09/2019 September, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-2, RENUNGAN, TOGA

LIVING IN LOVE

PRAY & WORSHIP

Tuhan rindu untuk kita dapat berakar dalam kasih, ceritakanlah isi hatimu kepada Tuhan sehingga kita semakin dipenuhi oleh kasih dan datanglah kepada Tuhan dengan ucapan syukur serta penyembahan!

REFLECTION

Yesus diolok-olokkan

27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.

27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.

27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!”

27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.

27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

Yesus disalibkan

27:32Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

27:33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.

27:35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.

27:36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.

27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

27:38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.

27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,

27:40 mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!”

27:41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:

27:42 “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.

27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.”

27:44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.

Yesus mati

27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.

27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”

27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.

27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”

27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

27:51Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.

27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Matius 27:27-56


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16

  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, apa yang dimak- sud dengan kasih yang sejati?
  2. Hal apa yang terjadi pada Yesus di hari itu? (Ayat 27-44)
  3. Apa yang Yesus lakukan bagi kita? (Ayat 50)
  4. Mengapa Yesus lakukan itu untuk kita? (Yohanes 3:16)

DEVOTION

Yesus telah membuktikan kasih-Nya kepada kita dengan pengorbanan yang sempurna lewat Ia mati di kayu salib. Ia rela menanggung setiap cambukan, caci maki, mahkota duri, salib yang begitu berat, bahkan paku yang menem- bus tangan dan kaki-Nya karena Ia begitu mengasihi setiap pribadi kita. Lewat salib, Ia membawa kita mengerti bahwa kasih yang sejati hanyalah ada pada Yesus dan lewat kasih yang sejati itu, Ia telah melepaskan kita dari beban dan dosa serta membuat kita menjadi milik-Nya. Yesus rindu agar setiap hari, kita terus hidup dalam perenungan salib yang akan membawa kita semakin mengasihi Dia dan tenggelam dalam kasih karunia yang Dia telah sediakan untuk kita.

CHALLENGE

Seringkali dosa dan beban menghalangi kita untuk kita dapat benar-benar mengalami kasih Bapa. Jika hari ini kamu tidak dapat jumpa dengan kasih Bapa karena ada beban dan dosa yang merintangi perjalananmu, bukalah dan akuilah kepada teman kompakmu! Dan jika tidak ada beban atau dosa yang sedang kamu pikul, ceritakanlah betapa besarnya kasih Bapa yang telah kamu alami hari ini!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

Author


Avatar