Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

The more you believe and trust God, the more limitless your possibilities become for your family, your career, your life!

(Rick Warren)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat terus mempercayai dan bersandar kepada Tuhan disetiap musim kehidupan sebagai bukti kita terus membangun kekuatan roh kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Perapian yang menyala-nyala

3:1 Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.

3:2 Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.

3:3 Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.

3:4 Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: “Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:

3:5 demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;

3:6 siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!”

3:7 Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.

3:8 Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.

3:9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: “Ya raja, kekallah hidup tuanku!

3:10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,

3:11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

3:12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.”

3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.

3:20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

3:21 Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

3:22 Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.

3:23 Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.

3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!”

3:25 Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”

3:26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

3:27 Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.

3:28 Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

3:29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.”

3:30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Daniel 3:1-30

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–

2 Korintus 5:7

REFLECTION

  1. Ketetapan apa yang Raja Nebukadnezar keluarkan? (Ayat 4-7)
  2. Bagaimana respon Sadrakh, Mesakh dan Abednego? (Ayat 16-18)
  3. Keajaiban apa yang Tuhan lakukan di akhir cerita? (Ayat 24-30)

DEVOTION

Bersandar kepada Tuhan setiap saat, bukan menjadi sesuatu yang mudah untuk kita lakukan. Ada masa-masa dimana apa yang kita lihat dan dengar membuat kita tidak dapat berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Tetapi dikatakan bahwa kita perlu hidup karena percaya dan bukan karena melihat. Kisah dapur perapian, menjadi pengalaman iman yang sangat besar yang dapat kita teladani. Kesungguhan hati yang ditujukan oleh Sadrakh-Mesakh-Abednego membuat mereka tidak mau menyembah allah lain – patung yang dibuat oleh Nebukadnezar, sehingga mereka perlu menanggung konsekuensi untuk masuk ke dalam dapur perapian. Kesungguhan hati kepada Tuhan dan kekuatan roh mereka tidak membuat mereka berhenti untuk masuk ke dapur perapian. Jika menilai menggunakan penglihatan jasmani, kita bisa lihat bahwa Tuhan gagal menolong mereka. Tetapi Tuhan membawa pengalaman iman yang baru untuk mereka, sekalipun mereka perlu masuk ke dalam dapur perapian, tetapi Tuhan menolong mereka dengan membuat mereka tidak terluka dan tidak terbakar sedikitpun. Ketika raja melihat hal ini, heranlah ia dan memanggil Sadrakh-Mesakh-Abednego keluar, raja mendapati bahwa mereka tidak mempan oleh api, rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Hingga raja berkata “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abed- nego!” Ada masa-masa dimana sepertinya Tuhan tidak menolong kehidupan kita dan kita dibiar- kan masuk ke dalam lembah kekelaman. Biarlah kita kembali menyadari bahwa kita hidup bukan dengan apa yang kita lihat, tapi dengan apa yang kita percayai dan apa yang kita percayai terletak pada kekuaran manusia roh kita! Percayalah kepada Tuhan, bersungguh hatilah kepada Dia setiap saatnya! Sehingga kita akan mendapati bahwa Tuhan mampu membawa kita dari suatu kemustahi- lan yang ada kepada kemustahilan yang lainnya sebab kebesaran-Nya akan terus dinyatakan kepada siapa yang percaya dan terus bersandar kepada Dia!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu bersandar kepada Tuhan setiap saatnya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Terbukalah dengan pemuridmu, apa yang menjadi penghalangmu untuk dapat terus menerus percaya dan bersandar kepada Tuhan?

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

During the night the mystery was revealed to Daniel in a vision. Then Daniel praised the God of heaven. And said : “praise be to the name of God for ever and ever; wisdom and power are his.”

(Daniel 2 : 19-20 NIV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus menuntun kita ketika membaca perenungan hari ini sehingga kita menjadi semakin kuat dalam roh untuk bersungguh hati kepada Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Mimpi Nebukadnezar

2:1 Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur.

2:2 Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.

2:3 Kata raja kepada mereka: “Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu.”

2:4 Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): “Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya.”

2:5 Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: “Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing;

2:6 tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!”

2:7 Mereka menjawab pula: “Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya.”

2:8 Jawab raja: “Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan,

2:9 yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku.”

2:10 Para Kasdim itu menjawab raja: “Tidak ada seorangpun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim.

2:11 Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.”

2:12 Maka raja menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel.

2:13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.

2:14 Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,

2:15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: “Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?” Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.

2:16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.

2:17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,

2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

2:19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.

2:20 Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

2:21 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;

2:22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.

2:23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.”

2:24 Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: “Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!”

2:25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: “Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja.”

2:26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?”

2:27 Daniel menjawab, katanya kepada raja: “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.

2:28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:

2:29 Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.

2:30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.

2:31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.

2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,

2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.

2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.

2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:

2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,

2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.

2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.

2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.

2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.

2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,

2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”

2:46 Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.

2:47 Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.”

2:48 Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel.

2:49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Daniel 2:1-49

REFLECTION

  1. Hal apa yang terjadi di istana Babel? (Ayat 1-12)
  2. Bagaimana respon Daniel menghadapi hal itu? (Ayat 16-24)

DEVOTION

Raja Nebukadnezar bermimpi dan menjadi gelisah dengan mimpi yang ia dapat- kan. Karena kegelisahan hati ini, ia memanggil seluruh orang berilmu di istana Babel untuk mengartikan mimpi tersebut, tetapi raja tidak mau memberitahukan mimpi apa yang didapatinya. Karena tidak ada satu orang pun yang bisa menceri- takan mimpi raja, maka Nebukadnezar menjadi marah dan mengeluarkan titah supaya seluruh orang bijaksana dibunuh. Ketika Daniel mendapati kabar dan titah raja ini, ia dengan Sadrakh-Mesakh-Abednego berdoa kepada Tuhan dan Daniel pun mendapati penglihatan tentang mimpi raja beserta dengan artinya. Daniel mendatangi raja dengan hati yang sangat mempercayai Tuhan, Allahnya. Ia tidak menjadi takut dan gentar ketika mendengar bahwa raja sedang marah dan ingin membunuh seluruh orang bijaksana di Babel. Ada kesempatan besar untuk Daniel juga dibunuh jika ia salah menyampaikan mimpi raja, tetapi ia tetap memutuskan untuk percaya terhadap apa yang Tuhan sudah bukakan kepadanya karena ia bersungguh hati terhadap Tuhan setiap saat. Ketika Daniel tiba di istana raja, ia menceritakan semua mimpi raja dengan begitu tepat dan ia mampu untuk mengar- tikan mimpi tersebut juga. Ketika raja melihat dan mengalami hal ini, raja pun memuliakan Daniel dan membuatnya menjadi kepala atas seluruh orang bijaksana di Babel. Ketika kita bersungguh hati terhadap Tuhan, Tuhan mampu menyingkap- kan kepada kita setiap hal yang tidak pernah kita pikirkan, lihat, dengar dan timbul di dalam hati kita sebelumnya. Sehingga penting sekali untuk kita menjadi biasa membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap saatnya seperti Daniel yang sangat bersungguh hati kepada Tuhan supaya kebesaran Kristus dapat sema- kin dinyatakan kepada orang-orang di sekitar kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah bersungguh hati terhadap Tuhan setiap saatnya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling ceritalah apa yang menjadi penghalangmu untuk dapat hidup sungguh-sungguh kepada Tuhan!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

When we have the Holy Spirit we have all that is needed to be all that God desires us to be

(Aiden Wilson Tozer)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita menjadi sangat terbiasa dan peka untuk terus dipimp- in oleh Roh Allah di setiap hari-hari kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Di istana Babel

1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

1:10tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”

1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

1:12″ Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.

1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.

1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Daniel 1:1-21

REFLECTION

  1. Apa Daniel minta kepada pegawai istana dan bagaimana respon pegawai tersebut? (Ayat 8-9)
  2. Hal apa yang terjadi dengan Daniel dan kawan-kawannya? (Ayat 15, 18-20)

DEVOTION

Berbicara tentang growing in spirituality tidak akan luput untuk kita belajar membi- arkan diri kita terus menerus dipimpin oleh Roh Allah yang berdiam di dalam kita. Tetapi untuk memberi diri dipimpin oleh Roh setiap saatnya, kita butuh menyang- kal setiap keinginan jiwa yang kita miliki. Belajar dari kisah Daniel, bagaimana ia memilih untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan raja. Ia mengetahui bahwa makanan raja sudah didoakan dan dipersembahan kepada berhala-berhala, sehingga ia tidak mau menajiskan dirinya dengan hal tersebut. Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego menyingkirkan keinginan daging mereka dan mengikuti Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan inilah yang membuat Allah mengaruniakan kasih dan sayang dari pemimpin istana kepada mereka, bahkan didapati bahwa tidak ada yang setara dengan mereka karena mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan. Ketika kita sungguh-sungguh membiarkan diri dipimpin oleh Roh setiap saatnya, kita pasti akan menjadi pribadi yang berbeda dan orang lain akan menyadari hal ini bahkan memberikan kita kasih dan sayang. Tetapi untuk bersungguh-sungguh membangun manusia Roh, kita perlu mematikan dan menyingkirkan keingi- nan-keinginan daging kita dan turut dengan Firman saja yang memimpin hidup kita. Kita tidak bisa lagi dipimpin oleh pikiran dan perasaan kita. Akan sangat tidak nyaman karena perlu melepas banya sekali ego, tetapi biarlah kita menjadi rela untuk menyangkal diri dan memikul Salib setiap saatnya karena kita telah menyadari betapa besarnya, lebarnya, tingginya dan dalamnya kasih Tuhan terha- dap hidup kita. Berjalanlah dengan mata yang tertuju kepada Kristus setiap saatn- ya, sehingga kita jadi terbiasa untuk terus dipimpin oleh Roh Allah di dalam kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah terbiasa membangun manusia Rohmu setiap harinya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

“Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati”

Ester 5:16

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus memberikan kita hikmat dan pewahyuan yang baru ketika merenungkan Firman hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Muslihat Haman untuk memunahkan orang Yahudi

3:1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

3:2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

3:3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: “Mengapa engkau melanggar perintah raja?”

3:4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

3:17 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

Ester 3:1-4:17

REFLECTION

  1. Apa masalah yang disebabkan Haman terhadap Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi? (Ester 3:1-15)
  2. Siapakah yang dapat menolong bangsa Yahudi? (Ester 4:1-11)
  3. Apa yang menjadi iman Mordekhai dan bagaimana Ester meresponinya? (Ester 4:12-16)

DEVOTION

Ada banyak orang yang mau berjuang untuk menerima pujian dan penghar- gaan, namun sedikit orang mau berkorban dalam keadaan yang sulit dan tidak menguntungkan. Ketika seseorang sudah berada dalam posisi yang diinginkan dan nyaman, kecenderungan untuk tidak peduli dengan kondisi orang lain menjadi lebih besar. Melakukan apa yang benar pun terlihat menjadi risiko yang terlalu besar untuk diambil sehingga kita tidak berani untuk melakukan kebenaran. Kita merasa perlu untuk tetap mengamankan diri dan reputasi kita, sehingga kita tidak ditolak oleh orang-orang disekitar kita. Ketika Haman berhasil memanipulasi Raja untuk membunuh seluruh orang Yahudi, nampak- nya Ester berada di posisi yang sudah aman dan akan terluput. Namun, posisi Ester sebagai ratu sebenarnya adalah rencana Tuhan untuk menyelamatkan bangsanya. Rencana dan hati Allah adalah selalu untuk memberkati orang lain, bukan untuk kepuasan diri sendiri. Tuhan tidak menjadikan kita pemilik atas sesuatu (posisi, harta, kepintaran, kekuasaan). Ia menjadikan kita sebagai pengelola untuk membagikan hal-hal tersebut kepada orang-orang di sekitar kita. Praktik sederhana dari teladan Ester dapat dimulai dari kerelaanmu mem- berikan apa yang ada padamu untuk memberkati kesejahteraan orang lain. Kita perlu menyadari bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kita adalah untuk mengelola dan memelihara, bukan memiliki. Untuk melakukan hal ini, kita perlu biarkan diri kita dipimpin oleh Roh Allah setiap saatnya sehingga ego kita semakin berkurang dan Allah yang menjadi semakin besar!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah menggunakan apa yang ada padamu untuk menjadi berkat dan menolong orang lain? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat takut akan Tuhan setiap saatnya!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

You are not your sin, your failure, or your past – you are who God says you are in Christ

(James Macdonald)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti perenungan hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Ratu Wasti dibuang

1:1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–,

1:2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,

1:18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran.

Ester 1:1-2:18

REFLECTION

  1. Siapakah Ester? (Ester 2:7)
  2. Bagaimanakah Ester dapat diangkat menjadi ratu menggantikan raju Wasti? (Ester 2:15-18)

DEVOTION

Masa lalu dan latar belakang kita tidak mengurangi kemampuan Allah untuk merencanakan dan membawa kita kepada masa depan yang baik dan penuh harapan asalkan kita percaya kepada-Nya. Seringkali, kita menjadikan apa yang telah terjadi di masa lalu sebagai sesuatu untuk terus menerus disalahkan dan fokus kita teralih dari rencana Allah atas hidup kita. Ester adalah yatim piatu dan penduduk asing di negeri Persia. Namun, Ester mengarahkan pandangannya pada kesempatan yang ia miliki untuk menjadi ratu. Dalam kitab Ester, kita tidak akan menemukan Ester atau Mordekhai berdoa meminta pertolongan Tuhan secara langsung. Tindakan Ester yang percaya sepenuhnya, melangkah dalam iman dan taat pada otoritas-otoritasnya menunjukkan bagaimana Ester mempraktekkan kebenaran dengan sesungguhnya. Tuhan memperhitungkan dan bekerja lewat kesungguhan hati kita. Menjadi hal yang pasti bahwa Tuhan hendak memakai hidup kita dan membawa kita kepada hal-hal yang lebih besar dari yang dapat kita pikirkan atau bayangkan. Agar dapat menuju hal tersebut, kita perlu mengosongkan tangan kita dari menggenggam masa lalu dan latar belakang kita (kegagalan, penilaian, kesalahan orang lain atas kita, ketidakidealan, pola-pola atau keterbatasan yang ada) supaya kita hanya memegang janji Tuhan saja sehingga Roh Tuhan yang ada di dalam kita dapat terus mendobrak setiap batasan jiwa dan tubuh yang menghalangi pengenalan kita akan Tuhan. Perselisihan dan penyesalan kita terhadap masa lalu akan menghabiskan energi kita dan membuat kita mengalami stagnasi. Oleh karena itu, kita perlu berdamai dengan masa lalu kita bahkan menjadikannya sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah ada masa lalu atau latar belakang yang selama ini menghalangimu untuk mempercayai janji Tuhan? Ceritankanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat memegang janji Tuhan setiap saatnya!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

While all else may change, God’s promises remain firm

(Jimmy Carter)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman hati kita sehingga kita dapat terus menanti-nantikan Tuhan dan penggenapan janji-Nya untuk kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud menjadi raja atas seluruh Israel

5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.

5:2 Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”

5:3 Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

5:4 Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

5:5 Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

2 Samuel 5:1-5

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yakobus 1:12

REFLECTION

  1. Apa yang bangsa Israel katakan kepada Daud? (Ayat 1-2)
  2. Mengapa kita perlu berbahagia di dalam setiap pencobaan? (Yakobus 1:12)

DEVOTION

Tuhan adalah Allah yang tidak berhutang, ada “upah” yang Dia berikan ketika kita bersungguh hati terhadap-Nya. Daud tidak tiba-tiba menjadi raja atas Israel, ada proses pembentukan yang sangat panjang yang perlu Daud alami hingga membuat Ia menjadi siap untuk diangkat menjadi raja. Memberi diri untuk mengalahkan Goliat, dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh, bersembunyi di dalam Gua Adulam, berlari dari tempat yang satu ke tempat lainnya, kotanya terbakar habis dan rakyat ingin melemparinya dengan batu. Proses yang panjang dan sangat menyakitkan. Tetapi Daud tetap setia di dalam setiap proses tersebut, hingga rakyat Israel yang awalnya membenci Daud pun menghampiri Daud dan meminta Daud untuk memimpin bangsa Israel karena pada akhirnya mereka menyadari bahwa Daud adalah orang yang diurapi oleh Tuhan untuk menjadi raja. Ketika kita setia berjalan di dalam proses kehidupan ini, kita pasti akan mendapati bahwa Tuhan tidak berhutang dan menyediakan kita “upah”, bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Ia menghargai kerelaan dan kesetiaan kita berada di proses tersebut. Tuhan tidak hanya sampai di titik menyediakan kita sebuah reward di akhir perjalanan kita, tetapi Ia Allah yang juga menemani setiap langkah kita bahkan memberikan kita kasih karunia ketika menjalani setiap proses yang ada. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Biarlah kita terus bertekun di dalam proses pengujian yang ada di depan kita karena Tuhan sudah menyediakan mahkota kehidupan untuk setiap kita yang mengasihi Dia!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Bagaimana responmu dalam menghadapi setiap pencobaan yang ada?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini dan buatlah komitmen kepada pemuridmu untuk kamu dapat bertekun di dalam proses pengujian yang ada!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

You face giants by facing God first. Focus on giants, you stumble. Focus on God, your giants stumble

(Max Lucado)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus membangun diri yang kuat Roh, sehingga kita kuat untuk menghadapi “raksasa-raksasa” yang ada di dalam hidup kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Perkelahian Daud dengan Goliat

17:40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

17:41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.

17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

17:44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

17:52 Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron.

17:53 Kemudian pulanglah orang Israel dari pemburuan hebat atas orang Filistin, lalu menjarah perkemahan mereka.

17:54 Dan Daud mengambil kepala orang Filistin yang dipancungnya itu dan membawanya ke Yerusalem, tetapi senjata-senjata orang itu ditaruhnya dalam kemahnya.

17:55 Ketika Saul melihat Daud pergi menemui orang Filistin itu, berkatalah ia kepada Abner, panglima tentaranya: “Anak siapakah orang muda itu, Abner?” Jawab Abner: “Demi tuanku hidup, ya raja, sesungguhnya aku tidak tahu.”

17:56 Kemudian raja berkata: “Tanyakanlah, anak siapakah orang muda itu.”

17:57 Ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, maka Abner memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sedang kepala orang Filistin itu masih ada di tangannya.

17:58 Kata Saul kepadanya: “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” Jawab Daud: “Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu.”

1 Samuel 17:40-58

REFLECTION

  1. Perkataan apa yang dikeluarkan oleh Goliat? (Ayat 42-44)
  2. Janji Tuhan apa yang Daud terima dan ia yakini? (Ayat 45-47)

DEVOTION

Ketika kita memberi hidup dipimpin oleh Roh, kita pasti akan berani untuk keluar dan menghadapi Goliat yang berada di depan kita. Sama seperti Daud, tidak ada rasa takut di dalam hatinya, ia maju menghadapi Goliat dengan begitu confident karena ia menyadari bahwa Tuhan menyertai bangsa Israel. Ketika ia melawan Goliat, bukan kuat gagah Daud yang sedang bekerja, tetapi Roh Allah yang ada di dalam Daud yang maju berperang. Sangat penting untuk kita terus membangun keintiman dan pengenalan kita dengan Tuhan, sehingga kita dapat terus menyadari bahwa ada Roh Allah yang besar yang berdiam di dalam kita. Roh yang sama yang berdiam di dalam Daud, juga telah berdiam di dalam kita. Oleh sebab itu, kita butuh untuk terus biarkan Roh yang mengambil alih sepenuhnya seluruh kehidupan kita. Kita tidak boleh membiarkan diri kita dipimpin oleh jiwa kita yang rusak karena dosa dan hanya boleh dipimpin sepenuhnya oleh Roh Allah yang ada di dalam kita, dengan demikian kita bukan hanya menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita, tetapi kita juga dapat menaklukan Goliat yang ada di hidup kita. Goliat adalah setiap hal yang membuat kita menjadi tawar hati dan berhenti mempercayai Tuhan. Goliat apa yang ada di depan kita? Rasa takut terhadap masa depan? Rasa kecewa yang membuat pahit hati? Rasa amarah dengan orang-orang disekitar? Pikiran tidak kudus? Tuhan terlebih sanggup untuk mengalahkan seluruh Goliat kita, bagian kita adalah terus menerus memberikan diri untuk mengikuti pimpinan Roh-Nya yang berdiam di dalam kita. Persiapkanlah dirimu untuk keluar dan menghadapi Goliat, jangan takut dan jangan tawar hati karena ada Tuhan yang menyertai setiap langkah perjalananmu!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Goliat apa yang menghalangi langkah perjalananmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling ceritalah apa yang kamu mau lakukan untuk mengalahkan Goliat tersebut!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu

(1 Timotius 4 : 12 TB)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus menerus membangun manusia Roh sehingga kita dapat menyatakan kebesaran Tuhan kepada orang lain.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud tiba di medan pertempuran

17:12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.

17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.

17:14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.

17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

17:16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

17:17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: “Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu.

17:18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.

17:19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin.”

17:20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang.

17:21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan.

17:22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat.

17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.

17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.”

17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

17:27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: “Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia.”

17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

17:29 Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

17:30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.

17:31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.

17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

17:38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

17:39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

1 Samuel 17:12-39

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Timotius 4:12

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi antara Daud dan Saul? Bagaimana respon Daud? (Ayat 32-37)
  2. Perintah apa yang Tuhan berikan untuk kita? (1 Timotius 4:12)

DEVOTION

Berbicara tentang membangun manusia Roh, Daud menjadi salah satu teladan yang dapat kita ikuti. Daud memiliki tujuh saudara laki-laki dan Daud adalah anak paling bungsu. Jika kita melihat latar belakang Daud pada pasal 16, kita akan menemukan bahwa Daud merupakan anak yang tidak diperhitungkan oleh keluarganya, bahkan oleh orang tuanya, ia dianggap rendah karena ia masih sangat muda, tetapi ia tidak menjadi tawar hati karena hal tersebut, Daud tetap membangun manusia Roh; memberikan dirinya terus menerus dipimpin oleh Roh Allah yang ada di dalamnya hingga ia dapat taat kepada Firman setiap saatnya. Ketika bangsa Israel ketakutan karena Goliat mendatangi mereka dan Saul pun tidak berani maju menghadapinya, tetapi yang menjadi respon Daud adalah ia mendatangi Saul, menguatkan kembali kepercayaan Saul bahwa Tuhan ada di pihak Israel, sehingga tidak perlu untuk menjadi takut dan tawar hati, bahkan ia rela memberi diri untuk maju dan menghadapi Goliat. Karena melihat teladan iman yang diberikan oleh Daud, Saul pun kembali mempercayai penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel dan berkata “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Ketika kita berfokus untuk membangun manusia Roh kita, pasti jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) akan ikut mengikuti Firman. Kita merasa seperti Firman merasa, kita berpikir seperti Firman berpikir dan kita bertindak sesuai Firman bertindak. Dan ketika kita membangun manusia Roh, pasti kita akan menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita juga sehingga mereka dapat mengalami kebesaran Tuhan. “Let no one look down on [you because of] your youth, but be an example and set a pattern for the believers in speech, in conduct, in love, in faith, and in [moral] purity.” Tidak peduli berapapun usia kita, tetapi jadilah teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita sehingga Tuhan semakin dinyatakan!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitarmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus membangun manusia Roh, mengapa?

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

God wants us to be a good example to others who are observing us

(Joni E.)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memimpin kita dalam perenungan hari ini, sehingga kita menjadi menjadi manusia roh yang bersungguh hati terhadap Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Samuel terpanggil

3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.

3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.

3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.

3:4 Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!”, dan ia menjawab: “Ya, bapa.”

3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.

3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”

3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.

3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

3:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.

3:12 Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir.

3:13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

3:14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya.”

3:15 Samuel tidur sampai pagi; kemudian dibukanya pintu rumah TUHAN. Samuel segan memberitahukan penglihatan itu kepada Eli.

3:16 Tetapi Eli memanggil Samuel, katanya: “Samuel, anakku.” Jawab Samuel: “Ya, bapa.”

3:17 Kata Eli: “Apakah yang disampaikan-Nya kepadamu? Janganlah kausembunyikan kepadaku. Kiranya beginilah Allah menghukum engkau, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau menyembunyikan sepatah katapun kepadaku dari apa yang disampaikan-Nya kepadamu itu.”

3:18 Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatupun. Kemudian Eli berkata: “Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.”

3:19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.

3:20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

3:21 Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya.

1 Samuel 3:1-21

16:9Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”

2 Tawarikh 16:9a

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi kepada Samuel? (Ayat 4-14)
  2. Apa yang Tuhan lakukan terhadap orang yang bersungguh hati terhadap-Nya? (2 Tawarikh 16:9a)

DEVOTION

Nabi Samuel menjadi nama yang tidak asing lagi untuk kita dengar. Nabi yang menemani proses kehidupan Saul bahkan yang menubuatkan Daud menjadi raja atas Israel sebagai pengganti Saul. Melihat awal perjalanan Samuel, kita akan menemukan Samuel sudah menjadi teladan iman sejak masa kecilnya. Samuel adalah seorang anak yang dinanti-nantikan oleh seorang perempuan bernama Hana, ibunya. Samuel menjadi anak perjanjian antara Tuhan dengan Hana, sehingga Samuel diserahkan untuk melayani rumah Tuhan sepenuh waktu sejak ia masih sangat muda. Samuel melayani di rumah Tuhan dengan sangat baik bahkan dengan ketulusan hati. Hingga di suatu malam, ketika semua orang tertidur, Samuel terbangun karena ia mendengar ada yang memanggilnya. Ya, Tuhan memanggil untuk berbicara kepada Samuel mengenai apa yang ingin dikerjakan oleh Tuhan. Tuhan melihat ketulusan dan kesungguhan hati Samuel ketika ia melayani sepenuh waktu di dalam rumah Tuhan, sehingga Tuhan rindu untuk Samuel mengerti kedalaman hati-Nya dan membuat Samuel menjadi bagian dalam setiap rencana-Nya. Jika kita mengikuti kisah Daud yang begitu mengagumkan, kisah ini tidak luput dari adanya figur seorang Nabi Samuel yang meneguhkan Daud sebagai raja dan memimpin langkah-langkah yang diambil oleh Daud. Kesungguhan Samuel membangun manusia roh yang taat kepada Tuhan yang membuat ia dipilih sebagai nabi dan menjadi juru bicara Tuhan yang terkemuka pada zaman nabi-nabi. Biarlah kita belajar dari teladan yang Samuel sudah lakukan sejak masa kecilnya; melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan ketulusan hati serta terus taat kepada setiap perkataan Tuhan yang ia dapatkan hingga Tuhan membawa kehidupannya terbang begitu tinggi. Milikilah kesungguhan hati kepada Tuhan untuk terus membangun manusia roh setiap saatnya ketika kita mengikut Yesus, karena Tuhan melihat dan mencari orang yang bersungguh hati terhadap Dia!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

The truth is, if we don’t learn to submit to authority, we won’t ever learn to submit to God

(Joyce Meyer)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi hati kita sehingga kita dapat terus menerus taat kepada Firman Tuhan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Jatuhnya Yerikho

6:1 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.

6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.

6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,

6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

6:6 Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: “Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN.”

6:7 Dan kepada bangsa itu dikatakannya: “Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN.”

6:8 Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka.

6:9 Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup.

6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! –maka kamu harus bersorak.”

6:11 Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.

6:12 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN.

6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.

6:14 Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.

6:15 Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.

6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!

6:17 Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.

6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.

6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN.”

6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

6:21 Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.

6:22 Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: “Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.”

6:23 Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.

6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

6:25 Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.

6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: “Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!”

6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.

Yosua 6:1-27

REFLECTION

  1. Apa janji dan perintah Tuhan kepada Yosua? (Ayat 2-5)
  2. Hal apa yang terjadi di akhir cerita ini? (Ayat 20-21, 27)

DEVOTION

Pernahkah kita mendengar ada sebuah tembok bangunan yang runtuh karena dikelilingi dan disoraki oleh sebuah bangsa? Ya, ini adalah kisah mengenai tembok Yerikho. Tuhan berfirman kepada Yosua untuk mengelilingi kota Yerikho selama tujuh hari karena Tuhan mau memberikan kota tersebut kepada bangsa Israel. Yosua meneruskan Firman yang ia telah dapati kepada rakyatnya tetapi tanpa memberitahukan berapa hari mereka perlu mengelilingi kota tersebut. Petunjuk yang ada hanyalah “Janganlah kamu bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! – maka kamu harus bersorak.” Tidak ada kepastian yang diterima oleh bangsa Israel, berapa hari atau berapa minggu atau berapa tahun mereka perlu mengelilingi tembok tersebut, tetapi yang bangsa Israel lakukan adalah tunduk dan taat kepada perintah Yosua. Satu hari berjalan, tidak ada yang terjadi. Dua hari, tiga hari, empat hari, tetap tidak ada yang terjadi, tetapi tidak ada satu orangpun yang berkata-kata, mereka semua tetap mengikuti perintah Yosua karena mereka mempercayai bahwa Tuhan akan menyerahkan kota tersebut kepada mereka. Sampai di hari dimana ketaatan mereka telah menjadi sempurna, pada hari ketujuh, Allah memerintahkan untuk mereka bersorak. Sorakan Allah bersama-sama dengan sorakan seluruh bangsa Israel membuat mereka mampu meruntuhkan tembok benteng yang dibangun dengan kekokohan yang nyaris sempurna. Generasi kedua ini belajar membangun manusia roh mereka, mereka mempercayai perintah Yosua sehingga mentaatinya tanpa ada satu pun pertanyaan dan ketidakpercayaan yang keluar dari mulut mereka. Di akhir cerita, Allah bekerja melalui ketaatan Yosua dan bangsa Israel dalam membangun manusia rohnya. Ketika kita membangun manusia roh dalam ketaatan, kita akan melihat perbuatan tangan Tuhan yang ajaib terus dinyatakan di dalam kehidupan kita. Let’s walk in submission and obedience!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah berjalan di dalam submission and obedience kepada Firman Tuhan? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga kamu dapat terus tunduk dan taat kepada Firman!

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS
Skip to toolbar