POSTS
9
February 2020
ZAKHARIA
9
February 2020
SURGA DI BUMI (7)
8
February 2020
Setia dalam Iman
8
February 2020
SURGA DI BUMI (6)
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Hidup menurut daging atau Roh

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Galatia 5:16-26

Mengapa kita terus menerus diingatkan untuk membangun manusia roh (membangun manusia yang hidup dipimpin oleh Roh Allah dan bukan keinginan daging)? Karena kita ditebus Allah dari dosa kita, agar kita menyelesaikan misi Bapa yang pernah diberikan kepada Adam, namun Adam gagal. Yesus datang sebagai Adam yang akhir (1 Korintus 15:45) untuk memulihkan manusia. Agar manusia kembali kepada amanat Allah yang semula (Kejadian 1:28) dan menyelesaikan misi tersebut.

Dalam menyelesaikan misi Bapa, kita sebagai manusia tebusan, tidak boleh hidup dipimpin oleh keinginan daging tetapi hidup dipimpin oleh Roh Allah. Jika kita hidup dipimpin oleh Roh maka akan menghasilkan buah Roh, jika kita dipimpin oleh daging pun akan menghasilkan buah daging.

Melalui buah Roh inilah kita dapat menyelesaikan misi Bapa. Buah Roh akan dirasakan oleh sesama kita dan melalui hal itu kita dapat menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan kita hingga hubungan mereka dipulihkan dengan Bapa. Dengan demikian maka kita melakukan multiplikasi beranak cucu dan memenuhi bumi dengan orang-orang yang tidak saja telah berpindah ke dalam kerajaan Allah tetapi melahirkan orang-orang yang hidup sesuai dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Orang-orang yang telah menjadi murid Yesus dan hidup untuk menyelesaikan misi Bapa. Kita semua diberi amanat dan juga kuasa untuk menaklukkan hal-hal dunia dan keinginannya.

Semua ini dapat terjadi kalau kita tetap hidup membangun manusia roh kita yang dimulai dengan membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman setiap waktu. Dan terus membangun gaya hidup akuntabilitas (gaya hidup saling) dengan komunitas sepakat saudara.

Mari kita bersama-sama menyelesaikan misi Bapa. Mulailah dari “saya” dahulu dalam membangun manusia roh senantiasa dan terus membangun gaya hidup saling dengan rekan komunitas sepakat!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Perintah apa yang dikatakan kepada saudara?
    2. Bagaimana cara menang dari keinginan daging?
    3. Jika kita sadar bahwa kita adalah milik Kristus, apa yang seharusnya menjadi bagian hidup kita?
    1. Bagaimana cara hidup saudara hari-hari ini dalam membangun manusia roh?
    2. Apa yang hari-hari ini saudara lakukan ketika keinginan daging dan hawa nafsu itu menguasai hidup saudara?
    3. Apakah saudara menyadari bahwa saudara hidup untuk menyelesaikan misi Bapa?
    1. Jika saudara menyadari, apa yang akan senantiasa menjadi komitmen hidup saudara?
    2. Langkah praktis apa yang akan saudara lakukan agar hidup saudara senantiasa untuk menyelesaikan misi Bapa?
    3. Komitmen apa yang akan saudara lakukan bersama rekan kompak dalam menyelesaikan misi Bapa?

Topik Doa:

Berdoalah bagi para Penatua, pemimpin, pemurid serta murid-murid saudara.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

1 Petrus 2:21-24

Dituliskan bagi kita bahwa kita harus hidup menuruti teladan Kristus.

Kristus memberi teladan yang luar biasa. Ia tidak hanya memberikan diri-Nya datang ke dunia tetapi mengalami banyak penderitaan agar manusia berdosa dipulihkan hubungannya dengan Bapa supaya amanat Allah yang semula dapat terjadi.

Yesus memberi teladan dengan menjaga diri-Nya tidak mengikuti keinginan daging. Tidak seperti yang pernah dialami oleh Adam yang tidak menjaga dirinya untuk hidup sesuai dengan Firman hingga jatuh ke dalam dosa. Padahal kepada Adam-lah Bapa memberikan misi-Nya untuk dilakukan.

Tidak demikian dengan Yesus. Ia mengerti untuk apa Ia datang ke dunia, yaitu untuk melakukan misi Bapa. Karena itu Ia menjaga diri-Nya dengan tidak mengikuti keinginan daging, tetapi hidup berfokus pada kebenaran yaitu kepada tujuan semula manusia diciptakan, kepada apa yang telah di-firmankan Allah sejak semula kepada manusia.

Karena itu, kita terus diingatkan untuk memulainya dari “saya” dalam membangun manusia roh kita (membangun manusia yang dipimpin oleh Roh Allah) dengan senantiasa membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman. Agar kita hidup semakin mengenal Dia dan mengerti kalau kita hidup, kita hidup dengan mengikuti keteladanan-Nya. Yaitu selama hidup-Nya di bumi ini, Yesus senantiasa menjaga hidup sesuai Firman (mati terhadap dosa), menderita, bahkan ketika dicaci maki, Ia tidak membalas, agar amanat Allah semula (Kejadian 1:28) digenapi.

Maukah kita hidup mengikuti teladan Yesus? Hidup berfokus menyelesaikan misi Bapa dengan dimulai dari “saya” yang terus menerus membangun manusia roh serta membangun gaya hidup saling dengan rekan komunitas sepakat.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Untuk apa kita dipanggil? Dan apa yang diperintahkan bagi kita?
    2. Apa saja yang pernah dialami Yesus?
    3. Apa yang dilakukan oleh Yesus ketika Ia mengalami hal-hal tersebut?
    1. Apakah saudara telah mengetahui tujuan saudara masih hidup di dunia hingga hari ini?
    2. Apa yang selama ini saudara lakukan jika dianiaya, dicaci maki, ataupun penderitaan termasuk sakit penyakit datang kepada diri saudara?
    3. Bagaimana seharusnya respons saudara ketika hal tersebut datang? Apakah sama dengan respons saudara selama ini?
    1. Kebenaran apa yang saudara terima pada hari ini? Apa yang Tuhan katakan kepada saudara?
    2. Jika segala macam hal yang tidak enak menurut daging saudara alami hari ini, apa yang akan saudara lakukan?
    3. Apa yang saudara akan lakukan dengan rekan komunitas sepakat saudara?

Topik Doa:

Berdoalah bagi komunitas-komunitas agar imannya terbangun dan bergerak bersama menyelesaikan misi Bapa.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Keadaan manusia pada akhir zaman

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

2 Timotius 3:1-5

Paulus menuliskan bagi Timotius yang ia anggap sebagai murid dan anaknya, agar Timotius menyadari bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, masa banyak kesusahan.

Dan kesusahan itu muncul dari manusia yang berpusat pada dirinya sendiri. Hal ini membuat manusia tidak dapat melihat dan menerima misi Bapa yaitu bahwa sesungguhnya manusia diciptakan untuk berkuasa, memenuhi bumi, mengurus semua ciptaan. Bukan ditundukkan dan dikuasai oleh keinginan dagingnya.

Dari kebenaran Firman Tuhan ini, biarlah kita melakukan ibadah kita dengan benar yaitu dengan sungguh-sungguh rindu membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman. Agar kita tidak membangun ibadah sekedar sebagai liturgi apalagi hanya sebagai kewajiban.

Sebaliknya kita mau membangun ibadah dengan hati yang mengerti tujuan hidup yang Allah telah nyatakan yaitu misi Bapa sorgawi dan membangun gaya hidup yang menuruti keinginan Roh bukan daging.

Mari mulailah dari “saya” yang terus menerus membangun manusia roh dan membangun gaya hidup saling (saling menasihati, saling jujur dan terbuka, saling mendoakan) dengan rekan komunitas sepakat saudara.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang harus kita ketahui?
    2. Apakah ciri-ciri manusia pada akhir zaman?
    3. Ibadah yang seperti apakah yang mereka bangun?
    1. Seberapa besar saudara menyadari akan waktu di hari-hari ini?
    2. Seberapa banyak saudara masih memiliki dan menghidupi ciri-ciri manusia akhir zaman?
    3. Apakah ibadah menurut saudara? Dan bagaimana saudara membangun ibadah dalam hari-hari ini?
    1. Apa yang saudara dapatkan ketika bermeditasi? Dan apa yang ingin saudara lakukan sebagai bentuk respons terhadap Firman Tuhan?
    2. Bagaimana langkah yang saudara akan lakukan dalam membangun hidup dipimpin Roh?
    3. Apa yang saudara akan lakukan bagi dan bersama rekan komunitas sepakat saudara?

Topik Doa:

Berdoalah bagi sesama kita yang saudara ketahui sedang sakit atau mengalami musibah.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat

5:12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.

5:13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.

5:14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,

5:15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.

5:16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

Kisah Para Rasul 5:12-16

Kerajaan Allah bukan hanya telah datang tapi harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita belajar dari yang dilakukan oleh para rasul. Mereka mengerti apa yang Yesus ajarkan dan perintahkan kepada mereka dan mereka melakukannya. Mereka sungguh melakukan dan membuat amanat Allah yang semula (Kejadian 1:28) menjadi nyata.

Kita dapat melihat bagaimana gaya hidup para rasul selalu hidup dalam persekutuan yang erat. Dan melalui gaya hidup seperti itu banyak orang merasakan hadirat Allah dan kerajaan Allah nyata di tengah-tengah mereka.

Biarlah keteladanan mereka menjadi dorongan bagi kita semua untuk rindu senantiasa bersekutu erat dengan Allah dan sesama.

Mulailah dari saya dalam membangun manusia roh (membangun manusia yang hidup dipimpin oleh Roh Allah) dan membangun gaya hidup saling (saling mendoakan, mengingatkan, menasihati, membangun iman) dengan rekan komunitas sepakat saudara.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang dilakukan oleh para rasul?
    2. Persekutuan seperti apa yang menjadi gaya hidup para rasul?
    3. Apa yang terjadi dari gaya hidup yang dibangun oleh para rasul?
    1. Bagaimana gaya hidup pribadi saudara hari-hari ini?
    2. Bagaimana gaya hidup saudara dengan saudara seiman terutama dengan rekan kompak saudara?
    3. Adakah pengalaman yang saudara alami ketika saudara hidup dalam persekutuan dengan Allah dan komunitas dalam menyelesaikan misi Bapa?
    1. Apa yang saudara dapatkan secara pribadi dari persekutuan saudara hari ini dan apa yang akan saudara lakukan?
    2. Apa yang saudara pribadi sungguh-sungguh ingin bangun dalam persekutuan dengan Allah?
    3. Apa yang saudara pribadi sungguh-sungguh ingin bangun dalam persekutuan dengan komunitas sepakat?

Topik Doa:

Jumlah mahasiswa yang terjerat dalam kasus narkoba semakin meningkat. Berdoalah bagi hal ini.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Kolose 3:15-17

Ketika kita telah dilahirkan kembali, kita tinggal di dalam Kristus. Kita bersama-sama orang yang telah percaya kepada Kristus ada di dalam tubuh-Nya. Sebagai pribadi orang yang telah lahir baru dan tinggal di dalam tubuh-Nya seharusnya kita memiliki tabiat seperti Kristus.

Karena dengan kita tinggal (melekat) tentunya kita sebagai ciptaan baru akan terus menerus diperbaharui agar semakin hari semakin serupa dengan gambar Allah.

Dengan demikian seharusnya kita tidak akan menyukai gaya hidup manusia yang lama dan menyukai gaya hidup yang sama dengan Kristus. Semua ini dapat terjadi karena kita terus rindu membangun persekutuan dengan Allah melalui doa dan Firman-Nya.

Tentunya semua itu dapat lahir karena kita sungguh-sungguh sadar untuk apa kita ada di bumi ini. Yaitu untuk menyelesaikan misi Bapa kita (Kejadian 1:28).

Mulailah dari saya dalam membangun manusia roh (membangun manusia yang hidup dipimpin oleh Roh Allah) dan membangun gaya hidup saling (saling menegur dalam kasih, menguatkan dalam kebenaran, saling mendoakan) dengan rekan komunitas sepakat saudara.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa saja yang tidak lagi seharusnya ada pada manusia baru?
    2. Apakah yang seharusnya dilakukan sebagai manusia baru yang tinggal dalam tubuh Kristus?
    3. Menurut saudara, mengapa setiap kita harus tinggal dalam tubuh Kristus?
    1. Bagaimana cara hidup saudara sebagai manusia baru selama ini?
    2. Bagaimana hari-hari ini saudara hidup mengenakan manusia baru?
    3. Pengalaman apa yang saudara alami hari-hari ini dalam mengalami pembaharuan menuju serupa gambar Allah?
    1. Hal apa yang saudara rindukan hari ini dalam mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui?
    2. Apa yang saudara ingin praktikkan agar hidup saudara semakin hari semakin serupa Kristus?
    3. Apa yang saudara akan lakukan agar dapat bertumbuh dan menyelesaikan misi Bapa dengan rekan kompak saudara?

Topik Doa:

Berdoalah bagi bapak Presiden dan Wakil Presiden serta staf khusus mereka.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Manusia jatuh ke dalam dosa

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kejadian 3:1-24

Kejatuhan manusia dalam dosa membuat hubungan Allah dengan manusia terputus. Bukan hanya itu saja, tetapi manusia diusir keluar dari taman Eden yang adalah sebuah dimensi dari Kerajaan Allah di bumi. Demikian juga kalau kita hidup dalam dosa atau masih suka hidup dalam kolam dosa, tentunya kita hidup di luar hadirat Allah, di luar Kerajaan Allah. Karena dosa inilah manusia pertama gagal untuk menyelesaikan misi Bapa yang dimandatkan Allah kepada Adam seperti yang tertulis di dalam Kejadian 1:28.

Jika hari ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berarti kita masih dipercayakan Allah untuk menyelesaikan misi Bapa yang menjadi bagian kita di mana kita berada.

Biarlah hari ini, kita belajar juga dari pengalaman Adam dan Hawa. Kita perlu hidup untuk tidak hanya sekedar membaca Firman. Tetapi sungguh-sungguh berpegang pada Firman. Iblis sejak awal menjatuhkan manusia dengan menggunakan Firman Tuhan. Kita perlu hidup penuh Firman. Dan tetap miliki waktu untuk bersekutu dengan Allah melalui doa. Kita akan semakin kuat untuk menyelesaikan misi Bapa setiap saat melalui Roh-Nya yang telah diberikan tinggal dan bergerak di dalam setiap kita.

Mulailah dari “saya” dalam membangun manusia roh (membangun manusia yang dipimpin oleh Roh Allah) dan membangun gaya hidup saling (saling jujur dan terbuka, saling meneguhkan dalam kebenaran, saling mendoakan) dengan rekan komunitas sepakat saudara.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah sesungguhnya amanat Allah bagi manusia?
    2. Apakah yang dilakukan iblis agar manusia gagal dalam melakukan misi Bapa? Dengan apa cara iblis menggagalkannya?
    3. Bagaimana Adam dan Hawa merespons iblis? Apakah akibat yang harus diterima oleh Adam dan Hawa?
    1. Menurut saudara mengapa Adam dan Hawa tidak menang ketika godaan datang?
    2. Apakah yang saudara telah lakukan selama ini ketika godaan datang?
    3. Menurut saudara, apakah saudara selama ini telah hidup dengan melakukan misi Bapa?
    1. Hal apakah yang saudara dapatkan hari ini ketika bersekutu dengan Allah dan apakah yang akan saudara sungguh-sungguh lakukan sebagai bentuk respons saudara kepada Firman Tuhan?
    2. Apa yang saudara akan lakukan agar menang dan dapat menyelesaikan misi Bapa?
    3. Apakah yang saudara akan lakukan bagi rekan kompak agar dapat bersama menyelesaikan misi Bapa?

Topik Doa:

Berdoalah bagi persiapan Pilkada serentak yang akan diadakan pada 23 September mendatang.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Roh Kudus dijanjikan

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Yesus terangkat ke sorga

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Kisah Para Rasul 1:1-11

Sejak Yesus bangkit dari kematian, Yesus membuka pikiran muris-murid-Nya dan menjelaskan berulang-ulang tentang Kerajaan Allah. Karena untuk itulah Yesus datang menebus kita. Sejak kita dilahirkan kembali dari air dan roh, sesungguhnya Roh Allah telah berdiam di dalam kita. Dan Roh-Nya diberikan bukan hanya untuk berdiam tetapi karena Dia mau bergerak melalui hidup kita; yaitu agar kita menjadi saksi baik melalui perkataan dan perbuatan kita di dunia ini.

Dan setiap kita yang telah dilahirkan kembali ini, diberi tujuan hidup yaitu melanjutkan apa yang telah Yesus lakukan – menyelesaikan misi Bapa sorgawi : menghadirkan dan memperluas Kerajaan Allah di bumi ini, di mana kita berada.

Biarlah hari ini, kita semakin menyadari jika kita ditebus-Nya, jika kita masih hidup hari ini, bahkan Roh Kudus diam di dalam kita, adalah agar kita menjadi saksi. Yaitu hanya untuk menyelesaikan Misi Bapa dengan kita hidup taat akan pimpinan Roh-Nya senantiasa. Yang dimulai dari “saya” yang memberi diri dan waktu untuk bersekutu dengan Allah melalui doa dan Firman-Nya setiap hari. Serta hidup dalam akuntabilitas (saling membangun, saling mengingatkan, saling menasihati, saling mendoakan) setiap waktu dengan rekan kompak saudara. Agar kita semakin menyadari dan dapat menyelesaikan apa yang menjadi bagian kita dalam misi Bapa sorgawi

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Hal apakah yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya secara berulang-ulang?
    2. Apa yang seharusnya kita lakukan jika Roh Kudus turun ke atas kita?
    3. Dalam pembacaan Firman hari ini, pencerahan Firman apa yang saudara terima?
    1. Firman Tuhan adalah cermin bagi kita, melalui bacaan hari ini, adakah saudara bercermin dan apakah yang saudara dapat pada saat saudara bercermin?
    2. Seberapa sadarkah saudara bahwa Roh Kudus telah tinggal dan seharusnya bergerak melalui saudara?
    3. Seberapa besar saudara taat akan pimpinan Roh Kudus? Dan telah menjadi saksi?
    1. Apakah saudara memiliki kerinduan untuk melakukan misi Bapa dalam setiap aktivitas saudara? Langkah apa yang saudara akan lakukan?
    2. Bagaimana saudara membangun persekutuan saudara hari-hari ini dengan Allah?
    3. Bagaimanakah saudara membangun hidup akuntabilitas saudara dengan komunitas sepakat hari-hari ini?

Topik Doa:

Berdoalah bagi keadaan cuaca khususnya di atas kota tempat tinggal kita.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

Sejak awal tahun ini kita belajar dan merenungkan bagaimana kita hidup dengan mempraktikkan iman Kristus. Kita hidup dengan iman Kristus, melekat kepada Kristus, untuk kita bisa hidup taat dan semakin mengenal Dia.

Selanjutnya kita perlu melihat kembali tujuan semua itu, tujuan kita ada di dunia ini. Kita akan merenungkan kembali bahwa kita ada untuk menyelesaikan misi Bapa, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. Ketika manusia pertama gagal, Yesus kemudian datang untuk menebus manusia, memulihkan hubungan Bapa dengan manusia; agar manusia dapat kembali menyelesaikan misi Bapa tersebut.

Menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini adalah tugas kita, orang-orang yang telah ditebus-Nya dan diangkat sebagai anak-Nya. Karena itu kita terus didorong, diajarkan untuk membangun manusia roh kita (membangun manusia yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah; yang taat kepada Firman Tuhan). Kita juga terus diajarkan untuk hidup dengan iman Kristus. Dan hal ini tidak dapat kita lakukan seorang diri; kita perlu komunitas sepakat (2-3 orang dalam 1 komunitas) yang memiliki gaya hidup saling bertanggung jawab (hidup dalam akuntabilitas).

Mari kita selesaikan misi Bapa sorgawi melalui setiap kita dan komunitas sepakat kita!

AYAT HAFALAN:

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” – 1 Petrus 2:21
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Perintah supaya saling mengasihi

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

YOHANES 15:1-11

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” – Yohanes 15:11

Di akhir minggu ini, kita mau merenungkan kembali ayat-ayat yang sama. Tetapi kita pusatkan renungan kita pada ayat 11. Semua itu Yesus katakan, – termasuk perumpamaan pokok anggur dan rantingnya, termasuk tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita – supaya sukacita-Kristus ada di dalam kita dan sukacita kita menjadi penuh.

Mari kita mengingat bahwa tinggal di dalam Kristus, melekat kepada Dia, bukanlah upaya yang harus dengan tenaga dan pikiran yang berat. Tetapi semua itu adalah hubungan kasih yang Indah yang seharusnya menjadi sukacita kita sebagai anak-anak Kerajaan Allah. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan berat, itu justru menandakan ada sesuatu yang salah.

Kita akan menikmati hubungan yang semakin Indah ketika kita tinggal di dalam dia dengan iman, melalui persekutuan dengan Firman-Nya, melalui persekutuan di dalam doa. Setiap hari bahkan setiap saat kita bias menikmati hubungan itu dengan sukacita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Menurut Yohanes 15:11, apa yang Tuhan Yesus rindukan dialami oleh para murid-Nya?
    2. Apa yang Yesus katakan agar para murid mengalami hal tersebut?
    3. Mengapa kita bisa bersukacita karena hal-hal tersebut?
    1. Selama ini, apakah saudara mengalami sukacita dalam saudara mengikuti perintah dan tuntunan Tuhan?
    2. Apa yang selama ini membuat saudara kehilangan sukacita dalam hidup saudara?
    3. Pikiran negatif apa yang suka timbul ketika saudara mengalami tekanan dan cobaan hidup? Buanglah pikiran negatif tersebut dan terimalah kekuatan dan sukacita dari Tuhan Yesus hari ini!
    1. Sepanjang hari ini, hiduplah dengan sukacita. Ingatlah bahwa Kristus ingin saudara bersukacita! Ketika saudara merasakan tekanan, ingatlah Firman-Nya yang menyatakan Ia ingin saudara bersukacita!
    2. Bagikan pengalaman ataupun pergumulan saudara untuk bersukacita sepanjang hari ini kepada kompak dan keluarga saudara! Mari kita terus saling membangun dan bersukacita bersama di dalam kasih Tuhan!

Topik Doa:

Berdoa agar kedaulatan Allah nyata atas bangsa ini.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

EFESUS 6:17-20

Di dalam ayat ini kita diingatkan juga untuk senantiasa / setiap waktu berdoa di dalam Roh. Kita, sebagai ranting yang melekat pada pokok anggur, juga harus selalu “connect”, membangun hubungan dengan Kristus melalui doa.

Apakah yang harus kita doakan? Berdoalah sesuai pimpinan Roh Kudus. Berdoa sesuai pimpinan-Nya. Biarlah isi hati Kristus yang menjadi seruan hati kita. Bukan sekedar keinginan manusiawi kita, tetapi apa yang menjadi kepentingan Kerajaan Allah. Paulus juga mengingatkan kita untuk berdoa bagi pemberita Injil. Mari kita berdoa khususnya bagi mereka yang ada di ladang misi, bahkan setiap kompak dan setiap kita yang sedang terus memberitakan Injil di lingkungan kita.

Bagaimana dengan kepentingan kita sendiri? Apakah kita tidak mendoakan semua itu? Bukankah Yesus yang berkata, bahwa Bapa tahu semua kebutuhan kita bahkan sebelum kita memintanya? (lihat Matius 6:8). Tetapi kalau ada rasa kuatir, mari serahkan itu kepada Tuhan seperti yang kita renungkan kemarin. Jangan sampai sukacita kita hilang karena ada rasa kuatir.

Mari terus mencari dan mengejar kehendak Tuhan dalam doa-doa kita!

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Menurut Paulus, kapankah kita harus berdoa?
    2. Bagaimanakah kita harus berdoa?
    3. Hal apa yang sangat penting untuk kita doakan sebagai tentara Allah?
    1. Selama ini apakah saudara sudah membangun kehidupan doa saudara? Hal-hal apa saja yang biasa saudara doakan?
    2. Kapankah saudara biasa menyediakan waktu khusus untuk berdoa? Apakah saudara juga terus “connect” / berhubungan erat dengan Tuhan sepanjang hari saudara dalam doa?
    3. Mintalah hati yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan untuk selalu berhubungan erat dengan Tuhan dalam doa!
    1. Sepanjang hari ini ingatlah terus untuk berdoa dan berbahasa roh, setiap saat saudara sempat, di mana pun saudara berada! Buatlah pengingat agar saudara pada waktu-waktu tertentu ingat untuk berdoa dan berbicara kepada Tuhan!
    2. Bagikan pengalaman saudara sepanjang hari ini kepada Teman kompak dan keluarga saudara! Mari saling membangun dan mendukung dalam doa!

Topik Doa:

Berdoalah agar umat Tuhan hidup sesuai dengan kebenaran Allah.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 4NO NEW POSTS