06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

DAVID – BUILD OUR SPIRITUAL LIVE

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu

(1 Timotius 4 : 12 TB)

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah supaya kita terus menerus membangun manusia Roh sehingga kita dapat menyatakan kebesaran Tuhan kepada orang lain.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Daud tiba di medan pertempuran

17:12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.

17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.

17:14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.

17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

17:16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

17:17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: “Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu.

17:18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.

17:19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin.”

17:20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang.

17:21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan.

17:22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat.

17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.

17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.”

17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

17:27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: “Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia.”

17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

17:29 Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

17:30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.

17:31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.

17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

17:38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

17:39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

1 Samuel 17:12-39

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Timotius 4:12

REFLECTION

  1. Apa yang terjadi antara Daud dan Saul? Bagaimana respon Daud? (Ayat 32-37)
  2. Perintah apa yang Tuhan berikan untuk kita? (1 Timotius 4:12)

DEVOTION

Berbicara tentang membangun manusia Roh, Daud menjadi salah satu teladan yang dapat kita ikuti. Daud memiliki tujuh saudara laki-laki dan Daud adalah anak paling bungsu. Jika kita melihat latar belakang Daud pada pasal 16, kita akan menemukan bahwa Daud merupakan anak yang tidak diperhitungkan oleh keluarganya, bahkan oleh orang tuanya, ia dianggap rendah karena ia masih sangat muda, tetapi ia tidak menjadi tawar hati karena hal tersebut, Daud tetap membangun manusia Roh; memberikan dirinya terus menerus dipimpin oleh Roh Allah yang ada di dalamnya hingga ia dapat taat kepada Firman setiap saatnya. Ketika bangsa Israel ketakutan karena Goliat mendatangi mereka dan Saul pun tidak berani maju menghadapinya, tetapi yang menjadi respon Daud adalah ia mendatangi Saul, menguatkan kembali kepercayaan Saul bahwa Tuhan ada di pihak Israel, sehingga tidak perlu untuk menjadi takut dan tawar hati, bahkan ia rela memberi diri untuk maju dan menghadapi Goliat. Karena melihat teladan iman yang diberikan oleh Daud, Saul pun kembali mempercayai penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel dan berkata “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Ketika kita berfokus untuk membangun manusia Roh kita, pasti jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) akan ikut mengikuti Firman. Kita merasa seperti Firman merasa, kita berpikir seperti Firman berpikir dan kita bertindak sesuai Firman bertindak. Dan ketika kita membangun manusia Roh, pasti kita akan menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita juga sehingga mereka dapat mengalami kebesaran Tuhan. “Let no one look down on [you because of] your youth, but be an example and set a pattern for the believers in speech, in conduct, in love, in faith, and in [moral] purity.” Tidak peduli berapapun usia kita, tetapi jadilah teladan iman untuk orang-orang di sekitar kita sehingga Tuhan semakin dinyatakan!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah menjadi teladan iman untuk orang-orang di sekitarmu? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah kepada pemuridmu apakah dirimu masih terus membangun manusia Roh, mengapa?

Author


Avatar