PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

To God, our journey is just as important as our destination

Beth Moore

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti dan menerima insight serta kita memiliki hati yang lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan melalui teladan Musa.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Musa lahir dan diselamatkan

2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;

2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

2:4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

2:7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?”

2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.

2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Musa membela bangsanya Ia lari ke tanah Midian

2:11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.

2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”

2:14 Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”

2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

2:16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.

2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.

2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?”

2:19 Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.”

2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.”

2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

2:22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.”

Musa diutus TUHAN

2:23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.

2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

2:25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

3:6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

3:16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.

3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.

3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.

3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,

3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”

4:1 Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?”

4:2 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”

4:3 Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya” –Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya

4:5–“supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.”

4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu.” Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.

4:7 Sesudah itu firman-Nya: “Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.” Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.

4:8 “Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua.

4:9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.”

4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”

4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”

4:13 Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.

4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.

4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”

Keluaran 2:1-4:17

REFLECTION

  1. Apa yang menyebabkan Musa membunuh orang Mesir yang menyiksa orang Israel? (Keluaran 2:11-15)
  2. Apa akibat dari tindakan Musa? (Keluaran 2:15-25)
  3. Bagaimana kehidupan Musa setelahnya sampai ia bertemu dengan Tuhan dalam rupa semak api? (Keluaran 3:1-4:17)

DEVOTION

Musa telah menyadari bahwa hidupnya perlu menjadi dampak dan menyatakan kebenaran bagi sekitarnya sejak masa mudanya sebagai pangeran Mesir. Musa tidak bersukacita atas ketidakadilan dan aniaya yang terjadi atas bangsanya. Musa taat kepada Firman yang Allah sampaikan di dalam hatinya dan inilah yang membawa Musa mengalami proses pemurnian dan pendewasaan sebelum benar-benar sampai pada misi yang Allah ingin percayakan. Musa perlu melewati 40 tahun melepaskan semua atribut pangeran dan kenyamanannya. Musa sudah dipersiapkan sejak lama untuk mampu mempercayai tuntunan tiang awan dan tiang api di padang gurun. Kesetiaan dan kelemahlembutan hati Musa memberi kesempatan untuk Allah menuntun fase-fase kehidupannya. Mengubah Musa yang tidak pandai bicara menjadi seorang pemimpin atas sebuah bangsa. Ada hubungan yang kuat antara lamanya seseorang diproses dan besarnya tanggung jawab yang akan ia terima. Tuhan meletakkan tuntunan dari Firman di hati setiap manusia untuk melakukan kehendak Bapa dan memuliakan nama-Nya. Perjalanan mentaati tuntunan Tuhan tersebut beriringan dan tak dapat dilepaskan dari perjalanan iman untuk serupa dengan Kristus. Seringkali kita hanya berfokus pada pencapaian kita. Namun pada akhirnya yang paling berharga bukanlah pencapaian kita lagi, melainkan keserupaan dengan Kristus itu sendiri. Spirit inilah yang perlu kita terus pelihara untuk dapat membangun manusia Roh kita setiap harinya.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah memiliki kerelaan untuk diproses serupa Kristus lebih daripada apapun? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus dipimpin oleh Roh dan mengejar keserupaan dengan Kristus!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
Let us throw off everything that hinders and the sin that so easily entangles. And let us run with perseverance the race marked out for us
(Hebrew 12 : 1 NIV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah dalam bahasa roh supaya hati kita dengan Roh Tuhan dapat terkoneksi dengan kuat dalam doa sehingga kita mengerti dan turut melakukan segala kehendak dan isi hati-Nya.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf menghiburkan hati saudara-saudaranya

50:15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya.”

50:16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: “Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:

50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.

50:18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: “Kami datang untuk menjadi budakmu.”

50:19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?

50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Kejadian 50:15-21

Nasihat supaya bertekun dalam iman

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ibrani 12:1-2

REFLECTION

  1. Apa yang menjadi ketakutan saudara-saudara Yusuf? (Ayat 15)
  2. Bagaimana respon Yusuf? (Ayat 19-21)
  3. Apa yang perlu kita tanggalkan dan kita tekuni? (Ibrani 12:1-2)

DEVOTION

Ketika kita berjalan mengikut Yesus, kita perlu terus menerus menanggalkan setiap dosa dan beban yang merintangi perjalanan kita dalam mengikut Yesus, sehingga kita dapat terus melangkah maju dengan mata yang tertuju kepada Kristus yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Masuk ke dalam cerita akhir perjalanan Yusuf, kita dapat melihat bahwa Yusuf terus menanggalkan setiap dosa dan beban yang merintangi perjalanannya. Dosa dan beban bukanlah Firman Tuhan, sehingga kita harus “membuangnya dan menanggalkannya” supaya kita dapat mengarahkan diri kita terus menerus kepada Yesus dan Firman-Nya. Ada begitu banyak hal-hal yang menyakitkan terjadi di dalam hidup Yusuf, ia bisa mengambil setiap kesedihan atau rasa kecewa yang ada sebagai beban dalam kehidupannya dan berbuah menjadi dosa, tetapi Yusuf memilih untuk menanggalkan setiap pikiran dan perasaannya yang bukan daripada Firman dan terus berjalan untuk taat kepada Firman sehingga kita dapat melihat respon Yusuf yang bahkan membuat saudara-saudaranya juga mengalami bahwa Yusuf berbeda daripada mereka semua. Sekalipun begitu banyak hal menyakitkan yang terjadi, tetapi Yusuf semakin kuat dalam roh untuk terus melihat bahwa ada kebaikan dan hari depan yang penuh dengan harapan ketika ia mempercayai Tuhan, Allahnya. Tuhan terlebih mampu mengubah setiap kesesakan kita menjadi kebaikan. This is literally what will happen, when time comes.. God turns our crying into dancing! Bagian kita adalah terus berjalan dengan menanggalkan setiap beban dan dosa yang ada, serta terus menguatkan manusia roh kita lewat Firman yang kita baca dan hidupi, sehingga kita akan melihat bahwa Tuhan mampu menyatakan kebesaran-Nya terhadap orang-orang disekitar kita melalui diri kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Dosa dan beban apa yang masih merintangi perjalananmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling terbukalah dosa dan beban apa saja yang sulit untuk dirimu tanggalkan!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
The bible’s messages is that you are matter to God, our response is that God should matter to us
(Dillon Burroughs)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman roh kita sehingga kita memiliki kualitas hati yang takut akan Tuhan dan mengandalkan Tuhan sepenuh waktu sebagai bukti pimpinan Roh Allah pada kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf di rumah Potifar

39:1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.

39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,

39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

39:7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”

39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,

39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.

39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

39:13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,

39:14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.

39:15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”

39:16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.

39:17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: “Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.

39:18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”

39:19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.

39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Kejadian 39:1-23

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi kepada Yusuf? (Ayat 1-5)
  2. Proses pembentukan apa yang dialaminya? (Ayat 7-20)
  3. Hal apa yang terjadi ketika Yusuf berada di penjara? (Ayat 21-23)

DEVOTION

Kembali kepada kisah Yusuf, salah satu saksi iman yang besar. Mengikuti proses Yusuf membangun manusia roh dari awal kehidupannya hingga ia berada di tanah Mesir, bukanlah suatu perjalanan yang mudah, tetapi menjadi perjalanan yang sangat menyesakan. Yusuf bisa memilih untuk berespon tidak baik, ia bisa menjadi marah dan kecewa, tetapi ia memutuskan untuk memilih berespon taat kepada Firman setiap saatnya. Yusuf memiliki suatu kualitas hati mengandalkan Tuhan sepenuh waktu dan Tuhan memegang perjanjian-Nya terhadap Yusuf. Kualitas rohani inilah yang membuat Firaun menyadari bahwa Yusuf adalah orang yang berbeda, orang yang disertai Tuhan sehingga apapun yang ia kerjakan menjadi berhasil. Tetapi perjalanan Yusuf tidak berhenti sampai di titik ini, ada proses pembentukan yang harus sekali lagi Yusuf alami, berada di dalam penjara karena sesuatu yang sama sekali tidak ia perbuat. Penjara menjadi titik terendah dalam kehidupannya, ia dapat membuktikan diri bahwa ia tidak bersalah, tetapi ia memilih untuk tidak buktikan itu dan hanya mempercayai serta mengikuti rencana Tuhan. Ia memilih untuk membangun manusia rohnya di dalam penjara dan tetap melakukan yang terbaik, ia memilih untuk terus menerus mempercayai Tuhan di tengah situasi dan kondisi yang tidak baik, ia memilih untuk tetap berespon taat kepada Firman setiap waktunya, memilih untuk mempercayai bahwa Tuhan terlebih mampu dan terlebih sanggup untuk mengeluarkan dirinya dari penjara serta membawa kehidupannya terbang tinggi. Biarlah kita memiliki kualitas hati yang sama seperti Yusuf untuk kita terus menerus membangun manusia roh kita untuk taat kepada Firman setiap saatnya sekalipun situasi kondisi begitu menyesakan karena Tuhan adalah Allah yang dapat kita percayai, sepenuh waktu!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah dirimu sudah berespon Firman setiap saatnya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
To trust in God in light is nothing, but trust Him in the dark – that is faith
(C.H. Spurgeon)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita memiliki hati yang dipenuhi oleh Firman setiap waktu sehingga kita dapat terus menerus mempercayai Tuhan di setiap musim kehidupan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf dan saudara-saudaranya

37:1 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.

37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun–jadi masih muda–biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

37:6 Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:

37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”

37:8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.

37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”

37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”

37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Yusuf dijual ke tanah Mesir

37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.

37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: “Ya bapa.”

37:14 Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.” Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem.

37:15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: “Apakah yang kaucari?”

37:16 Sahutnya: “Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?”

37:17 Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.

37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!

37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”

37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “Janganlah kita bunuh dia!”

37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia” –maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.

37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.

37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?

37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,

37:30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”

37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: “Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?”

37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam.”

37:34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.

37:35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!” Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.

37:36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.

Kejadian 37:1-36

REFLECTION

  1. Apa yang direncanakan oleh saudara-saudara Yusuf? (Ayat 18-20)
  2. Bagaimana respon Ruben? (Ayat 21-22)

DEVOTION

Cerita hari ini adalah titik awal perjalanan Yusuf, seseorang yang sangat penting dan diubahkan menjadi orang besar di Mesir. Tidak ada kesalahan yang ia perbuat, tetapi ia begitu dibenci oleh saudara-saudaranya karena ia mendapat kasih dari Yakub, ayahnya. Melihat dan mengikuti perjalanannya dalam menghadapi kebencian saudara-saudaranya, bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi Yusuf tetap tulus mengasihi saudara-saudaranya, hingga ia rela mencari mereka ketika mereka sedang mengembalakan kambing domba untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Ketulusan dan kemurnian Yusuf pun dibalas dengan saudara-saudaranya mengambil jubahnya, melemparkannya ke dalam sumur bahkan menjualnya. “Sangat tidak adil”, seharusnya kalimat inilah yang keluar dari Yusuf, tetapi ia memilih untuk diam dan tidak berkata-kata sedikitpun sehingga ia tetap mengasihi saudara-saudaranya. Yusuf mengenal siapa Tuhan, Allahnya. Ia menyadari bahwa Tuhan terlebih mampu untuk menolong kehidupannya dari kejahatan yang diperbuat oleh saudara-saudaranya, ia melepaskan setiap ekspektasi dan keinginannya untuk membalas serta mengikuti rencana Tuhan yang sudah disiapkan untuk Yusuf dengan kerelaan hati. Ia terus menerus menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan dan turut serta untuk berjalan di dalam kehendak-Nya yang sudah ditetapkan di dalam hidup Yusuf. Apa yang menjadi respon kita ketika menghadapi setiap musim kehidupan yang silih berganti? Apakah kita dapat terus menerus mempercayai Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita sama seperti Yusuf? Yusuf membangun kehidupan manusia rohnya di dalam kepercayaan kepada Tuhan yang tidak terlihat. Mulailah belajar untuk mempercayai Tuhan dan bersedialah untuk berjalan bersama-sama Tuhan di dalam rancangan-rancangan yang Tuhan sudah siapkan di dalam kehidupan kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu mempercayai Tuhan di setiap musim kehidupanmu? Apakah kamu mau berjalan di dalam rancangan-Nya untuk hidupmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada pemuridmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
So Abraham took the wood of the burnt offering and laid it on Isaac his son; and he took the fire in his hand, and a knife, and the two of them went together
(Genesis 22:6 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti dan menerima insight serta kita memiliki hati yang lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan lewat teladan Ishak.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Kejadian 13: 1-18

REFLECTION

  1. Apakah yang hendak dilakukan Abraham terhadap Ishak? Bagaimana respon Ishak ketika mengetahui dirinya hendak dipersembahkan? (Ayat 6-10)

DEVOTION

Ishak menyadari bahwa dirinyalah yang akan dipersembahkan oleh Abraham. Sebab pada masa itu, mempersembahkan anak sendiri sebagai ritual agama kepada dewa-dewi adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Meskipun begitu, ia tetap ikut menyelesaikan perjalanan menuju gunung Moria selama tiga hari. Ishak percaya bahwa apa yang dikerjakan bapanya, Abraham, tidak akan membawa kecelakaan baginya. Ishak percaya kepada Abraham seperti Abraham percaya bahwa TUHAN mengerti hati dan menyediakan kebutuhannya. Kita seringkali sulit mempercayai arahan yang diberikan oleh bapa rohani kita. Kecurigaan dan rasa tidak percaya itulah yang akan berbuah menjadi tindakan memberontak atau bahkan lari dari TUHAN. Sebagai anak rohani kita perlu menyadari bahwa bapa rohani yang TUHAN tempatkan bagi kita adalah otoritas yang diurapi dan diperlengkapi dengan hikmat dari TUHAN. Kita perlu meneladani sikap hati Ishak yang tunduk dan taat sampai akhir, walaupun apa yang ia lihat dapat menjadi alasan yang kuat untuk tidak mempercayai Abraham. Agar mampu taat, setiap kita perlu mempercayai Roh Kudus yang ada di dalam pemimpin/ bapa rohani kita dalam menuntun kita. Ketaatan akan menjaga hidup kita dan membawa pertumbuhan. Tetapi untuk dapat mempercayai Roh Allah dan pimpinan yang ada di dalam bapa rohani kita, kita perlu terlebih dahulu terbiasa untuk terus membangun manusia Roh kita.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah dirimu sudah sepenuhnya mempercayai arahan yang bapa rohanimu berikan dalam hidupmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
True biblical love is a selfless commitment of one’s body, soul, and spirit to the betterment of other person.
(Jim George)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham untuk bertahan dalam pengujian iman.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Abram dan Lot berpisah

13:1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.

13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,

13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.

13:5 Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.

13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”

13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. –Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —

13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.

13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Kejadian 13: 1-18

REFLECTION

  1. Hal apakah yang terjadi pada Abram dan Lot? (Ayat 1-7)
  2. Bagaimanakah respon Abraham? (Ayat 8-9)
  3. Apakah janji Tuhan kepada Abram? (Ayat 14-18)

DEVOTION

Satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Abram dan Lot adalah bagaimana Abram tidak mempertahankan apapun sebagai haknya yang harus tetap diperolehnya. Lot dengan egonya mengambil seluruh Lembah Yordan yang banyak airnya untuk menjadi daerahnya, meskipun daerah itu terlihat baik untuk diambil oleh Lot, tetapi Lot tetap memilih tanah yang terlihat baik itu meskipun dekat dengan kota Sodom yang orang-orangnya jahat dan berdosa dimata Tuhan. Sebaliknya, Abram tidak mempertahankan hal yang terlihat baik dalam pandangan mata tetapi berserah dan menyerahkan haknya untuk memilih yang baik dengan diam di negeri yang ditinggalkan Lot. Karena penyerahan hak Abram, Allah justru memberikan janji yang besar kepada Abram. Adalah mungkin apabila Abram memilih daerah yang dipilih oleh Lot, Abram tidak mendapat janji Tuhan, tetapi karena penyerahan haknya kepada Tuhan meskipun Ia tidak melihat daerah yang ada padanya baik, Abram malah mendapatkan janji Tuhan yang besar. Kualitas hati untuk menyerahkan hak adalah buah yang dimiliki oleh orang yang membangun manusia rohnya. Orang yang dikuasai oleh daging akan memilih apa yang terlihat baik oleh mata, tetapi orang yang dipimpin oleh Roh akan mampu melihat segala keadaan dapat diubah Tuhan menjadi baik. Kita tidak perlu mempertahankan sesuatu yang menurut kita baik, karena Allah terlebih tahu mana yang paling baik untuk diberikan pada kita. Berserahlah kepada Allah dan berlakulah setia kepada Allah, karena Ia akan memberikan apa yang baik padamu meskipun secara kelihatan mata apa yang kita miliki tidak terlihat baik. Allah adalah Allah, Ia mampu melakukan segala hal yang mustahil. Bangunlah manusia roh kita supaya kita dapat melihat Tuhan bekerja mengalahkan kemustahilan dan kekeringan menjadi hujan dan keterpurukan menjadi yang terbaik. Orang yang membangun manusia roh akan dapat melihat dengan mata rohaninya sesuatu yang besar melampaui keadaan kering sekalipun.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita memiliki kekuatan roh untuk dapat taat kepada Tuhan walaupun berat? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama teman kompakmu, buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
And Abraham said, “My son, God will provide for Himself the lamb for a burnt offering.” So the two of them went together
(Genesis 22:8 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham untuk bertahan dalam pengujian iman.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Kejadian 22:1-19

REFLECTION

  1. Hal apakah yang Tuhan perintahkan kepada Abraham? (Ayat 1-2)
  2. Bagaimanakah respon Abraham kepada Tuhan? (Ayat 3-14) Mengapa Abraham berani mempersembahkan Ishak? (Ibrani 11:17-19)
  3. Apakah janji Tuhan kepada Abraham? (Ayat 15-19)

DEVOTION

Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang begitu banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit melalui Ishak tetapi sampai suatu ketika Allah meminta kembali Ishak dari Abraham. Sebuah pengujian yang besar dan bertubi-tubi dari Allah kepada Abraham. Bagi orang yang tidak memiliki kekuatan roh, mungkin Tuhan sedang mempermainkan dirinya tetapi bagi Abraham yang memiliki kekuatan spiritual pencobaan ini tidak menggoncangkan dirinya. Tanpa kompromi Abraham menyerahkan Ishak kepada Allah. Abraham sanggup menyerahkan Ishak kepada Allah karena kekuatan rohaninya dalam melihat sanggup menembus dunia roh. Abraham berani mempersembahkan (membunuh) Ishak karena Ia percaya bahwa pekerjaan roh akan terjadi yaitu bahwa Allah akan sanggup membangkitkan kembali Ishak dari kematian (Ibrani 11:17-19). Hanya orang-orang yang memiliki kualitas rohani yang kuat yang mampu melihat alam roh bekerja dan mempercayai apa yang terjadi di alam roh sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang kuat di dalam roh akan terus mengalami janji-janji Tuhan yang mustahil menjadi kenyataan. Orang yang tidak kuat sebagai manusia rohani akan mengalami kemiskinan pengalaman iman yang luar biasa sehingga ia akan terus melihat bahwa Allah tidak ada, ketika ia melihat bahwa Allah tidak ada maka matilah imannya dalam mengikut Tuhan.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita memiliki kekuatan roh untuk dapat taat kepada Tuhan walaupun berat? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
Father abraham – today look on us from above, the offspring of thy faith, the children of the Christ-like love
(James weldon Johnson)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham dalam berharap kepada Tuhan supaya kita dapat terus hidup dalam janji-janji Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,

8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.

8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.

8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.

8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.

8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.

8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.

8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;

8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.

8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.

8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.

8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.

8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:

Kejadian 8:1-15

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Roma 4:18

REFLECTION

  1. Hal apakah yang terjadi kepada Abraham? (Ayat 1-9)
  2. Apakah Firman Tuhan kepadanya? (Ayat 10)
  3. Apakah respon Abraham dan Sara setelah mendengar hal tersebut?(Ayat 11-15 & Roma 4:18)

DEVOTION

Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang begitu banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit, namun kenyataannya Abraham belum memiliki satu anakpun sampai usia tuanya. Allah sendiri telah memberikan janji kepada Abraham bahwa tahun depan setelah perkataan Tuhan, Abraham akan memiliki anak dari Sara. Pada waktu itu, Sara sudah mati haid (menopause) sehingga tidak dapat mengandung anak lagi, dalam ketidakpercayaan Sara tertawa karena menanggap mustahil apa yang Tuhan katakan namun tidak bagi Abraham. Abraham percaya kepada janji Allah yang terlihat mustahil sehingga Ia menjadi berharap sekalipun tidak ada dasar untuk percaya dan berharap bahwa Ia akan memiliki keturunan. Hanya manusia rohani yang dapat melihat apa yang telah terjadi di alam roh. Dalam alam roh, Abraham telah melihat bahwa suatu saat nanti ia akan memiliki keturunan sehingga di dunia nyata Ia menjadi percaya dan tetap berharap meskipun sekeliling berkata mustahil. Seringkali kita gagal menjadi percaya dan berharap kepada Tuhan karena kita tidak kuat di dalam spiritual/ roh sehingga kita tidak dapat mempercayai janji Tuhan yang juga adalah roh. Janji Tuhan yang adalah roh akan menjadi kenyataan jika dipegang dengan iman. Apabila kita tidak menjadi kuat dalam roh, kita tidak akan pernah bisa memperoleh semua janji-janji yang Allah berikan. Dengan kekuatan rohnya, Abraham berhasil “menarik” janji Tuhan di alam roh ke dalam dunia yang nyata. Apakah kamu masih terus percaya dan berharap akan janji Tuhan? Atau kamu sering tergoyahkan? Kuatlah di dalam roh!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita masih bimbang dan tidak percaya akan janji Tuhan? Apakah kita sering berhenti berharap kepada Tuhan? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-1, RENUNGAN, TOGA
There are no conditions attatched to God’s promises. We are all certain to receive it whether or not we live according to the law if we have faith like Abraham who is the father of faith.
(Rev Lanre Rex)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Ibrani 11:8

Abram dipanggil Allah

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

12:4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

12:6 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu.

12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

12:8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

12:9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.

Kejadian 12:1-9

REFLECTION

  1. Apakah Firman Allah kepada Abram? (Kej 12:1-3)
  2. Apakah respon Abraham? (Kej 12:4 & Ibrani 11:8)
  3. Hal apakah yang Tuhan lakukan kepada Abram? (Kej 12:7)

DEVOTION

Di awal perjalanan Abram bersama dengan Tuhan, Abram menunjukan bahwa ia benar-benar manusia rohani. Untuk bersekutu dengan Allah diperlukan konektivitas rohani yang begitu kuat dan tanpa konektivitas rohani kita tidak akan dapat bersekutu dengan Allah. Allah meminta Abram untuk pergi ke negeri yang akan ditunjukan Allah kepadanya. Tuhan meminta Abram pergi tanpa terlebih dahulu memberikan tujuannya. Namun, karena Abram memiliki koneksi roh yang kuat dengan Allah, Abram taat untuk pergi. Abram pergi karena dorongan roh sebab ia benar-benar manusia rohani. Adalah sulit untuk melakukan ketaatan tanpa tahu alasannya. Adalah sulit untuk pergi melakukan sesuatu tanpa kita tahu arah tujuannya. Adalah sulit untuk taat tanpa kita tahu akan berkat apakah yang akan kita dapatkan nanti. Tetapi Abram adalah manusia rohani. Ia menunjukan kualitas rohaninya dengan Ia taat tanpa harus mengerti dan bertanya. Karena iman, Ia pergi ke suatu tempat yang ia tidak tahu letak dan arahnya dimana. Seringkali kita kompromi untuk taat karena kita tidak rela untuk bayar harga dan menukar ego kita dengan janji Tuhan. Ternyata ada seseorang yang lebih ekstrim lagi. Abram taat kepada Tuhan tanpa ia mengetahui berkat yang akan didapatkannya. Hal tersebut adalah bukti bahwa ia benar-benar manusia rohani. Sebagai upah dari ketaatan Abram, Allah menampakkan diri-Nya kepada Abram dan memberikan sebuah janji yang sangat besar kepadanya. Kekuatan spiritual kita akan membawa berkat yang besar tercurah bagi kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita masih sering “berdebat” atau berkompromi untuk taat kepada Tuhan? Mengapa? Hal apakah yang akan kamu lakukan untuk menjadi manusia rohani yang kuat?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk taat kepada Firman hari ini!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-1, RENUNGAN, TOGA
Sometimes faith will make you look stupid; until it starts to rain
(unknown)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Nuh supaya kita dapat terus hidup berkenan di hadapan Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Air bah

7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;

7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.

7:4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.”

7:5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.

7:6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.

7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.

7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,

7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

7:10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.

7:11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.

7:12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.

7:13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu,

7:14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap;

7:15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu.

7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

7:17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi.

7:18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.

7:19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit,

7:20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.

7:21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia.

7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.

7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.

7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Air bah surut

8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,

8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.

8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.

8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.

8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.

8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.

8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.

8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;

8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.

8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.

8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.

8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.

8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:

8:16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;

8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”

8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.

8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.

8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Kejadian 7:1 – 8:22

REFLECTION

  1. Apakah Firman Allah kepada Nuh dan apakah yang terjadi setelahnya? (Kej 7:1-24)
  2. Siapakah yang Allah ingat dan apakah yang terjadi? (Kej 8:1-19)
  3. Hal apakah yang Nuh lakukan dan bagaimanakah respon Tuhan? (Kej 8:20-22)

DEVOTION

Allah tidak tertarik kepada apa yang ada di luar, Ia tertarik kepada spirituality kita. Allah adalah Roh, kita hanya dapat terkoneksi kuat dengan Allah apabila kita memiliki kekuatan roh. Kekuatan roh hanya dapat dibangun dengan ketaatan yang radikal kepada Tuhan. Nuh adalah orang yang membangun kekuatan rohnya dengan ketaatan kepada Allah sampai begitu detail. Nuh tidak pernah memiliki bayangan tentang membangun bahtera namun lewat mendengar dan melakukan Firman Allah dengan detail dan tepat, Ia dapat membangun bahtera yang Allah inginkan. Bahtera yang Nuh bangun digunakan semata-mata untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Ketaatan kita hanyalah semata-mata untuk keuntungan diri kita dan bukan untuk keuntungan Tuhan. Dengan kita taat kepada Firman, hidup kita pasti akan terjaga seperti yang dialami Nuh. Tidak sampai disitu, ketika air bah itu terus datang, Allah mengingat Nuh sehingga Allah menutup mata air dan memberhentikan hujan lebat dari langit. Kualitas spiritual kita sangat menarik perhatian Allah. Allah sangat tertarik kepada kualitas spiritual kita. Kualitas spiritual kita dapat mendatangkan berkat tersendiri bagi kita. Orang yang terus membangun kualitas spiritual-nya akan mengalami pengalaman-pengalaman baru dan berkat yang berbeda dari orang pada umumnya. Kejarlah pertumbuhan spiritual/ roh-mu lebih dari apapun.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita masih terus membangun kekuatan roh kita? Apakah kita masih taat dengan sungguh-sungguh atau kita sering mengabaikan Firman? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk praktek tidak mengabaikan Firman hari ini!

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 2NO NEW POSTS
Skip to toolbar