PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

When we submit to God’s plan, we can trust our desires. Our assignments is found at the intersection of God’s plan and our pleasures.

(Max Lucado)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus membangun manusia roh yang kuat supaya terus menerus dapat mempercayai Firman Tuhan sehingga melahirkan ketundukan dan ketaatan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Menyeberangi sungai Yordan

3:1 Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang.

3:2 Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,

3:3 dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: “Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya–

3:4 hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya–maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”

3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.”

3:6 Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: “Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu.” Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

3:7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

3:8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.”

3:9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu.”

3:10 Lagi kata Yosua: “Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu:

3:11 sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.

3:12 Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku.

3:13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.”

3:14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.

3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu–sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai–

3:16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

3:17 Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

Yosua 3:1-17

REFLECTION

  1. Firman apa yang didapati oleh Yosua? (Ayat 11-13)
  2. Hal apa yang terjadi ketika Yosua dan para imam taat? (Ayat 15-17)

DEVOTION

Ini adalah perjalanan generasi kedua dari bangsa Israel, generasi yang lahir di padang gurun yang tidak merasakan perbudakan di Mesir. Generasi yang dipimpin oleh pemimpin baru, Yosua, yang menggantikan Musa karena ia meninggal. Firman Tuhan mendatangi Yosua dan memberikan petunjuk apa yang perlu ia perbuat; “Pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel. Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut Tuhan, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.” Tuhan mau melakukan perkara besar untuk Israel, tetapi Ia membutuhkan ketaatan Yosua dan bangsa Israel untuk melakukan apa yang Firman katakan. Yosua melakukan apa yang Firman Tuhan katakan dengan sangat tepat sebagai bukti kekuatan manusia rohnya. Cerita ini tidak berhenti di ketaatan Yosua saja karena membutuhkan ketaatan dari para imam dan bangsa Israel untuk mempercayai Firman dan melakukannya juga. Para imam, berjalan di depan sambil membawa tabut perjanjian, ketika mereka sampai di sungai Yordan, mereka melakukan sesuai apa yang Yosua perintahkan. Sungai yang begitu lebar dan begitu dalam, tidak membuat para imam berhenti mempercayai Firman Tuhan. Tidak ada rasa tidak percaya, yang ada hanyalah ketaatan yang membawa bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan yang ajaib. Hingga ketika para imam mencelupkan kakinya ke dalam sungai Yordan, maka berhentilah air itu mengalir dan menyeberanglah bangsa Israel. Cerita ini tidak akan terjadi jika Yosua, para imam ataupun bangsa Israel tidak membangun manusia rohnya dan taat kepada Firman Tuhan. Ketaatan kita kepada Firman, mampu membawa kita mengalami pengalaman iman yang baru dan supranatural setiap saatnya. Biarlah kita terus belajar untuk tunduk dan taat kepada Firman serta pemimpin-pemimpin yang membawa hidup kita kepada keserupaan dengan Kristus karena ketaatan membawa berkat dan kehidupan!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah tunduk dan taat kepada Firman terus menerus? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

“Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.”

(Keluaran 33:15)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah dalam Bahasa roh agar Roh Kudus menolong kita terkoneksi kuat dengan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Musa meminta penyertaan TUHAN di gurun

33:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu–

33:2 Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus–

33:3 yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.”

33:4 Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.

33:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaatpun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu.”

33:6 Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.

33:7 Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan.

33:8 Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah.

33:9 Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana.

33:10 Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya.

33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

33:12 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.

33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.”

33:14 Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.

33:16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

33:17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”

33:18 Tetapi jawabnya: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.”

33:19 Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.”

33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

33:21 Berfirmanlah TUHAN: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;

33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.

33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

Keluaran 33: 1-23

REFLECTION

  1. Apa yang Tuhan katakan kepada Musa tentang perjalanan bangsa Israel? (Keluaran 33:1-6)
  2. Apa yang menjadi respon Musa setelahnya? (Keluaran 33:7-23)

DEVOTION

Tegar tengkuknya bangsa Israel membuat Tuhan memilih untuk mengutus malaikat agar Ia tidak membinasakan bangsa ini dalam perjalanan. Tetapi bagi Musa, menduduki negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya tidak lagi menarik tanpa adanya penyertaan Tuhan. Sebagai pemimpin, Musa mengerti dengan pasti bahwa keberadaan Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel jauh lebih berarti dibandingkan apapun juga. Musa memberi teladan untuk mengejar pengenalan akan Tuhan melebihi berkat, upah ataupun pemenuhan janji. Musa tidak memimpin untuk disenangi oleh bangsa Israel, Ia memimpin untuk menyenangkan hati Tuhan. Cara kita memperlakukan Tuhan menunjukan seberapa dalam pengenalan dan kecintaan kita terhadap Tuhan, serta menunjukkan posisi Allah di dalam hati kita. Musa mengasihi Allah dan sudah mengalami kebaikan Allah dalam hidupnya sehingga Musa memilih untuk menghentikan perjalanan dan kembali menyenangkan hati Tuhan. Walaupun Tuhan berkenan pada pribadi kita, namun perbuatan kita seringkali tidak menyenangkan hati Tuhan. Bila dibandingkan dengan keluarga, teman, masa depan, atau apapun yang berharga di hidup kita, apakah Tuhan berada di posisi teratas sebagai yang paling berharga? Banyak orang mengikut Tuhan karena tertarik atas berkat dan janji tanpa pernah mengalami hubungan yang manis, dalam dan intim dengan Tuhan sebagai harta rohani. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu menganggap Tuhan menjadi bagian yang paling berharga dalam hidupmu hingga kamu mau untuk terus dipimpin oleh Tuhan dan membangun manusia rohmu?

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Siapakah Tuhan dan dimanakah posisiNya di dalam hidupmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman komunitas sepakatmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir.”

(Keluaran 11:9)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menuntun kita ketika merenungkan Firman hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

7:2 Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.

7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.

7:4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.

7:5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka.”

7:6 Demikianlah diperbuat Musa dan Harun; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka, demikianlah diperbuat mereka.

7:7 Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.

7:8 Dan TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:

7:9 “Apabila Firaun berkata kepada kamu: Tunjukkanlah suatu mujizat, maka haruslah kaukatakan kepada Harun: Ambillah tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Firaun. Maka tongkat itu akan menjadi ular.”

7:10 Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu mereka berbuat seperti yang diperintahkan TUHAN; Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan para pegawainya, maka tongkat itu menjadi ular.

7:11 Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka.

7:12 Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka.

7:13 Tetapi hati Firaun berkeras, sehingga tidak mau mendengarkan mereka keduanya–seperti yang telah difirmankan TUHAN.

Keluaran 7:1-13

Firaun bertindak untuk penghabisan kali

14:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian:

14:2 “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut.

14:3 Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka.

14:4 Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.” Lalu mereka berbuat demikian.

14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: “Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?”

14:6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.

14:7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.

14:8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.

14:9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.

14:10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,

14:11 dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?

14:12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Menyeberangi Laut Teberau

14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

14:17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

14:18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”

14:19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.

14:20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut.

14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.

14:25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.”

14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.

14:29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Keluaran 14: 1-31

REFLECTION

  1. Apa yang Tuhan katakan kepada Musa sebelum Musa menghadap Firaun? (Keluaran 7:1-5)
  2. Apa yang Tuhan perintahkan kepada Musa setelah mereka berjalan keluar dari tanah Mesir? (Keluaran 14:2)

DEVOTION

Musa memimpin dan mengajar sebuah bangsa yang telah diperbudak selama 400 tahun untuk memiliki iman atas keberadaan Allah yang berjanji membebaskan mereka. Bukan hal yang mudah untuk dapat memercayai kekuatan kuasa Allah yang tidak kelihatan dibandingkan dengan kuasa Firaun yang nyata dan mampu mengatur hidup matinya orang Israel. Firaun mengeraskan hati berkali-kali, berbuah persungutan bangsa Israel yang terdengar jauh lebih kencang di telinga Musa dibanding suara Allah yang berjanji. Musa dididik untuk mendengar dan melihat hal-hal yang tidak kelihatan (spiritual), hal-hal yang jauh dari kenyataan, yaitu hal-hal yang dibangun atas dasar iman kepada TUHAN. Tuhan berbicara kepada orang yang mencari suara-Nya. Keintiman dan intensitas hati kita kepada Tuhan membiasakan diri kita untuk mengikuti pimpinan Tuhan atas kehidupan kita, hal inilah yang akan membawa kita kepada pengalaman-pengalaman rohani bersama dengan Tuhan. Ketajaman pendengaran rohani inilah yang membawa Musa berani mengambil risiko yang begitu besar, tetapi kita bisa lihat bahwa hal inilah yang membuat bangsa Israel mengalami banyak mukjizat dan menyaksikan kebesaran tangan Tuhan. Tuhan ingin kita memimpin dan memberikan arahan kepada orang lain yang memerlukan tuntunan, namun kita perlu terlebih dahulu dipimpin oleh Tuhan dan terbiasa untuk mendengar suaraNya, sehingga penting sekali untuk kita terus membangun manusia roh dan memberi diri kita dipimpin oleh Roh Allah terus menerus. Tuhan merencanakan hal-hal yang besar untuk dipercayakan kepada setiap kita. Namun, kita perlu terlebih dahulu percaya kepada Tuhan lebih dari apapun dan siapapun yang ada dalam hidup kita, termasuk diri kita sendiri.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apa yang menjadi penghalang untuk kamu mendengar suara Tuhan dan memberi dirimu dipimpin oleh Tuhan? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling ceritakanlah apa yang menjadi komitmenmu untuk terus membiarkan dirimu dipimpin oleh Roh Allah!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

To God, our journey is just as important as our destination

Beth Moore

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti dan menerima insight serta kita memiliki hati yang lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan melalui teladan Musa.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Musa lahir dan diselamatkan

2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;

2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

2:4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

2:7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?”

2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.

2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Musa membela bangsanya Ia lari ke tanah Midian

2:11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.

2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”

2:14 Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”

2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

2:16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.

2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.

2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?”

2:19 Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.”

2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.”

2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

2:22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.”

Musa diutus TUHAN

2:23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.

2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

2:25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

3:6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

3:16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.

3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.

3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.

3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,

3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”

4:1 Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?”

4:2 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”

4:3 Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya” –Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya

4:5–“supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.”

4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu.” Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.

4:7 Sesudah itu firman-Nya: “Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.” Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.

4:8 “Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua.

4:9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.”

4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”

4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”

4:13 Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.

4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.

4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”

Keluaran 2:1-4:17

REFLECTION

  1. Apa yang menyebabkan Musa membunuh orang Mesir yang menyiksa orang Israel? (Keluaran 2:11-15)
  2. Apa akibat dari tindakan Musa? (Keluaran 2:15-25)
  3. Bagaimana kehidupan Musa setelahnya sampai ia bertemu dengan Tuhan dalam rupa semak api? (Keluaran 3:1-4:17)

DEVOTION

Musa telah menyadari bahwa hidupnya perlu menjadi dampak dan menyatakan kebenaran bagi sekitarnya sejak masa mudanya sebagai pangeran Mesir. Musa tidak bersukacita atas ketidakadilan dan aniaya yang terjadi atas bangsanya. Musa taat kepada Firman yang Allah sampaikan di dalam hatinya dan inilah yang membawa Musa mengalami proses pemurnian dan pendewasaan sebelum benar-benar sampai pada misi yang Allah ingin percayakan. Musa perlu melewati 40 tahun melepaskan semua atribut pangeran dan kenyamanannya. Musa sudah dipersiapkan sejak lama untuk mampu mempercayai tuntunan tiang awan dan tiang api di padang gurun. Kesetiaan dan kelemahlembutan hati Musa memberi kesempatan untuk Allah menuntun fase-fase kehidupannya. Mengubah Musa yang tidak pandai bicara menjadi seorang pemimpin atas sebuah bangsa. Ada hubungan yang kuat antara lamanya seseorang diproses dan besarnya tanggung jawab yang akan ia terima. Tuhan meletakkan tuntunan dari Firman di hati setiap manusia untuk melakukan kehendak Bapa dan memuliakan nama-Nya. Perjalanan mentaati tuntunan Tuhan tersebut beriringan dan tak dapat dilepaskan dari perjalanan iman untuk serupa dengan Kristus. Seringkali kita hanya berfokus pada pencapaian kita. Namun pada akhirnya yang paling berharga bukanlah pencapaian kita lagi, melainkan keserupaan dengan Kristus itu sendiri. Spirit inilah yang perlu kita terus pelihara untuk dapat membangun manusia Roh kita setiap harinya.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu telah memiliki kerelaan untuk diproses serupa Kristus lebih daripada apapun? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus dipimpin oleh Roh dan mengejar keserupaan dengan Kristus!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
Let us throw off everything that hinders and the sin that so easily entangles. And let us run with perseverance the race marked out for us
(Hebrew 12 : 1 NIV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah dalam bahasa roh supaya hati kita dengan Roh Tuhan dapat terkoneksi dengan kuat dalam doa sehingga kita mengerti dan turut melakukan segala kehendak dan isi hati-Nya.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf menghiburkan hati saudara-saudaranya

50:15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya.”

50:16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: “Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:

50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.

50:18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: “Kami datang untuk menjadi budakmu.”

50:19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?

50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Kejadian 50:15-21

Nasihat supaya bertekun dalam iman

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ibrani 12:1-2

REFLECTION

  1. Apa yang menjadi ketakutan saudara-saudara Yusuf? (Ayat 15)
  2. Bagaimana respon Yusuf? (Ayat 19-21)
  3. Apa yang perlu kita tanggalkan dan kita tekuni? (Ibrani 12:1-2)

DEVOTION

Ketika kita berjalan mengikut Yesus, kita perlu terus menerus menanggalkan setiap dosa dan beban yang merintangi perjalanan kita dalam mengikut Yesus, sehingga kita dapat terus melangkah maju dengan mata yang tertuju kepada Kristus yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Masuk ke dalam cerita akhir perjalanan Yusuf, kita dapat melihat bahwa Yusuf terus menanggalkan setiap dosa dan beban yang merintangi perjalanannya. Dosa dan beban bukanlah Firman Tuhan, sehingga kita harus “membuangnya dan menanggalkannya” supaya kita dapat mengarahkan diri kita terus menerus kepada Yesus dan Firman-Nya. Ada begitu banyak hal-hal yang menyakitkan terjadi di dalam hidup Yusuf, ia bisa mengambil setiap kesedihan atau rasa kecewa yang ada sebagai beban dalam kehidupannya dan berbuah menjadi dosa, tetapi Yusuf memilih untuk menanggalkan setiap pikiran dan perasaannya yang bukan daripada Firman dan terus berjalan untuk taat kepada Firman sehingga kita dapat melihat respon Yusuf yang bahkan membuat saudara-saudaranya juga mengalami bahwa Yusuf berbeda daripada mereka semua. Sekalipun begitu banyak hal menyakitkan yang terjadi, tetapi Yusuf semakin kuat dalam roh untuk terus melihat bahwa ada kebaikan dan hari depan yang penuh dengan harapan ketika ia mempercayai Tuhan, Allahnya. Tuhan terlebih mampu mengubah setiap kesesakan kita menjadi kebaikan. This is literally what will happen, when time comes.. God turns our crying into dancing! Bagian kita adalah terus berjalan dengan menanggalkan setiap beban dan dosa yang ada, serta terus menguatkan manusia roh kita lewat Firman yang kita baca dan hidupi, sehingga kita akan melihat bahwa Tuhan mampu menyatakan kebesaran-Nya terhadap orang-orang disekitar kita melalui diri kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Dosa dan beban apa yang masih merintangi perjalananmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama dengan teman komselmu, saling terbukalah dosa dan beban apa saja yang sulit untuk dirimu tanggalkan!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
The bible’s messages is that you are matter to God, our response is that God should matter to us
(Dillon Burroughs)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya Roh Kudus memenuhi kedalaman roh kita sehingga kita memiliki kualitas hati yang takut akan Tuhan dan mengandalkan Tuhan sepenuh waktu sebagai bukti pimpinan Roh Allah pada kita.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf di rumah Potifar

39:1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.

39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,

39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

39:7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”

39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,

39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.

39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

39:13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,

39:14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.

39:15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”

39:16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.

39:17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: “Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.

39:18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”

39:19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.

39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Kejadian 39:1-23

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi kepada Yusuf? (Ayat 1-5)
  2. Proses pembentukan apa yang dialaminya? (Ayat 7-20)
  3. Hal apa yang terjadi ketika Yusuf berada di penjara? (Ayat 21-23)

DEVOTION

Kembali kepada kisah Yusuf, salah satu saksi iman yang besar. Mengikuti proses Yusuf membangun manusia roh dari awal kehidupannya hingga ia berada di tanah Mesir, bukanlah suatu perjalanan yang mudah, tetapi menjadi perjalanan yang sangat menyesakan. Yusuf bisa memilih untuk berespon tidak baik, ia bisa menjadi marah dan kecewa, tetapi ia memutuskan untuk memilih berespon taat kepada Firman setiap saatnya. Yusuf memiliki suatu kualitas hati mengandalkan Tuhan sepenuh waktu dan Tuhan memegang perjanjian-Nya terhadap Yusuf. Kualitas rohani inilah yang membuat Firaun menyadari bahwa Yusuf adalah orang yang berbeda, orang yang disertai Tuhan sehingga apapun yang ia kerjakan menjadi berhasil. Tetapi perjalanan Yusuf tidak berhenti sampai di titik ini, ada proses pembentukan yang harus sekali lagi Yusuf alami, berada di dalam penjara karena sesuatu yang sama sekali tidak ia perbuat. Penjara menjadi titik terendah dalam kehidupannya, ia dapat membuktikan diri bahwa ia tidak bersalah, tetapi ia memilih untuk tidak buktikan itu dan hanya mempercayai serta mengikuti rencana Tuhan. Ia memilih untuk membangun manusia rohnya di dalam penjara dan tetap melakukan yang terbaik, ia memilih untuk terus menerus mempercayai Tuhan di tengah situasi dan kondisi yang tidak baik, ia memilih untuk tetap berespon taat kepada Firman setiap waktunya, memilih untuk mempercayai bahwa Tuhan terlebih mampu dan terlebih sanggup untuk mengeluarkan dirinya dari penjara serta membawa kehidupannya terbang tinggi. Biarlah kita memiliki kualitas hati yang sama seperti Yusuf untuk kita terus menerus membangun manusia roh kita untuk taat kepada Firman setiap saatnya sekalipun situasi kondisi begitu menyesakan karena Tuhan adalah Allah yang dapat kita percayai, sepenuh waktu!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah dirimu sudah berespon Firman setiap saatnya? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
To trust in God in light is nothing, but trust Him in the dark – that is faith
(C.H. Spurgeon)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita memiliki hati yang dipenuhi oleh Firman setiap waktu sehingga kita dapat terus menerus mempercayai Tuhan di setiap musim kehidupan.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Yusuf dan saudara-saudaranya

37:1 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.

37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun–jadi masih muda–biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

37:6 Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:

37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”

37:8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.

37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”

37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”

37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Yusuf dijual ke tanah Mesir

37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.

37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: “Ya bapa.”

37:14 Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.” Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem.

37:15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: “Apakah yang kaucari?”

37:16 Sahutnya: “Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?”

37:17 Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.

37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.

37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!

37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”

37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “Janganlah kita bunuh dia!”

37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia” –maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.

37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.

37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?

37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,

37:30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”

37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: “Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?”

37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam.”

37:34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.

37:35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!” Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.

37:36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.

Kejadian 37:1-36

REFLECTION

  1. Apa yang direncanakan oleh saudara-saudara Yusuf? (Ayat 18-20)
  2. Bagaimana respon Ruben? (Ayat 21-22)

DEVOTION

Cerita hari ini adalah titik awal perjalanan Yusuf, seseorang yang sangat penting dan diubahkan menjadi orang besar di Mesir. Tidak ada kesalahan yang ia perbuat, tetapi ia begitu dibenci oleh saudara-saudaranya karena ia mendapat kasih dari Yakub, ayahnya. Melihat dan mengikuti perjalanannya dalam menghadapi kebencian saudara-saudaranya, bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi Yusuf tetap tulus mengasihi saudara-saudaranya, hingga ia rela mencari mereka ketika mereka sedang mengembalakan kambing domba untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Ketulusan dan kemurnian Yusuf pun dibalas dengan saudara-saudaranya mengambil jubahnya, melemparkannya ke dalam sumur bahkan menjualnya. “Sangat tidak adil”, seharusnya kalimat inilah yang keluar dari Yusuf, tetapi ia memilih untuk diam dan tidak berkata-kata sedikitpun sehingga ia tetap mengasihi saudara-saudaranya. Yusuf mengenal siapa Tuhan, Allahnya. Ia menyadari bahwa Tuhan terlebih mampu untuk menolong kehidupannya dari kejahatan yang diperbuat oleh saudara-saudaranya, ia melepaskan setiap ekspektasi dan keinginannya untuk membalas serta mengikuti rencana Tuhan yang sudah disiapkan untuk Yusuf dengan kerelaan hati. Ia terus menerus menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan dan turut serta untuk berjalan di dalam kehendak-Nya yang sudah ditetapkan di dalam hidup Yusuf. Apa yang menjadi respon kita ketika menghadapi setiap musim kehidupan yang silih berganti? Apakah kita dapat terus menerus mempercayai Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita sama seperti Yusuf? Yusuf membangun kehidupan manusia rohnya di dalam kepercayaan kepada Tuhan yang tidak terlihat. Mulailah belajar untuk mempercayai Tuhan dan bersedialah untuk berjalan bersama-sama Tuhan di dalam rancangan-rancangan yang Tuhan sudah siapkan di dalam kehidupan kita!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu mempercayai Tuhan di setiap musim kehidupanmu? Apakah kamu mau berjalan di dalam rancangan-Nya untuk hidupmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada pemuridmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
So Abraham took the wood of the burnt offering and laid it on Isaac his son; and he took the fire in his hand, and a knife, and the two of them went together
(Genesis 22:6 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus menolong kita mengerti dan menerima insight serta kita memiliki hati yang lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan lewat teladan Ishak.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Kejadian 13: 1-18

REFLECTION

  1. Apakah yang hendak dilakukan Abraham terhadap Ishak? Bagaimana respon Ishak ketika mengetahui dirinya hendak dipersembahkan? (Ayat 6-10)

DEVOTION

Ishak menyadari bahwa dirinyalah yang akan dipersembahkan oleh Abraham. Sebab pada masa itu, mempersembahkan anak sendiri sebagai ritual agama kepada dewa-dewi adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Meskipun begitu, ia tetap ikut menyelesaikan perjalanan menuju gunung Moria selama tiga hari. Ishak percaya bahwa apa yang dikerjakan bapanya, Abraham, tidak akan membawa kecelakaan baginya. Ishak percaya kepada Abraham seperti Abraham percaya bahwa TUHAN mengerti hati dan menyediakan kebutuhannya. Kita seringkali sulit mempercayai arahan yang diberikan oleh bapa rohani kita. Kecurigaan dan rasa tidak percaya itulah yang akan berbuah menjadi tindakan memberontak atau bahkan lari dari TUHAN. Sebagai anak rohani kita perlu menyadari bahwa bapa rohani yang TUHAN tempatkan bagi kita adalah otoritas yang diurapi dan diperlengkapi dengan hikmat dari TUHAN. Kita perlu meneladani sikap hati Ishak yang tunduk dan taat sampai akhir, walaupun apa yang ia lihat dapat menjadi alasan yang kuat untuk tidak mempercayai Abraham. Agar mampu taat, setiap kita perlu mempercayai Roh Kudus yang ada di dalam pemimpin/ bapa rohani kita dalam menuntun kita. Ketaatan akan menjaga hidup kita dan membawa pertumbuhan. Tetapi untuk dapat mempercayai Roh Allah dan pimpinan yang ada di dalam bapa rohani kita, kita perlu terlebih dahulu terbiasa untuk terus membangun manusia Roh kita.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah dirimu sudah sepenuhnya mempercayai arahan yang bapa rohanimu berikan dalam hidupmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan dari perenungan hari ini kepada teman komselmu!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
True biblical love is a selfless commitment of one’s body, soul, and spirit to the betterment of other person.
(Jim George)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham untuk bertahan dalam pengujian iman.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Abram dan Lot berpisah

13:1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.

13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,

13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.

13:5 Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.

13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”

13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. –Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —

13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.

13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Kejadian 13: 1-18

REFLECTION

  1. Hal apakah yang terjadi pada Abram dan Lot? (Ayat 1-7)
  2. Bagaimanakah respon Abraham? (Ayat 8-9)
  3. Apakah janji Tuhan kepada Abram? (Ayat 14-18)

DEVOTION

Satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Abram dan Lot adalah bagaimana Abram tidak mempertahankan apapun sebagai haknya yang harus tetap diperolehnya. Lot dengan egonya mengambil seluruh Lembah Yordan yang banyak airnya untuk menjadi daerahnya, meskipun daerah itu terlihat baik untuk diambil oleh Lot, tetapi Lot tetap memilih tanah yang terlihat baik itu meskipun dekat dengan kota Sodom yang orang-orangnya jahat dan berdosa dimata Tuhan. Sebaliknya, Abram tidak mempertahankan hal yang terlihat baik dalam pandangan mata tetapi berserah dan menyerahkan haknya untuk memilih yang baik dengan diam di negeri yang ditinggalkan Lot. Karena penyerahan hak Abram, Allah justru memberikan janji yang besar kepada Abram. Adalah mungkin apabila Abram memilih daerah yang dipilih oleh Lot, Abram tidak mendapat janji Tuhan, tetapi karena penyerahan haknya kepada Tuhan meskipun Ia tidak melihat daerah yang ada padanya baik, Abram malah mendapatkan janji Tuhan yang besar. Kualitas hati untuk menyerahkan hak adalah buah yang dimiliki oleh orang yang membangun manusia rohnya. Orang yang dikuasai oleh daging akan memilih apa yang terlihat baik oleh mata, tetapi orang yang dipimpin oleh Roh akan mampu melihat segala keadaan dapat diubah Tuhan menjadi baik. Kita tidak perlu mempertahankan sesuatu yang menurut kita baik, karena Allah terlebih tahu mana yang paling baik untuk diberikan pada kita. Berserahlah kepada Allah dan berlakulah setia kepada Allah, karena Ia akan memberikan apa yang baik padamu meskipun secara kelihatan mata apa yang kita miliki tidak terlihat baik. Allah adalah Allah, Ia mampu melakukan segala hal yang mustahil. Bangunlah manusia roh kita supaya kita dapat melihat Tuhan bekerja mengalahkan kemustahilan dan kekeringan menjadi hujan dan keterpurukan menjadi yang terbaik. Orang yang membangun manusia roh akan dapat melihat dengan mata rohaninya sesuatu yang besar melampaui keadaan kering sekalipun.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita memiliki kekuatan roh untuk dapat taat kepada Tuhan walaupun berat? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Bersama teman kompakmu, buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini!

0

06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA
And Abraham said, “My son, God will provide for Himself the lamb for a burnt offering.” So the two of them went together
(Genesis 22:8 NKJV)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita dapat mengerti dan mencontoh kualitas spiritual Abraham untuk bertahan dalam pengujian iman.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Kepercayaan Abraham diuji

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Kejadian 22:1-19

REFLECTION

  1. Hal apakah yang Tuhan perintahkan kepada Abraham? (Ayat 1-2)
  2. Bagaimanakah respon Abraham kepada Tuhan? (Ayat 3-14) Mengapa Abraham berani mempersembahkan Ishak? (Ibrani 11:17-19)
  3. Apakah janji Tuhan kepada Abraham? (Ayat 15-19)

DEVOTION

Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang begitu banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit melalui Ishak tetapi sampai suatu ketika Allah meminta kembali Ishak dari Abraham. Sebuah pengujian yang besar dan bertubi-tubi dari Allah kepada Abraham. Bagi orang yang tidak memiliki kekuatan roh, mungkin Tuhan sedang mempermainkan dirinya tetapi bagi Abraham yang memiliki kekuatan spiritual pencobaan ini tidak menggoncangkan dirinya. Tanpa kompromi Abraham menyerahkan Ishak kepada Allah. Abraham sanggup menyerahkan Ishak kepada Allah karena kekuatan rohaninya dalam melihat sanggup menembus dunia roh. Abraham berani mempersembahkan (membunuh) Ishak karena Ia percaya bahwa pekerjaan roh akan terjadi yaitu bahwa Allah akan sanggup membangkitkan kembali Ishak dari kematian (Ibrani 11:17-19). Hanya orang-orang yang memiliki kualitas rohani yang kuat yang mampu melihat alam roh bekerja dan mempercayai apa yang terjadi di alam roh sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang kuat di dalam roh akan terus mengalami janji-janji Tuhan yang mustahil menjadi kenyataan. Orang yang tidak kuat sebagai manusia rohani akan mengalami kemiskinan pengalaman iman yang luar biasa sehingga ia akan terus melihat bahwa Allah tidak ada, ketika ia melihat bahwa Allah tidak ada maka matilah imannya dalam mengikut Tuhan.

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kita memiliki kekuatan roh untuk dapat taat kepada Tuhan walaupun berat? Mengapa?

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada teman kompakmu dan buatlah langkah praktis untuk membangun kekuatan roh hari ini

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 3NEXT POSTS
Skip to toolbar