06/2019 Juni, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

ESTHER – BLESSING OTHERS

“Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati”

Ester 5:16

M1

MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus memberikan kita hikmat dan pewahyuan yang baru ketika merenungkan Firman hari ini.

M2

MERENUNGKAN FIRMAN

Muslihat Haman untuk memunahkan orang Yahudi

3:1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

3:2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

3:3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: “Mengapa engkau melanggar perintah raja?”

3:4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

3:17 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

Ester 3:1-4:17

REFLECTION

  1. Apa masalah yang disebabkan Haman terhadap Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi? (Ester 3:1-15)
  2. Siapakah yang dapat menolong bangsa Yahudi? (Ester 4:1-11)
  3. Apa yang menjadi iman Mordekhai dan bagaimana Ester meresponinya? (Ester 4:12-16)

DEVOTION

Ada banyak orang yang mau berjuang untuk menerima pujian dan penghar- gaan, namun sedikit orang mau berkorban dalam keadaan yang sulit dan tidak menguntungkan. Ketika seseorang sudah berada dalam posisi yang diinginkan dan nyaman, kecenderungan untuk tidak peduli dengan kondisi orang lain menjadi lebih besar. Melakukan apa yang benar pun terlihat menjadi risiko yang terlalu besar untuk diambil sehingga kita tidak berani untuk melakukan kebenaran. Kita merasa perlu untuk tetap mengamankan diri dan reputasi kita, sehingga kita tidak ditolak oleh orang-orang disekitar kita. Ketika Haman berhasil memanipulasi Raja untuk membunuh seluruh orang Yahudi, nampak- nya Ester berada di posisi yang sudah aman dan akan terluput. Namun, posisi Ester sebagai ratu sebenarnya adalah rencana Tuhan untuk menyelamatkan bangsanya. Rencana dan hati Allah adalah selalu untuk memberkati orang lain, bukan untuk kepuasan diri sendiri. Tuhan tidak menjadikan kita pemilik atas sesuatu (posisi, harta, kepintaran, kekuasaan). Ia menjadikan kita sebagai pengelola untuk membagikan hal-hal tersebut kepada orang-orang di sekitar kita. Praktik sederhana dari teladan Ester dapat dimulai dari kerelaanmu mem- berikan apa yang ada padamu untuk memberkati kesejahteraan orang lain. Kita perlu menyadari bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kita adalah untuk mengelola dan memelihara, bukan memiliki. Untuk melakukan hal ini, kita perlu biarkan diri kita dipimpin oleh Roh Allah setiap saatnya sehingga ego kita semakin berkurang dan Allah yang menjadi semakin besar!

M3

MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN
  1. Ceritakan dalam jurnalmu hal apakah yang Tuhan nyatakan kepadamu hari ini! (rhema/ perintah/ dosa/ janji)
  2. Apakah kamu sudah menggunakan apa yang ada padamu untuk menjadi berkat dan menolong orang lain? Ceritakanlah!

M4

MEMBAGIKAN FIRMAN KRISTUS

Ceritakanlah insight yang kamu dapatkan hari ini kepada pemuridmu dan buatlah komitmen praktis sehingga hidupmu dapat takut akan Tuhan setiap saatnya!

Author


Avatar