POSTS
19
November 2019
Mazmur 17:3
19
November 2019
HIDUP YANG KUDUS (1)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Wahyu 22:10-15
Daniel 11:31-32
Efesus 1:4
 

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”

Wahyu 22:11

 

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Efesus 1:4

Kita mungkin sudah berkali-kali membaca bahwa dunia akan semakin jahat, manusia akan semakin egois (2 Timotius 3:1-5). Tetapi hari ini kita membaca juga dalam ayat-ayat terakhir dari Alkitab, bahwa anak-anak Kerajaan Allah akan tetap kudus dan terus melakukan kebenaran. Dalam Bahasa Inggris, kata-kata “terus” dinyatakan dengan kata“still”, artinya kita akan “tetap” kudus, tetap melakukan kebenaran.   Mengapa? Karena kekudusan yang ada dalam diri kita adalah karena anugerah Allah, bukan karena kemampuan kita; dan kekudusan yang Tuhan anugerahkan kepada kita adalah kekudusan yang sempurna.Keberadaan kita sudah manusia baru, “being in Christ” sejak kita menjadi warga Kerajaan Allah. Bagian kita adalah terus beribadah kepada Tuhan agar kita terus semakin “menjadi”kudus (“becoming like Christ”).   Dalam menjadi kudus inilah kita terus memperbaharui jiwa kita, pikiran, perasaan, dan kehendak kita dengan menundukkan semua itu di bawah otoritas Firman Tuhan. Pikiran kita semakin hari semakin setuju dengan semua prinsip kebenaran Firman-Nya. Perasaan kita semakin sejalan dengan perasaan Kristus, yang tidak egois, tidak mudah terombang-ambing, justru memiliki belas kasihan yang benar terhadap orang berdosa. Kehendak kita semakin sejalan dengan kehendak Allah yang menginginkan semua orang diselamatkan, yang mencari kepentingan orang lain lebih dari diri sendiri, mencari Kerajaan Allah daripada kesenangan pribadi.   Bacaan kita dari kitab Daniel, menjelaskan sikap warga Kerajaan Allah yang mengenal Allah. Kita sebagai warga Kerajaan Allah akan tetap kuat di dalam masa sukar, tetap kudus sebagaimana kita ditentukan untuk kudus. Kita akan kuat dan bertindak sesuai dengan rencana Allah.   Dan sebagai warga Kerajaan Allah kita akan menggenapi Rencana-Nya memulihkan segala sesuatu kembali kepada Rencana Kerajaan Allah yang semula.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan apa rencana kekudusan Allah atas kita umat-Nya!
  2. Selama ini, apakah saudara percaya saudara mampu untuk hidup kudus oleh anugerah Tuhan? Hal-hal apa yang masih membuat saudara menjadi tidak kudus dalam hidup saudara? Terbukalah dengan keluarga dan teman Kompak/Komsel saudara dan sling mendoakan dengan iman! Berdoa minta dikuduskan oleh Tuhan dalam pikiran, perasaan, dan kehendak saudara!
  3. Ambil komitmen hari ini untuk menjalani hidup yang semakin kudus di dalam Tuhan! Hiduplah kudus karena anugerah Allah karena Tuhan yang menentukan kita kudus! Akui Firman Tuhan dan ulangi Firman-Nya sampai menjadi iman dalam hidup saudara!
Topik Doa:
Berdoa agar Gereja dan jemaat semakin mengasihi Tuhan dan tidak kompromi terhadap dosa apa pun; tetapi justru menyatakan kebenaran, keadilan, dan kebaikan di tengah masyarakat Indonesia!

0

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Hagai 2:1-10
Yesaya 60:13-17
 

“Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

Hagai 2:9

Ketika ayat-ayat ini ditulis, Zerubabel sebagai penguasa Yehuda dan imam besar Yosua bin Yozadak sedang dalam proses membangun kembali Bait Allah. Bait Allah yang dibangun oleh Raja Salomo sudah dihancurkan sejak kerajaan Yehuda jatuh ke tangan musuh, yaitu ke tangan Kerajaan Babilonia/Babel. Saat itu, orang yang sudah pernah melihat kemegahan Bait Allah Salomo, sangat sedih karena Bait Allah yang dibangun pada waktu itu sangat tidak megah dibandingkan dengan yang lalu.   Pada saat itulah, nabi Hagai diperintahkan untuk bernubuat akan kemegahan Rumah Tuhan di masa datang. Nubuat ini akan terjadi khususnya dengan kemegahan dan kemuliaan Rumah Tuhan yang rohani yaitu kita Gereja Tuhan.   Tetapi dalam nubuat ini juga dinyatakan bahwa Tuhanlah yang memiliki segala sesuatu.Sangat menarik bahwa kata”TUHAN semesta alam” diulang enam kali dalam ayat-ayat ini.   Lalu apa Firman Tuhan tentang segala milik kita “pada mulanya”? Kembali pada Kejadian 1 dan 2, ketika Tuhan menciptakan langit, bumi dan segala isinya dan juga manusia. Allah memberi mandat kepada manusia untuk menguasai bumi. Menguasai bumi untuk apa, tentunya bagi rencana Allah, karena pada mulanya Allah menciptakan manusia untuk maksud Kerajaan Allah.   Manusia diberi otoritas untuk menguasai bumi dalam kerangka Rencana Kerajaan Allah. Jadi tepatlah ayat Hagai 2:9: “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas.” Artinya segala sesuatu yang ada di bumi ini, segala kepemilikan kita, pada dasarnya adalah milik Tuhan dan bagi Kerajaan Allah.   Pemulihan segala sesuatu juga mencakup agar kita, benar-benar menjadikan seluruh milik kita milik Kerajaan Allah dan dipergunakan untuk maksud Allah. Kita adalah pengelola harta Kerajaan Allah yang dipercayakan kepada kita; tetapi pemiliknya adalah Allah sendiri. Bukan hanya 10% yang kita kembalikan sebagai persembahan perpuluhan milik Tuhan, tetapi seluruhnya.   Pemulihan kepemilikan Kerajaan Allah akan semakin nyata ketika kita benar-benar setia dalam mengelola harta milik Raja kita. Kemuliaan Rumah Tuhan akan semakin dinyatakan ketika kita benar-benar menggunakan milik kita untuk membawa orang mengenal Allah dan masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan kebenaran tentang rencana Allah atas harta milik kita menurut Firman Tuhan!
  2. Apakah saudara selama ini sudah menjadikan seluruh harta yang ada pada saudara sebagai milik Kerajaan Allah? Seberapa setia saudara mengelola dan siapkah saudara kalau Sang Pemilik meminta pertanggungjawaban atas milik-Nya yang dipercayakan kepada saudara? Diskusikan dengan keluarga dan teman Kompak/Komsel saudara!
  3. Ambil komitmen untuk lebih setia dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan segala harta yang ada pada saudara kepada Tuhan! Berdoalah dan datang kepada Bapa untuk menyerahkan seluruh harta “milik” saudara kepada Dia!
Topik Doa:
Berdoalah agar Gereja Tuhan yang dipercayakan untuk mengelola keuangan yang dipersembahkan jemaat diberikan hikmat dan kebijaksanaan untuk mengaturnya demi Kerajaan Allah!

2

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Maleakhi 4:4-6
Lukas 1:13-16
 

“Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Maleakhi 4:6

Bacaan hari ini merupakan 3 ayat terakhir dari Perjanjian Lama, nubuat untuk terjadinya pemulihan hubungan bapa dengan anak-anak, dan sebaliknya. Ayat ini mulai digenapi dengan kelahiran Yohanes Pembaptis sesuai dengan pesan malaikat dalam Lukas 1: 13-16. Tetapi kita tahu bahwa pemulihan hubungan antara orang tua dan anak, khususnya dengan bapa/ayahnya masih belum selesai.   Pemulihan hubungan bapa dan anak-anak rupanya sangat penting hingga dimulai sejak Yohanes Pembaptis datang. Yohanes Pembaptis datang dengan misi mempersiapkan jalan sebelum Yesus memberitakan Kerajaan Allah. Artinya tanpa pelayanan Yohanes Pembaptis, orang Israel sama sekali tidak siap untuk menerima kedatangan Mesias yaitu Yesus Kristus.   Demikian juga kondisi saat ini, tanpa pemulihan hubungan bapa dan anak, yang kita kenal dengan pemulihan Hati Bapa, orang sukar benar-benar mengalami Kerajaan Allah. Hubungan dengan bapa yang rusak sering kali menjadi hambatan untuk kita mengenal Bapa. Bahkan berbagai aspek dalam hidup kita sering kali mengalami masalah karena kurang pulihnya hubungan kita dengan bapa kita.   Bapa yang baik seharusnya bisa memberikan teladan hidup yang baik yang bisa dicontoh oleh anak-anaknya. Seorang bapa seharusnya memberi gambaran nyata akan kasih: bagaimana ia mengasihi istrinya, bagaimana seorang bapa perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Seorang bapa seharusnya bisa memberi identitas, citra diri yang baik bagi anak-anaknya; meneguhkan kelebihan anak-anaknya, menegur sikap anak-anaknya yang salah; bahkan memberikan ajaran berdasarkan Firman Tuhan bagi seluruh keluarganya.   Mengapa ini semua penting; karena sekali lagi:pada mulanya, seorang pria diciptakan serupa dan segambar dengan Allah; dan tugasnya adalah menggambarkan sifat dan gambaran Bapa yang di surga.   Bagaimana dengan ibu; Ibu juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan keluarga; ibu yang mengasihi dan menopang sang ayah; ibu yang merawat dan mengayomi; ibu yang lembut dan penuh perhatian. Mengapa? Karena ibu seharusnya juga menggambarkan sikap dan sifat Roh Kudus.   Sebagai anak, apakah kita memiliki sikap yang baik dalam menghormati ayah dan ibu kita? Mau belajar mengerti ketika diberikan aturan dan bersikap benar kalaupun kita berpikir ada hal yang salah yang dilakukan orang tua kita.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan mengapa Tuhan ingin pulihkan hubungan antara bapa dan anak di dalam keluarga!
  2. Apakah saudara selama ini sudah melakukan peran saudara sebagai bapa atau ibu atau anak dengan baik? Sikap apa yang menurut saudara paling harus diperbaiki? Diskusikan dengan keluarga dan teman Kompak/Komsel saudara! Terbukalah dengan kondisi saudara saat ini!
  3. Ambil komitmen untuk memperbaiki atau pun meningkatkan hubungan di dalam keluarga saudara dalam satu bulan ke depan! Rencanakan apa yang saudara mau lakukan untuk menunjukkan kasih kepada keluargamu tanpa menunggu perbuatan / sikap yang baik dari mereka!
Topik Doa:
Berdoa agar keluarga-keluarga di Indonesia mengalami pemulihan hubungan dari waktu ke waktu!

5

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Markus 10:1-12
Kejadian 1:26-28
 

“sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu”

Markus 10:7-8

Dalam bacaan hari ini, Yesus menjelaskan kepada para murid maupun orang Farisi yang bertanya kepada Dia tentang pernikahan dan perceraian. Ketika Yesus menjelaskan, Yesus mengutip kejadian yang paling pertama yang disebutkan Alkitab yang terkait pernikahan. Yesus mengatakan “Sebab pada awal dunia”atau kalau di Matius 19:4 dan 8, digunakan frasa “sejak semula.”Jadi seperti yang kita pelajari: Tuhan mau Gereja-Nya melakukan pemulihan atas segala sesuatu; dan pemulihan harus membawa orang kepada kondisi yang lebih baik dan kondisi yang sesuai dengan Rencana Tuhan.   Yesus menjawab dengan mengutip Firman Tuhan ketika manusia pertama kali diciptakan dan dipersatukan dalam membentuk keluarga.Rencana Allah yang semula atas keluarga dapat kita pelajari dari Kejadian pasal 1 dan 2; yaitu bagaimana Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah (Tritunggal), memberkati mereka, memberi otoritas dan mandat/tugas untuk berkuasa atas bumi ini, menghasilkan buah dan bermultiplikasi (Kejadian 1:26-28). Pernikahan dan keluarga diciptakan pada mulanya untuk menggambarkan hubungan Allah Tritunggal yang saling mengasihi, yang memiliki peran dan tanggung jawab yang saling menolong untuk suatu tujuan bersama yaitu menguasai bumi bagi Kerajaan Allah.   Setiap kita ditempatkan di dalam suatu keluarga yang tidak sempurna, yang belum sesuai dengan Rencana Allah. Bagaimana pun kondisi yang kita hadapi kita tidak perlu bersungut-sungut dan mengeluh. Bagian kita adalah mulai melakukan apa yang seharusnya dilakukan di dalam keluarga, yaitu belajar mengasihi dalam kondisi yang tidak sempurna, dan belajar membuang segala keegoisan yang hanya akan menimbulkan konflik dan pertengkaran. Perceraian terjadi karena sifat egois dan kekerasan hati manusia yang tidak mau mengasihi.   Jadi ketika Yesus ditanya tentang perceraian, Ia menjelaskan rencana Allah yang semula atas keluarga.Mungkin Yesus tidak menjelaskan seluruh rencana Allah atas pernikahan dan keluarga karena mereka justrumencari pembenaran untuk bercerai. Yesus menjelaskan bagaimana suami istri dipersatukan untuk menjadi satu daging oleh Allah sehingga tidak boleh diceraikan oleh manusia(Kejadian 2).   Pemulihan atas pernikahan harus kembali kepada Rencana Allah “sejak semula,”karena itulah pemulihan yang sebenarnya. Pemulihan tidak berhenti pada kondisi yang sepertinya lebih baik. Pemulihan harus sampai kepada rencana Allah sejak semula.Dan adalah tugas kita sebagai Tubuh-Nya dan Gereja-Nya untuk mengembalikan pernikahan dan keluarga kembali kepada rencana Allah semula.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan apa kehendak Tuhan yang semula atas pernikahan dan keluarga!
  2. Bagi yang sudah menikah, refleksikan kondisi pernikahan saudara dibandingkan dengan rencana Allah yang semula atas keluarga! Temukan keluarga di sekitar saudara yang bisa saudara teladani; bangunlah hubungan dan belajarlah hal yang baru dari mereka! Bagi yang belum menikah, bangunlah suasana saling mengasihi di tengah keluarga maupun komunitas saudara! Belajarlah untuk memiliki sikap yang mengasihi tanpa menuntut; belajar mengerti tanpa menuntut dimengerti! Ceritakan dan diskusikan dengan keluarga dan Kompak / Komsel saudara.
  3. Ambil komitmen untuk belajar mengasihi di dalam keluarga saudara! Berdoa dan minta kepada Bapa agar keluarga saudara semakin dipulihkan!
Topik Doa:
Berdoalah agar dalam keluarga dan komunitas kita bisa dipulihkan kembali kepada Rencana Allah.

0

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Ayub 42:1-6, 10-17
 

“Dahulu, pengetahuanku tentang Engkau hanya kudengar dari orang saja, tetapi sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka.”

Ayub 42:5

Pada waktu lalu, kita sudah pernah membaca tentang Ayub, bagaimana Ayub mengalami tantangan hidup yang sangat berat. Hari ini kita mau melihat bagaimana pemulihan itu terjadi dalam hidup Ayub, supaya kita dapat mengambil beberapa pelajaran lewat apa yang Ayub alami.   Saat Ayub menghadapi tantangan hidup, ia begitu tertekan, tidak mengerti mengapa semua itu terjadi, dan pada puncaknya ia menyesali kelahirannya ke dunia ini. Pada kondisi itu, Ayub tidak memiliki kepastian bahwa hal yang baik akan terjadi pada akhirnya. Ayub dipenuhi berbagai kebimbangan dan berbagai pertanyaan. Kalau kita mengalami hal yang serupa, besar kemungkinan kita mengalami guncangan jiwa yang sama.   Tetapi ketika Tuhan menyatakan diri dan Ayub mengalami perjumpaan dengan Tuhan, terjadi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kesadaran dan pertobatan Ayub. Perubahan bukan terjadi dari hal-hal yang menimpa dia. Perubahan pikiran dan kesadaran Ayub terjadi saat Ayub masih dalam kondisi sakit dan menderita. Ayub menyesal dan bertobat (mengubah pikiran dan pandangannya) pada ayat 6 (Ayub 42:6), sedangkan pemulihan baru terjadi mulai ayat 10 (Ayub 42:10).   Sebelum Ayub mengalami proses tekanan dan tantangan hidup itu, Ayub tidak merasa ada yang salah dalam pandangannya tentang Tuhan. Dia merasa dia sudah mengenal Tuhannya. Tetapi justru setiap proses dalam kehidupan kita, mau Tuhan jadikan sarana untuk kita dapat mengenal Tuhan lebih lagi.   Pemulihan kemudian terjadi atas hidup Ayub dan Ayub memiliki lebih dari yang ia miliki sebelumnya. Pemulihan Tuhan ternyata bukan sekedar ingin mengembalikan apa yang hilang; tetapi seperti yang kita terus akan pelajari: semua harus kembali sesuai dengan rencana Allah semula. Dan Rencana Allah yang semula, mungkin jauh lebih tinggi yang kita pernah bayangkan sebelumnya. Ketika Ayub dipulihkan pikiran dan pandangannya, sangat mudah bagi Tuhan untuk memberkati Ayub.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan proses yang dialami Ayub dalam pemulihannya!
  2. Apakah saudara selama ini menyadari pandangan saudara yang salah terhadap Tuhan? Pernahkah saudara mengalami perubahan cara pandang tentang Tuhan melalui suatu peristiwa? Menurut saudara, apakah saudara masih memiliki pandangan yang salah dalam diri saudara tentang Tuhan? Ceritakan dan diskusikan bersama keluarga dan teman Kompak/Komunitas saudara!
  3. Datanglah kepada Bapa untuk menyerahkan segala pikiran yang salah tentang Dia? Kalau masih ada pikiran tidak percaya dan curiga atas kebaikan Tuhan atas hidup saudara, bicarakan dan serahkan kepada Bapa!
Topik Doa:
Berdoalah bagi orang-orang yang sedang mengalami tekanan hidup agar justru melalui semua peristiwa itu dia mengalami terobosan dan pemulihan dalam pengenalannya akan Tuhan!

2

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Yesaya 2:1-5
 

“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.”

Yesaya 2:2-3

Dalam bacaan hari ini, kita kembali merenungkan apa yang dikatakan Yesaya tentang Rumah Tuhan di akhir zaman. Keadaan Rumah Tuhan yang digambarkan dalam nubuat Yesaya itu sangat berbeda dengan yang terjadi pada saat ini dengan Gereja Tuhan. Tetapi itulah rencana Tuhan yang disampaikan melalui nabi-Nya Yesaya. Dan seperti yang kita pelajari pada hari kemarin: adalah rencana Tuhan untuk memulihkan segala sesuatu sesuai dengan yang sudah sampaikan melalui nabi-nabi-Nya.   Dengan mengerti rencana Tuhan Yesus untuk memulihkan segala sesuatu melalui gereja-Nya, kita bisa mengerti bahwa Tuhan mau memakai Rumah-Nya, sesuai dengan apa yang disampaikan Yesaya untuk menjadi sarana pemulihan.   Mari kita terus mendalami dan memahami rencana Tuhan atas Rumah-Nya dalam bacaan hari ini. Gunung Rumah Tuhan akan berdiri tegak dan menjulang tinggi mengatasi segala “gunung”, mengatasi segala kekuasaan di dunia ini. Digambarkan bahwa segala bangsa dan suku bangsa berduyun-duyun pergi ke gunung TUHAN, Rumah Tuhan untuk minta diajarkan tentang jalan-jalan Tuhan. Minta diajari kebenaran dan prinsip-prinsip kehidupan. Karena dari Sion, dari Rumah Tuhan akan keluar pengajaran.   Gereja lokal kita, Abbalove Industri, tempat kita beribadah bersama, sudah beberapa tahun terakhir menjalani visi ini. Mari kita terus melihat bahwa ini adalah rencana Tuhan atas Rumah-Nya. Kalau Tuhan yang berencana, Dia juga yang akan menolong kita untuk menggenapi rencana itu, asalkan kita mau mengikuti segala tuntunan-Nya. Rencana ini bukanlah sekedar rencana manusia, tetapi rencana yang datangnya dari Tuhan, dan kita terus bertekun, setia, mau mencapainya dengan segala doa dan upaya. Kalau ini sekedar rencana manusia, kita pasti tidak akan bisa mencapainya. Tetapi kalau ini semua memang rencana Tuhan, Tuhan yang pasti memberikan kemampuan, menunjukkan jalan, memberikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Asalkan kita mau terus berjalan di dalam pimpinan-Nya.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Temukan apa rencana Tuhan atas Rumah-Nya seperti yang disampaikan Nabi Yesaya dalam bacaan hari ini!
  2. Apakah saudara selama ini sudah memahami dan mulai menjalani visi untuk mewujudkan Rumah Tuhan seperti yang digambarkan dalam Yesaya 2 ini? Adakah hal-hal tertentu yang membuat saudara ragu akan rencana Tuhan atas Rumah-Nya? Mengapa? Bawalah segala keraguan saudara dengan terbuka kepada Tuhan! Minta supaya Dia memberikan pencerahan lebih lagi kepada saudara! Kalau saudara belum juga bisa menerima, simpanlah janji Tuhan ini dalam hati saudara tanpa sikap hati yang menolaknya; rendahkan diri saudara dan biarlah dari waktu ke waktu Tuhan sendiri yang memberikan pencerahan kepada saudara pribadi!
  3. Rencanakan langkah-langkah apa yang saudara mau lakukan untuk dapat mendukung terwujudnya Rumah Tuhan seperti dalam Yesaya 2 ini! Diskusikan dengan keluarga dan kompak/Komsel saudara!
Topik Doa:
Mintalah agar visi Tuhan atas Rumah-Nya semakin dapat dimengerti oleh setiap pekerja dan jemaat Tuhan!

1

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
Kisah Para Rasul 3:11-26
Matius 24: 14
 

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

(Kisah Para Rasul 3:21)

Dalam bacaan hari ini, kita membaca bagaimana Petrus menjelaskan apa yang terjadi, setelah ia baru saja menyembuhkan seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya. Dari penjelasannya, tersingkap satu hal yang harus terjadi sebelum Kristus datang kembali. Memang saat Petrus menjelaskan Kristus yang sudah tidak ada lagi bersama mereka di bumi, Petrus perlu menjelaskan bahwa mereka tidak akan melihat Kristus sampai kedatangan Dia kembali ke bumi kedua kali.   Ternyata sebelum Yesus datang kembali ke dunia (untuk kedua kali), selain Injil Kerajaan Allah harus diberitakan dan menjadi kesaksian bagi semua etnis (Matius 24:14), juga harus terjadi “pemulihan segala sesuatu”, seperti yang difirmankan dengan perantaraan nabi-nabi-Nya.   Apa maksudnya “Pemulihan segala sesuatu”? Kata “pemulihan” yang dipakai di sini sangat jarang dipakai di Alkitab; tetapi kata kerja yang serupa digunakan dalam sejumlah ayat yang berarti “mengembalikan sesuatu kepada situasi/kondisi/posisi sebelumnya.” Kata kerja ini juga digunakan dalam konteks penyembuhan fisik seseorang yang lumpuh anggota tubuhnya (Markus 3:5; Lukas 6:10). Dan “segala sesuatu” di sini sebenarnya dibatasi oleh bagian kalimat selanjutnya yaitu “seperti yang difirmankan dengan perantaraan nabi-nabi-Nya.”   Jadi kalau kita pelajari dan renungkan, bahwa Tuhan Yesus akan tetap di sorga sampai “pemulihan segala sesuatu.” Artinya Tuhan Yesus memiliki rencana agar Tubuh-Nya, Gereja-Nya, yang adalah wakil Tuhan di dunia ini bergerak mewujudkan rencana Allah atas dunia ini. Tuhan Yesus tidak akan turun langsung mengerjakan pemulihan segala sesuatu, tetapi melalui kita Tubuh-Nya, yang taat sepenuhnya kepada Sang Kepala, kita mengembalikan hal-hal yang sudah dirusakkan kembali kepada rencana Allah semula.   Apa yang harus dipulihkan? Yang harus dipulihkan adalah hal-hal yang dijanjikan oleh Firman Tuhan. Segenap janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab perlu kita pelajari dan sebagai Tubuh-Nya kita menjadikan janji Allah tersebut nyata di atas bumi ini. Dengan kata lain, seperti apa yang kita sedang terus pelajari, renungkan dan nyanyikan: kita mendatangkan Kerajaan Allah atas bumi ini melalui setiap kita.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan dan meditasi hari ini, temukan mengapa Tuhan Yesus harus tetap ada di dalam sorga sampai rencana pemulihan terjadi?
  2. Setelah saudara mengerti dan menyadari rencana Tuhan untuk pemulihan segala sesuatu, apa respons saudara? Apakah saudara rindu untuk terlibat dalam rencana Tuhan ini? Apakah yang saudara mau lakukan untuk menanggapi hal ini?
  3. Mari datang kepada Bapa minta Bapa berbicara kepada saudara tentang apa yang saudara bisa lakukan untuk terlibat dalam rencana Allah yang mulia ini! Bagikan kepada keluarga dan komunitas saudara tentang apa yang Bapa pesankan dan komitmen saudara sendiri!
Topik Doa:
Mulailah berdoa supaya rencana pemulihan Allah terjadi di bumi Indonesia ini dan agar gereja Tuhan bangkit melakukan rencana Allah!

5

10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN
  Sebagai manusia baru dalam Kerajaan Allah, kita sudah mengalami bahwa roh kita dijadikan baru dan Roh Kudus sudah berdiam dalam roh kita. Kita sudah belajar beberapa minggu yang lalu bagaimana jiwa kita terus perlu mengalami pemulihan karena jiwa, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak kita tidak langsung menjadi baru. Pemulihan atas jiwa kita perlu berlangsung terus menerus sampai kita dipanggil meninggalkan dunia ini ataupun sampai kedatangan Yesus kedua kali.   Minggu ini kita akan belajar sisi yang lain dari pemulihan. Pemulihan perlu terjadi atas berbagai aspek kehidupan kita sehingga bukan hanya atas jiwa kita secara pribadi, tetapi juga menyangkut hubungan kita dengan orang lain. Kita akan renungkan bersama dalam hal apa saja pemulihan perlu terjadi dan juga janji Tuhan atas pemulihan tersebut. Kita juga akan belajar rencana pemulihan seperti apa yang dimaksud oleh Alkitab.   Dan yang juga sangat penting adalah pemulihan ini harus terjadi sebelum Tuhan Yesus datang kembali ke bumi ini.   Mari kita merenungkan, mengalami proses pemulihan dan menjadi sarana bagi pemulihan sesuai dengan Rencana Kerajaan Allah.  

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

(Kisah Para Rasul3:21)

0

Skip to toolbar