10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Menerima Firman Sampai Berbuah

Matius 13:1-23

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan MENGERTI, dan karena itu ia BERBUAH, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

(Matius 13:23)

  Dalam perumpamaan tentang penabur yang kita baca hari ini, ternyata kita dapat melihat bahwa kita perlu menerima Firman Tuhan yang kita dengar sampai kita “mengerti” barulah Firman itu menghasilkan buah dalam diri kita. Artinya setelah kita benar-benar “mengerti” Firman Tuhan, Firman Tuhan akan mengubah jiwa kita, dan kita baru bisa menghasilkan buah. Kalau kita sekedar menerima dengan gembira, tetapi Firman itu tidak tertanam dalam hati dan hidup kita. Firman Tuhan tidak akan membawa perubahan. Berikut ini ada suatu ilustrasi perbandingan arti “mengerti”, kita bisa renungkan supaya kita terus berusaha “mengerti” Firman Tuhan dan bukan sekedar membaca alkitab dan meditasi sekedarnya. Pada suatu kali sebut saja namanya Pak Adam dan ayahnya mendapatkan hadiah ponsel pintar yang sama. Sewaktu Pak Adam mencoba memakainya, ia merasa ponsel itu terlalu merepotkan dan akhirnya hanya menggunakannya untuk telepon dan sms saja. Sedangkan ayah Pak Adam meminta cucu-cucunya untuk mengajarinya kapan pun mereka berkunjung ke rumahnya. Beberapa bulan kemudian, beliau hampir menguasai semua kegunaan ponsel tersebut. Sekarang pun beliau tidak pernah lagi kelupaan minum obat karena memasang alarm di ponsel. Beliau juga mengetahui berita-berita terbaru dari media sosial yang ia ikuti. Album fotonya pun penuh dengan gambar dan foto-foto yang ia abadikan. Sepertinya, tidak ada aplikasi yang tidak beliau ketahui kegunaannya. Ayah Pak Adam tampak begitu senang dan menyebut ponsel tersebut sebagai penolong ajaib yang memudahkan hidupnya. Bukankah semua kita pun sebenarnya telah menerima firman yang sama dari Tuhan. Setiap minggu kita mendengarkan Firman? Kita pun membaca Alkitab yang sama. Seperti Pak Adam dan ayahnya, pada awalnya mungkin kita pun tidak mengerti firman yang kita terima. Namun, cara kita menyikapi apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita menentukan dampak yang akan kita terima.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Apakah saudara memahami ayat Firman hari ini? Pemahaman seperti apakah yang saudara dapatkan?
  2. Coba refleksikan Firman hari ini kepada kehidupan yang sedang saudara jalani, berada di manakah benih Firman yang saudara dengar? Apakah ada buah yang dihasilkan di dalam kehidupan saudara?
  3. Coba ambil langkah yang nyata, sikap hati seperti apa yang akan saudara ambil saat mendengarkan Firman baik di ibadah, komunitas maupun saat meditasi Firman secara pribadi?
Topik Doa:
Berdoalah agar jemaat Gereja Tuhan di Indonesia memiliki kehausan akan Firman Tuhan, menghargai Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan pribadi setiap orang.