11/2017 November, 2017, Daily Devotion, Minggu ke-4, RENUNGAN, TOGA

Follow His Direction

1 Samuel 30:1-20
  “Sudah jatuh, tertimpa tangga.” Kira-kira inilah perumpamaan yang sesuai dengan keadaan Daud. Jika kita membaca pasal sebelumnya, dikatakan bahwa Daud baru saja dikirim pulang untuk tidak berperang bersama Filistin karena Filistin takut Daud berkhianat di tengah-tengah peperangan. Mengapa Daud bisa berada di pihak Filistin? Pelariannya dari Saul telah membawa ia untuk sesaat bersama-sama dengan Filistin. Daud dan orang-orangnya meninggalkan perkemahan karena Filistin pada awalnya meminta ia dan orang-orangnya untuk ikut berperang. Rencana berubah, ketika mereka dipulangkan, mereka menemukan tanah perkemahan mereka telah menjadi sepi karena dijarah oleh Amalek. Termasuk istri dan anak-anak mereka pun disandera oleh Amalek.   Semua pengikut Daud marah, sesak sampai ingin melempari Daud dengan batu. Situasi serupa pernah dialami oleh Saul dan Saul ketakutan sampai lupa untuk taat pada perkataan Allah. Tetapi Daud tidak mengulangi kesalahan Saul. Ia takut sampai benar-benar mencari perkataan Allah dan menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Di tengah kesesakan, di tengah kekacauan karena istri, anak dan hartanya direbut musuh, Daud tidak mengurangkan rasa percayanya dan meragukan Tuhan. Dan Tuhan, mengaruniakan kepada Daud kemenangan.   Itu sebabnya dalam mazmurnya, Daud menulis: “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mazmur 56:4). Bagaimana dengan kita? Waktu kita takut, kita menguatkan rasa takut atau menguatkan kepercayaan kita?

Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya.

(1 Samuel 30:6)

Reflection :
  1. Kebenaran apa yang kamu terima melalui perenungan hari ini?
  2. Apa komitmenmu yang ingin kamu lakukan setelah menerima kebenaran hari ini?
  3. Ceritakan kepada teman komunitas sepakatmu!