11/2019 November, 2019 Toga, Daily Devotion, Minggu ke-3, RENUNGAN, TOGA

OUT FROM YOUR COMFORT ZONE

PRAY & WORSHIP

Datanglah kepada Bapa terlepas dari bagaimana perasaan dan pikiranmu, mulailah harimu dengan menaikkan pujian dan ucapan syukur.

REFLECTION

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”

3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

8 Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”

9 Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

11 Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.”

12 Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.”

15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Yunus 1


  1. Berdasarkan pengajaran yang telah kita baca sebelumnya, rasa nyaman yang seperti apa yang berbahaya?
  2. Apa yang menjadi perintah Tuhan kepada Yunus? (Yunus 1:2)
  3. Bagaimana respon Yunus terhadap apa yang Tuhan telah firmankan kepada-Nya? (Yunus 1:3)

DEVOTION

Bukanlah suatu kesalahan dan hal yang tidak diperbolehkan bagi kita untuk mengalami rasa nyaman. Namun menjadi suatu hal yang salah ketika kita men-tuhan-kan rasa nyaman kita. Seperti kisah Yunus, dapat dilihat bahwa respon Yunus berlawanan denga firman Tuhan, mengapa? Karena Yunus lebih mementingkan rasa nyamannya ketimbang apa yang firman Tuhan katakan. Ia memilih untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan, di saat Tuhan menyuruhnya untuk pergi ke kota Niniwe. Artinya, suatu hal yang mustahil bagi kita untuk melakukan firman Tuhan dan di saat yang bersamaan tetap tinggal di dalam zona nyaman kita.

CHALLENGE

Akuilah kepada otoritas rohanimu Firman Tuhan apa yang sebenarnya telah berbunyi di hatimu namun kamu enggan untuk melakukannya karena itu artinya kamu harus keluar dari zona nyamanmu, setelah akui, lakukanlah dengan sesegera mungkin!

SHARE

Ceritakan kepada teman kompakmu rhema yang telah kamu dapatkan hari ini untuk dilakukan!

Author


Avatar