02/2019 Februari, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Hamba Yang Setia (2)

25:14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Matius 25:14-30

Masih dalam perumpamaan yang sama, kita belajar ternyata setia bukan sekedar menjaga uang/harta yang Tuhan percayakan. Hamba yang hanya menyimpan harta itu dan tidak mengusahakannya, walaupun tidak juga dipergunakannya, justru dinyatakan sebagai hamba yang jahat dan malas.

Jadi, apa yang harus dilakukan oleh hamba yang setia? Sebagai hamba yang setia, kita jelas harus tidak malas tetapi rajin. Rajin mengusahakan segala yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Rajin mengembangkan harta kita baik berupa uang maupun segala kemampuan, waktu, potensi bagi Kerajaan Allah.

Ingat semua itu bukan untuk kepentingan kita pribadi, tetapi untuk Tuan kita. Sudahkah saudara sungguh-sungguh setia?

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Bagaimana penilaian Tuan terhadap hamba yang dipercayakan lima dan dua talenta? Mengapa?
    2. Bagaimana penilaian Tuan terhadap hamba yang dipercayakan satu talenta? Mengapa?
    1. Selama ini seberapa saudara sudah dengan rajin dan setia mengatur / mengelola uang / harta yang Tuhan percayakan kepada saudara?
    2. Dalam hal apa saudara masih memiliki kemalasan? Dalam hal apa kerajinan saudara harus ditingkatkan?
    3. Datanglah kepada Tuhan, sembahlah Bapa, mintalah Bapa menyatakan kerinduan Bapa atas hidup saudara lebih lagi!
    1. Perubahan apa yang ingin saudara lakukan dalam mengelola hidup dan keuangan saudara?
    2. Bagikan kerinduan saudara kepada komunitas dan Kompak saudara! Biarlah saudara saling meneguhkan dan saling mendorong lebih lagi!

Topik Doa:

Teruslah berdoa bagi persiapan demi persiapan pemilu mendatang. Berdoa bagi setiap kelurahan, RT dan semua pihak yang terlibat.

Author


Avatar