhan dan Roh Kudus bekerja sama, TIDAK DAPAT DIPISAHKAN. Tatkala firman diucapkan Roh Kudus bekerja. Selama pelayanan-Nya di bumi Tuhan Yesus juga selalu memperkatakan firman sebelum menyembuhkan orang sakit dan melakukan mukjizat. Mengapa memperkatakan firman itu sangat penting? Ketika kita mengucapkan kata-kata yang sesuai Firman dan benar akan timbul suatu imajinasi yang benar dan akhirnya menghasilkan keinginan yang benar pula. Contoh: ketika orang membaca biografi seseorang yang dipakai Tuhan, akan timbul imajinasi ingin seperti orang itu, dan pada akhirnya menghasilkan keinginan untuk melakukan seperti yang dia lakukan (meneladani hidupnya). Memperkatakan firman sangat penting karena itu adalah KEKUATAN MENAKLUKKAN IBLIS. Iblis sering kali menggunakan isi pikiran, perasaan, dan keinginan kita yang bertentangan dengan Firman untuk jadi sasaran serangannya. Ketika kita memperkatakan Firman dengan iman; kita sebenarnya menyatakan kita mau tunduk kepada Firman Tuhan itu. Iblis tidak lagi punya tempat untuk menjajah kita. Ketika sedang dicobai Iblis Yesus mengalahkannya dengan perkataan firman. Iblis akan lari tunggang langgang ketika Firman keluar dari mulut kita dengan hati beriman.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Setelah saudara merenungkan Yosua 1:8, hal terpenting apakah yang saudara dapatkan?
  2. Refleksikan, apakah yang sering saudara ucapkan: perkataan Firman atau perkataan sia-sia?
  3. Hal apakah yang akan saudara lakukan terhadap kondisi yang sedang saudara hadapi baik di dalam keluarga, komunitas maupun kompak saudara?
Topik Doa:
Berdoalah agar ada keberanian dalam diri anak Tuhan untuk menjadi saksi dan penjala manusia di Indonesia!
0

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
1 Korintus 2:6-16

“Manusia tidak mungkin mengetahui pikiran Tuhan! Siapa pun tidak mampu memberikan nasihat kepada-Nya.” Oleh karena itu hal yang sangat luar biasa bagi kita adalah: Melalui Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus.

1 Korintus 2:16 (TSI)

  Dalam bacaan hari ini, kita belajar bahwa hikmat/kebijaksanaan dunia ini tidak sama dengan hikmat/kebijaksanaan Allah. Hikmat Allah lebih tinggi dari dunia ini. Dan kita yang percaya kepada Tuhan (mengalami kelahiran baru) diberikan jalan untuk dapat mengerti hikmat Allah. Yaitu melalui Alkitab yang adalah Firman Allah. Dan juga melalui Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Dengan mempelajari dan beriman kepada isi Alkitab kita akan mengalami kuasa Firman. Kita dapat meyakini bahwa Alkitab itu dapat dipercaya sepenuhnya (Firman Allah yang tidak mengandung kesalahan) mempercayai dengan segenap hati bahwa segala sesuatu yang dikatakan berlaku bagi kita orang percaya. Melalui Alkitab kita memiliki jalan untuk mengerti pikiran dan perasaan Kristus. Kita dapat kemudian mengganti atau pun menyesuaikan cara pikir kita yang salah dengan cara pikir dan logika Firman Tuhan. Beriman kepada Firman Allah memanggil kita ke tempat yang lebih tinggi – untuk memiliki iman bahwa kita dapat masuk ke dalam kehidupan yang lebih intim dengan Allah di dalam kuasa Roh Kudus. Sering kali kita merasa bahwa kita tidak layak untuk menikmati kepenuhan di dalam Kristus. Kita merasa tidak memenuhi syarat. Perasaan ini muncul dari ketidakmampuan manusiawi kita untuk mengenali kuasa-Nya yang dahsyat di dalam diri kita dan segala sesuatu yang hendak Dia berikan kepada kita. Kita merasa kesulitan untuk memahami bahwa secara manusiawi kita bisa saja orang yang sama sekali tidak berarti, namun sewaktu Kristus hidup di dalam diri kita dan mulai bergerak melalui kita, mukjizat dan perkara-perkara supranatural dapat dan pasti terjadi. Melalui Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus. Orang beriman itu adalah orang yang sedang menikmati harapannya. Itulah sebabnya, orang beriman tetap bersukacita, kendati banyak tantangan. Dan memang orang beriman tak akan terombang-ambingkan oleh situasi dunia yang tiada menentu ini, karena memiliki dasar dan tujuan hidup yang jelas dan pasti. Selain itu, Allah yang ditaati adalah pribadi yang tak pernah berubah, Maha Besar, serta selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Hal baru apakah yang saudara temukan dalam renungan hari ini terkait kuasa Firman Tuhan?
  2. Bagaimana saudara hari-hari ini mengimani kuasa Firman di dalam saudara dalam menghadapi pergumulan/ persoalan/ tantangan hidup ini? Renungkan dan bagikan kepada keluarga dan teman Kompak / Komsel saudara!
  3. Komitmen apakah yang akan saudara ambil di dalam menggunakan iman saudara untuk menghadapi pergumulan/ persoalan/ tantangan hidup saudara, bagikan kepada keluarga dan Kompak / Komsel saudara!
Topik Doa:
Berdoalah agar Alkitab dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di Indonesia agar dapat menjangkau sebanyak mungkin orang, khususnya yang belum fasih berbahasa Indonesia!
 
1

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Roma 12:1-2

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

(Roma 12:1-2)

  Setelah kita menemukan penghalang-penghalang untuk Firman Tuhan bertumbuh dalam hidup kita. Mari kita lakukan apa yang dinyatakan dalam bacaan hari ini. Yang perlu dilakukan adalah mempersembahkan tubuh kita. Tetapi tubuh dalam hal ini bukan sekedar hanya tubuh jasmani kita, tetapi yang dimaksudkan adalah keseluruhan diri kita. Kita datang pada Tuhan dan “mempersembahkan” diri kita kepada Tuhan. Artinya bukan diri kita lagi yang berkuasa atas seluruh diri kita tetapi yang berkuasa adalah Tuhan, yaitu antara lain melalui Firman Tuhan yang kita baca. Firman Tuhan hari ini kita dapat praktikkan setiap hari dalam bentuk doa yang isinya menyerahkan seluruh kehidupan kita, roh, jiwa – pikiran, perasaan, keinginan, tubuh – termasuk segala anggota tubuh kita, panca indra kita, otak termasuk pikiran bawah sadar kita, segala apa yang kita miliki – harta kita, keluarga kita, hubungan kita dengan orang lain, dan seterusnya. Tetapi bukan hanya itu. Kita juga perlu setiap hari mempersembahkan diri kita untuk takluk kepada Firman Tuhan, khususnya Firman Tuhan yang kita baca hari itu. Ketika kita membaca Firman Tuhan, kita bisa merasakan perlawanan dari diri kita, apakah dalam bentuk pikiran, perasaan yang tidak nyaman, ataupun keinginan-keinginan yang berlawanan. Ketika kita merasakan hal itu, kita taklukkan semua itu kepada Firman Tuhan. Ketika Firman Tuhan menegur kita, mari kita bertobat sungguh-sungguh. Ketika kita mendapatkan perintah dari Firman, tetapi kita takut melakukannya; mari kita berdoa dan mengakui ketakutan kita itu. Menyerahkan segala “perlawanan” dari diri kita kepada Tuhan. Ketika kita dengar perintah Firman Tuhan untuk mengampuni tetapi kita belum bisa mengampuni; kita datang minta anugerah dan kasih dari Tuhan. Percaya, karena Firman Tuhan yang memerintahkan kita bersedia melakukannya.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan hari ini, apa yang Paulus ajarkan agar kita mengerti kehendak Allah dalam hidup kita?
  2. Apakah saudara selama ini sudah belajar setiap hari mempersembahkan seluruh hidup saudara kepada Tuhan? Apakah saudara benar-benar menjadikan Firman Tuhan perintah dan kebenaran yang berkuasa penuh atas hidup saudara? Mari pikirkan dan diskusikan dengan keluarga dan teman Kompak / Komsel saudara!
  3. Datang kepada Bapa; dan sekali lagi serahkan dan akui segala penghalang yang saudara temukan dalam diri saudara! Persembahkan seluruh kehidupan saudara sebagai persembahan seutuhnya tanpa ada lagi yang saudara tidak serahkan kepada Tuhan!
Topik Doa:
Berdoalah agar Firman Tuhan diberitakan di seluruh bumi Indonesia ini dengan segala kuasa, dan tanda-tanda mukjizat! Berdoa agar semakin banyak orang diselamatkan oleh Firman Tuhan!
1

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Matius 13:18-23
Lukas 8:11-15
Markus 4:14-20

Matius 13:18-23; Lukas 8:11-15; Markus 4:14-20

 

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

(Lukas 8:14)

 

“lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

(Markus 4:19)

  Dalam bacaan hari ini, kita coba membandingkan penjelasan Yesus atas perumpamaan tentang penabur pada 3 Injil. Ada berbagai halangan yang disinggung dalam penjelasan Yesus yang membuat Firman Tuhan tidak menghasilkan perubahan dan tidak membuat hidup kita berbuah. Bisa jadi itu sikap hati kita yang tidak serius menanggapi Firman Tuhan, dibaca atau didengar sebentar saja, lalu kemudian kita melupakannya. Bisa jadi kita tidak mau menghadapi tantangan atau aniaya dalam kehidupan kita sehingga kita tidak punya kesungguhan untuk tetap berpegang dan melakukan Firman Tuhan. Selanjutnya ada kekuatiran, tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup, dan keinginan-keinginan. Semua masalah itu ada dalam jiwa kita. Kalau kita tidak menyadari penghalang-penghalang ini, dan tidak menyingkirkannya, Firman Tuhan tidak akan dapat bertumbuh dan mempengaruhi hidup kita. Mari kita memeriksa diri kita ketika kita membaca Firman Tuhan, penghalang apa yang mungkin membuat kita tidak bersedia taat kepada Firman Tuhan. Kalau kita sudah mulai menemukan penghalang itu, misalnya pikiran yang selalu takut, pikiran yang dikuasai kemarahan atau kebencian, keinginan dan nafsu yang menguasai; barulah kita bisa menyangkali, menolak dan menyingkirkannya.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan hari ini, apa yang saudara temukan tentang penghalang untuk Firman Tuhan bertumbuh dalam hidup kita?
  2. Dalam hidup saudara pribadi, penghalang apa yang seringkali timbul menghalangi saudara melakukan dan taat kepada Firman Tuhan? Diskusikan dengan keluarga dan teman Kompak / Komsel saudara!
  3. Mari datang kepada Bapa; akui dan serahkan segala penghalang yang saudara temukan dalam diri saudara! Minta anugerah Tuhan dan minta Firman Tuhan datang atas hidup saudara untuk mengatasi segala penghalang itu!
Topik Doa:
Berdoalah agar Firman Tuhan semakin diberitakan di seluruh bumi Indonesia ini dengan segala ketulusan dan kesungguhan! Berdoa agar semakin banyak orang diselamatkan oleh Firman Tuhan!
0

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Matius 13:1-23

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan MENGERTI, dan karena itu ia BERBUAH, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

(Matius 13:23)

  Dalam perumpamaan tentang penabur yang kita baca hari ini, ternyata kita dapat melihat bahwa kita perlu menerima Firman Tuhan yang kita dengar sampai kita “mengerti” barulah Firman itu menghasilkan buah dalam diri kita. Artinya setelah kita benar-benar “mengerti” Firman Tuhan, Firman Tuhan akan mengubah jiwa kita, dan kita baru bisa menghasilkan buah. Kalau kita sekedar menerima dengan gembira, tetapi Firman itu tidak tertanam dalam hati dan hidup kita. Firman Tuhan tidak akan membawa perubahan. Berikut ini ada suatu ilustrasi perbandingan arti “mengerti”, kita bisa renungkan supaya kita terus berusaha “mengerti” Firman Tuhan dan bukan sekedar membaca alkitab dan meditasi sekedarnya. Pada suatu kali sebut saja namanya Pak Adam dan ayahnya mendapatkan hadiah ponsel pintar yang sama. Sewaktu Pak Adam mencoba memakainya, ia merasa ponsel itu terlalu merepotkan dan akhirnya hanya menggunakannya untuk telepon dan sms saja. Sedangkan ayah Pak Adam meminta cucu-cucunya untuk mengajarinya kapan pun mereka berkunjung ke rumahnya. Beberapa bulan kemudian, beliau hampir menguasai semua kegunaan ponsel tersebut. Sekarang pun beliau tidak pernah lagi kelupaan minum obat karena memasang alarm di ponsel. Beliau juga mengetahui berita-berita terbaru dari media sosial yang ia ikuti. Album fotonya pun penuh dengan gambar dan foto-foto yang ia abadikan. Sepertinya, tidak ada aplikasi yang tidak beliau ketahui kegunaannya. Ayah Pak Adam tampak begitu senang dan menyebut ponsel tersebut sebagai penolong ajaib yang memudahkan hidupnya. Bukankah semua kita pun sebenarnya telah menerima firman yang sama dari Tuhan. Setiap minggu kita mendengarkan Firman? Kita pun membaca Alkitab yang sama. Seperti Pak Adam dan ayahnya, pada awalnya mungkin kita pun tidak mengerti firman yang kita terima. Namun, cara kita menyikapi apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita menentukan dampak yang akan kita terima.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Apakah saudara memahami ayat Firman hari ini? Pemahaman seperti apakah yang saudara dapatkan?
  2. Coba refleksikan Firman hari ini kepada kehidupan yang sedang saudara jalani, berada di manakah benih Firman yang saudara dengar? Apakah ada buah yang dihasilkan di dalam kehidupan saudara?
  3. Coba ambil langkah yang nyata, sikap hati seperti apa yang akan saudara ambil saat mendengarkan Firman baik di ibadah, komunitas maupun saat meditasi Firman secara pribadi?
Topik Doa:
Berdoalah agar jemaat Gereja Tuhan di Indonesia memiliki kehausan akan Firman Tuhan, menghargai Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan pribadi setiap orang.
 
4

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Yakobus 1:19-25

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”

Yakobus 1:21

  Firman Tuhan sungguh berkuasa. Oleh Firman, Allah menciptakan alam semesta. Oleh Firman Allah menopang segala yang ada (Ibrani 1:3). Oleh Firman segala sesuatu telah dijadikan dan Firman itu adalah Yesus Kristus sendiri. Tetapi dalam bacaan kita hari ini, Firman Tuhan dikatakan berkuasa menyelamatkan jiwa kita. Firman Tuhan berkuasa mengubahkan hidup kita. Karena saat jiwa kita yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak kita diubahkan, seluruh hidup kita juga berubah. Jadi kalau kita mau pikiran, perasaan, dan kehendak kita diubahkan dan diperbaharui; caranya adalah dengan menerima Firman Tuhan. Dikatakan kita perlu membuang segala sesuatu yang kotor, yang salah, kemarahan. Dan sebaliknya kita menerima Firman Tuhan di dalam hati kita. Menanamkan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan menyelamatkan, mengubah jiwa kita.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan hari ini, apa yang dikatakan tentang kuasa Firman Tuhan dalam hidup kita?
  2. Selama ini, apakah pengaruh Firman Tuhan dalam hidup saudara? Apakah ketika saudara merenungkan Firman atau melakukan saat teduh setiap hari saudara merasakan perubahan yang nyata atas hidup saudara? Kalau belum, apa penyebabnya? Diskusikan dengan keluarga dan teman Kompak / Komsel saudara!
  3. Mari datang kepada Bapa; periksa diri saudara, apakah saudara sudah benar-benar menerima Firman Tuhan setiap hari dalam hidup saudara! Kalau belum, rencanakan dan temukan bagaimana agar saudara dapat merasakan dampak Firman Tuhan secara nyata atas hidup saudara!
Topik Doa:
Berdoalah agar Firman Tuhan menjadi acuan utama dalam Gereja Tuhan di Indonesia; lebih dari segala tradisi, kebiasaan, dan kesombongan diri satu sama lain! Berdoalah agar Gereja Tuhan bersatu.
 
0

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN
Beberapa waktu yang lalu kita sudah belajar bagaimana “jiwa” kita, yang terdiri dari pikiran, perasaan, dan kehendak, perlu terus mengalami “keselamatan”, diperbaharui terus menerus. Kita ingat kembali bahwa kita manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Ketika lahir baru, kita diberikan roh yang baru (Yehezkiel 36: 24-27). Bahkan Roh Allah diberikan, tinggal dalam kita. Tetapi pada saat lahir baru jiwa dan tubuh kita tidak dijadikan baru. Tubuh kita akan digantikan nanti setelah kita mengalami kebangkitan tubuh. Pada masa sekarang, jiwa kita, baik pikiran, perasaan, maupun kehendak, harus terus kita perbaharui agar sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu Firman Tuhan. Dalam minggu ini, kita akan belajar bersama bagaimana Firman Tuhan dapat mengubah jiwa kita, memperbaharui jiwa kita, agar kita semakin hidup sejalan dengan Rencana Kerajaan Allah.
Ayat Hafalan:

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”

Yakobus 1:21

1