11/2019 November, 2019 – Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

MENGETAHUI DAN MELAKUKAN KEBENARAN

Perbuatan Gideon selanjutnya dan akhir hidupnya

8:22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: “Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian.”

8:23 Jawab Gideon kepada mereka: “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu.”

8:24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: “Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” –Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.

8:25 Jawab mereka: “Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.

8:26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.

8:27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.

Hakim-hakim 8:22–27

Gideon seorang yang dipilih Tuhan menjadi pahlawan yang gagah berani bagi bangsanya. Bahkan kemenangan terjadi melalui Gideon ketika bangsanya yang atas seizin Tuhan dikuasai selama tujuh tahun oleh bangsa Midian. Dan selama tujuh tahun itu bangsa Israel hidup dalam ketakutan.

Namun setelah Gideon berhasil mengusir bangsa Midian dari bangsanya dengan cara yang ajaib, melalui hanya tiga ratus orang yang di tetapkan Tuhan bahkan oleh tangan Tuhan sendirilah kemenangan itu diberikan Allah kepada bangsa Israel melalui Gideon.

Tetapi tanpa disadari oleh Gideon, bahwa di dalam dirinya masih dikuasai keinginan daging. Walau seakan-akan Gideon merendahkan diri dengan menyatakan bahwa bukanlah dia tetapi Tuhan-lah yang memerintah atas bangsa Israel. Namun selanjutnya ia meminta emas hasil jarahan mereka. Dan emas itu diberikan dengan tidak tanggung-tanggung begitu banyak oleh rakyat Israel. Dan emas itu dibuat Gideon menjadi efod.

Efod itu bukan dibuat oleh sembarang orang, hanya imam saja yaitu keturunan Lewi yang boleh membuatnya. Sedangkan Gideon adalah keturunan Manasye.

Karena hal tersebut dimata Gideon tidak masalah, tetapi tidaklah demikian di mata Tuhan. Dengan memandang enteng hal ini, maka datanglah jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya. Karena bangsa Israel menyembah efod tersebut.

Dalam hal ini, kita perlu belajar dari Gideon. Kita harus memiliki sikap hati yang benar, dan harus mengetahui serta melakukan kebenaran dengan benar. Jangan menganggap enteng kebenaran.

Ketika keinginan daging bekerja, sering kali membutakan mata rohani kita. Karena itu, kita perlu sungguh-sungguh hidup dikuasai dan mengerti akan Firman dan milikilah komunitas yang sehat di mana dapat saling bertumbuh bersama dengan membangun, menasihati dan menghibur.

Pertanyaan :

(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
    1. Apakah yang dikatakan bangsa Israel kepada Gideon? Dan apakah balasan Gideon?
    2. Apa yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya?
    3. Menurut pemikiran saudara mengapa Gideon membuat efod?
    1. Pelajaran apakah yang saudara ambil dari Gideon ini?
    2. Adakah hal kesamaan antara saudara dan Gideon?
    3. Dengarlah apa yang Tuhan ingin katakana kepada saudara. Ambil waktu berdiam diri.
    1. Komitmen dan pertobatan apakah yang saudara akan lakukan hari ini?
    2. Hubungi keluarga, kompak dan komunitas saudara. Salinglah berbagi dan terbuka.
    3. Tetaplah berdoa dengan sepakat bersama mereka dengan topik doa di bawah ini.

Topik Doa:

Sebagai gereja Tuhan deklarasikan bahwa Indonesia penuh kemuliaan-Nya, Indonesia bangsa yang di kasih Tuhan, Indonesia ada di tangan Tuhan, Indonesia akan mengasihi Tuhan dan saling mengasihi.

Author


Avatar