POSTS
PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-5, RENUNGAN, TOGA
Then David said to Saul, “let no man’s heart fail because of him; your servant will go and fight with this Philistine.”
1 Samuel 17 : 32 NKJV

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya hati kita dipenuhi oleh belas kasihan dari Bapa.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud tiba di medan pertempuran

17:12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.

17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.

17:14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.

17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

17:16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

17:17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: “Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu.

17:18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.

17:19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin.”

17:20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang.

17:21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan.

17:22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat.

17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.

17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.”

17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

17:27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: “Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia.”

17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

17:29 Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

17:30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.

17:31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.

17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

17:38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

17:39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

1 Samuel 17:12-39

REFLECTION

  1. Apa yang membuat Saul dan bangsa Israel menjadi tawar hati? (Ayat 16)
  2. Respon seperti apa yang Daud miliki? (Ayat 32-37)

DEVOTION

Cerita ini menjadi titik awal perjalanan Daud, bagaimana ia menghadapi Goliat yang membuat Saul bahkan seluruh bangsa Israel menjadi tawar hati karena rasa takut yang begitu besar. Bangsa Israel merupakan bangsa yang disertai oleh Tuhan sehingga mereka mampu memenangkan setiap pertempuran yang telah terjadi, tetapi ketika mereka menghadapi Goliat, mereka menjadi tawar hati dan meragukan penyertaan Tuhan terhadap mereka. Daud datang ke medan peperangan untuk menguatkan kembali kepercayaan bangsa Israel kepada Tuhan, Allah mereka. Daud datang karena ia tidak mau bangsa Israel menjadi tawar hati hanya karena menghadapi raksasa dimana seharusnya mereka mampu mengalahkan raksasa tersebut karena ada penyertaan Tuhan terhadap mereka. Daud mengerti hati Tuhan, sehingga ia bersedia untuk turun ke medan peperangan hanya untuk mengembalikan kepercayaan Saul dan bangsanya kepada Tuhan, hanya untuk men-taking care seluruh bangsa Israel sehingga mereka tidak berhenti mempercayai perkenanan Tuhan terhadap mereka. Daud rela untuk maju berperang dan mengalahkan Goliat untuk menunjukan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan menjaga dan memelihara mereka dengan begitu seriusnya.

Ketika kita mengerti dan mendapatkan hati Tuhan terhadap hidup kita, pasti kita akan rela untuk mulai belajar taking care kehidupan orang lain karena hati Tuhan adalah hati jiwa-jiwa. Biarlah kita dapat belajar untuk taking care hidup orang lain sama seperti Daud serius untuk taking care kehidupan seluruh bangsa Israel. Dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita terus menunjukan betapa kita care kepada keluarga, sahabat, teman komsel, pemurid, pemimpin dan orang-orang yang Tuhan tempatkan disekitar kita? Mulailah level up untuk tidak cuek dan menunjukkan kasih melalui menunjukan perhatian lewat hal yang sederhana kepada orang di sekitar kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji) Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamunhari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah ada orang-orang yang sedang kamu taking care? Apa yang telah kamu lakukan untuk mereka?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada teman kompak/ komselmu untuk kamu dapat level up untuk taking care hidup orang lain!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-5, RENUNGAN, TOGA
Look, this day your eyes have seen that the Lord delivered you today into my hand in the cave, and someone urged me to kill you. But my eye spared you, and I said, ‘ I will not stretch out my hand against my lord, for he is the Lord’s annointed.’
(1 Samuel 24 : 10 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus membuat hati kita dipenuhi oleh kasih-Nya sehingga kita dapat melakukan tindakan kasih kepada orang lain.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

24:1(24-2) Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.”

24:2(24-3) Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan.

24:3(24-4) Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.

24:4(24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.

24:5(24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;

24:6(24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.”

24:7(24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.

24:8(24-9) Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah.

24:9(24-10) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: “Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?

24:10(24-11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.

24:11(24-12) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.

24:12(24-13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

24:13(24-14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.

24:14(24-15) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!

24:15(24-16) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.”

24:16(24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.

24:17(24-18) Katanya kepada Daud: “Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.

24:18(24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.

24:19(24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.

24:20(24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.

24:21(24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.”

24:22(24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu gunung.

1 Samuel 24:1-23

REFLECTION

  1. Apa yang dilakukan oleh Saul? (Ayat 2-3)
  2. Respon seperti apa yang Daud miliki terhadap Saul? (Ayat 4-8)
  3. Perbuatan kasih apa yang Daud lakukan untuk Saul? (Ayat 11-16)

DEVOTION

Daud merupakan pahlawan gagah berani yang telah memenangkan begitu banyak pertempuran dengan bangsa-bangsa lain yang berusaha mengalahkan bangsa Israel. Tetapi diceritakan bahwa Saul menaruh kebencian terhadap Daud karena perkataan rakyat “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa” (1 Samuel 18:7) sehingga Saul terus menerus mencoba untuk membunuh Daud. Hingga tiba di kejadian dimana Saul masih mengejar Daud dan ia memasuki sebuah gua, tetapi ia tidak menyadari bahwa Daud dan orang-orangnya sedang duduk di bagian belakang gua itu. Ini merupakan kesempatan yang sangat besar untuk Daud membunuh Saul saat itu, untuk Daud membalas setiap perbuatan jahat yang Saul telah lakukan terhadapnya, bahkan prajurit Daudpun mengatakan “Tuhan telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik”.

Tetapi Daud tidak mengambil kesempatan ini untuk membalas Saul, Daud mengambil kesempatan ini untuk menunjukan kasih Bapa terhadap Saul. Daud tidak membunuh Saul, disaat ia sangat bisa untuk membunuh Saul. Daud tidak membiarkan rasa pahit dan kecewanya mengendalikan hidupnya, tapi ia bersungguh hati untuk memperlihatkan kasih Tuhan terhadap Saul. Seringkali kita berada di posisi Daud, ada kesempatan yang kita miliki untuk membalas orang yang telah bersalah terhadap kita, tapi biarlah kita dapat belajar melalui respon Daud, untuk kita hanya dikendalikan oleh kasih Tuhan yang sudah ada didalam kita sehingga kita mampu untuk menunjukkan kasih ini juga kepada orang lain bahkan kepada orang yang telah mengecewakan atau berbuat salah kepada kita sehingga mereka juga dalam mengalami betapa besar kasih Tuhan terhadap hidup mereka melalui kita.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah memperlihatkan kasih Tuhan kepada orang lain? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama teman komselmu, diskusikanlah stategi bersama yang dapat dilakukan untuk saling menunjukan kasih Tuhan di dalam komselmu!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-5, RENUNGAN, TOGA
Love is the most powerful force we have. Be Good to somebody that hasn’t been good to you.
Joel Osteen

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus semakin menyatakan kasih dan Firman-Nya kepada kita, sehingga muncul kerinduan untuk kita terus mengasihi orang lain.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

6:27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Matius 5:13-16

REFLECTION

  1. Prinsip apa yang Tuhan ajarkan kepada kita? (Ayat 27-31)
  2. Mengapa kita perlu untuk tetap mengasihi orang yang tidak berbuat baik kepada kita? (Ayat 35-36)

DEVOTION

Extra mile akan berbicara ketika kita melakukan lebih dari apa yang diminta ataupun lebih dari apa yang sudah kita mulai di awal perjalanan kita. Extra mile merupakan bukti kita level up. Seringkali kita sebagai anak-anak Tuhan tidak memiliki kualitas hati yang lebih baik daripada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan di dalam melakukan tugas dan pekerjaan kita. Seringkali kita hanya menyajikan hal yang “seadanya” bahkan kurang dari yang diminta. Hal ini tidak memperlihatkan kualitas hati seorang murid Kristus. Kristus adalah pribadi yang “all out” dalam melakukan segala sesuatu bahkan sampai ia rela untuk memberikan nyawanya adalah bukti bahwa Yesus memiliki spirit of excellent.

Sikap hati seperti inilah yang harus kita miliki di dalam melakukan tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sehari-hari. Orang yang “all out” di dalam melakukan segala sesuatu tidak akan pernah kehilangan upah yang terbaik baginya. Namun sebaliknya, orang yang melakukan tugas dan tanggungjawabnya tidak dengan “extra mile” tidak akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar. Exra mile juga dapat berbicara dalam sebuah hubungan dan tindakan kasih yang nyata kepada orang lain. Tuhan menyatakan kasih-Nya kepada kita “all out” dan “extra mile” sehingga karena hal itu hati kita menjadi terpaku dan tersentuh oleh kasih-Nya yang “all out”. Ketika kita mempraktekan kasih yang “all out” kepada orang lain, maka orang lain akan tersentuh dan ikut mengalami betapa besarnya kasih Kristus baginya. Lakukanlah tindakan kasih yang “all out” dan “extra mile” kepada orang di sekitar kita sehingga mereka dapat melihat Kristus nyata dalam diri kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah melakukan extra mile untuk orang lain? Ceritakanlah! Jika belum, mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada komunitas sepakatmu.

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-5, RENUNGAN, TOGA
The love of a family is life’s greatest blessing.
Unknown

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Kristus semakin dinyatakan di dalam keluarga kita melalui keteladanan yang kita berikan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Matius 5:13-16

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

1 Timotius 5:8

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

Kolose 3:20

REFLECTION

  1. Apa yang menjadi identitas kita? (Ayat 13-14)
  2. Apa yang dikatakan ketika kita tidak memelihara sanak saudara dan seisi rumah kita? (1 Timotius 5:8)
  3. Hal apa yang indah di dalam Tuhan? (Kolose 3:20)

DEVOTION

Tetapi seringkali yang terjadi adalah kita terus menerus pelayanan di gereja ataupun menjadi teladan di sekolah/ kampus/ kantor kita, dan kita lupa untuk menyatakan Kristus di keluarga kita. Menjadi garam dan terang dunia, perlu kita mulai dari orang tua dan saudara-saudara kita, bahkan dikatakan bahwa ketika kita mentaati orang tua kita, ini adalah hal yang indah di dalam Tuhan. Orang tua dan saudara – saudara kita adalah orang-orang yang tidak dapat kita pilih, mereka adalah orang-orang yang Tuhan tempatkan secara khusus di dalam hidup kita.

Mereka mungkin masih jauh dari sempurna, tapi mereka adalah orang-orang yang ada untuk mendukung, memelihara dan menjaga kita dari sejak kita masih kecil. Oleh sebab itu, marilah bersama-sama kita belajar untuk mengutamakan keluarga kita dengan perlahan belajar menjadi teladan dimulai dari hal-hal yang sederhana untuk menyatakan bahwa Tuhan hidup di dalam diri kita sehingga melalui hidup kita, orang tua dan saudara – saudara kita pun dapat mengalami bahwa Tuhan begitu nyata dan hidup. Mulailah dari langkah awal, yaitu berdoa supaya kita mendapatkan hati terlebih dahulu untuk menjangkau keluarga kita, setelah itu tunjukanlah kasih dan teladan Kristus melalui pribadi kita. Kasih dan teladan dapat diberikan melalui hal yang sederhana seperti membantu orang tua, memberikan gift kepada saudara, menolong kebutuhan keluarga dan perbuatan-perbuatan kasih lainnya. Yuk level up mulai dari hal yang sederhana dilakukan di keluarga!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apa yang kamu sudah lakukan terhadap keluargamu? Ceritakanlah!
    Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah apa saja yang kamu mau lakukan untuk menjadi teladan di keluargamu kepada teman komselmu!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-5, RENUNGAN, TOGA
Menerima kasih karunia berarti menerima janji untuk memberikannya kepada orang lain juga
Max Lucado

M1

MENERIMA FIRMAN

Datanglah kepada Tuhan bukan dengan perasaan dan kondisimu saat ini melainkan dengan kerendahan hati untuk mengalami kasih mula-mula.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

13:7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

13:8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

13:10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

13:19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.

13:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Yohanes 13:1-20

REFLECTION

  1. Apa yang Yesus lakukan kepada para murid-Nya? (Ayat 4-5)
  2. Teladan apa yang Yesus telah berikan kepada kita? (Ayat 13-17)

DEVOTION

Bicara tentang melayani orang lain, perenungan kita hari ini tidak akan pernah dapat terlewatkan. Yesus yang adalah Tuhan dan Guru, memberikan kita teladan yang begitu nyata. Yohanes 13 mencatat peristiwa di malam terakhir sebelum kematian Yesus. Ia dan para murid-Nya berkumpul di sebuah ruangan untuk merayakan paskah. Cerita ini dimulai dengan sebuah pernyataan “Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah” (Ayat 3). Yesus tau bahwa diri-Nya adalah Anak Allah. Ia menyadari identitas-Nya dan otoritas-Nya, tetapi Yesus memilih untuk menanggalkan jubah-Nya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Yesus sangat mengetahui bahwa semua otoritas adalah milik-Nya, tetapi Ia lebih memilih untuk menunjukan teladan nyata tentang kerendahan hati kepada setiap kita.

Ia menukar jubah-Nya dengan selendang seorang hamba, merendahkan diri-Nya sampai berlutut dan membasuh setiap kaki para murid-Nya, tidak terlewatkan seorangpun; Ia tidak melewatkan Petrus yang berhenti mempercayai Yesus di tengah badai, Filipus yang meragukan mukjizat yang dibuat oleh Yesus bahkan Yudas yang akan menjual Yesus. Jika kita telah menerima kasih karunia ini, artinya kita telah menerima janji untuk dapat melakukannya kepada orang lain juga. Tetapi jika kita belum bersedia untuk melayani orang lain, biarlah kita mengalami terlebih dahulu bahwa Yesus telah melayani kita dengan begitu seriusnya; Ia telah membasuh kaki kita – Ia telah menukarkan nyawa-Nya di atas kayu Salib supaya kita menjadi bersih, sehingga dengan perlahan kita akan mulai bersedia untuk merendahkan hati dan melayani orang lain sama seperti teladan yang Yesus sudah berikan kepada kita.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah dirimu telah merendahkan hati dan melayani orang lain?
    Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, ceritakanlah hal apa saja yang mau dirimu lakukan untuk dapat saling melayani!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA
Let us not love with words but with actions and truth –
1 John 3 : 18

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya hati kita dipenuhi oleh belas kasihan dari Bapa untuk dapat menjangkau dan memberkati orang-orang di sekitar kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Roh Kudus dijanjikan

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Yesus terangkat ke sorga

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Kisah Para Rasul 1:1-11

REFLECTION

  1. Hal apakah yang Yesus lakukan setelah penderitaan-Nya? (Ayat 3)
  2. Setelah kita dipenuhi oleh Roh Kudus, hal apakah yang Tuhan rindukan untuk kita lakukan? (Ayat 8)

DEVOTION

Yesus memanggil kita untuk menjadi saksi-Nya dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Yerusalem berbicara orang-orang yang paling dekat dengan kita seperti keluarga dan sahabat kita, Yudea berbicara tempat dimana kita tinggal dan beraktivitas seperti lingkungan dan sekolah kita, Samaria berbicara suku-suku dan daerah-daerah yang ada di bangsa kita, sedangkan ujung bumi berbicara bangsa-bangsa. Tuhan rindu kita menjadi berkat dan saksi sampai ke bangsa-bangsa. Kita harus memiliki visi yang besar untuk dapat melayani Tuhan sampai ke bangsa-bangsa.

Tentu kita tidak mampu untuk melakukannya tanpa kuasa dan tuntunan Roh Kudus dalam hidup kita, namun satu janji yang pasti adalah ketika kita rela untuk dipakai oleh TUhan menjadi berkat, kita pasti akan dibawa Tuhan sampai ke bangsa-bangsa untuk menjadi saksi Kristus. Mungkin hari ini kita belum memiliki kesempatan untuk pergi perjalanan misi ke suku dan bangsa-bangsa, namun ada hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi saksi Kristus adalah dengan kita mulai menceritakan Yesus kepada orang lain disekitar kita, memberikan sebagain uang kita untuk pekerjaan misi di suku-suku yang ada, dan membawa keluarga, sekolah/ tempat kerja, suku-suku dan bangsa kepada Tuhan lewat doa kita secara pribadi. Mulailah memiliki hati Tuhan bagi orang-orang yang memerlukan kasih Kristus.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Hal apakah yang akan kamu lakukan bagi:
    a. Yerusalem (Keluarga/ Sahabat):
    b. Yudea (Sekolah/ tempat kerja):
    c. Samaria (suku-suku di bangsamu):

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah berkat yang kamu terima dari firman hari ini dalam grup komselmu!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA
Being a disciple of Jesus Christ is not an effort of once a week or once a day. It is an effort of once and for all.
(Dieter F. Uchtdorf)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya hati kita dipenuhi oleh belas kasihan dari Bapa untuk kita dapat memenangkan jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Yesus.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Perintah untuk memberitakan Injil

28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Matius 28:16-20

REFLECTION

  1. Hal apakah yang Yesus perintahkan kepada kita? (Ayat 19-20)
  2. Apakah yang Yesus janjikan kepada kita? (Ayat 20b)

DEVOTION

Ketika kita hidup dalam Yesus, hidup kita bukanlah miliki kita lagi melainkan milik Yesus. Yesus merindukan untuk kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri. Sama seperti Yesus datang ke dunia bukan untuk kepentingan diri-Nya sendiri melainkan untuk melakukan kehendak Bapa-Nya untuk mencari yang terhilang. Demikian pula dengan kita, Yesus menghendaki supaya hidup kita bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang lain. Yesus memerintahkan kita untuk pergi mencari yang terhilang dan membawa mereka kepada Bapa untuk diselamatkan. Tuhan merindukan untuk kita pergi supaya dapat meninggalkan jejak yang baik dan bermakna dalam kehidupan orang lain.

Saya teringat ketika suatu saat hidup saya suam-suam kuku dan tidak berbuah, suatu ketika pemimpin saya berkata kepada saya: “Apakah kamu sudah meninggalkan jejak yang baik dalam hidup orang lain disekitarmu? Apakah hidup kamu sudah bermakna bagi orang lain? Apakah kehadiranmu dalam hidup orang lain sudah membawa mereka kepada keselamatan dan kasih yang sejati?”. Pertanyaan itu membuka mata saya dan membuat saya menyadari bahwa hidup saya bukanlah tentang saya tetapi tentang seberapa banyak orang-orang disekitar kita dapat merasakan kasih Bapa dalam hidupnya. Pertanyaan itu mengubah hidup saya dan membuat saya hari ini mampu semakin bertumbuh di dalam membawa orang kepada Yesus (KM). Seberapa banyak orang lain sudah menjadi percaya kepada Yesus melalui hidupmu?

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Siapakah orang yang akan kamu ajak untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah siapakah orang yang akan kamu bawa untuk mengenal Yesus kepada teman kompakmu dan berdoalah Bersama untuk orang tersebut dapat mengenal Yesus!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA
You say, “food for the stomach and the stomach for food, and God will destroy them both.”
1 Corinthians 6 : 13a

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi semakin peduli dengan kesehatan kita, karena kesehatan kita pun adalah persembahan yang bisa kita berikan kepada Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

1 Korintus 6:12-20

REFLECTION

  1. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang tubuh?

DEVOTION

Tubuh kita adalah bait Allah, tempat dimana Roh-Nya tinggal dan berdiam. Tetapi seringkali kita memperlakukan tubuh kita dengan tidak bijaksana dan tidak seharusnya: kita makan makanan yang tidak sehat/ tidak bergizi, tidak berolahraga, merokok, dan tidak mengatur jam tidur dengan baik. Bagaimana cara kita mengasihi, merawat, dan menghargai tubuh kita menggambarkan bagaimana kita menghormati diri kita sebagai tempat kediaman Roh Tuhan. Tubuh kita adalah persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Kita tidak mengejar atau mengikuti pandangan dunia tentang kesempurnaan tubuh, namun kita perlu mensyukuri tubuh pemberian Tuhan dengan cara merawatnya. Allah akan semakin maksimal bekerja di dalam kita apabila kita memiliki tubuh dan jiwa yang sehat.

Apabila kita menyadari bahwa tubuh kita adalah tempat kediaman Allah, kita tidak akan mengizinkan tubuh kita dirusak oleh obat-obatan dan asap rokok. Kita perlu memiliki pengendalian diri, bukan hawa nafsu yang membuat kita makan makanan yang tidak sehat hanya untuk memuaskan lidah. Mengatur kecukupan jam tidur dan istirahat juga adalah bentuk kita merawat tubuh kita. Dengan memiliki pola hidup yang terjaga, tentu kita akan memiliki umur yang panjang dan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita level up dengan memelihara kesehatan tubuh kita. Tubuh kita di dunia adalah sarana kita untuk dapat melayani dan memuliakan Tuhan. Buatlah rencana untuk kamu level up di dalam kesehatan!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan telah mempraktekannya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apa yang menjadi komitmen dan langkah praktis yang akan kamu lakukan untuk menjaga kesehatan tubuhmu!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA
Don’t let your emotions be your decisions maker. Stop and pray, let God lead you. He can change everything
(Unknown)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menuntun kita dalam membaca dan merenungkan Firman agar kita senantiasa menyerahkan jiwa dan emosi kita untuk diperbaharui dan disembuhkan setiap harinya.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.

5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.

5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Galatia 5:1-25

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mazmur 1:1-3

REFLECTION

  1. Apa yang telah Kristus lakukan bagi kita? (Galatia 5:1-2)
  2. Apa yang menjadi perbuatan daging dan apa yang menjadi buah Roh?

DEVOTION

Ketika kita menerima keselamatan, seketika itu juga roh kita digantikan menjadi Roh yang baru, namun jiwa dan tubuh kita masih tidak sempurna dan terbatas. Roh adalah penurut, tetapi daging lemah. Jiwa dan tubuh kita dipengaruhi oleh banyak kejadian dan pengalaman di masa lalu. Kesehatan emosi kita adalah salah satu permasalahan jiwa kita (galau, moody, baper, merasa tidak berharga, loneliness, amarah yang meledak-ledak, dan lain-lain). Seringkali jiwa kita menghasilkan perbuatan-perbuatan yang cemar walaupun sebenarnya kita tidak ingin berbuat seperti itu, sehingga kita perlu membiasakan diri untuk kita terus menerus dibersihkan dan diperbaharui oleh kebenaran Firman Tuhan supaya perbuatan daging kita digantikan dengan buah Roh.

Surat jemaat Galatia menggunakan kata “buah Roh” – untuk menghasilkan buah, perlu ada akar yang tertanam kuat pada sumber kebenaran. Pohon tidak pernah memaksakan dirinya untuk berbuah, ia hanya perlu konsisten menyerap nutrisi (kebenaran) yang ia perlukan hingga tanpa perlu dipaksakan pun, pasti ia akan berbuah dengan sendirinya. Sama seperti kehidupan kita, ketika kita terus menerus menerima Firman dan taat melakukannya, pasti hidup kita akan berbuah termasuk kesehatan emosional kita juga akan disembuhkan dan dipulihkan. Yuk bersama-sama kita melekat dengan Firman yang adalah sumber kehidupan kita, sehingga kita dapat semakin dipulihkan dan bertumbuh di dalam kesehatan jiwa (emosi) kita.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Bagaimana kondisi kesehatan emosionalmu saat ini? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada komunitas sepakatmu!

0

05/2019 Mei, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA
It’s your responsibility to do what God told you to do… not to worry about the outcome
(Joyce Mayer)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat menyatakan Kristus melalui tanggung jawab yang kita lakukan di dalam keseharian kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

12:1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.

12:2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.

12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

12:15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:16 Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

1 Korintus 12:1-31

REFLECTION

  1. Apa yang Roh berikan kepada tiap-tiap orang? (Ayat 7-11)
  2. Bagaimana seharusnya sikap masing-masing anggota tubuh? (Ayat 22-26)

DEVOTION

Sebagai anggota tubuh Kristus, Roh Kudus memberikan kita karunia masing-masing dengan tujuan supaya kita dapat lebih lagi membangun tubuh-Nya. Karunia-karunia tersebut bukanlah senjata untuk kita saling membandingkan atau memegahkan diri, namun bertujuan untuk mempesatukan seluruh tubuh Kristus. Demikian juga dengan setiap kita sebagai orang percaya, Roh Kudus memberikan kita karunia dan kita perlu belajar memfungsikannya sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada Tuhan. Bertanggungjawab artinya menyadari dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, mengusahakannya agar berbuah dan mengembalikannya untuk kemuliaan Tuhan.

Kita perlu bertanggung jawab dalam kehidupan kita di sekolah, keluarga, komsel serta dalam pelayanan kita entah kita dilihat orang lain atau tidak. Seringkali justru sebagai orang percaya kita terlihat tidak bertanggung jawab bahkan untuk hal-hal yang sederhana. Kesetiaan dan tanggung jawab dari hal kecil yang tidak dilihat orang akan membawa kita kepada tanggung jawab yang lebih besar. Ketika kita seringkali membayangkan tanggung jawab yang besar, sudahkah kita belajar untuk tetap setia pada peran kecil yang juga diberikan oleh Tuhan?

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah yang menjadi karuniamu? Sudahkah kamu mempertanggung jawabkan hal tersebut dengan maksimal? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komselmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat menjadi semakin bertanggungjawab setiap saatnya!

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 4NO NEW POSTS
Skip to toolbar