10/2017 Oktober, 2017 - Meditasi Firman, Meditasi Firman, Minggu ke-1, RENUNGAN

Percaya Kepada Kuasa Firman

1 Korintus 2:6-16

“Manusia tidak mungkin mengetahui pikiran Tuhan! Siapa pun tidak mampu memberikan nasihat kepada-Nya.” Oleh karena itu hal yang sangat luar biasa bagi kita adalah: Melalui Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus.

1 Korintus 2:16 (TSI)

  Dalam bacaan hari ini, kita belajar bahwa hikmat/kebijaksanaan dunia ini tidak sama dengan hikmat/kebijaksanaan Allah. Hikmat Allah lebih tinggi dari dunia ini. Dan kita yang percaya kepada Tuhan (mengalami kelahiran baru) diberikan jalan untuk dapat mengerti hikmat Allah. Yaitu melalui Alkitab yang adalah Firman Allah. Dan juga melalui Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Dengan mempelajari dan beriman kepada isi Alkitab kita akan mengalami kuasa Firman. Kita dapat meyakini bahwa Alkitab itu dapat dipercaya sepenuhnya (Firman Allah yang tidak mengandung kesalahan) mempercayai dengan segenap hati bahwa segala sesuatu yang dikatakan berlaku bagi kita orang percaya. Melalui Alkitab kita memiliki jalan untuk mengerti pikiran dan perasaan Kristus. Kita dapat kemudian mengganti atau pun menyesuaikan cara pikir kita yang salah dengan cara pikir dan logika Firman Tuhan. Beriman kepada Firman Allah memanggil kita ke tempat yang lebih tinggi – untuk memiliki iman bahwa kita dapat masuk ke dalam kehidupan yang lebih intim dengan Allah di dalam kuasa Roh Kudus. Sering kali kita merasa bahwa kita tidak layak untuk menikmati kepenuhan di dalam Kristus. Kita merasa tidak memenuhi syarat. Perasaan ini muncul dari ketidakmampuan manusiawi kita untuk mengenali kuasa-Nya yang dahsyat di dalam diri kita dan segala sesuatu yang hendak Dia berikan kepada kita. Kita merasa kesulitan untuk memahami bahwa secara manusiawi kita bisa saja orang yang sama sekali tidak berarti, namun sewaktu Kristus hidup di dalam diri kita dan mulai bergerak melalui kita, mukjizat dan perkara-perkara supranatural dapat dan pasti terjadi. Melalui Roh-Nya kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus. Orang beriman itu adalah orang yang sedang menikmati harapannya. Itulah sebabnya, orang beriman tetap bersukacita, kendati banyak tantangan. Dan memang orang beriman tak akan terombang-ambingkan oleh situasi dunia yang tiada menentu ini, karena memiliki dasar dan tujuan hidup yang jelas dan pasti. Selain itu, Allah yang ditaati adalah pribadi yang tak pernah berubah, Maha Besar, serta selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.
Pertanyaan :
(Tuliskan jawaban saudara dalam bentuk “jurnal”)
  1. Hal baru apakah yang saudara temukan dalam renungan hari ini terkait kuasa Firman Tuhan?
  2. Bagaimana saudara hari-hari ini mengimani kuasa Firman di dalam saudara dalam menghadapi pergumulan/ persoalan/ tantangan hidup ini? Renungkan dan bagikan kepada keluarga dan teman Kompak / Komsel saudara!
  3. Komitmen apakah yang akan saudara ambil di dalam menggunakan iman saudara untuk menghadapi pergumulan/ persoalan/ tantangan hidup saudara, bagikan kepada keluarga dan Kompak / Komsel saudara!
Topik Doa:
Berdoalah agar Alkitab dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di Indonesia agar dapat menjangkau sebanyak mungkin orang, khususnya yang belum fasih berbahasa Indonesia!