PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

“So everyone who hears these words of Mine and acts on them, will be like a wise man [a far-sighted, practical, and sensible man] who built his house on the rock

Matthew 7:24 (AMP)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi sangat terbiasa dan peka untuk terus dipimp- in oleh Roh Allah di setiap hari-hari kita sehingga hidup kita dibangun di atas fondasi batu karang.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Dua macam dasar

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Matius 7:24-27

REFLECTION

  1. Seperti apa orang yang mendengar dan melakukan perkataan Tuhan? (Ayat 24-25)
  2. Apakah yang akan terjadi kepada orang yang mendengar tetapi tidak melakukan perkataan Tuhan? (Ayat 26-27)

DEVOTION

Terdapat dua macam dasar yang dapat kita pilih untuk mendirikan rumah, apakah kita mau mendirikan di atas dasar pasir atau dasar batu karang. Dalam kedua cerita ini, terdapat kesamaan, yaitu mereka sama-sama mendengarkan Firman Tuhan dan sama-sama terkena badai. Tetapi yang membedakan adalah ketika terjadi badai, rumah yang dibangun di atas dasar batu karang tetap berdiri teguh. Sama dengan hidup kita, seluruh orang Kristen bisa mendengar- kan Firman Tuhan, tetapi yang membedakan kita sebagai orang yang dipimpin oleh roh adalah kita tidak berhenti sampai di titik mendengarkan Firman Tuhan, tetapi kita juga melakukan Firman tersebut sehingga ketika badai kehidupan terjadi, kita bisa tetap berdiri teguh karena kita berpegangan kepada Firman Tuhan. Jika kita membangun hidup kita bukan dengan dasar Firman, pasti kita akan goncang dan hebatlah kerusakan yang terjadi. Perjala- nan kekristenan bukan hanya menjadi perjalananan kita memiliki banyak pengetahuan tentang Firman, tetapi esensi yang sesungguhnya adalah ketika kita membiarkan diri kita sepenuhnya dipimpin oleh Firman: kita hanya melakukan hal yang Firman minta untuk kita lakukan, respon, pikiran, perasaan dan kehendak kita hanya dipimpin oleh perkataan Firman saja, disinilah kita sedang membangun diri di atas dasar batu karang terus menerus sehingga badai sebesar apapun yang terjadi, tidak akan mampu menggon- cang hidup kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Tuliskan dan praktekan bagaimana langkah untuk kamu hari ini membangun manusia rohanimu!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

You will know these people because of what they do. Good things don’t come from people who are bad, just as grapes don’t come from thornbushes, and figs don’t come from thorny weeds

Matthew 7:16 (ERV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman hati kita sehingga kita dapat terus menanti-nantikan Tuhan dan penggenapan janji-Nya untuk kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal pengajaran yang sesat

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Matius 7:15-23

REFLECTION

  1. Apa yang perlu kita waspadai? (Ayat 15) Bagaimana cara kita mengenalinya? (Ayat 16-20)
  2. Bagaimana kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga? (Ayat 21-23)

DEVOTION

Pengajaran sesat adalah pengajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Yesus tidak mementingkan apa yang ada di luar kita, tapi Dia mengutamakan kedalaman hati kita. Apa yang tersembunyi di hati kita, setiap dosa dan kejadi- an-kejadian yang kita sembunyikan, kedalaman kita, itulah yang Yesus ingin kita akui supaya Ia bisa. Tetapi seringkali kita mengikuti orang-orang Farisi, mereka hanya mementingkan apa yang ada di luar, apa yang mereka lakukan dan dilihat oleh orang lain, tetapi mereka tidak benar-benar menghidupi Firman, berjumpa dengan Bapa dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Orang yang sungguh-sungguh mengejar keserupaan dengan Kristus adalah orang yang terus membangun apa yang tidak terlihat karena yang tidak terlihat merupakan hal yang kekal – “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah semen- tara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18) Untuk mengenali orang-orang yang bersungguh hati terhadap Tuhan, kita cukup melihat dari buahnya saja. Karena orang yang terus menerus membangun manusia rohnya, pasti akan berbuah dan buahnya pasti baik. Bangunlah keinti- man kita dengan Bapa sehingga kita mengenal Dia dengan baik karena pada hari-hari terakhir, yang tidak tergoncangkan oleh dunia ini hanyalah pengena- lan kita akan Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Tuliskan dan praktekan bagaimana langkah untuk kamu hari ini membangun manusia rohanimu!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada pemuridmu untuk kamu menjadi semakin kuat dalam rohmu untuk mengerjakan hal yang tak kelihatan!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

We have forgotten that the path is narrow

Paul Washer

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus membangun diri yang kuat Roh, sehingga kita mengikut Kristus dengan sungguh-sungguh sekalipun pintunya sesak dan jalannya sempit.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Jalan yang benar

7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Matius 7:12-14

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Matius 16:24

REFLECTION

  1. Apa yang menjadi isi seluruh hukum taurat dan kitab para nabi? (Ayat 12)
  2. Pintu dan jalan apa yang perlu kita masuki? (Ayat 13-14)
  3. Hal apa yang perlu kita lakukan untuk mengikut Yesus? (Matius 16:24)

DEVOTION

Perjalanan mengikut Yesus, bukanlah suatu perjalanan yang mudah. Kita perlu menyangkal diri kita, memikul salib dan mengikut Dia. Kita tidak bisa membi- arkan diri kita dipimpin oleh daging lagi ketika kita mau mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh. Setiap orang yang radikal, pasti akan semakin membenci dosa dan semakin mengasihi Yesus. Tetapi tidak semua orang Kristen adalah orang percaya dan tidak semua orang percaya mau radikal mengikut Yesus. Ketika kita sungguh-sungguh mau mengarahkan hidup kita kepada Firman dan kita ingin menjadi serupa dengan Kristus, kita perlu rela untuk berjalan di pintu yang sesak dan jalan yang sempit. Kita perlu rela untuk menyangkal daging. Ya, akan sangat tidak nyaman untuk tidak membiarkan hidup kita dipimpin oleh jiwa kita yang rusak. Kita pasti akan dianggap “aneh” atau “bodoh” oleh dunia ini, but it’s ok, it’s fine untuk dunia menganggap kita berbeda karena kita memang berbeda. Dunia katakan kita “bodoh” karena mereka tidak mengenal Firman-Nya. Jalan menuju kekekalan memang sesak dan sempit, sehingga dikatakan sedikit orang yang mendapatinya. Kita perlu hidup radikal dalam mengikut Kristus, berani dan rela untuk masuk di pintu yang sesak dan berjalan dalam jalan yang sempit, berani dan rela untuk dilihat berbeda dari dunia ini serta menyangkal diri dan memikul salib kita karena hanya melalui jalan inilah kita benar-benar menjadi semakin serupa dengan Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Sejujurnya, pintu dan jalan manakah yang kamu sedang jalani? Hal apa saja yang telah kamu lakukan untuk menyangkal diri dan mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling ceritalah apa yang kamu mau lakukan untuk menjadi semakin kuat di dalam roh dan menjadi radikal dalam mengikut Kristus!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

“Continue to ask, and God will give to you. Continue to search, and you will find. Contin- ue to knock, and the door will open for you

Matthew 7:7 (ERV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus menerus membangun manusia Roh sehingga kita dapat mempercayai Tuhan sepenuhnya untuk setiap hal yang kita doakan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal pengabulan doa

7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Matius 7:7-11

REFLECTION

  1. Apa yang Tuhan minta kita lakukan? (Ayat 7) Mengapa? (Ayat 8)
  2. Hal apa yang Bapa akan lakukan untuk kita? (Ayat 9-11)

DEVOTION

Bapa mengajarkan kita untuk meminta, mencari dan mengetok pintu kepada Dia. Menandakan bahwa Bapa mau kita dekat dengan Dia karna hanya seorang anaklah yang berani meminta kepada bapanya. Ketika kita berdoa, kita perlu memiliki keintiman yang lahir dari pengenalan kita akan Tuhan, karena dari sinilah maka akan lahir iman. Iman yang membuat kita dapat mem- percayai bahwa Tuhan selalu menyediakan apa yang terbaik untuk kehidupan kita. Bapa tidak jahat terhadap kita, ia tidak memberikan kita batu ketika kita meminta roti, ia tidak beri kita ular ketika kita meminta ikan. Dia berikan apa yang kita butuhkan dan apa yang baik untuk kita sehingga kita boleh untuk memiliki rasa aman dalam hidup kita karena kita telah mengenal bahwa Dia adalah Bapa yang sangat baik untuk kita. Ini bukan soal apakah yang kita doakan terkabul atau tidak, tetapi soal kita memintanya dengan iman kepada Bapa kita dan kita memutuskan bahwa sekalipun doa kita tidak atau belum terjadi, kita tetap percaya bahwa Bapa telah menyediakan yang lebih baik untuk kita karena segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan kepada kita yang mengasihi Dia. Biarlah kita memberikan diri kita sepenuhnya dipimpin oleh Roh Allah, sehingga kita berani untuk meminta kepada-Nya bahkan mempercayai segala perbuatan tangan Tuhan untuk kehidupan kita, tidak peduli apapun yang sedang terjadi.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah ada iman yang kamu temukan dalam hatimu ketika kamu berdoa? Mengapa? Praktekanlah bagaimana kamu belajar mengungkapkan isi hati dan meminta kepada Bapa lewat doa!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus membangun manusia roh sehingga terdapat iman dan keintiman ketika dirimu berdoa!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

“Don’t give something that is holy to dogs. They will only turn and hurt you. And don’t throw your pearls to pigs. They will only step on them

Matthew 7:6 (ERV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memimpin kita dalam perenungan hari ini, sehingga kita menjadi menjadi manusia roh yang hanya mengejar hal yang kudus dan berharga.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Matius 7:6

Manusia jatuh ke dalam dosa

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kejadian 3:1-24

REFLECTION

  1. Hal apa yang Yesus ajarkan kepada kita? (Matius 7:6)
  2. Percakapan apa yang terjadi antara ular dan Hawa? (Kejadian 3:1-4)
  3. Apa yang terjadi setelah Hawa dan Adam memakan buah tersebut? (Kejadian 3:6-7)
  4. Bagaimana respon Tuhan Allah? (Kejadian 3:8-11, 21)

DEVOTION

Dalam perjalanan kekristenan, kita perlu memerhatikan hal yang kudus dan berharga, yaitu Kristus sendiri. Bahkan di kitab Ratapan, dikatakan “Tuhan adalah bagianku”, kata jiwaku. Kristus sudah menjadi bagian dalam hidup kita karena Roh-Nya tinggal di dalam kita, sehingga Kristus menjadi bagian paling berharga yang bisa kita miliki. Ia lebih dari semua harta yang dunia ini bisa tawarkan, lebih dari apapun juga yang bisa kita miliki, karena pengorbanan-Nya di atas kayu Salib membuktikan betapa besar kasih Tuhan terhadap kita. Yesus mengajarkan kita untuk kita tidak memberikan barang yang kudus kepada anjing ataupun melemparkan mutiara kepada babi, mengajarkan kita untuk tidak menukarkan apa yang kudus dan berharga (Kristus sendiri) dengan hal yang dunia tawarkan, tetapi untuk melakukan hal ini kita membutuhkan pengendalian diri yang baik. Ketika kita terus membangun manusia roh kita, dengan sendirinya pasti kita akan bertumbuh dalam pengendalian diri juga. Relate dengan kisah kejatuhan manusia, yang membuat Hawa jatuh ke dalam dosa adalah karena ia tidak dapat mengendalikan dirinya, ia bisa memilih untuk tidak menjawab ular, tetapi ia memutuskan untuk menjawab dan berespon kepada tipu muslihat ular sehingga berbuah menjadi dosa karena ketidaktaatannya kepada perintah Tuhan Allah. Hawa sudah memiliki apa yang berharga dan yang kudus (keserupaan dengan Kristus), tetapi ia memilih untuk membuang dan menukarkan hal itu kepada ular, sehingga menghasilkan dosa. Sadarilah bahwa kita telah memiliki pribadi yang paling berharga di dalam hidup ini yaitu Kristus, satu-satunya Pribadi yang kudus dan berharga, yang tidak akan dapat ditukarkan oleh apapun juga!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apa yang menjadi hal yang kudus dan berharga di dalam kehidupanmu? Apakah Kristus menjadi satu-satunya bagian terbaik yang bisa kamu miliki?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

Do not judge, then you’ll not be judged

Luke 6:37

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi hati kita sehingga kita dapat terus menerus taat kepada Firman Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal menghakimi

7:1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Matius 7:1-5

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

1 Korintus 13:4-7

REFLECTION

  1. Mengapa kita tidak perlu menghakimi orang lain? (Matius 7:1-2)
  2. Apa yang ada di mata kita dan apa yang perlu kita lakukan? (Matius 7:3-5)
  3. Bagaimana sikap kasih? (1 Korintus 13:4-7)

DEVOTION

Ketika kita marah di dalam hati, kita pasti akan menilai dan seringkali penilaian kita berbuah menjadi penghakiman kepada saudara kita. Menghakimi adalah ketika kita menanamkan identitas palsu kepada orang lain: “Gak mungkin dia berubah, pencuri ya pencuri”. Padahal kebenarannya adalah ia pun adalah anak Allah yang sudah ditebus dan sudah diampuni. Melalui Firman Tuhan hari ini, kita diajar untuk tidak berfokus kepada kesalahan yang orang lain lakukan dan tidak menilai menurut ukuran manusia. Untuk kita benar-benar tidak menghakimi, kita perlu membereskan akar marah yang ada di dalam hati kita terlebih dahulu. Caranya adalah dengan kita membiarkan hati kita dipenuhi oleh kasih Bapa sebab di dalam kasih, tidak ada penilaian dan penuntutan karena kasih itu murah hati, sabar dan mempercayai segala sesuatu. Mari kita biarkan diri kita dipimpin dan dipenuhi oleh kasih Bapa dan bukan oleh peng- hakiman sehingga kita tidak mengikat orang lain di dalam alam roh melalui penghakiman kita yang akan terus membelenggu mereka. Ketika kita tinggal di dalam dimensi Tuhan (dimensi kasih dan dimensi Firman), pasti amarah yang ada di dalam hati kita, perlahan-lahan mulai menghilang, bahkan diganti- kan dengan kemurahan. Izinkanlah kasih itu menyentuh kedalaman dan memenuhi hati kita, sehingga ketika kita melihat orang lain, kita dapat melihat sama seperti Yesus melihat. Love is Kind!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu masih memiliki akar amarah yang membuatmu menghakimi orang lain? Mengapa? Bereskanlah itu!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga kamu dapat belajar untuk tidak menilai dan menghakimi orang lain!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

Do not be anxious about anything

Philippians 4:16

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus membangun manusia roh yang kuat supaya kita terus menerus dapat mempercayai Firman Tuhan sehingga kita tidak lagi menjadi kuatir terhadap apapun.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal kekuatiran

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Matius 6:25-34

Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Mazmur 55:23

REFLECTION

  1. Mengapa kita tidak perlu kuatir terhadap hidup kita? (Ayat 25-26)
  2. Apa yang perlu kita cari terlebih dahulu? Mengapa? (Ayat 33)
  3. Hal apa yang perlu kita lakukan supaya kita tidak lagi kuatir? (Mazmur 55:23)

DEVOTION

Bapa kita yang di sorga begitu mengasihi pribadi kita melebihi apapun juga. Dia mengerti dan mengetahui setiap hal yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita mengatakannya. Dia mengenal kedalaman hati kita dengan sangat baikn- ya sehingga kita tidak perlu menjadi kuatir terhadap apapun juga. Bapa bahkan memelihara dan memberi makan burung-burung di langit menunjukan bahwa Dia terlebih sanggup untuk menjaga kehidupan kita. Bagian kita adalah menyerahkan kekuatiran kita terhadap Tuhan dan mempercayai penjagaan tangan-Nya terhadap kita. Kita butuh untuk terus terbiasa memberi diri dipimpin oleh roh sehingga kita dapat selalu mempercayai penjagaan tangan Tuhan yang tidak terlihat secara mata jasmani kita. Tuhan menyediakan segala hal yang kita butuhkan, bahkan Ia menyediakan yang paling baik untuk kita. Tetapi seringkali si jahat menaruhkan rasa takut dan kuatir yang membuat kita tidak dapat mempercayai pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Tuhan adalah Bapa yang dapat kita andalkan dan kita percayai di setiap musim kehidupan, sehingga kita aman untuk menyerahkan kuatir kita di tangan Tuhan. Tuhan tidak membiarkan orang benar itu goyah, sebab Ia memegangi mereka. Ketika kita jatuh, kita tidak akan jatuh hingga tergeletak karena Tuhan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan. Don’t be afraid, ‘cause He is trustworthy!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah ada hal yang membuatmu kuatir? Bagaimana langkah yang akan kamu lakukan supaya kamu semakin percaya kepada pemeliharaan Allah?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada komunitas sepakatmu!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

For your heart will always pursue what you value as your treasure

Matthew 6:21 (TPT)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah dalam Bahasa roh supaya hati kita dengan Roh Tuhan dapat terkoneksi dengan kuat dalam doa sehingga kita mengerti dan turut melaku- kan segala kehendak dan isi hati-Nya.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal mengumpulkan harta

6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Matius 6:19-24

REFLECTION

  1. Mengapa kita perlu mengumpulkan harta di sorga? (Ayat 19-21)

    Apa yang terjadi jika mata kita baik? (Ayat 22-23)

    Kenapa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan? (Ayat 24) Apa yang menjadi tuan dalam hidupmu?

DEVOTION

Perjalanan mengikut Kristus adalah perjalanan seumur hidup untuk kita dipimpin oleh Tuhan. Kita tidak lagi membiarkan hidup kita dipimpin oleh jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) kita, tetapi kita membiarkan diri kita dipimp- in sepenuhnya oleh Roh. Perumpaan tentang mengumpulkan harta, berbicara tentang apa yang kita sedang fokuskan dan apa yang kita sedang bangun. Apakah kita membangun dan mengejar hal-hal duniawi (hal yang bertentan- gan dengan Firman)? Atau kita sungguh-sungguh membangun hal yang kekal? Ketika kita terus memutuskan untuk berespon dan melakukan Firman, maka kita sedang mengumpulkan harta di dalam kekekalan (Kerajaan Sorga). Apa yang bukan berasal dari Firman, pada hari terakhir, pasti akan hangus terbakar sehingga kita perlu untuk mengarahkan diri kita kepada apa yang kekal dan tidak akan tergoncangkan, yaitu Firman Tuhan. Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, karena ketika kita mengasihi yang satu, pasti kita akan mem- benci yang lainnya. Berbicara bahwa kita tidak dapat mengasihi dunia dan mengasihi Tuhan bersamaan. Ketika kita memberi makan daging kita, itu menunjukan bahwa kita sedang mengasihi dunia. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, maka kita pasti akan semakin membenci dosa. Biarlah mata kita hanya tertuju kepada Kristus dan kita terus berlari mengejar keserupaan dengan-Nya, karena hanya dengan mempraktekan dan menghidupi Firman Tuhanlah, kita sedang mengumpulkan harta di kekekalan yang tidak akan ada yang dapat mengambil dan merusaknya!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu masih terus membangun manusia rohanimu sebagai bentuk mengumpulkan harta yang kekal? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, buatlah komitmen langkah praktis apa yang kamu mau lakukan untuk membangun manusia rohmu!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA

When you fast, don’t let it be obvious, but instead, wash your face and groom yourself and realize that your Father in the secret place is the one who is watching all that you do in secret and will continue to reward you openly.” –

Matthew 6:17-18 (TPT)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman roh kita sehingga kita mengerti esensi dalam berpuasa.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal berpuasa

6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Matius 6:16-18

REFLECTION

  1. Bagaimana seharusnya sikap kita ketika berpuasa? (Ayat 16-18)

DEVOTION

Puasa adalah salah satu tindakan iman kita, dengan kerelaan hati kita belajar untuk tidak memberi makan daging kita. Tetapi seringkali kita menjauh dari esensi puasa. Kita sering berpuasa hanya untuk menahan rasa lapar saja dalam jangka waktu tertentu karena tuntutan suatu acara yang diadakan oleh gereja, ketika kita melakukan ini, puasa kita tidak memiliki kuasa. Esensi dari puasa adalah ketika kita tidak memberi makan daging kita dan kita terus menerus membangun roh kita: berdoa, merenungkan Firman dan menyembah Tuhan. Tetapi kita sering lupa bahwa kunci utama puasa yang berkuasa adalah ketika kita membangun roh kita dengan cara bersekutu dengan Allah dan melepaskan setiap ikatan dosa yang melekat. Ketika berpuasa, kita sedang memperkuat roh kita untuk mengalahkan keinginan-keinginan daging (ego) kita. Saat roh kita menjadi kuat dan melahirkan iman, saat itulah puasa kita menjadi berkuasa. Puasa merupakan tindakan iman pribadi kita dengan Allah, sehingga Yesus mengajarkan supaya kita melakukannya dengan tersembunyi (tidak diketahui oleh siapapun) sehingga tujuan kita ketika berpuasa tetap murni dan tulus karena Kristus, bukan karena mencari penilaian baik dari manusia ataupun puji-pujian yang sia-sia. Dengan demikian, Bapa akan membalasnya kepada kita ketika kita tetap murni hati menjalankan puasa. Tuhan rindu untuk kita semakin membangun persekutuan kita dengan Dia melalui puasa yang kita ambil!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Lakukanlah doa puasa bukan karena ada suatu event tetapi karena kamu ingin mendekat kepada Allah di “tempat yang tersembunyi” tanpa ada orang yang mengetahui!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu dan buatlah komitmen bersama untuk membangun manusia roh melalui puasa!

0

07/2019 Juli, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA

But whenever you pray, go into your innermost chamber and be alone with Father God, praying to him in secret. And your Father, who sees all you do, will reward you openly

Matthew 6:6 (TPT)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita memiliki hati yang rindu untuk membangun perseku- tuan dengan Tuhan terus menerus melalui doa kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Hal berdoa

6:5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Matius 6:5-15

REFLECTION

  1. Hal apakah yang dilarang oleh Yesus pada saat kita berdoa? (Ayat 5)
  2. Bagaimana seharusnya sikap kita dalam berdoa? (Ayat 6-8)
  3. Doa apa yang Yesus ajarkan kepada kita? (Ayat 9-13)

DEVOTION

Doa adalah nafas kehidupan setiap kita sebagai orang percaya, tetapi banyak dari anak-anak Tuhan tidak sering berdoa. Orang Kristen yang tidak sering berdoa tidak akan memiliki pengalaman iman yang baru bersama dengan Tuhan. Doa bukanlah suatu ritual agamawi yang harus dijalankan tetapi doa menjadi hubungan intim kita dengan Bapa. Bapa mau jumpa dengan kita di dalam kamar. Kamar adalah ruangan yang paling privat yang di dalamnya terdapat keintiman. Yesus rindu untuk kita memiliki keintiman yang dalam dengan Bapa melalui doa kita. Menjadi diri apa adanya, tanpa menutupi suatu apapun, mengizinkan Yesus membongkar setiap hal yang ada di kedalaman kita. Sedalam dan seserius itu Yesus peduli terhadap hidup kita. Ketika kita membangun manusia roh melalui doa, sedang terjadi peperangan rohani antara roh dan daging kita, kita sedang memperkuat roh kita untuk menaklu- kan jiwa kita yang rusak karena kedagingan kita. Doa adalah Dialog Orang dengan Allah. Bapa di Surga adalah Bapa yang nyata dan Ia ingin terus berko- munikasi dengan kita, Ia ingin terus menyampaikan isi hati-Nya kepada kita, anak-anakNya. Bapa ingin mendengar seluruh isi hati kita sampai yang terda- lam karena Ia adalah Bapa yang begitu mengasihi kita. Mari kita semakin dalam membangun persekutuan kita dengan Tuhan melalui doa kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu suara Roh Tuhan yang berbicara kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Langkah praktis apakah yang akan kamu lakukan untuk terus membangun persekutuanmu dengan Bapa melalui doa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada teman kompakmu, kebenaran yang kamu dapatkan hari ini tentang doa dan bersepakatlah dengan teman kompakmu untuk bersama-sama semakin dalam lagi membangun persekutuan dengan Bapa melalui doa!

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 25NO NEW POSTS
Skip to toolbar