01/2019 Januari, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-2, RENUNGAN

Mengenal Kegunaan Garam

14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?

14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Lukas 14:34-35

Pengertian kita umumnya garam dipakai untuk memasak, membuat makanan yang tawar menjadi lebih nikmat disantap. Tetapi Yesus menyebutkan pengertian berbeda, bahwa garam itu digunakan untuk “ladang”, apa maksudnya? Pada masa itu, garam bermanfaat pada waktu perang. Ketika perang, garam ditaburkan di ladang musuh. Dengan demikian, tanahnya tidak akan menghasilkan panen lagi. Musuh akan kelaparan dan menjadi lemah, tidak memiliki kekuatan dan mudah dikalahkan. Itulah kekuatan dan fungsi garam yang pertama.

Karena kita garam dunia (garam bumi – “salt of the earth”), kita juga memiliki kuasa untuk melemahkan kuasa, sumber daya mereka hingga kekuatan musuh mudah untuk dihancurkan. Bahkan kekuatan satu kota musuh; komunitas musuh akan lemah karena kita, garam dunia.

Kata “pupuk” (Lukas 14:35) dalam bahasa Inggris adalah “dunghill.” Artinya adalah setumpuk kotoran. Pada masa waktu itu, bahkan diperkirakan sejak zaman Musa, orang Israel setelah buang air besar, akan menaburkan garam ke atasnya, supaya kuman dalam kotoran itu menjadi mati dan justru bermanfaat menjadi pupuk.

Dari gambaran yang kedua ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita memiliki kuasa untuk mengubah hal yang buruk, sampah, tidak berguna, bahkan dapat membawa penyakit. Kita berkuasa mematikan efek negatifnya. Kita berkuasa mengubah orang yang rusak dan mengubahnya menjadi berguna lagi, oleh kuasa Allah.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah dua kegunaan garam menurut ayat-ayat ini?
    2. Apa yang terjadi kalau garam kehilangan kegunaannya dan menjadi tawar?
    1. Apakah selama ini saudara menyadari kuasa yang ada di dalam saudara dan komunitas saudara?
    2. Kalau selama ini saudara belum menyadarinya, apa yang akan saudara lakukan untuk membangkitkan kuasa tersebut dalam diri saudara dan komunitas saudara?
    3. Apakah yang akan saudara lakukan dengan kuasa yang ada di dalam komunitas saudara tersebut?
    1. Buatlah rencana nyata supaya kuasa dalam diri saudara dan komunitas saudara, khususnya Kompak bisa berguna bagi lingkungan saudara!
    2. Temukan kuasa musuh seperti apa yang perlu saudara kalahkan di sekitar lingkungan saudara! Temukan orang-orang yang membawa pengaruh negatif di sekitar saudara! Berdoalah agar kuasa Tuhan yang ada di dalam saudara bisa berfungsi mengubahkan orang-orang tersebut!

Topik Doa:

Berdoalah bagi anak-anak Tuhan agar memberi dan mengirimkan pesan damai dan kesatuan menjelang pemilihan umum mendatang ini.

Author


Avatar