12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

DIKASIHI TUHAN

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Yohanes 4:19-23

Seperti di waktu lalu kita pernah pelajari bahwa manusia adalah makhluk penyembah. Kalau seorang tidak mau menyembah TUHAN Allah yang benar, ia pasti menyembah sesuatu yang lain tanpa ia sadari; mungkin itu uang, pribadi lain yang bukan Allah, ataupun dirinya sendiri.

Tetapi ketika seorang menyembah pribadi yang bukan Allah yang benar, ia pasti mengalami kekosongan. Karena manusia diciptakan untuk menyembah Allah yang benar. Setiap kita bukan saja pribadi penyembah, kita memiliki kebutuhan mendasar untuk menyembah Allah yang benar. Tanpa itu, ada kekosongan dalam hidup kita.

Penyembahan adalah kehidupan. Tetapi kehidupan penyembahan harus dimulai dari memberikan waktu yang khusus untuk menyembah Dia. Penyembahan yang benar, dalm roh dan kebenaran, akan membawa kita intim dengan Dia. Keintiman akan mengisi kekosongan, kebutuhan kita akan pribadi Allah dalam roh kita.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apa yang ditanyakan oleh perempuan Samaria kepada Yesus?
    2. Apa yang membedakan penyembahan dalam pikiran perempuan Samaria dengan yang Yesus jelaskan?
    3. Apa yang Bapa kehendaki dari penyembah yang benar?
    1. Selama ini bagaimana kehidupan penyembahan saudara? Apakah saudara merasakan kepuasan dan keintiman ketika datang kepada Bapa? Ataukah sebagai suatu beban?
    2. Hal apa yang selama ini membatasi ataupun menghalangi saudara hidup dalam penyembahan yang benar? Apa yang dapat membantu saudara menjalani kehidupan penyembahan yang benar?
    3. Datanglah kepada Bapa, sembahlah Bapa dengan penuh keintiman! Dengarkanlah isi hati-Nya, nikmatilah hubungan tanpa tuntutan dengan Bapa
    1. Apa yang mau saudara lakukan sepanjang hari ini untuk membangun kehidupan penyembahan dan hubungan kasih dengan Bapa?
    2. Buatlah janji untuk bersekutu dengan keluarga, kompak atau komunitasmu. Bagikan pengalaman kasih saudara dan kerinduan saudara akan Dia!
    3. Ambil waktu untuk berdoa dan menyembah bersama, alamilah Allah yang hadir di tengah-tengah saudara dan salinglah mendoakan!

Topik Doa:

Panjatkan doa bagi harga bahan pokok dan pemerintah yang mengaturnya diberi hikmat dalam memutuskan hal-hal yang ada.

Author


Avatar