12/2019 Desember, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

DIKASIHI TUHAN

Perumpamaan tentang anak yang hilang

15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Lukas 15:11-24

Dalam perumpamaan ini, seorang bapa memiliki anak bungsu yang minta harta ayahnya, meninggalkannya dan menghabiskannya sampai si anak miskin. Tetapi kemudian ketika si anak kembali, ternyata sanga bapa tidak membenci dan memarahi dia. Si bapa sudah menunggu. Ia berlari menyambut si anak bungsu ketika ia melihat anaknya pulang. Ia sangat bersuka cita dan mengadakan pesta atas kepulangannya.

Setiap kita butuh dikasihi. Setiap kita butuh diterima. Allah Bapa mau menerima kita apa adanya. Mengasihi kita tanpa syarat. Yang kita perlu lakukan adalah pulang kembali kepada Bapa dan menerima kasih-Nya.

Kalaupun orang-orang yang saudara harapkan menolak saudara. Ada Bapa yang selalu menerima saudara. Dia menerima dan mengganti segala pakaian kita dengan yang terbaik.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dilakukan si anak bungsu kepada bapanya di awal kisah tersebut?
    2. Apa yang kemudian terjadi dalam kehidupannya?
    3. Apa sikap dan respons sang bapa bertemu anaknya?
    1. Selama ini, bagaimanakah sikap saudara kepada Tuhan, Bapa saudara?
    2. Apakah saudara pernah takut datang kepada Bapa karena ada dosa ataupun pemberontakan yang saudara lakukan?
    3. Datanglah kepada Bapa dan akuilah segala kondisi saudara! Datanglah dengan percaya bahwa Bapa menerima saudara dan mau mengasihi saudara!
    1. Perubahan apa yang saudara mau buat setelah menyadari kasih Bapa yang menerima saudara?
    2. Ambil waktu untuk bersekutu dengan keluarga, kompak dan komunitas, belajarlah untuk saling mengasihi dan menerima tanpa syarat seperti Bapa menerima kita!
    3. Datanglah secara bersama-sama dalam doa, penyembahan dan syukur kepada Tuhan.

Topik Doa:

Panjatkan doa bagi aparat pemerintah yang akan bertuga pada perayaan malam tahun baru.

Author


Avatar