10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Kuasa Firman Dalam Komunitas

Amsal 27:17
Pengkhotbah 4:7-12

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”

(Amsal 27:17)

Dalam kitab Pengkhotbah, penulis melihat berbagai kesia-siaan di dunia ini. Dan salah satunya adalah orang yang hidup sendiri. Seperti yang sudah kita pelajari di waktu-waktu lalu, setiap kita membutuhkan komunitas. Manusia diciptakan untuk hidup bersama dan saling menolong. Tetapi kita sering kali didorong oleh Iblis maupun oleh rasa ego kita, untuk hidup sendiri. Kita perlu belajar dari Firman Tuhan hari ini, bahwa Tuhan menjadikan kita untuk hidup dalam kebersamaan dan komunitas yang saling menolong. Pada masa sekarang ini, orang sering berada di tengah keramaian, ataupun memiliki teman-teman; tetapi hidup dalam dunianya sendiri. Kita perlu hidup dalam komunitas yang benar-benar berinteraksi satu sama lain, peduli satu sama lain, saling menjaga dan menolong satu sama lain. Komunitas kita yang terdekat adalah keluarga kita sendiri. Mulailah hidup peduli dan peka dengan keluarga kita sendiri. Banyak orang cenderung untuk bergaul dengan banyak orang tapi tidak membangun hubungan dengan orang terdekat kita, keluarga terdekat kita. Kalau kita memiliki hubungan yang kurang baik dengan keluarga kita. Mari kita mulai memperbaikinya. Orang-orang yang menjadi bagian keluarga kita jelas ditentukan oleh Tuhan; karena kita tidak memilih kita dilahirkan dalam keluarga yang mana. Memang kita memilih pasangan hidup kita; tetapi kalau kita sampai sudah menikah, pasti itu terjadi dengan seizin Tuhan; karena Tuhan yang menjadikan keluarga. Komunitas kedua yang ada dalam Rumah Tuhan adalah Komsel atau pun Kompak. Sudahkah kita hidup dalam sebuah Komsel? Komsel adalah sebuah komunitas kecil yang terdiri dari beberapa orang percaya, yang sifat keanggotaannya tetap. Komsel adalah wadah bagi kaum percaya untuk menerapkan gaya hidup Kristus di dalam mempraktikkan kuasa Firman. Gaya hidup Kristus adalah gaya hidup “saling” yang bersifat positif dan membangun dengan Firman Tuhan sebagai dasar. Melalui komunitas kita dapat mempraktikkan Firman Tuhan lebih nyata. Justru dalam komunitas, para anggota dapat saling memberikan semangat, motivasi, kekuatan, penghiburan, dan solusi untuk permasalahan hidup kita. Dalam komunitas,kita belajar menghargai pendapat orang, kita belajar rendah hati, kita belajar memahami orang, kita belajar mengasihi, kita belajar mendengar, belajar mengampuni, dll. Setiap anggota pasti mengalami pertumbuhan rohani yaitu kedewasaan. Kedewasaan berpikir, berbicara, dan bertindak. Kalau saudara belum terlibat mengikuti Komsel, jangan mencari dan mengharapkan Komsel yang sempurna, karena kita tidak akan pernah menemukan yang sempurna, karena terdiri dari manusia-manusia yang memang tidak sempurna. Tapi, berdoalah, minta tuntunan Tuhan Yesus untuk meletakkan kamu dalam sebuah Komsel yang terbaik buatmu. Dan ketika kamu ditempatkan dalam sebuah Komsel itu, maka percayalah, itulah yang terbaik buatmu, yang sudah ditentukan oleh Dia bagimu.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Dari bacaan hari ini, kebenaran apakah yang Roh Kudus ingin sampaikan kepada saudara?
  2. Ketika saudara mau menjadi pelaku Firman Tuhan, apakah Firman itu benar sudah dipraktikkan di dalam komunitas (Keluarga maupun Kompak/Komsel) tempat saudara ada? Renungkan dan refleksikan!
  3. Jikalau saudara belumterlibat dalam Komsel, cari informasi, ikuti dan tertanamlah! Kalau saudara sudah ada dalam Komsel, hal apakah yang akan saudara kerjakan untuk membangun setiap anggotanya?
Topik Doa:
Berdoalah agar setiap kita memiliki hubungan lebih dekat dengan keluarga dan komunitas kita!

3 Comments

REPLY A MESSAGE