POSTS
17
November 2019
Hidup Di Dalam Kristus
17
November 2019
Amsal 21:23
17
November 2019
DIBALIK KUASA SALIB
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

1 KORINTUS 11:23-26

Kita telah merenungkan bagaimana kita perlu hidup terus mengenal Kristus. Kita juga telah merenungkan dampak kuasa kebangkitan dan kematian-Nya bagi kita. Dan janji jika hal ini terus menjadi bagian dalam hidup kita maka kita akan mengalami keserupaan dengan Kristus dalam kematian-Nya dan memperoleh kebangkitan dari antara orang mati.

Hari ini kita merenungkan bagaimana Paulus pun mengingatkan dan meneruskan kepada kita apa yang ia telah terima dari Tuhan bahwa setiap kali kita makan perjamuan, kita tidak melakukan dengan salah. Tetapi kita melakukannya dengan benar.

Ketika kita makan roti dan minum anggur perjamuan kudus, sesungguhnya kita tidak hanya sedang makan dan minum. Tetapi sesungguhnya kita sedang merenungkan kematian Yesus. Dan tidak hanya itu saja. Dikatakan oleh Paulus bahwa setiap kali kita melakukan makan roti dan minum anggur itu, kita diberi perintah untuk memberitakan kematian-Nya hingga Ia datang kembali.

Hari ini, jika kita telah semakin mengerti bahwa kita hidup, kita terus hidup untuk mengenal, mengerti kuasa kebangkitan dan persekutuan dengan kematian-Nya. Kita perlu juga hidup sebagai pembawa berita bahwa Yesus Tuhan kita telah mati, namun Ia juga telah hidup kembali untuk memberi kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Betapa dahsyatnya kuasa dibalik salib yaitu pengenalan, kebangkitan dan kematian-Nya bukan.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang diteruskan oleh Paulus kepada kita dalam hal ini?
    2. Apakah yang kita perlu sadari ketika kita makan tubuh-Nya yaitu roti?
    3. Apakah yang kita perlu sadari ketika kita minum anggur?
    4. Perintah apakah di balik kita makan roti dan minum anggur ini?
    1. Bagaimana selama ini yang saudara mengerti tentang makan roti dan minum anggur?
    2. Pencerahan apakah yang saudara dapatkan hari ini ketika membaca perenungan hari ini?
    3. Bagaimana selama ini saudara melakukan perintah Tuhan ini?
    1. Pertobatan apakah yang saudara akan lakukan hari ini? Datanglah dan bawalah komitmen saudara!
    2. Milikilah waktu untuk bersekutu dengan anggota keluarga, kompak atau komunitas saudara. Bagikan apa yang Tuhan singkapkan dan ceritakan pertobatan saudara.
    3. Ambillah waktu untuk bersama-sama berdoa, menyembah Tuhan. Alamilah secara bersama kehadiran Allah di tengah-tengah saudara.

Topik Doa:

Naikkanlah ucapan syukur dan ucapan iman kita tentang Tuhan – Empunya segala ciptaan yang ada.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

LUKAS 9:23-25

Kita telah mengetahui bagaimana penderitaan yang dialami Yesus. Namun Tuhan kita bukan ingin kita merasakan penderitaan-Nya agar kita sekedar merasakan penderitaan tersebut. Tetapi ketika kita ikut menderita karena iman percaya kita kepada Yesus, kita semakin menyadari dan mengenal Tuhan kita. Kita memiliki Tuhan yang hidup, yang bersedia menyerahkan diri-Nya untuk menggantikan seluruh dosa kita, kelemahan kita.

Yang Ia mau kita memiliki persekutuan dengan dalam penderitaan-Nya yaitu kita perlu hidup dengan menyangkal diri, memikul salib-Nya yang sama dengan kita tidak lagi hidup menuruti keinginan daging kita lagi, tetapi mengikuti pimpinan Roh Allah. Karena hidup kita telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup yang telah kita renungkan pada hari Rabu yang lalu.

Dalam 2 Korintus 4:10 – Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

Ketika kita mengalami penderitaan Kristus, kita bisa semakin mengerti hati Tuhan. Kita semakin bernyala-nyala untuk lebih lagi mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Hati Tuhan yang rindu menyelamatkan banyak orang semakin menjadi hati kita.

Mari kita terus membangun, merenungkan dan memiliki pengalaman hidup bersekutu dalam penderitaan-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang mengikut Yesus?
    2. Bagaimana agar nyawa kita dapat selamat?
    3. Apakah yang harus kita bawa dalam hidup? Dan mengapa kita harus demikian? 2 Korintus 4:10-11
    1. Bagaimana selama satu minggu ini saudara hidup sebagai pengikut Kristus?
    2. Apakah saudara telah hidup bagi Tuhan, ataukah masih hidup menuruti keinginan saudara sendiri?
    3. Bagaimana hari-hari ini saudara membawa kematian Kristus dalam aktivitas hidup saudara?
    1. Datanglah kepada Tuhan, bangunlah persekutuan dengan-Nya. Renungkanlah pengorbanan-Nya yang telah Ia lakukan bagi saudara dan bersyukurlah.
    2. Ambillah waktu bersekutu kembali bersama anggota keluarga, kompak atau komunitas saudara. Secara bergantian bagikan apa yang dialami sepanjang hari ini.
    3. Berdoa dan menyembahlah secara bersama-sama, renungkanlah pula pengorbanan yang telah Yesus lakukan bagi kalian. Dan bersyukurlah!

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur bagi umat beragama di Indonesia. Agar terus hidup rukun dan hidup bergotong royong.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Yohanes 11:25-26

Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia-lah kebangkitan dan hidup. Dan bagian kita adalah percaya. Ketika kita melakukan bagian kita yaitu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka kita mengalami perubahan total. Ketika kita sungguh percaya, bukan sekedar di mulut saja, tetapi kita mempercayakan diri kita sepenuhnya kepada Dia, maka Kristuslah yang menjadi hidup kita.

Kita pun dapat mengalami Dia, mengalami hadirat-Nya yang memberi kita kemampuan, kasih karunia untuk percaya dan taat.

Yesus bukan hanya bangkit tetapi Dia juga hidup bahkan hidup sampai selamanya. Dan kita pun yang percaya akan mengalami perubahan tersebut. Kita akan turut bangkit dan hidup selamanya.

Tetapi Tuhan Yesus bukan sekedar ingin kita hidup selamanya, tetapi kita mengalami kehidupan yang seperti yang Dia alami. Diam au terlibat dalam semua bagian hidup kita. Dia mau terlibat di mana pun kita berada. Dengan siapa pun kita berbicara dan berkomunitas. Dia mau hadir di sana. Supaya kita semakin mengenal Dia, bahkan orang-orang di sekitar kita bisa mengenal Dia lewat hidup kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Siapakah Yesus?
    2. Apa yang akan kita peroleh jika kita percaya kepada Yesus?
    3. Apakah saudara sungguh percaya dan memberikan diri saudara kepada Dia?
    1. Apakah yang membuat saudara percaya akan janji Tuhan ini?
    2. Apakah saudara melibatkan Tuhan Yesus dalam keseharian saudara?
    3. Bagaimana hari-hari ini pengenalan saudara kepada Tuhan? Apakah mengalami pertumbuhan? Tuliskan!
    1. Datanglah secara pribadi kepada Tuhan, bangunlah persekutuan dengan-Nya, berdialoglah dengan Tuhan!
    2. Aturlah waktu untuk bersekutu dengan keluarga, kompak atau komunitas saudara. Ceritakan apa yang saudara alami, keadaan saudara dan salinglah membangun.
    3. Datanglah bersama-sama mereka menghadap Tuhan, sembahlah Tuhan dan bersyukurlah. Alamilah Tuhan saudara yang hidup secara korporat!

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur bagi seluruh penatua, pendeta, gembala sidang dari gereja-gereja Tuhan yang ada, agar mereka terus hidup seturut dengan kebenaran dan kuat dalam Firman Tuhan.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

2 Petrus 3:17-18

Rasul Petrus pun menuliskan pesan yang dapat kita baca dan renungkan serta lakukan. Yaitu untuk kita terus bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita.

Mengapa kita diminta untuk bertumbuh juga di dalam kasih karunia dan pengenalan kita kepada Allah? Dituliskan jika kita tidak mengenal Allah kita dengan dekat (ginosko), kita akan mudah terseret, disesatkan melalui banyak hal. Bahkan jika kita tidak semakin hari semakin mengenal Allah kita, kita dapat kehilangan pegangan hidup kita yang sejati.

Bertumbuh di dalam kasih karunia juga berarti kita bergantung kepada Allah terus menerus, bertumbuh dalam kebutuhan akan kehidupan Kristus yang menjadi kekuatan kita. Kita semakin hari semakin menghayati bahwa kita tidak bisa hidup dengan mengandalkan kekutan hidup kita sendiri. Kita butuh hidup dalam persekutuan terus-menerus dengan Kristus untuk dapat menjalani kehidupan bersama Kristus.

Ketika penghayatan akan kebutuhan dan persekutuan dengan Kristus meningkat kita juga akan mengalami pengalaman-pengalaman dengan Kristus dan bertumbuh semakin mengenal Kristus dalam kenyataan hidup sehari-hari, yang tentunya akan membuat kita kepada bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus.

Hal apa yang dapat kita lakukan? Milikilah persekutuan dengan Allah. Dengan hidup senantiasa membangun hubungan pribadi dengan Allah melalui doa, penyembahan, Firman serta persekutuan dengan saudara-saudara seiman (kompak, komunitas) yang sehat akan buat kita semakin mengenal Kristus serta bertumbuh dalam kasih karunia.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Hal apakah yang perlu kita waspadai?
    2. Hal apakah yang perlu bertumbuh senantiasa?
    1. Apakah selama ini saudara senantiasa hidup berwaspada dalam pengenalanmu kepada Tuhan?
    2. Apakah menurut dalam satu bulan ini saudara mengalami pertumbuhan dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan?
    3. Tuliskan pertumbuhan apa yang saudara alami! Dan tuliskan pula dalam hal apa yang harus saudara waspadai dalam hidup!
    1. Datanglah kepada Tuhan secara pribadi, milikilah waktu bersekutu, berdialog dengan Tuhan. Alamilah pengalaman bersama Tuhan hari ini!
    2. Buatlah janji untuk bersekutu dengan keluarga, kompak atau komunitasmu hari ini. Salinglah membagikan pengalaman, ceritakan hal apa yang saudara harus waspadai. Salinglah membangun!
    3. Ambil waktu untuk berdoa dan menyembah bersama, alamilah Allah yang hadir di tengah-tengah saudara dan salinglah mendoakan!

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur agar gereja Tuhan bangkit, bersatu dan bercahaya bagi keadaan kota dan bangsany
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Mati dan bangkit dengan Kristus

6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Roma 6:1-14

Kepada Jemaat di Roma pun Paulus mengajarkan tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Paulus menjelaskan juga bagaimana kita ketika kita dibaptis, kita menjadi satu dengan kematian Kristus, dikuburkan bersama dengan Dia dan dibangkitkan bersama Dia dan kita memperoleh kehidupan yang baru di dalam Kristus.

Kita mengalami baptisan cukup satu kali, tetapi kita bisa terus berulang-ulang merenungkan dan menghayati arti baptisan kita. Kita menghayati bahwa kita sudah mengalami kesatuan dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus.

Dan dengan kita telah dibangkitkan dan hidup di dalam Kristus, seharusnya kita tidak lagi hidup menuruti keinginan daging seperti yang juga telah kita renungkan sepanjang minggu yang lalu. Supaya dosa tidak berkuasa atas hidup kita melainkan Kristus saja.

Dengan hidup di dalam Kristus kita senantiasa dapat hidup mengenal (ginosko) Kristus, yaitu mengalami pengalaman hidup dengan Kristus, mengenal kuasa kebangkitan-Nya yang seperti dinamit mampu mengalahkan maut atau kuasa apapun yang kita hadapi dalam hidup. Kita juga dapat hidup dan mengalami persekutuan (koinonia) dengan penderitaan-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah gambaran bahwa kita telah di kuburkan dan bangkit bersama Kristus?
    2. Jika kita telah menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan Kristus apa yang sesungguhnya telah terjadi pada kita?
    3. Bagaimana seharusnya kita hidup di dalam Kristus?
    1. Tuliskanlah dan kenalilah kelemahan, hal yang masih menguasai hidup kita hingga kita belum dapat mati di dalam Kristus!
    2. Tuliskanlah dan kenalilah bagaimana kematian Kristus berkuasa di dalam saudara yang membuat saudara hidup dalam kemenangan!
    3. Tuliskan apa komitmen saudara mulai hari ini!
    1. Datanglah kepada Tuhan dalam doa, penyembahan dan syukur. Akuilah Dia sebagai Juruselamat dan penebusmu, hormatilah Dia sebagai Tuhan. Tundukkanlah dirimu kepada-Nya.
    2. Ambil waktu untuk bersekutu dengan keluarga, kompak dan komunitas, salinglah berbagi, jujur dan saling membangun.
    3. Datanglah secara bersama-sama dalam doa, penyembahan dan sykuru kepada Tuhan.

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur bagi penegakkan hukum di atas bangsa Indonesia agar berjalan sesuai dengan undang-undang dan dasar negara Republik Indonesia.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

FILIPI 3:10-11

Kemarin kita telah merenungkan bagaimana hidup Paulus dalam mengenal Kristus. Dan hari ini Paulus mengajarkan, menasihati kita melalui tulisannya, bahwa yang ia kehendaki dalam hidupnya selain mengenal, ia pun rindu mengenal kuasa kebangkitan Kristus dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.

Karena dalam perjalanan pengenalan Paulus kepada Kristus itulah yang membuat ia menjadi semakin serupa Kristus dalam kematian-Nya yang pada akhirnya Paulus percaya bahwa ia akan memperoleh kebangkitan dari antara orang mati.

Paulus membangun pengenalan kepada Kristus lewat pengalaman (ginosko – mengenal secara menyeluruh, secara mutlak, melalui pengalaman). Dan bukan cukup hanya mengenal Kristus saja, tetapi juga mengenal kuasa kebangkitan-Nya (kuasa yang membuat kuasa maut tidak lagi berkuasa) dan persekutuan / pengalaman dengan penderitaan / kesengsaraan Kristus.

Sebagai seorang pengikut Kristus kita wajib hidup percaya dan mengenal (mengetahui lebih dalam) akan Kristus Yesus, Tuhan kita.

Rindukah saudara seperti Paulus rindu mengalami pengalaman bersama Dia?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dikehendak Paulus?
    2. Bagaimana proses untuk menjadiserupa dengan Kristus dalam kematian?
    3. Apa yang harus kita lakukan menurut tulisan Paulus agar kita beroleh kebangkitan dari antara orang mati?
    1. Refleksikan diri saudara, apakah selama ini yang saudara kehendaki dalam hidup ini?
    2. Apakah saudara rindu memiliki kerinduan seperti Paulus ini?
    3. Renungkan kembali sambil merefleksikan diri saudara, bagaimana dampak jika saudara mengenal Kristus, juga kuasa kebangkitan-Nya dan hidup dalam persekutuan dengan penderitaan Kristus?
    1. Datanglah kepada Tuhan, ingatlah bagaimana kasih, pengorbanan Kristus bagi saudara. Ambillah waktu untuk bersekutu dalam doa, penyembahan dan syukur kepada Dia saat ini.
    2. Bagikan apa yang saudara alami ketika bersekutu dengan Kristus kepada keluarga, kompak dan komunitas.
    3. Ajaklah keluarga, kompak dan komunitas saudara untuk datang kepada Tuhan dan merenungkan bersama kebenaran Firman hari ini dan berdoa, menyembah dan bersyukurlah secara bersama.

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur agar ada hubungan yang sehat antar bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

FILIPI 3:7-9

Paulus menuliskan surat kepada jemaat di Filipi ini ketika ia sedang berada di dalam penjara. Namun ia tetap berusaha untuk menuliskan ajaran dan pengenalan yang harus kita miliki sebagai seorang pengikut Kristus.

Sebagai seorang pengikut Kristus kita wajib hidup percaya dan mengenal (mengetahui lebih dalam) akan Kristus Yesus, Tuhan kita.

Mengenal dimulai dengan membangun hubungan lalu menjadi percaya (beriman). Dalam hal ini kita perlu tahu bahwa mengenal Kristus itu lebih mulia dari pada semua yang ada, semua yang kita miliki.

Dikatakan oleh Paulus bahwa ia sendiri untuk memperoleh Kristus bukan dengan melakukan hukum Taurat yang sudah ia kuasai sejak muda karena ia dahulu juga orang Farisi. Ia mendasari pengenalannya kepada Kristus dengan percaya (iman) dan proses kehidupannya.

Pengenalan kepada Kristus itu sungguhlah amat penting kita peroleh melalui persekutuan kita dalam doa, penyembahan dan Firman Tuhan. Juga kita dapatkan ketika kita hidup berjalan dan menyadari bahwa Tuhan senantiasa ada bersama kita. Hingga pengenalan kita membuat iman (percaya) kita kepada Kristus semakin kuat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang merupakan keuntungan menurut Paulus? Mengapa Paulus dapat berkata demikian?
    2. Hal apakah yang lebih mulia bagi hidup Paulus?
    3. Apakah dasar hidup Paulus?
    1. Apakah keuntungan menurut saudara?
    2. Apakah pengenalan Kristus merupakan hal yang lebih mulia dari pada semua yang saudara miliki?
    3. Hal apakah yang saudara dapat pelajari dari hidup Paulus? Kunci hidup apakah yang saudara dapat teladani melalui hidup Paulus?
    1. Datanglah kepada Tuhan jika sungguh saudara merindukan Dia dan rindu mengenal Dia. Tuliskan pertobatan dan komitmen saudara!
    2. Bagikan apa yang saudara alami bersama Tuhan dan pengenalan seperti apa yang saudara rindukan kepada keluarga, kompak atau komunitas.
    3. Ambillah waktu untuk berdoa dan menyembah bersama mereka. Doakan dengan sepakat topik doa yang ada.

Topik Doa:

Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan syukur agar hal-hal yang tidak benar, kebocoran yang merugikan kota dan bangsa kita Indonesia terus disingkapkan.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Seminggu yang lalu kita merenungkan bagaimana kita sebagai umat pemenang hidup dalam kemenangan ketika ujian maupun pencobaan itu datang. Dalam minggu ini kita akan semakin mengerti mengapa kemenangan itu dapat menjadi bagian dalam hidup kita? Karena pengenalan, kuasa kebangkitan dan kematian Kristus-lah yang membuat kita menjadi umat pemenang.

Namun kita perlu hidup semakin mengenal bukan hanya mengenal Pribadi-Nya saja, tetapi juga kuasa kebangkitan-Nya yang terjadi karena kematian Ia lalui karena ketaatan-Nya.

Mari kita memberi waktu, diri kita dengan membangun persekutuan yang lekat dengan Allah melalui doa, penyembahan dan Firman Tuhan bahkan pada waktu kita beraktivitas.

Milikilah pengalaman bersama Tuhan yang dimulai dari kerinduan untuk mengenal Dia. Dan bertumbuh pulalah bersama-sama anggota keluarga dam kompak atau komunitas saudara.

Alamilah kuasa kebangkitan-Nya dalam hidup saudara!

Ayat Hafalan:

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Filipi 3:10-11

0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Perbuatan Gideon selanjutnya dan akhir hidupnya

8:22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: “Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian.”

8:23 Jawab Gideon kepada mereka: “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu.”

8:24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: “Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” –Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.

8:25 Jawab mereka: “Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.

8:26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.

8:27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.

Hakim-hakim 8:22–27

Gideon seorang yang dipilih Tuhan menjadi pahlawan yang gagah berani bagi bangsanya. Bahkan kemenangan terjadi melalui Gideon ketika bangsanya yang atas seizin Tuhan dikuasai selama tujuh tahun oleh bangsa Midian. Dan selama tujuh tahun itu bangsa Israel hidup dalam ketakutan.

Namun setelah Gideon berhasil mengusir bangsa Midian dari bangsanya dengan cara yang ajaib, melalui hanya tiga ratus orang yang di tetapkan Tuhan bahkan oleh tangan Tuhan sendirilah kemenangan itu diberikan Allah kepada bangsa Israel melalui Gideon.

Tetapi tanpa disadari oleh Gideon, bahwa di dalam dirinya masih dikuasai keinginan daging. Walau seakan-akan Gideon merendahkan diri dengan menyatakan bahwa bukanlah dia tetapi Tuhan-lah yang memerintah atas bangsa Israel. Namun selanjutnya ia meminta emas hasil jarahan mereka. Dan emas itu diberikan dengan tidak tanggung-tanggung begitu banyak oleh rakyat Israel. Dan emas itu dibuat Gideon menjadi efod.

Efod itu bukan dibuat oleh sembarang orang, hanya imam saja yaitu keturunan Lewi yang boleh membuatnya. Sedangkan Gideon adalah keturunan Manasye.

Karena hal tersebut dimata Gideon tidak masalah, tetapi tidaklah demikian di mata Tuhan. Dengan memandang enteng hal ini, maka datanglah jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya. Karena bangsa Israel menyembah efod tersebut.

Dalam hal ini, kita perlu belajar dari Gideon. Kita harus memiliki sikap hati yang benar, dan harus mengetahui serta melakukan kebenaran dengan benar. Jangan menganggap enteng kebenaran.

Ketika keinginan daging bekerja, sering kali membutakan mata rohani kita. Karena itu, kita perlu sungguh-sungguh hidup dikuasai dan mengerti akan Firman dan milikilah komunitas yang sehat di mana dapat saling bertumbuh bersama dengan membangun, menasihati dan menghibur.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dikatakan bangsa Israel kepada Gideon? Dan apakah balasan Gideon?
    2. Apa yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya?
    3. Menurut pemikiran saudara mengapa Gideon membuat efod?
    1. Pelajaran apakah yang saudara ambil dari Gideon ini?
    2. Adakah hal kesamaan antara saudara dan Gideon?
    3. Dengarlah apa yang Tuhan ingin katakana kepada saudara. Ambil waktu berdiam diri.
    1. Komitmen dan pertobatan apakah yang saudara akan lakukan hari ini?
    2. Hubungi keluarga, kompak dan komunitas saudara. Salinglah berbagi dan terbuka.
    3. Tetaplah berdoa dengan sepakat bersama mereka dengan topik doa di bawah ini.

Topik Doa:

Sebagai gereja Tuhan deklarasikan bahwa Indonesia penuh kemuliaan-Nya, Indonesia bangsa yang di kasih Tuhan, Indonesia ada di tangan Tuhan, Indonesia akan mengasihi Tuhan dan saling mengasihi.
0

11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia

8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Markus 8:31-33

Yesus menegur keras Petrus dengan kalimat : “Enyahlah Iblis”. Secara manusia Petrus adalah manusia bukanlah Iblis tentunya. Tetapi mungkin Tuhan Yesus berkata demikian, karena apa yang dilakukan oleh Petrus bagi Tuhan kita bukanlah kehendak Allah, bukanlah yang datang dari Allah. Tetapi dari keinginan daging Petrus sendiri ataupun Iblis yang tanpa sadar ia izinkan menguasai keinginannya. Karena pada waktu itu Petrus belum mengerti jalan dan kehendak Allah.

Demikian pula dapat terjadi dalam hidup kita.

Ketika kita menyadari bahwa kita masih hidup dikuasai oleh keinginan kita sendiri. Kita perlu belajar untuk terus melatih diri kita untuk hidup mengenal dan melakukan kehendak Allah yang kita dapatkan dari hasil persekutuan kita dengan Allah, dengan Firman-Nya. Karena dengan demikian kita akan semakin memiliki dan mengerti pikiran Kristus yang sama dengan Firman Tuhan.

Ketika kita melatih diri kita dengan demikian, maka pikiran Allah ada dalam pikiran kita, karena pikiran kita akan dikuasai oleh Firman Tuhan. Dengan demikian, maka hidup kita tidak dapat diseret dan dipikat bahkan tidak akan melahirkan dosa ataupun maut.

Karena itu kita perlu senantiasa hidup membangun manusia roh (=taat kepada Firman Tuhan bukan keinginan daging) dengan demikian kita akan semakin hari semakin mengenali kehendak Allah melalui Firman Tuhan yang memenuhi pikiran kita. Dan kita pun akan dapat menang ketika pencobaan itu datang.

Dan alangkah lebih indah jika kita memiliki komunitas, karena melalui komunitaslah kita seharusnya dapat hidup semakin bertumbuh kepada pengenalan akan Firman Tuhan yang pastinya akan membuat iman kita kepada Kristus semakin teguh.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Mengapa Yesus menegur Petrus?
    2. Hal daging apa yang muncul dalam diri Petrus?
    3. Hal apa yang seharusnya ada dalam pikiran kita?
    1. Bagaimana selama ini saudara berpikir?
    2. Pikiran daging ataukah pikiran Kristus (=Firman Tuhan) yang selalu menguasai pikiran saudara?
    3. Mengapa pikiran yang demikian menguasai pikiran saudara? Menurut saudara, apakah dampaknya jika saudara memiliki pikiran yang demikian?
    1. Keputusan apakah yang saudara akan lakukan kepada diri saudara hari ini? Langkah apa yang saudara akan lakukan? Tuliskan!
    2. Ceritakan apa yang saudara dapatkan dan alami ketika saudara bersekutu dengan Firman-Nya hari ini kepada keluarga, kompak dan komunitas saudara. Salinglah mendengar dengan empati dan salinglah mendoakan!
    3. Berdoalah bersama dengan sepakat topik doa di bawah ini.

Topik Doa:

Berdoalah dan bersyukurlah, memohonlah kepada Tuhan, bagi keluarga-keluarga Kristen khususnya di Indonesia, agar mengalami pemulihan, agar menjadi jawaban dan teladan bagi lingkungannya.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 36NO NEW POSTS
Skip to toolbar