10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Memperkatakan Kuasa Firman

Yosua 1:1-9

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Yosua 1:8

  Dalam bacaan hari ini, kita membaca bagaimana Yosua diangkat menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel. Dari kondisi ini dan juga perkataan Firman Tuhan kepada Yosua, kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya Yosua mengalami keraguan, “kecut hati”, dan tawar hati. Tetapi Firman Tuhan datang menguatkan Yosua, dan Yosua diperintahkan untuk memperkatakan Firman Tuhan. Memperkatakan di dalam NIV “…depart from your mouth…”, sedangkan dalam Injil Shellabear 2010 “..jangan berhenti mempercakapkan..” Artinya ini adalah sesuatu yang sangat penting kalau mempercakapkan terus menerus dari mulut kita. Bisa jadi ada dari kita berpikir bahwa memperkatakan firman setiap hari adalah tindakan sia-sia dan membuang energi percuma. Salah besar!Justru ketika kita memperkatakan firman kita sedang mengetuk pintu surga dan menggerakkan Roh Kudus bekerja. Roh Kudus selalu bekerja berdasarkan Firman yang diucapkan. Sebelum langit dan bumi ada, “…Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kej.1:2). Ketika Tuhan hendak menciptakan terang Ia berkata, ” ‘Jadilah terang’. Lalu terang itu jadi.”(Kej.1:3). Sesudah firman diucapkan barulah Roh Kudus bekerja menciptakan terang, maka jadilah terang. Firman Tuhan dan Roh Kudus bekerja sama, TIDAK DAPAT DIPISAHKAN. Tatkala firman diucapkan Roh Kudus bekerja. Selama pelayanan-Nya di bumi Tuhan Yesus juga selalu memperkatakan firman sebelum menyembuhkan orang sakit dan melakukan mukjizat. Mengapa memperkatakan firman itu sangat penting? Ketika kita mengucapkan kata-kata yang sesuai Firman dan benar akan timbul suatu imajinasi yang benar dan akhirnya menghasilkan keinginan yang benar pula. Contoh: ketika orang membaca biografi seseorang yang dipakai Tuhan, akan timbul imajinasi ingin seperti orang itu, dan pada akhirnya menghasilkan keinginan untuk melakukan seperti yang dia lakukan (meneladani hidupnya). Memperkatakan firman sangat penting karena itu adalah KEKUATAN MENAKLUKKAN IBLIS. Iblis sering kali menggunakan isi pikiran, perasaan, dan keinginan kita yang bertentangan dengan Firman untuk jadi sasaran serangannya. Ketika kita memperkatakan Firman dengan iman; kita sebenarnya menyatakan kita mau tunduk kepada Firman Tuhan itu. Iblis tidak lagi punya tempat untuk menjajah kita. Ketika sedang dicobai Iblis Yesus mengalahkannya dengan perkataan firman. Iblis akan lari tunggang langgang ketika Firman keluar dari mulut kita dengan hati beriman.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Setelah saudara merenungkan Yosua 1:8, hal terpenting apakah yang saudara dapatkan?
  2. Refleksikan, apakah yang sering saudara ucapkan: perkataan Firman atau perkataan sia-sia?
  3. Hal apakah yang akan saudara lakukan terhadap kondisi yang sedang saudara hadapi baik di dalam keluarga, komunitas maupun kompak saudara?
Topik Doa:
Berdoalah agar ada keberanian dalam diri anak Tuhan untuk menjadi saksi dan penjala manusia di Indonesia!