11/2017 November, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-4, RENUNGAN

KEPRIBADIAN TANPA KEHENDAK ALLAH

Matius 23:25-28
  Itulah teguran Tuhan Yesus yang paling keras kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang tahu Firman tapi tidak melakukan Kehendak Allah. Setelah berkata demikian. Tidak lama berselang. Yesus ditangkap dan mati disalibkan. Yesus Tuhan kita bukanlah pribadi yang hanya luarnya saja baik. Dia pelaku kehendak Allah. Karena itu jika kita mengasihi Allah, maka kita pasti rela melakukan Kehendak Allah.   Ada 3 macam Kehendak Allah (Roma 12:2):
  1. Kehendak Allah yang baik, adalah melakukan Firman-Nya setiap hari.
  2. Kehendak Allah yang berkenan, adalah rela membayar harga, rela berkorban, mau menyangkal diri, memikul salib kita.
  3. Kehendak Allah yang sempurna, adalah menjadi serupa seperti Kristus melalui bersatu dengan kematian-Nya dan bersatu dengan kuasa kebangkitan-Nya.
  Mari kita berdoa: “Setiap hari aku telah menyedihkan hati-Mu ya Tuhan. Aku sering berpura pura baik. Padahal aku sedang menyembunyikan kesalahanku. Ampunilah kemunafikanku ya Tuhan. Aku tidak mengerjakan kehendak-Mu. Aku hanya berpikir dan berbuat bagi keuntungan diriku saja. Ampunilah keegoisanku ya Tuhan. Lihatlah hatiku ya Tuhan. Lihatlah air mata penyesalanku. Aku mau menjadi seperti diri-Mu. Berilah aku kesempatan baru untuk melakukan kehendak-Mu yang baik, berkenan, sempurna. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Kebenaran apakah yang saudara dapatkan hari ini?
  2. Seberapa besar kesadaran saudara terhadap setiap nasehat ataupun perkataan saudara yang saudara tabur kepada setiap orang? Bagaimanakah selama ini saudara menabur perkataan? Lebih berbicara kebenaran ataukah isi hati/keinginan/pemikiran saudara sendiri?
  3. Dalam hal apakah saudara mau berubah dan lakukan mulai hari ini? Bawa komitmen saudara kepada Tuhan dan tetaplah saling membangun dan berbagi kebenaran.
Topik Doa:
Berdoa agar gereja Tuhan berfokus pada kehendak Allah dan kesatuan Tubuh-Nya.