POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

YOHANES 3:34-36

Kita adalah manusia Allah yang telah ditebus oleh Kristus karena kita percaya penuh bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja. Sejak saat itulah kita harus hidup dengan sikap bahwa hidup kita bukanlah milik kita lagi, tetapi milik Kristus sepenuhnya dan bagian kita haruslah taat dan tunduk kepada pemilik hidup ini.

Dikatakan dalam apa yang kita baca hari ini, jika kita tidak taat kepada Anak (Yesus – Sang Firman. Yohanes 1:1) maka kita tidak akan melihat hidup tetapi murka Allah tetap ada di dalam kita.

Jika hari ini kita telah memasuki tahun 2020, mari kita terus melatih diri kita untuk menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat setiap waktu dalam segala aspek kehidupan kita. Karena hidup kita bukannya milik kita lagi.

Mari kita terus melatih diri kita hingga kita memiliki gaya hidup sebagai manusia Allah yang hidup menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah utusan Allah yang dimaksud?
    2. Apa yang diperoleh jika kita percaya kepada Anak Allah – Yesus?
    3. Bagaimana jika kita hidup tidak taat kepada Anak Allah – Yesus?
    1. Bagaimana selama ini kita percaya kepada Yesus? Totalkah?
    2. Bagaimana selama ini kita taat kepada setiap Firman-Nya?
    3. Apakah yang membuat saudara tidak taat dan percaya kepada Yesus?
    1. Buatlah keputusan dan langkah apa yang saudara akan lakukan untuk merespons Firman hari ini dengan sikap hati yang sungguh.
    2. Hubungilah teman kompak saudara, ceritakan apa yang saudara dapatkan, apa yang Firman Tuhan tegur. Terbukalah dan jujurlah kepada teman kompak saudara. Berdoalah dan salinglah membangun dan mengingatkan!
    3. Ambillah waktu untuk berdoa bersama keluarga saudara. Hiduplah saling memberkati dan membangun!

Topik Doa:

Berdoalah agar tahun ini kita dapat melihat tuntunan dan pernyataan Tuhan atas visi yang Tuhan telah berikan. Agar kita dapat berjalan sepakat dan taat atas segala yang Ia nyatakan.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

Kemenangan atas Moab dan Amon Akhir pemerintahan Yosafat

20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.

20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi.

20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.

20:4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.

20:5Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru

20:6 dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

20:7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?

20:8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka:

20:9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.

20:10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya.

20:11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami.

20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.”

20:13 Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka.

20:14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah,

20:15 dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

20:16 Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel.

20:17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

20:18 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya.

20:19 Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring.

20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!”

20:21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

20:22Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

20:23 Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh.

20:24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

20:25 Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.

20:26 Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Pujian. Di sanalah mereka memuji TUHAN, dan itulah sebabnya orang menamakan tempat itu Lembah Pujian hingga sekarang.

2 TAWARIKH 20:1-26

Yosafat adalah seorang raja yang memimpin bangsa Israel. Dan Yosafat adalah manusia biasa sama seperti kita. Tetapi, sebagai seorang raja ia pun mengalami hal-hal yang secara manusia dirasakan sulit. Ketika musuh ingin menyerang dia, dikatakan bahwa ia mengambil keputusan untuk mencari Tuhan bahkan menyuruh rakyatnya berpuasa. Dan melalui Roh Allah yang menghinggapi Zakharia (seorang Lewi) Tuhan memberikan Firman-Nya kepada Yosafat.

Dan Yosafat taat kepada Firman Allah yang disampaikan melalui Zakharia itu. Ia melakukan seperti yang difirmankan. Dan kita kemudian dapat kita baca bahwa apa yang difirmankan Allah digenapi karena ketaatan Yosafat.

Kita perlu terus melatih diri kita. Dimulai dengan membaca, mendengar dan berdoa sampai kita mendapatkan apa yang Allah Firmankan kepada kita. Lalu kita perlu taati walau sering kali mustahil. Namun itulah Allah kita, yang mengerjakan di dalam kita menurut kehendak-Nya dan cara-Nya. Bagian kita hanyalah mendengar, percaya dan taat!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang dilakukan Yosafat ketika kesulitan datang?
    2. Bagaimana cara Allah berfirman?
    3. Apakah yang dilakukan Yosafat? Dan apakah yang terjadi?
    1. Apa yang saudara alami ketika kesulitan datang? Apakah saudara mencari Firman-Nya?
    2. Apakah saudara memiliki seseorang yang saudara dapat percayai ketika kesulitan datang? Tuhan dapat memakai orang lain untuk memberikan Firman-Nya kepada kia.
    3. Hal apa lagi yang selama ini saudara lakukan agar mendapatkan Firman Tuhan?
    1. Bagaimana saudara mau membangun hidup saudara kepada Tuhan?
    2. Apakah saudara rindu memiliki orang yang dapat saudara percayai dan membantu membangun dan menguatkan saudara? Apakah saudara telah memiliki orang tersebut dan sudah hidup berbagi? Atau saudara masih belum dapat menemukan dan ʻmempercayakanʼ hidup saudara kepada orang lain (akuntabilitas)?
    3. Berdoalah kepada Tuhan agar saudara memiliki teman akuntabilitas. Dan mulailah untuk terbuka, jujur dan saling membangun dan mendoakan dengan teman tersebut.

Topik Doa:

Berkatilah setiap pemimpin saudara baik di sekolah, di kantor, di pelayanan dan tempat saudara beraktivitas. Biarlah mereka hidup menyadari bahwa Tuhan itu ada dan hidup.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.

7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: “Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi.”

7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”

7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.”

7:8 Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.

7:9 Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.

7:10 Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;

7:11 maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu.” Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.

7:12 Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.

7:13 Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: “Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh.”

7:14 Lalu temannya menjawab: “Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya.”

7:19 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka.

7:20 Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!”

7:21 Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.

7:22 Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.

HAKIM-HAKIM 7:2-14; 19-22

Pada waktu-Nya, akhirnya bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan yang telah dijanjikan Allah kepada mereka di bawah pimpinan Yosua. Gideon menganggap dirinya kecil karena ia orang yang paling muda dalam keluarganya dan karena ia lahir dari kaum terkecil dari bangsa Israel. Dan saat itu mereka semua hidup dalam ketakutan (mereka tinggal dalam gua-gua).

Tetapi Tuhan memilih Gideon untuk rencana-Nya, seperti Ia memilih kita untuk menggenapi rencana-Nya.

Gideon memimpin tiga puluh dua ribu pasukan yang akan berperang. Namun Tuhan berkata bahwa pasukan itu terlalu banyak untuk mengalahkan musuh yang berjumlah seratus tiga puluh lima ribu orang. Menurut Tuhan, cukup dengan tiga ratus pasukan untuk mengalahkan musuh.

Tuhan punya cara sendiri untuk mengalahkan musuh. Bukan dengan banyaknya jumlah. Tetapi bagian Gideon dan kita hanya perlu ketaatan atas setiap perkataan yang diucapkan Allah. Dan sungguh kemenangan itu terjadi dengan ajaib.

Jika kita – manusia Allah hidup taat kepada apa yang difirmankan Tuhan, maka kita akan melihat kuasa dan berkat Allah, dan kita semakin menyadari kehadiran Allah yang hidup dan nyata dalam hidup kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang difirmankan Allah kepada Gideon?
    2. Bagaimana Gideon merespons Firman Tuhan?
    3. Apakah yang terjadi ketika Gideon taat kepada Firman Tuhan walau secara manusia itu mustahil?
    1. Masihkah saudara ragu kepada Firman Tuhan? Atau sering kali mengabaikan atau saudara sedang melatih diri untuk taat kepada Firman Tuhan?
    2. Apakah yang saudara alami ketika saudara taat atau tidak taat kepada Firman Tuhan hari-hari ini?
    3. Siapakah yang menjadi Tuhan atas hidup saudara yang saudara sungguh-sungguh sadari hari-hari ini?
    1. Apakah yang saudara akan latih dan bangun dalam hidup saudara hari ini?
    2. Bagaimana saudara menganggap Tuhan yang esa itu dalam diri saudara dan mentaati Dia?
    3. Kembali milikilah waktu untuk berdoa, berbagi, jujur, saling membangun kepada keluarga dan kompak saudara!

Topik Doa:

Berkatilah orang tua, saudara kandung, kakek nenek dan saudara-saudara yang lain termasuk saudara seiman. Biarlah setiap mereka boleh makin dekat, haus dan takut akan Tuhan.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,

6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

YOSUA 6:3-5

Pada waktu-Nya, akhirnya bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan yang telah dijanjikan Allah kepada mereka di bawah pimpinan Yosua. Ketika mereka masuk ke tanah perjanjian tersebut, mereka harus merebut tanah yang dijanjikan Tuhan itu dari musuh-musuh mereka. Mereka melakukan pengintaian, dan mereka melakukan perintah-perintah Tuhan.

Salah satu yang sungguh ajaib terjadi karena ketaatan mereka terhadap setiap hal yang dikatakan Tuhan. Bagaimana mereka mengelilingi tembok Yeriko selama tujuh hari berturut-turut. Ketika mereka taat, keajaiban terjadi di depan mata mereka. Tanpa kekerasan, tembok Yeriko itu pun runtuh.

Dan mereka mengalami kemenangan Allah dari ketaatan yang mungkin tidak masuk akal mereka. Mereka tidak hanya meraih tanah yang dijanjikan tetapi mereka juga meraih kemenangan.

Jika hari-hari ini ada hal yang saudara dengar dari apa yang di Firmankan Allah namun sangat mustahil; tetaplah percaya bahwa itu adalah Firman Allah dan taatilah!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang difirmankan Tuhan kepada bangsa Israel melalui Yosua?
    2. Bagaimana bangsa Israel merespons firman Tuhan?
    3. Apakah yang terjadi ketika mereka taat kepada setiap Firman yang dikatakan Allah?
    1. Bagaimana saudara menerima setiap perkataan yang difirmankan Allah hari-hari ini?
    2. Masih adakah keraguan, kebimbangan, pengabaian atas setiap Firman Tuhan?
    3. Apakah hari-hari ini saudara merasakan berkat atas ketaatan saudara? Apa yang saudara dapatkan?
    1. Masih adakah kesungguhan hati saudara untuk menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat?
    2. Adakah perubahan hidup saudara hari-hari ini ketika membangun gaya hidup sebagai pelaku Firman Tuhan yang taat? Tuliskanlah!
    3. Ambillah waktu untuk berdoa, berbagi, saling membangun bersama keluarga dan kompak saudara!

Topik Doa:

Lepaskan berkat bagi kota-kota di atas bangsa dimana saudara berada. Biarlah Tuhan memimpin dan memerintah setiap keadaan kota-kota di bangsa ini.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?”

3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”

14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

14:17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

14:18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”

14:19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.

14:20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut.

14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.

14:25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.”

14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.

14:29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

KELUARAN 2:18 – 3:22 14:15-31

Musa sesuai dengan rencana Allah, tidak mati terbunuh ketika masih bayi. Tetapi karena kedaulatan Allah, ia diasuh, dididik dalam istana Mesir.

Tetapi kemudian, ada kejadian yang membuat ia harus keluar dari tanah Mesir. Dan selanjutnya ia menerima panggilan Allah. Musa dalam keterbatasannya akan pengetahuan tentang Allah, ketika dipanggil memberikan diri untuk menjadi alat Tuhan membebaskan bangsanya dari perbudakan karena janji dan perintah Allah.

Melalui proses yang panjang, akhirnya Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Semua ini terjadi karena ketaatan Musa merespons panggilan Tuhan. Musa adalah pemimpin luar biasa yang sangat berpengaruh bagi bangsa Israel. Walaupun ia tidak sampai membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, ia tetap sangat dihormati bangsa Israel. Ia tidak jadi memimpin masuk sampai tanah Kanaan karena satu ketidaktaatan terhadap Firman Tuhan.(Baca: Bilangan 20:7-12)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau melatih diri kita serius menjadi manusia Allah yang memberi hidupnya di pimpin oleh Roh Allah dan taat menjadi pelaku atas setiap Firman Tuhan?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang difirmankan Tuhan kepada bangsa Israel melalui Yosua?
    2. Bagaimana bangsa Israel merespons firman Tuhan?
    3. Apakah yang terjadi ketika mereka taat kepada setiap Firman yang dikatakan Allah?
    1. Bagaimana saudara menerima setiap perkataan yang difirmankan Allah hari-hari ini?
    2. Masih adakah keraguan, kebimbangan, pengabaian atas setiap Firman Tuhan?
    3. Apakah hari-hari ini saudara merasakan berkat atas ketaatan saudara? Apa yang saudara dapatkan?
    1. Masih adakah kesungguhan hati saudara untuk menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat?
    2. Adakah perubahan hidup saudara hari-hari ini ketika membangun gaya hidup sebagai pelaku Firman Tuhan yang taat? Tuliskanlah!
    3. Ambillah waktu untuk berdoa, berbagi, saling membangun bersama keluarga dan kompak saudara!

Topik Doa:

Ucapkanlah syukur kepada Tuhan bahwa kita dapat masuk dalam lembaran baru di tahun ini. Serahkan seluruh rencana saudara pada tahun ini kepada Tuhan.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

KEJADIAN 22:1-18

Kita mungkin sudah mengetahui siapakah Abraham yang pada saat Allah memanggil dia keluar dari tanah asalnya, tanah tempat ia dan keluarganya tinggal. Ketika dipanggil Allah, ia masih bernama Abram dan bukan dididik dari keluarga yang takut dan menyembah Tuhan. Tetapi ketika Allah memanggil, ia langsung berespons: Taat.

Abram taat dan mulai menghadapi berbagai pengalaman iman, baik secara Pribadi, maupun bersama. Allah pun berkali-kali berfirman, antara lain tentang perjanjian sunat dan janji keturunan kepada Abram pada saat berusia sembilan puluh sembilan tahun. Allah juga mengubah nama mereka menjadi Abraham dan Sara.

Sampai kemudian sungguh janji itu digenapi. Anak yang lahir dari Sara ini bernama Ishak. Namun Allah memberi perintah agar Abraham mempersembahkan anak yang dijanjikan tersebut untuk dikorbankan. Dan seperti kita baca, Abraham tidak bernegosiasi tetapi berespons taat.

Melalui ketaatannya inilah, Abraham mendapat berkat dan menjadi berkat.

Walau melalui proses kehidupan yang sangat panjang yang dialami Abraham selama kira-kira dua puluh lima tahun, kita menyaksikan bahwa berkat yang diberikan melalui Abraham kekal adanya hingga kita pun mengalaminya.

Mari kita terus belajar dari Abraham untuk melatih diri kita sebagai manusia Allah untuk hidup menjadi pelaku Firman yang taat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang diperintahkan Allah kepada Abraham?
    2. Kapan Abraham melakukan perintah Allah? Adakah negosiasi antara Abraham dan Allah?
    3. Mengapa Abraham dapat hidup sedemikian taat kepada Allah? Dan berkat apakah yang dialami oleh Abraham?
    1. Apakah saudara sepenuhnya taat kepada Allah? Mengapa?
    2. Apakah yang saudara lihat dalam hidup saudara tahun ini dalam merespons setiap perkataan Allah (= Firman Tuhan)? Seberapa saudara taat dan seberapa saudara mengabaikannya? Tuliskan dan temukan mengapa!
    3. Cobalah mengevaluasi diri saudara sepanjang 2019 dalam seberapa besar saudara merespons Firman Tuhan dan seberapa besar saudara mengabaikannya? Berkat apa yang saudara alami ketika merespons Firman Tuhan. Tuliskan!
    1. Jika saudara serius di tahun 2020 mau menjadi pribadi yang merespons Firman Tuhan, tuliskan keputusan dan langkah apa saja yang saudara akan lakukan dan taati!
    2. Datanglah kepada Tuhan, bawalah apa yang saudara telah tuliskan!
    3. Ambil waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan kompak untuk mengucap syukur dan saling mendoakan serta menceritakan apa yang menjadi keputusan saudara di tahun 2020.

Topik Doa:

Bawa korban syukur atas apa yang Tuhan telah lakukan atas kota dan bangsa kita. Berkatilah penduduknya, pemerintahan atas kota dan bangsa kita.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

Tetaplah kerjakan keselamatanmu

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

FILIPI 2:12-13

Sebab Allah bekerja di dalam Saudara dan menolong Saudara agar berkeinginan untuk mentaati Dia serta melaksanakan kehendak-Nya – Filipi 2:13 (FAYH)

Seorang anak dikatakan taat oleh orang tuanya yaitu ketika orang tuanya memberi perintah dan anak itu melakukannya; bukan hanya mendengar dan menjawab saja

Dalam bacaan Firman hari ini, Paulus memuji jemaat karena senantiasa (selalu) taat. Tetapi Paulus tetap minta mereka untuk lebih lagi yaitu untuk tetap mengerjakan keselamatan yang telah kita terima dengan takut dan gentar. Paulus tidak ingin jemaat taat hanya kepada Paulus ketika Paulus hadir, tetapi justru ketika Paulus tidak hadir, tetapi Allah hadir dan mengetahui setiap perilaku mereka. Demikian pula kita, sepanjang tahun ini didengungkan terus menerus untuk kita membangun manusia roh yaitu membangun manusia yang hidupnya dipimpin oleh roh, tidak mengikuti keinginan daging dan yang hidupnya taat kepada Firman Tuhan yaitu Allah sendiri.

Kita dapat senantiasa taat, senantiasa membangun manusia roh kita, tentunya bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi karena Allah yang ada di dalam kita yang menolong kita untuk memiliki keinginan taat dan melakukan kehendak-Nya. Dengan kita membangun hidup yang demikian maka kita akan hidup mengalami berkat Tuhan, yaitu kehadiran Allah yang selalu nyata dan dapat kita rasakan senantiasa.

Mari kita terus melatih diri menjadi manusia Allah yang menjadi pelaku Firman yang taat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah gaya hidup jemaat yang senantiasa mereka lakukan?
    2. Bagian apa yang harus kita tetap lakukan? Mengapa?
    3. Sesungguhnya siapakah yang menolong kita agar bisa melakukan semuanya ini?
    1. Apakah saudara telah senantiasa taat?
      Dalam hal apa saudara telah menjaditaat? Dan hal apa yang belum? Tuliskan!
    2. Di tahun ini, sudahkah saudara senantiasa hidup membangun manusia roh (membangun manusia yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah, taat melakukan Firman Tuhan)? Mengapa?
    3. Cobalah ambil waktu mengevaluasi hidup saudara di tahun 2019 ini. Khususnya bagaimana saudara membangun diri saudara sebagai manusia Allah? Tuliskan!
    1. Adakah saudara memiliki keputusan untuk hidup taat terhadap Firman Tuhan? Apakah itu hanya sebuah kerinduan ataukah keputusan untuk taat?
    2. Bagaimana komitmen saudara di tahun 2020 dalam membangun manusia roh? Tuliskan!
    3. Datanglah kepada Tuhan, bawalah dalam doa.
    4. Ambillah waktu untuk berdoa dan menceritakan apa yang saudara telah evaluasi dan buat keputusan kepada keluarga dan kompak saudara.

Topik Doa:

Naikkanlah ucapan syukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan yang saudara alami dalam keluarga, aktivitas, sekolah/pekerjaan dan pelayanan. Serahkan semuanya kepada Tuhan.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-5, RENUNGAN

Sepanjang tahun 2019 ini kita terus diingatkan untuk hidup membangun manusia roh kita yang sama dengan hidup menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat.

Ketaatan terhadap setiap Firman Tuhan adalah sebuah ʻharga matiʼ bagi kita orang-orang yang hidupnya telah menjadi percaya kepada Kristus. Dan tidak cukup hanya taat di dalam hati saja, tetapi kita patut taat hingga dalam perbuatan kita. Dimana setiap perbuatan, perkataan dan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita haruslah berjalan selaras.

Sepanjang minggu ini kita tidak hanya rindu untuk belajar taat tetapi juga belajar menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat melalui kesaksian para tokoh yang tertulis di dalam alkitab, bagaimana mereka memiliki kehidupan yang mentaati Tuhan. Dan kita pun akan melihat berkat-berkat Ilahi ketika hidup dalam ketaatan.

Mari kita di penghujung tahun 2019 ini dan masuk di tahun 2020, kita menjadi pribadi-pribadi yang hidup menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat.

Immanuel – Allah beserta kita

Topik Doa:

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.
Yohanes 3:36
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Markus 11:23-25

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Markus 11:25

Dalam Markus 11:25, satu ayat setelah ayat hafalan kita, ternyata ada satu hal yang dapat mempengaruhi kuasa doa dan iman kita. Yaitu hati yang tidak mengampuni.

Ketika kita tidak mengampuni, hati kita tidak mungkin murni. Ketika kita tidak mengampuni, hati kita tidak mungkin mengasihi. Kalau hati kita tidak mengampuni, Kristus tidak mungkin bisa menguasai hati kita. Jadi kita tidak mungkin memiliki iman Kristus.

Hati yang tidak mengampuni justru membunuh iman Kristus.

Ayat Markus 11:25 justru mengatakan ketika kita mengampuni, Bapa mengampuni kesalahan kita. Kita jelas masih banyak melakukan kesalahan dan sangat membutuhkan pengampunan. Jadi ketika kita mempraktikkan pengampunan, kasih Bapa justru mengisi hati kita sehingga kita bisa bertumbuh dalam iman Kristus dan mempraktikkan kasih.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang harus dilakukan ketika seorang mau berdoa!
    2. Mengapa demikian?
    3. Apa yang terjadi kalau kita melakukannya?
    1. Saat ini adakah hati saudara terluka oleh orang tertentu dan saudara belum melepaskan pengampunan?
    2. Periksalah hati saudara, supaya ada pengampunan yang tulus dan total kepada setiap orang yang pernah menyakiti saudara!
    3. Datanglah kepada Bapa dan terimalah kasih-Nya! Ketika hati saudara dipenuhi pengampunan, hati saudara akan bebas dan dipenuhi oleh kasih-Nya! Berdoalah dan berkatilah orang-orang yang pernah menyakiti saudara!
    1. Terus perkatakan Firman Kristus atas masalah saudara! Bersyukurlah atas masalah yang sedang berubah, yang sedang dijawab oleh Tuhan! Bersyukurlah atas setiap proses dalam hidup saudara!
    2. Kalau saudara memiliki kesempatan menemui orang yang baru saja saudara ampuni, temuilah dia dan berkatilah dia dengan senyuman dan sapaan yang terbaik!
    3. Bagikan apa yang saudara dapatkan dari Tuhan kepada keluarga dan kompak! Lakukan saling mendoakan!

Topik Doa:

Berdoalah dengan iman Kristus, bagi para pemimpin di mana pun saudara berada. Agar pada tahun mendatang, mereka melakukan dan memimpin saudara sesuai dengan kehendak Tuhan.
0

12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Markus 11:23-24

6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Ibrani 6:11-12

“…percayalah bahwa kamu sedang menerima, …” – Markus 11:24 (MILT)

Dalam ayat hafalan kita. “… percayalah bahwa kamu sedang menerima…” Jawaban itu sedang dalam perjalanan, jadi bagian kita adalah menantikan dengan kesabaran; percaya kita sedang menerima.

Seperti dalam bacaan dalam kitab Ibrani, kita perlu tekun, perlu memiliki kesungguhan, memegang pengharapan sampai pada akhirnya. Pahlawan-pahlawan iman memperoleh janji-janji Tuhan karena mereka memiliki iman dan kesabaran.

Tuhan mau kita terus percaya kepada Dia. Bukan sekedar demi memperoleh jawaban iman. Tetapi percaya bahwa Tuhan tahu waktu yang tepat untuk jawaban atas iman kita menjadi kenyataan. Dalam proses menunggu dengan kesabaran, ada proses pertumbuhan yang terjadi dalam diri kita. Proses iman. Proses pengenalan akan Tuhan. Proses karakter. Selama kita terus percaya, proses itu akan sungguh membawa kebaikan bagi kita.

Demi hal ini pula Kristus datang sebagai manusia. Kristus menjadi teladan nyata yang dengan teguh menghadapi segala tantangan dengan percaya. Iman Kristus yang sudah dibuktikan inilah yang menjadi iman kita. Karena itu, teguhkan iman saudara. Praktikkan iman tersebut! Dan nyatakan kepada dunia bahwa iman Kristus yang teguh ada di dalam saudara!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang setiap kita perlu tunjukkan dalam hidup kita?
    2. Apa yang diperlukan agar kita bisa mendapat bagian dalam janji Allah?
    1. Pernahkah saudara mengalami menunggu suatu jawaban doa yang sepertinya lama tetapi akhirnya jawaban itu datang?
    2. Apakah hasil atau jawaban doa itu sama seperti yang saudara harapkan? Apakah saudara mengalami pertumbuhan rohani selama proses itu terjadi? Mengapa?
    3. Datang dan sembahlah Bapa! Nyatakanlah iman saudara kepada Tuhan! Mintalah pengampunan kalau sempat ada keraguan saudara kepada Dia! Ambillah tekad yang baru untuk percaya sepenuh hati, apa pun yang terjadi!
    1. Nyatakanlah perkataan Firman dengan tenang tetapi percaya kepada Dia! Katakanlah bahwa saudara bersedia menantikan jawaban atas iman saudara! Mintalah kesabaran yang terus bertumbuh di dalam Dia!
    2. Nyatakanlah pengalaman saudara satu sama lain dalam keluarga dan kompak! Lakukan saling mendoakan dan saling membangun!

Topik Doa:

Berdoalah dengan iman, dapatkan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup saudara, keluarga saudara dan masa depan saudara.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 42NO NEW POSTS