PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

KELUARAN 16:4

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.”

Ketika Tuhan mengajar bangsa Israel di padang gurun, Tuhan memberikan makanan berupa roti yang disebut manna. Pada setiap pagi, mereka hanya perlu bangun, keluar dan mengambil makanan. Aturannya sederhana, ambil tiap-tiap hari, sebanyak yang perlu untuk sehari. Kalau mereka tidak mengambil, mereka akan kelaparan. Tetapi kalau mereka mengambil lebih dari yang perlu untuk sehari, roti manna itu akan membusuk.

Biarlah kita belajar juga dari hal ini, untuk setia mencari makanan rohani yang perlu untuk sehari. Setiap hari kita membutuhkan Firman-Nya yang baru, yang memberi kesegaran, dan kekuatan untuk kita menjalani sepanjang hari kita dengan bergantung, melekat dengan Kristus.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang terjadi pada waktu itu sehingga TUHAN berfirman kepada Musa?
    2. Apa yang TUHAN harapkan dilakukan oleh bangsa Israel?
    3. Apakah tujuan TUHAN dalam melakukan hal itu?
    1. Bagaimana kondisi saudara sekarang ini, apakah saudara tekun mencari Firman-Nya setiap hari sampai Firman itu memberikan kekuatan dan kesegaran untuk saudara taat kepada Dia? Atau hanya sekedar kewajiban saudara membaca Alkitab?
    2. Teruslah minta Firman-Nya sungguh menguasai saudara setiap hari! Mintalah terus agar saudara terus memiliki kehausan dan kelaparan akan Firman-Nya!
    1. Buanglah segala pikiran negatif yang membuat saudara tidak haus akan Firman-Nya!
    2. Ucapkan perkataan iman bahwa saudara haus akan kebenaran Firman-Nya setiap hari!
    3. Bagikan kerinduan saudara dan apa yang saudara alami kepada kompak dan keluarga saudara!

Topik Doa:

Berdoalah bagi menteri-menteri Indonesia Maju.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

YOHANES 15:7

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

MATIUS 4:4

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” – Matius 4:4

Firman Tuhan adalah makanan rohani bagi setiap kita. Firman menjadi makanan yang akan memberi kekuatan, memberi gairah, dan motivasi dalam kita melakukan kehendak-Nya. Firman juga yang menjadi dasar yang benar untuk kita bisa memperbaharui pikiran kita yang sudah cemar oleh pola pikir dunia ini.

Firman Tuhan merupakan sumber tenaga penggerak kita, seperti ranting juga menerima nutrisi, makanan, segala kebutuhan dari pokok anggur. Oleh Firman kita menerima iman. Oleh Firman kita bisa membedakan yang benar dan yang salah. Dan yang tidak boleh kita lupa: Firman adalah Yesus Kristus sendiri.

Berjumpa dengan Firman adalah berjumpa dengan Kristus secara pribadi. Mari kita lebih lagi membaca Alkitab, Firman Tuhan dan datang bertemu dengan Dia yang mengasihi kita. Demikianlah kita tinggal di dalam Kristus melalui Firman-Nya.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang Tuhan kehendaki tinggal di dalam kita?
    2. Apa yang Yesus katakan mengenai Firman Tuhan?
    3. Firman yang seperti apa yang harusnya menjadi makanan kita?
    1. Selama ini, bagaimana saudara memperlakukan Alkitab yang adalah Firman Tuhan?
    2. Apakah saudara masih memiliki kehausan dan kelaparan yang terbaik kepada firman-Nya? Ataukah sudah menurun?.
    3. Mintalah Tuhan menyucikan hati saudara sampai ada kehausan dan kelaparan sejati akan firman-Nya! Bertobatlah dari sikap yang meremehkan Firman-Nya.
    1. Temukan dan buang pikiran ataupun sikap hati menolak Firman-Nya.
    2. Ucapkan ayat hafalan minggu ini sampai iman saudara bangkit!
    3. Ambillah waktu untuk bersekutu dengan keluarga dan kompak saudara. Bagikan apa yang saudara alami, lakukan saling membangun dan menguatkan dengan firman yang Tuhan ingatkan!.

Topik Doa:

Doakan bagi proses pembangunan ibu kota baru.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Dibenarkan oleh karena iman

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

GALATIA 3:1-5

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”

14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

YOHANES 14:21-23

Dalam bacaan kita hari ini, Paulus sedang menegur jemaat di Galatia yang terpengaruh dengan ajaran yang mengikuti Taurat. Paulus mengingatkan bahwa kita menerima Roh Kudus karena iman, bukan karena perbuatan atau Taurat.

Demikian pula kita tinggal di dalam Kristus, melekat dan bersatu dengan Kristus oleh iman. Kita tinggal di dalam Kristus bukan oleh perbuatan baik, bukan oleh ritual tertentu, tetapi oleh iman. Kita melekat kepada Kristus oleh iman.

Yesus berjanji kepada kita untuk mengasihi kita, menyatakan diri-Nya, bahkan diam bersama dengan kita yang mengasihi Dia. Oleh iman kita menerima janji ini. Bukan karena kita sudah sempurna, bukan karena kita sudah tidak bercacat. Tetapi karena kita mengasihi Dia dan percaya kepada janji-Nya. Oleh iman kita tinggal di dalam Kristus. Oleh iman Kristus tinggal di dalam kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Mengapa Paulus begitu keras memarahi jemaat di Galatia?
    2. Apa yang membuat kita bisa menerima Roh Kudus dan anugerah-Nya dengan limpah?
    3. Apakah janji yang Yesus sampaikan kepada murid-murid-Nya?
    1. Bagaimanakah kondisi saudara selama ini? Apakah saudara terus percaya bahwa Kristus berdiam di dalam diri saudara senantiasa? Dalam berbagai situasi, tantangan, dan cobaan?
    2. Pikiran apakah yang membuat saudara ragu akan kehadiran-Nya dalam hidup saudara, akan kasih-Nya kepada saudara?
    3. Hari ini, buanglah pikiran negatif yang menuduh saudara! Sebaliknya datanglah, mengakui segala dosa, dan minta anugerah-Nya kembali memenuhi saudara! Datanglah dengan penuh iman atas kasih-Nya!
    1. Sepanjang hari ini, ucapkan berulang-ulang dengan iman: “aku ada di dalam Kristus! Kristus ada dalamku!”
    2. Bagikan kepada teman kompak dan keluarga, apa yang saudara alami sepanjang hari! Seberapa sering saudara mengucapkan perkataan iman dan apa hasil yang saudara alami!
    3. Lakukan saling mendoakan dan saling mendukung dalam percaya kepada Dia yang hadir dalam persekutuan saudara!

Topik Doa:

Doakan bagi proses pembangunan ibu kota baru.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Pokok anggur yang benar

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Perintah supaya saling mengasihi

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

YOHANES 15:1-11

Perumpamaan tentang Yesus sebagai pokok anggur dan kita sebagai ranting-rantingnya mungkin sudah sering kita baca. Tetapi kita perlu terus mengulangnya dengan pemahaman yang semakin mendalam supaya kita dapat menerapkannya.

Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri; demikian pula kita tidak dapat berbuat kebenaran dan taat kepada Bapa, kalau tidak tinggal dalam Kristus. Ranting melekat pada pokok anggur, bersatu dengan pokok anggur sehingga ranting dapat menyerap sumber makanan dari pokok anggur, sampai pada waktunya akan menghasilkan buah.

Dengan “melekat”, “bersatu” dengan Kristus, Kristus memberikan seluruh sumber yang ada di dalam diri-Nya. Semua zat yang terdapat pada pokok anggur, disediakan untuk ranting-ranting. Agar ranting memiliki kehidupan, agar ranting dapat bertumbuh segar, agar ranting dapat menghasilkan buah. Demikianlah segala yang Yesus Kristus miliki di surga adalah untuk kita bertumbuh, melakukan kehendak-Nya, taat kepada Firman-Nya, dan menghasilkan buah bagi Kerajaan-Nya.

Di sisi lain, kita harus juga menyadari, ranting ada untuk menghasilkan buah. Yang tidak berbuah dipotongnya. Demikianlah kita dipanggil untuk menghasilkan buah. Kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri dengan segala keinginan daging kita. Kita hidup untuk menghasilkan buah bagi Bapa.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Sebagai apakah murid-murid dalam perumpamaan ini?
    2. Bagaimana agar murid-murid bisa menghasilkan buah?
    3. Bagaimana murid-murid bisa memuliakan Bapa?
    1. Apakah menurut saudara, saudara sudah tinggal / melekat dengan Kristus?
    2. Bagaimana kondisi saudara hari-hari ini, apakah saudara sungguh mengandalkan Tuhan, melekat kepada Kristus dalam menghadapi setiap tantangan dan cobaan? Apakah saudara taat kepada Dia?
    3. Datanglah kepada Kristus dan mintalah kasih-Nya memenuhi saudara agar saudara hidup dari kekuatan Tuhan, bukan kekuatan saudara sendiri!
    1. Temukan pikiran negatif yang membuat saudara tidak mengandalkan Tuhan! Mungkin itu kesombongan, kesenangan duniawi, hobi, kesibukan, atau kekhawatiran. Buanglah itu semua!
    2. Bagikan apa yang saudara sadari hari ini kepada keluarga dan kompak saudara!
    3. Lakukan saling mendoakan dan perkatakan Firman satu sama lain agar saudara semakin mengalami Kristus setiap hari!

Topik Doa:

Doakan bagi proses pembangunan ibu kota baru.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-3, RENUNGAN

Hari-hari ini kita terus merenungkan dan belajar mempraktikkan iman Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Kita mau terus belajar hidup seperti Paulus: “… aku telah mati bagi torat, supaya aku dapat hidup bagi Allah. Aku telah disalibkan bersama Kristus. Aku hidup, tetapi bukan lagi aku, melainkan Kristus hidup di dalam aku. Dan apa yang sekarang aku hidup di dalam daging, aku hidup oleh iman Putra Allah” (Galatia 2:19-20b – MILT)

Kita dapat hidup dengan iman Kristus, kalau kita memberi diri kita mati disalibkan dengan Kristus, dan selanjutnya membiarkan Kristus yang hidup di dalam kita. Kristus yang sudah memberikan roh yang baru kemudian tinggal di dalam kita. Sekarang bagian kita adalah membiarkan Kristus yang menggerakkan hidup kita.

Minggu ini kita masih merenungkan hidup dengan iman Kristus dengan perumpamaan yang berbeda yaitu dengan gambaran pokok anggur dan ranting-rantingnya.

Bersama keluarga, kompak dan saudara seiman kita mau terus menggunakan iman Kristus, belajar tinggal di dalam Kristus, melekat dan bersatu dengan Kristus. Mari kita merenungkan terus-menerus dan saling berbagi. Ketika kita saling membagikan kita akan memperoleh pencerahan lebih lagi. Sehingga kita jadi Rumah-Nya yang sungguh taat dan menyenangkan Dia!

Mari kita hidup bagi Allah dan hidup menyenangkan Dia selalu!

Ayat Hafalan:

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yohanes 15:5
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

1:12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.

1:13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini.

1:14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

1:15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.

2 Petrus 1 : 12-15

“Oleh karena itu, saya akan tetap mengingatkan kalian tentang hal-hal tersebut, meskipun kalian sudah tahu dan berpegang teguh kepada ajaran benar yang kita sudah terima dari Allah. Selama saya masih hidup dalam tubuh ini— yang seperti tenda sementara saja, saya merasa bertanggung jawab untuk terus mengingatkan kalian akan hal-hal itu. Karena saya tahu bahwa tidak lama lagi saya akan mati— seperti yang sudah dinyatakan oleh Tuhan kita Kristus Yesus kepada saya. Karena itulah saya akan selalu berusaha keras supaya kalian selalu bisa mengingat kembali semua hal itu, biarpun saya sudah mati.” (TSI)

Petrus melakukan gaya hidup saling (berakuntabilitas). Hal ini merupakan bagian penting yang harus kita lakukan sebagai anggota tubuh Kristus. Karena kita tidak diciptakan untuk hidup sendiri tetapi bergaya hidup saling. Petrus peduli dan mengingatkan para pembaca suratnya.

Renungkan sejenak, apakah saudara pernah merasakan manfaat ketika hidup saling mengingatkan, hidup saling membangun, menasihati bahkan mungkin kita pernah ditegur agar kita hidup lebih baik lagi oleh saudara seiman kita. Tentunya jika kita merespons dengan benar atas gaya hidup saling ini. Kita merasakan bahwa Allahlah yang bekerja bagi kita, dalam kita dan di antara kita.

Tahun ini kita rindu menjadi pribadi dan komunitas yang senantiasa menyenangkan Tuhan dengan menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat. Tentunya kita tidak dapat bertumbuh menjadi pelaku Firman tanpa komunitas kita, tanpa saudara-saudara seiman.

Mari bersama-sama kita meneladani Tuhan kita dan Petrus serta banyak orang beriman yang tiada henti bekerja keras untuk saling mengingatkan, membangun, menasihati agar kita bertumbuh dalam pengenalan kita kepada Kristus yang membuat iman kita menjadi iman Kristus.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dilakukan oleh Petrus kepada saudara seiman?
    2. Mengapa Petrus melakukan hal demikian?
    3. Seberapa serius Petrus melakukan hal itu?
    1. Bagaimana selama ini saudara melakukan gaya hidup saling kepada saudara seiman?
    2. Adakah penghalang untuk saudara melakukan hal tersebut? Temukanlah penghalang tersebut dan buanglah! Ingatlah hidup saudara adalah Kristus dan hidup saudara hanya bagi Allah.
    3. Seberapa besar saudara telah dan akan membangun dan melakukan gaya hidup saling ini? Mulailah melakukannya!
    1. Milikilah komitmen untuk tetap bergaya hidup saling! Mulailah melatih diri dari hal yang saudara dapat lakukan dengan pimpinan Roh yang ada di dalam saudara. Taatilah ketika Roh Allah memerintahkan sesuatu.
    2. Ambillah waktu pribadi untuk saudara mendoakan setiap pribadi dari saudara seiman yang ada di sekeliling hidup saudara.
    3. Tetap milikilah waktu untuk saling berbagi, saling memperkatakan perkataan iman dan berdoa bersama dengan keluarga dan kompak saudara.

Topik Doa:

Berdoalah agar lahir hati-hati yang haus akan Tuhan dan mengasihi Tuhan serta sesama.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

2 Petrus 1 : 10-11

“Oleh karena itu, Saudara-saudari, berusahalah lebih keras lagi melakukan ketujuh hal yang saya tuliskan di atas. Karena dengan begitu kamu memastikan bahwa kamu benar-benar sudah dipanggil dan dipilih oleh Allah. Karena kalau kamu tetap melakukan hal-hal itu, kamu pasti tidak akan gagal mencapai tujuan surgawimu. Dengan begitu waktu kamu masuk ke dalam kerajaan yang selama-lamanya kamu akan disambut dengan penuh sukacita oleh Penguasa dan Raja Penyelamat kita Kristus Yesus.” (TSI)

Mari kita melanjutkan apa yang telah kita renungkan kemarin. Bcalah kembali ayat di atas secara perlahan (saudara dapat mengganti kata kamu dengan nama saudara), saudara dapat mengulangi membaca ayat pada hari kemarin dan lakukan sambil membayangkan setiap katanya, sambil merefleksikan kepada diri sendiri. Lakukan sambil berdialog dengan Tuhan sebelum membaca tulisan di bawah ini.

Tujuan hidup kita adalah mencapai tujuan surgawi, bukan tujuan dari keinginan, cita-cita hidup kita. Karena untuk itulah kita ada di bumi ini, ditebus oleh kematian Kristus, agar kita semua mencapai tujuan surgawi.

Karena itu kita perlu terus menyadari bahwa kita telah mati bersama Kristus dan hidup oleh iman Putera Allah. Jadi hidup kita saat ini ada di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita sebagai Penguasa hidup.

Jadi yang menjadi dasar hidup kita adalah setiap perintah-Nya yaitu Firman Tuhan. Ketika kita terus bertumbuh mengenal Dia tentunya kita pun akan bertumbuh di dalam ketaatan. Karena tujuan hidup kita adalah menyenangkan Dia . Dengan demikian kita yakini bahwa kita hidup senantiasa dalam kerajaan-Nya yang kekal.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Bagaimana kita melakukan ketujuh hal yang Firman katakan?
    2. Apa yang akan kita alami jika kita sungguh-sungguh melakukan tujuh hal tersebut?
    3. Apa yang akan terjadi kelak bagi kita jika kita taat akan Firman Tuhan?
    1. Apakah saudara telah melatih diri untuk taat akan setiap perintah-Nya atau baru melatih diri untuk percaya saja?
    2. Adakah hal yang membuat saudara belum mampu untuk menjadi pelaku Firman yang taat? Temukan dan buanglah hal tersebut. Perkatakan kepada diri saudara bahwa Kristus adalah Penguasa hidup saudara.
    3. Apakah saudara rindu untuk masuk dan disambut dalam kerajaan kekal nanti? Jika ya, latihlah diri saudara untuk menjadi pelaku Firman yang taat bukan hanya percaya saja.
    1. Firman apakah yang saudara terima hari ini? Perkatakanlah secara berulang-ulang kepada diri sendiri.
    2. Apakah saudara sungguh-sungguh berkomitmen untuk menjadi pelaku Firman yang taat? Jika ya, apa yang saudara senantiasa akan lakukan?
    3. Ambil waktu untuk bersekutu dengan keluarga dan kompak saudara. Ceritakan apa yang mereka dapat lakukan bagi saudara, salinglah memperkatakan iman dan naikkan ucapan syukur.

Topik Doa:

Doakan bagi tim-tim yang sedang bekerja di lapangan dalam menangani keadaan kota dan bangsa, agar mereka diberi kekuatan dan kemampuan.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

2 Petrus 1 : 5-9

“Oleh karena segala pemberian dan janji Allah kepada kita itu, janganlah kita sekedar percaya akan hal-hal yang dijanjikan kepada kita, tetapi marilah kita masing-masing sungguh-sungguh berusaha untuk menjalankan apa yang kita percaya itu. Caranya adalah— pertama, hidup dengan baik. Kedua, tambahkanlah pengetahuanmu tentang hidup yang bijaksana. Ketiga, belajarlah bagaimana cara menguasai diri. Keempat, belajarlah bagaimana cara bertahan dalam kesusahan. Kelima, berusahalah semakin hidup sesuai kemauan Allah. Keenam, belajarlah bagaimana cara mengasihi saudara-saudari seiman. Dan ketujuh, hendaklah kita nyatakan kasih kita kepada semua orang melalui perbuatan. Karena, kalau semua sifat itu ada pada diri kita masing-masing dan kalau kita semakin bertumbuh dalam hal-hal itu, maka kita akan terbukti sebagai orang yang benar-benar mengenal Penguasa kita Kristus Yesus. Berarti kita tidak lagi menjadi pengikut Kristus yang tidak berguna atau yang tidak memuliakan Dia dalam kehidupan kita masing-masing. Tetapi kalau saudara atau saudari seiman tidak memiliki sifat-sifat itu— sepertinya mata rohaninya sudah kabur dan hampir menjadi buta. Orang seperti itu lupa bahwa sebenarnya dosa-dosanya yang lama sudah dibersihkan ketika dia percaya kepada Kristus.” (TSI)

Bacalah kembali ayat di atas secara perlahan (saudara dapat mengganti kata kita dengan nama saudara) dan lakukan sambil membayangkan setiap katanya, sambil merefleksikan kepada diri sendiri. Lakukan sambil berdialog dengan Tuhan sebelum membaca tulisan di bawah ini.

Dikatakan bahwa kita perlu untuk menjadi pelaku Firman, bukan hanya sekedar percaya. Hal ini harus menjadi bagian kehidupan kita agar kita benar-benar terbukti mengenal Kristus.

Karena pengenalan kita kepada Kristus menjadi dasar dari iman kita. Karena iman kita haruslah sama dengan iman Kristus, sama dengan setiap janji, setiap Firman.

Bahkan dikatakan ada tujuh hal yang harus menjadi gaya hidup (perbuatan) kita barulah dikatakan kita benar-benar mengenal Kristus.

Ini waktunya kita terus bertumbuh dalam pengenalan kita kepada Penguasa Hidup kita agar kita terus bertumbuh dalam iman yang tentunya akan menyenangkan Dia, karena kita tidak hanya percaya dan mengenal tetapi memiliki gaya hidup yang taat kepada setiap perkataan Penguasa hidup kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Sebagai seorang percaya, apakah perintah-Nya bagi kita?
    2. Tuliskan tujuh hal yang senantiasa harus bertumbuh dan membuat kita semakin mengenal Dia?
    3. Apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tujuh sifat tersebut, apa yang sesungguhnya ada pada kita?
    1. Dalam tujuh hal tersebut, hal yang mana yang masih belum menjadi gaya hidup saudara?
    2. Mengapa hal tersebut belum menjadi gaya hidup saudara?
    3. Mulailah membuang hal-hal yang menghalangi saudara untuk menghidupi ketujuh kebenaran Firman ini yang akan membuat saudara mengenal dan bertumbuh dalam iman Kristus. Perkatakan bahwa Yesus Kristus Penguasa hidup saudara.
    1. Mulailah perkatakan perkataan iman kepada diri sendiri. Perkatakanlah secara berulang-ulang.
    2. Ambillah waktu untuk berdiam diri, renungkan kembali Firman Tuhan dan naikkanlah ucapan syukur di hadirat-Nya.
    3. Bersekutulah bersama keluarga dan kompak saudara. Bagikan apa yang saudara alami, salinglah memperkatakan Firman dan bersama-sama naikkan syukur.

Topik Doa:

Berdoa agar anak-anak Tuhan bangkit dan menjadi terang, menjadi imam bagi keadaan kota dan bangsanya. Dan tahu apa yang Allah mau kita lakukan.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Panggilan dan pilihan Allah

1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

2 Petrus 1 : 3-4

“Dengan kuasa-Nya sendiri, Allah sudah memberikan kepada kita segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menjalani hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. Semua berkat rohani itu diberikan kepada kita karena kita benar-benar mengenal Allah— yang sudah memanggil kita sesuai dengan kemuliaan dan kebaikan-Nya. Dan juga melalui kuasa kemuliaan dan kebaikan-Nya itu, Dia sudah menjanjikan banyak hal kepada kita— dengan janji-janji yang berharga dan sangat besar. Karena melalui janji-janji Allah itu kita menerima Roh Allah sendiri dan menjadi bersatu dengan Dia. Dengan begitu kita tidak terikat lagi dengan segala macam dosa yang disebabkan oleh keinginan-keinginan kita yang jahat. Dosa itu sedang menguasai dunia ini seperti penyakit menular yang mematikan.” (TSI)

Bacalah kembali ayat di atas secara perlahan (saudara dapat mengganti kata kita dengan nama saudara) dan lakukan sambil membayangkan setiap katanya. Lakukan sambil berdialog dengan Tuhan sebelum membaca tulisan di bawah ini.

Hidup kita telah ada di dalam Kristus dan Kristus telah ada di dalam kita. Dengan segala yang ada di dalam Dia, seharusnya hidup kita hanyalah dikuasai oleh Kehendak-Nya.

Dengan hidup sesuai dengan kehendak-Nya inilah maka kita akan hidup benar-benar mengenal Allah. Dan pengenalan inilah akan membuat iman kita bertumbuh. Hidup kita dipimpin oleh iman Kristus.

Ketika kita hidup oleh iman Kristus tentunya kita tidak lagi mengizinkan hidup kita dipimpin oleh hal-hal daging, oleh hal-hal yang jahat dan kotor. Tetapi kita rindu hidup sesuai dengan Firman-Nya, kita hidup karena janji-janji Allah. Dan hasilnya, kita hidup dengan kerinduan menyenangkan Tuhan yaitu melakukan dengan taat segala yang Ia perintahkan.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Oleh kuasa siapakah kita dapat menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya?
    2. Apa yang akan kita terima jika kita hidup benar-benar mengenal Dia?
    3. Apa yang akan kita alami jika kita menerima janji-janji Allah?
    1. Sampai saat ini, siapakah sesungguhnya yang memimpin hidup saudara?
    2. Masih adakah dosa-dosa yang mengikat hidup saudara? Buanglah hal tersebut dengan tidak lagi mengizinkan hal tersebut menguasai hidup saudara, sadarilah dan perkatakanlah kepada diri saudara bahwa hidup saudara adalah milik Tuhan.
    3. Pikirkanlah janji-janji Tuhan melalui Firman Tuhan hari ini. Renungkan kembali ayat yang kita baca hari ini dan terimalah Firman Tuhan dengan lemah lembut.
    1. Mulailah memperkatakan perkataan iman – perkataan Firman kepada diri saudara sendiri.
    2. Datanglah kepada Tuhan, naikkanlah ucapan syukur dan persembahkan hidup saudara kepada-Nya.
    3. Ambillah waktu untuk bersekutu bersama keluarga dan kompak saudara. Salinglah berbagi dan memperkatakan iman serta bersyukur.

Topik Doa:

Berdoa agar daerah dan warga yang terkena musibah mendapat kekuatan, penghiburan dan melihat Allah yang hidup.
0

01/2020 Januari, 2020 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Filipi 3:9

Dan aku boleh didapati di dalam Dia tanpa memegang kebenaranku yang dari torat, melainkan melalui iman Kristus, yaitu kebenaran dari Allah atas dasar iman. (MILT)

Bacalah kembali ayat di atas secara perlahan (saudara dapat mengganti kata aku dengan nama saudara) dan lakukan sambil membayangkan setiap katanya. Lakukan sambil berdialog dengan Tuhan sebelum membaca tulisan di bawah ini. Kita telah mendengar tentang iman Kristus minggu-minggu ini, bahkan kita telah mulai belajar praktik hidup oleh iman Kristus.

Iman Kristus selalu sesuai dengan Firman Tuhan (kebenaran yang datangnya dari Allah). Kebenaran yang didasari anugerah ketika kita percaya. Jadi iman Kristus tidaklah sama dengan iman kita.

Tapi kita sadari dan akui, kita sering hidup dengan iman kita sendiri. Iman kita mungkin sering kali berdasarkan keinginan daging kita, ego kita sendiri. Iman kita bisa berdasarkan hal-hal yang tidak berdasarkan Firman-Nya tapi pikiran atau pendapat kita sendiri. Jadi iman kita bisa sangat bertentangan dengan iman Kristus. Karena itu kita perlu terus menerus bertumbuh dalam iman Kristus melalui pertumbuhan dalam pengenalan kepada Kristus dan hidup sesuai dengan perintah-Nya.

Paulus mengatakan bahwa ia tidak hidup berdasarkan Taurat tapi kebenaran yang datangnya dari Allah. Kita pun perlu belajar hidup hanya berdasarkan kebenaran Firman, bukan pendapat manusia walaupun sepertinya baik. Karena hidup kita adalah bagi Allah. Hidup bagi Allah standarnya adalah kebenaran dan pengenalan kita akan Dia. Dan merupakan kerugian jika kita tidak hidup bagi Allah. Kita rindu selalu menyenangkan Dia dengan ketaatan kita kepada setiap perintah-Nya. Dengan demikian maka kita akan bertumbuh dalam pengenalan kita dan pastilah iman kita pun bertumbuh juga.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah iman Kristus itu?
    2. Bagaimana selama ini saudara hidup? Oleh iman siapakah?
    3. Bagaimana cara Paulus hidup?
    1. Menurut saudara, mengapa saudara dapat hidup dengan dasar iman Kristus atau lebih ke arah iman manusia?
    2. Masih adakah hal-hal dalam hidup saudara yang harus dibuang? Teruslah praktikkan untuk membuang hal-hal negatif, agar semakin hari saudara semakin hidup berdasarkan iman Kristus.
    3. Masih adakah yang saudara pertahankan dalam hidup bagi Allah ini? Sebutkan dan mulailah serahkan kepada Allah.
    1. Bagaimanakah kehidupan saudara hari-hari ini? Adakah pengalaman dan pertumbuhan iman Kristus? Adakah hal yang saudara taati ketika kebenaran itu datang kepada saudara?
    2. Ucapkan kebenaran Kristus. Hampirilah Tuhan dan dengar setiap kata-Nya agar setiap perkataan-Nya yang saudara dengar dapat menjadi iman dalam diri saudara untuk ditaati.
    3. Ambillah waktu untuk bersekutu dengan keluarga dan kompak saudara. Bagikan apa yang saudara alami, salinglah memperkatakan iman Kristus kepada mereka.

Topik Doa:

Berdoa agar daerah dan warga yang terkena musibah mendapat kekuatan, penghiburan dan melihat Allah yang hidup.
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS
Skip to toolbar